NovelToon NovelToon
Putri Cacat Jadi Konglomerat

Putri Cacat Jadi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Orang Disabilitas / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Dibuang oleh darah dagingnya sendiri hanya karena ia terlahir tidak sempurna.

Haruka tumbuh tanpa pelukan orangtua, tanpa tempat pulang. Dunia memandangnya sebelah mata... dihina, direndahkan, dianggap beban yang tak pantas hidup layak. Tapi di tengah semua penolakan itu, ada satu orang yang tak pernah melepaskannya: seorang nenek tua, satu-satunya yang mau memeluknya tanpa syarat.

Dari pelukan itulah tekad Haruka lahir. Ia bangkit, merangkak sejengkal demi sejengkal dari titik terendah, bukan untuk balas dendam, tapi untuk membuktikan satu hal: gadis cacat yang dulu mereka buang, kini akan berdiri lebih tinggi dari siapa pun yang pernah meremehkannya.

Akankah Haruka berhasil membungkam semua yang pernah menghinanya? Atau luka masa lalu akan terus menariknya kembali ke titik nol?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Pantas

Pagi itu seperti biasa, Reynan sudah berdiri menunggu di gerbang kampus dengan motornya, meski semalam suasana rumahnya begitu tegang. Ia tetap datang lebih pagi, memastikan bisa menyambut Haruna sebelum jam kuliah dimulai.

Namun begitu ia memasuki area kampus, ia langsung merasakan atmosfer yang berbeda, bisik-bisik dan tatapan penuh rasa ingin tahu mengarah padanya dari berbagai penjuru.

"Itu dia! Reynan yang di video itu!" seru seorang mahasiswi kepada temannya, menunjuk sambil berbisik.

Video lamaran semalam ternyata telah menyebar begitu cepat. Bukan hanya di media sosial, tetapi juga menjadi bahan pembicaraan hangat di seluruh penjuru kampus. Nyaris setiap sudut koridor dipenuhi obrolan tentang kisah cinta Reynan dan Haruna, sebagian memuji romantisme mereka, namun tak sedikit pula yang mencibir dengan nada sinis.

Tak lama, Haruna tiba dengan langkah tertatih seperti biasa, dan begitu melihat Reynan, wajahnya langsung berbinar bahagia. "Rey," sapanya, menghampiri kekasihnya.

"Pagi, Sayang," jawab Reynan, tersenyum lembut, menggenggam tangan Haruna erat, tak peduli dengan tatapan orang-orang di sekitarnya.

Mereka berjalan beriringan menuju gedung fakultas. Namun baru saja sampai di depan kelas, ponsel Haruna bergetar... sebuah pesan dari dosen pembimbing akademiknya, meminta ia segera menemui di ruang dosen untuk urusan administrasi.

"Rey, Haruna dipanggil dosen dulu, ya. Sebentar aja," pamit Haruna.

"Oke, aku tunggu di sini," jawab Reynan, mengangguk.

Begitu Haruna melangkah pergi, sekelompok mahasiswi langsung mengerumuni Reynan, wajah mereka dipenuhi rasa penasaran yang tak tertahankan.

"Reynan, itu bener kamu yang di video semalam? Yang lamar cewek itu?" tanya salah seorang dari mereka.

"Iya, itu aku," jawab Reynan tegas, tanpa ragu sedikit pun.

"Serius kamu mau nikahin dia? Padahal kan banyak banget cewek yang lebih... you know, sempurna," lanjut yang lain, nada suaranya begitu menyiratkan keheranan bercampur ketidaksetujuan.

"Aku nggak butuh yang lain. Aku cuma butuh Haruna," jawab Reynan datar, tak sedikit pun tergoyahkan oleh pertanyaan-pertanyaan itu. Sebelum akhirnya berlalu meninggalkan kerumunan yang masih berbisik-bisik penuh ketidakpercayaan.

Sementara itu, dalam perjalanan kembali dari ruang dosen menuju kelasnya, langkah Haruna tiba-tiba terhenti oleh sekelompok wanita cantik yang berdiri menghadang di tengah koridor. Tatapan mereka begitu merendahkan.

"Kamu Haruna, kan? Yang tunangan sama Reynan?" tanya salah satu dari mereka, nada suaranya penuh sindiran.

"Iya, aku Haruna," jawab Haruna tenang, tak menunjukkan sedikit pun rasa gentar.

