NovelToon NovelToon
Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Pembalasan Mantan Istri Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Poligami / Cerai / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: YoungLady

“Aku tidak akan menceraikanmu, Tiara.”

Haikal mengucapkan kalimat itu tanpa sedikit pun keraguan.

“Dan aku mengizinkanmu tetap tinggal di rumah ini.”

Air mata Tiara mulai mengalir lagi.

“Tapi, izinkan aku untuk menikah lagi.”

Tiara menatap pria yang selama ini menjadi tempatnya menggantungkan seluruh hidup. Pria yang baru saja ia kira akan menerima kekurangannya yang divonis mandul oleh Dokter.

Ternyata, Haikal hanya tidak ingin kehilangan istrinya. Ia ingin mempertahankan Tiara sebagai istri pertama sekaligus mengambil wanita lain sebagai calon ibu bagi anak-anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoungLady, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Pesta pernikahan akhirnya berakhir.

Satu per satu tamu mulai meninggalkan gedung. Musik yang sejak sore memenuhi ruangan perlahan dimatikan. Para pelayan sibuk membereskan meja, sementara bunga-bunga yang menghiasi pelaminan masih tersisa sebagai saksi hari bahagia Tiara dan Permana.

Setelah memastikan semuanya selesai, Permana menggenggam tangan Tiara.

"Ayo."

Tiara tersenyum.

Keduanya berjalan menuju kamar pengantin yang telah disiapkan dengan indah.

Begitu pintu tertutup, suasana berubah menjadi jauh lebih tenang.

Tidak ada lagi suara tamu.

Tidak ada lagi tatapan orang lain.

Hanya ada mereka berdua.

Tiara berdiri di tengah kamar sambil mengembuskan napas panjang.

"Rasanya seperti mimpi," gumamnya.

Permana tersenyum.

"Kenapa?"

"Setelah semua yang terjadi, akhirnya aku bisa berada di sini."

Permana mendekat.

Ia memperhatikan wajah istrinya beberapa saat, lalu tersenyum bangga.

"Aku justru masih memikirkan satu hal."

"Apa?"

"Keberanianmu tadi."

Tiara mengerutkan kening.

"Keberanianku?"

"Ya."

Permana tertawa kecil.

"Tidak banyak orang yang sanggup mengusir mantan suami dan ibunya dari pesta pernikahannya sendiri."

Tiara langsung teringat kejadian beberapa jam sebelumnya.

Haikal datang bersama Rumi.

Keduanya mencoba membuat keributan dan memohon agar Tiara membatalkan pernikahan.

Namun kali ini Tiara tidak mundur.

Ia berdiri tegak dan meminta mereka pergi.

Tidak ada lagi Tiara yang dulu.

Tiara tersenyum kecil.

"Itu karena kau."

"Karena aku?"

Tiara mengangguk.

"Aku belajar banyak darimu."

Permana menatapnya dengan lembut.

"Termasuk tentang keberanian."

Tiara memainkan jemarinya.

"Dulu aku selalu takut menyakiti perasaan orang lain. Aku terlalu sering memikirkan bagaimana perasaan mereka sampai lupa memikirkan perasaanku sendiri."

Ia mengangkat wajah.

"Tapi kau mengajariku bahwa menjadi baik bukan berarti membiarkan orang lain menindas kita."

Permana menggenggam tangannya.

"Aku hanya ingin kau tahu bahwa kau berhak bahagia."

Tiara tersenyum.

"Dan sekarang aku bahagia."

Permana terdiam sejenak.

Tatapannya menjadi lebih dalam.

"Tiara."

"Hmm?"

"Kita sudah resmi menjadi suami istri."

Wajah Tiara seketika memerah.

Permana tersenyum melihat reaksinya.

"Bolehkah aku meminta jatah malam pertama?"

Tiara menundukkan wajah.

Pipinya semakin merah.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

Kemudian Tiara mengangguk pelan.

"Boleh."

Permana tersenyum.

Ia tidak langsung melakukan apa pun.

Sebaliknya, ia mengangkat tangan dan menyentuh pipi Tiara dengan lembut.

