Novel ini bergenre horor komedi yang menghibur meski horor. Cinta bisa tumbuh kapan saja dan pada siapa saja. Termasuk cinta Mbak Kunti kepada Nurdin, bestienya yang notabene-nya manusia. Karena patah hati, Mbak Kunti pindah ke daerah lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Linda Lubi Channel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AKIBAT SALAH SERVER (34)
Penulis: Linda Lubi
Sementara di kampung Rambutan, Mbak Kunti sudah blusukan mencari kuliner jadul. Mbak Kunti sudah membeli ongol-ongol, getuk ubi, pulut pakai pisang goreng, gatot, lemper, kue talam, dan tiwul.
Tak lupa lontong Medan 2 bungkus dan nasi gurih juga 2 bungkus. Semua ia bayar, bukan hasil nyolong. Terakhir ia beli kopi ekspresso 2 cup. Agak mahal bagi Mbak Kunti. Kalau kedua kopi ia colong. Dengan sihirnya ia mendapatkan 2 kopi tanpa harus membayar.
Mbak Kunti sudah sampai di rumah. Ia senang banget. Ia menyihir semuanya agar bisa bertahan dan tidak basi hingga malam hari. Kopi ekspreso juga ia sihir agar tetap panas. Mbak Kunti juga membeli soft drink. Ia pinisirin rasanya.
Sarapan pertama yang ingin dia makan adalah pulut yang dikasih taburan kelapa dan pisang goreng. Ia mengunyahnya dengan hati-hati. Ia jadi iri pada manusia. Mereka bisa memiliki ribuan macam kuliner yang rasanya luar biasa.
"Nurdin sarapan apa ya pagi ini? Andai dia ada di sini, kami kan bisa gila-gilaan berburu sarapan. Pasti seru. Betapa dasyatnya pesona Nurdin. Mau sarapan saja, aku juga ingat Nurdin." Mbak Kunti ngomong sama kopi.
Ia mencicipi semua kue-kue dengan kalap. Lalu melanjutkan dengan minum kopi. Lontong dan nasi gurih, ia siapkan untuk makan siang dan makan malam saja. Mbak Kunti menyeruput kopi dengan nikmat.
Sudah dua minggu ini ia tidak melihat Abang Kunti. Ia pinisirin juga. Biasanya suka bikin darah tinggi Mbak Kunti naik. Emang kuntilanak bisa darting juga ya?
Awalnya Mbak Kunti tidak ingat sama sekali dan tidak menyadari jika Abang Kunti tidak pernah kelihatan lagi. Tapi hari ini ia jadi ingat Abang Kunti. Ada yang kurang juga rasanya. Biasanya Mbak Kunti sebel banget lihat tingkah Abang Kunti. Tapi ya sudahlah. Mungkin Abang Kunti lagi liburan.
Mbak Kunti menyihir semua sampah bekas makanannya ke tempat sampah umum. Lalu ia ingin beres-beres dengan tenaganya sendiri. Biar sehat. Mbak Kunti lupa kalau ia bisa berumur panjang sampai hari kiamat. Kenapa jadi ikut-ikutan kayak manusia.
Sambil bernyanyi dengan fals, ia menyapu, mengepel dan mengganti seprai yang ia colong dari kios penjualan seprai. Mbak Kunti menyihir seprai kotor ke laundry untuk dicuci gratis. Lumayanlah buat ganti-ganti.
Di luar terlihat mendung dan berkabut karhutla. Tadi pun Mbak Kunti belanja sarapan dengan menggunakan masker dan adegan cepat. Ia takut juga kena Ispa Karhutla kayak manusia. Terutama pada bayi-bayi.
Ia bingung mau ngapain lagi. Kalau ada Abang Kunti ia masih bisa mengisi waktu dengan berantem. Bisa bicara ceplas ceplos dengan Abang Kunti. Meskipun ia sebel banget. Mbak Kunti merebahkan diri. Menghayal Nurdin sebentar.
Baru saja tidur sebentar, beberapa ekor tikus berlari melewati wajah Mbak Kunti. Tentu saja Mbak Kunti merasa terganggu. Ia bangkit lalu menyihir rombongan tikus mati seketika.
"Ih...jijay bajay bangjay." Mbak Kunti lupa kalau tikus adalah makanannya tempo dulu.
Ia membuang tikus-tikus itu dengan sihirnya ke bak sampah umum. Mbak Kunti melanjuti rebahannya.
Ia sudah hampir 2 tahun tidak makan tikus apalagi kecoak. Ia sudah tidak punya keinginan lagi untuk menjadikan tikus apalagi kecoak sebagai makanannya.
Waktu masih dijadikan budak oleh Mbah Suroso, ia sering dikasih makan darah ayam cemani. Namun Mbah Darmi sering memberinya makan tiwul, getuk, singkong goreng dan nasi. Awalnya Mbak Kunti ragu tapi ternyata jauh lebih enak daripada darah ayam cemani.