"Kamu sadar diri, nggak, sih?" gadis lain menyahut, matanya menyapu penuh penghinaan dari ujung kepala hingga kaki Haruna yang tak sempurna. "Reynan itu terlalu bagus buat kamu. Dia tampan, kaya, pinter, sementara kamu... ya gitu deh."

"Harusnya kamu tahu diri. Kamu itu nggak pantas bersanding sama dia," tambah yang lain, tersenyum sinis.

Haruna hanya menatap mereka dengan tenang, tak sedikit pun tersulut emosi. "Kalau menurut kalian aku nggak pantas, dan kalian yang ngerasa lebih pantas, silakan aja direbut. Tapi itu juga kalau Reynan tertarik sama kalian."

Kata-kata tenang itu justru membuat salah satu dari mereka semakin geram, dagunya terangkat penuh percaya diri. "Jangan sok tenang gitu. Kamu pikir kami nggak bisa? Kami ini jauh lebih cantik, lebih sempurna dari kamu. Gampang banget buat kami ngerebut dia."

"Kami tantang kamu," sahut yang lain, melangkah lebih dekat dengan sikap menantang, "lihat aja, nanti Reynan bakal ninggalin kamu demi salah satu dari kami."

Haruna tersenyum tipis, sama sekali tidak menunjukkan rasa takut sedikit pun. "Silakan coba aja. Tapi kalau ternyata Reynan berhasil kalian goda, itu artinya dia memang nggak pantas diperjuangkan sejak awal."

Jawaban tenang namun tajam itu membuat kelompok wanita itu terdiam sejenak. Tak menyangka akan mendapat respons setegas itu dari gadis yang selama ini mereka anggap lemah dan tak berdaya.

Namun sebelum mereka sempat membalas, sebuah suara tegas tiba-tiba menyela dari belakang. "Kalian ngomong apa sih, ke tunangan aku?"

Semua kepala menoleh, mendapati Reynan berdiri dengan wajah dingin yang begitu menegaskan. Langkahnya mantap menghampiri Haruna, merangkul pundaknya dengan penuh perlindungan.

"Reynan," bisik salah satu wanita itu, wajahnya berubah pucat.

"Dengar baik-baik," ucap Reynan, suaranya tegas menggema di koridor itu, "kalian bisa telanjang bulat di depan mataku sekalipun, aku nggak akan pernah tertarik sedikit pun. Yang aku mau cuma Haruna, titik."

Ucapan lugas itu membuat seluruh wanita yang berdiri di sana terdiam kaku. Wajah mereka memerah antara malu dan terkejut, tak menyangka Reynan akan berkata sekeras dan sevulgar itu untuk menegaskan penolakannya.

Haruna sendiri terkejut mendengar kata-kata kekasihnya yang begitu terus terang, wajahnya seketika memerah malu. "Rey..."

Namun Reynan tak menghiraukan reaksi terkejut Haruna, ia justru merangkul pundak kekasihnya lebih erat. Wajahnya berubah manja, jauh berbeda dari sikap dinginnya barusan. "Sayang, kok Haruna diem-diem aja diganggu gitu? Kenapa nggak langsung telepon aku?" rengeknya, menunjukkan sisi yang tak pernah terlihat oleh orang lain selain Haruna dan ibunya sendiri.

Para wanita yang masih berdiri di sana ternganga tak percaya. Menyaksikan sosok Reynan yang selama ini dikenal begitu dingin dan sulit didekati, kini justru merajuk manja layaknya anak kecil kepada kekasihnya.

"Ya ampun, dia bisa manja juga, ya," bisik salah satu dari mereka kepada temannya, masih tak habis pikir dengan pemandangan yang baru saja mereka saksikan.

Haruna tersenyum kecil, mengusap lembut lengan Reynan yang masih merangkulnya. "Iya iya maaf, lain kali Haruna langsung telepon Reynan."

Sebelum melangkah pergi meninggalkan koridor itu bersama Reynan, Haruna sempat menoleh sekilas ke arah kelompok wanita yang masih berdiri mematung, tersenyum tipis. "Kalau laki-laki itu benar-benar cinta sama kalian, dia nggak akan malu nunjukin sisi manjanya di depan siapa pun. Itu yang kalian lihat barusan."

Kata-kata itu meninggalkan keheningan yang begitu dalam, membuat kelompok wanita itu tertunduk. Tak sanggup membalas kenyataan yang begitu telak menampar rasa percaya diri mereka.

Reynan dan Haruna melangkah pergi bergandengan tangan, meninggalkan koridor yang masih dipenuhi bisik-bisik kekaguman dan iri hati. Sementara kebahagiaan sederhana keduanya semakin membuktikan bahwa cinta sejati tak pernah gentar oleh godaan atau hinaan siapa pun.

---

Jauh dari riuhnya kampus, di sebuah ruang kerja mewah yang sunyi. Bagas duduk termenung di balik meja kerjanya, matanya menatap kosong ke arah ponsel yang tergeletak diam sejak semalam.

Sejak menghubungi detektif kepercayaannya, waktu terasa begitu lambat berjalan. Setiap detik dipenuhi kegelisahan yang terus menggerogoti pikirannya.

Tepat siang itu, ponselnya akhirnya berdering. Nama detektif itu tertera jelas di layar. Dengan tangan yang tiba-tiba terasa dingin, Bagas mengangkat panggilan itu.

"Pak Bagas," suara berat di seberang telepon terdengar begitu serius, "saya sudah dapat semua informasi yang Bapak minta."

Bagas menahan napas, jantungnya berdegup begitu kencang. "Ya? Cepat, katakan."

Hening sejenak sebelum suara itu kembali terdengar. Kali ini dengan nada yang begitu hati-hati, seolah menyadari betapa berat kalimat yang akan ia sampaikan.

"Pak, sebelum saya lanjutkan, saya rasa Bapak perlu duduk dulu. Karena apa yang saya temukan ini... cukup mengejutkan."

Tangan Bagas mengepal erat di atas meja, keringat dingin mulai membasahi dahinya. Sementara di seberang telepon, sang detektif menarik napas panjang sebelum akhirnya mulai mengungkap kebenaran yang selama ini begitu Bagas takutkan.

1
Muft Smoker
aq cuma bisa kasih semangat buat Haruna ,, kekurangan mu gx bakal jd penghalang kesuksesan mu ,,
Ilfa Yarni
sedih aku bacany hiks klo Haruna kemakam sedih banget
Ilfa Yarni
semangat haruna wujudkan mimpimu jd orang sukses agar nenekmu bahagia diatas sana
Muft Smoker
wooah semangat trus harunaa ,,
mungkin ni langkah yg bkal jlan km bisa lebih mudah ,,
Ilfa Yarni
emang gmn cara km tes drive
Muft Smoker
test Drive ,, test Drive ,, Dy fikir si Haruna sirkuit Mandalika kali yx/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilfa Yarni
jgn coba comblangin haruna dgn laki2 lain ya vania
Sayekti 0519
bukannya tobat ,malah laknat.seharusnya ada jln untuk sadar.terima dengan niat baik
Ilfa Yarni
awas ya reynan jgn sampe luluh km
Muft Smoker
astgaaaa ,,
jgn nangis kalo d tolak yx neng ,,
aq yg maluuu looo km bgtuuu😹😹😹🫣🫣🫣🫣🫣🫣
Sayekti 0519
ngerawat nenek lah.balas budi.kuliah bisa menyusul.
Muft Smoker
semoga Bagas cepat dpat karma ny ,,
Ilfa Yarni
aku ingin bagas cepat hancur jahat banget jadi manusia
Muft Smoker
tunggu karma menghampiri mu Bagas ,,
Ilfa Yarni
dasar orangtua jahat tunggu lah kehancuranmu suatu saat keboho ganmu terbongkar
Muft Smoker
semangat Haruna ,, jgn biarkan pak Bagas meremehkan mu ,,
buktikan KLO km mampu melewati semua ujian hidup km meski d tengah keterbatasan fisik
Ilfa Yarni
Ya ampun ga nyangka Ada orangtua yg seperti ini aku doakan Haruna cepat jadi konglomerat Dan bagas hancur oleh perbuatannya sendiri
Muft Smoker
yakin laa reynan kalo Haruna bakal bisa melewati semua ini ,, udh banyak pahit kehidupan yg di lalui haruna ,,
meski berat km harus bisa jd support sistem ny Haruna ,,
Ilfa Yarni
tenang aja reynan haruna akan membuktikannya klo dia bisa sukses km cukup doakan saja dan of saat nya tiba bagas akan menyesal perbuatannya
Ilfa Yarni
nah lol feeling ga ya nyonya larasati pd Haruna bahwa Haruna adalah ank kandungnya biasanya antara ibu Dan ank itu Ada ikatan bathin yg kuat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!