"Kalau kau gugup, kita tidak perlu terburu-buru."

Tiara menggeleng.

"Aku tidak takut."

"Benarkah?"

Tiara menatap matanya.

"Aku hanya malu."

Permana tertawa kecil.

Ia kemudian menarik Tiara ke dalam pelukannya.

Tiara bersandar di dadanya.

Untuk pertama kalinya, ia merasa benar-benar aman dalam pelukan seorang pria.

Permana mengecup keningnya.

"Kau tahu?"

"Apa?"

"Aku sudah lama menunggu hari ini."

Tiara tersenyum.

"Kenapa?"

"Karena akhirnya aku bisa memanggilmu istriku tanpa perlu takut kehilanganmu."

Mata Tiara berkaca-kaca.

Ia memeluk Permana lebih erat.

"Terima kasih karena sudah datang dalam hidupku."

Permana membalas pelukannya.

Malam itu mereka menghabiskan waktu berdua dengan penuh kelembutan. Tidak ada lagi masa lalu yang perlu dibicarakan, tidak ada Haikal, tidak ada Intan, dan tidak ada luka yang harus mereka ungkit.

Hanya ada dua orang yang akhirnya memilih untuk saling mencintai.

---

Sementara itu, jauh diluar sana....

Haikal duduk di dalam mobil bersama Rumi.

Keduanya masih mengenakan pakaian yang mereka pakai saat datang ke pesta pernikahan.

Namun wajah mereka sudah tidak menunjukkan kemarahan.

Yang tersisa hanya penyesalan.

Rumi menangis sesenggukan.

"Kenapa kita melakukan ini, Haikal?"

Haikal menatap kosong ke depan.

"Aku tidak tahu, Bu."

Air matanya jatuh.

"Terlambat."

Rumi mengangguk sambil menangis.

"Tiara sudah menjadi istri orang lain."

Haikal mengepalkan tangannya.

"Seharusnya aku tidak pernah menceraikannya."

Ia menundukkan kepala.

"Seharusnya aku mempertahankannya."

Rumi terisak.

"Seandainya waktu bisa diputar kembali..."

"Tiara tidak akan mau kembali."

Haikal tertawa getir.

"Dia membenciku."

Tiba-tiba...

Ponsel Haikal berdering.

Sekali.

Berhenti.

Kemudian berdering lagi.

Dan lagi.

Haikal melirik layar ponselnya.

Beberapa panggilan tidak terjawab muncul dari nomor yang tidak ia kenal.

Rumi mengusap air matanya.

"Kenapa tidak diangkat?"

Haikal menggeleng.

"Itu pasti dari bank."

"Bank?"

"Iya."

Haikal menghela napas.

"Cicilan utangku sudah jatuh tempo."

Rumi langsung menoleh.

"Tapi bukankah kau membayarnya secara rutin?"

Haikal terdiam.

Wajahnya mendadak pucat.

Rumi mulai curiga.

"Haikal?"

Haikal menggenggam ponselnya erat.

"Seharusnya..."

Ia menelan ludah.

"Seharusnya uang untuk membayar cicilan itu ada."

Rumi semakin panik.

"Jadi kenapa mereka terus menelepon?"

Haikal menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Kemudian suara lirih keluar dari mulutnya.

"Intan."

Rumi membeku.

"Apa maksudmu?"

Haikal mengangkat wajah.

"Uang itu..."

Suaranya bergetar.

"Intan menggelapkan uang itu, Bu. Dia juga menggelapkan aset-aet lainnya."

Rumi menatap anaknya dengan mata membelalak.

"Apa?"

"Uang perusahaan. Uang yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan."

Haikal menarik napas berat.

"Selama ini aku kira Intan yang membayarnya."

Wajah Rumi seketika pucat.

"Jadi..."

Ia memegang dadanya.

"Selama ini..."

Rumi tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

Sesak tiba-tiba menyerang dadanya.

"Bu?"

Haikal panik.

Rumi berusaha bernapas.

"Haikal..."

Tubuhnya tiba-tiba limbung.

"Bu!"

Haikal buru-buru menangkap tubuh ibunya sebelum jatuh ke lantai.

"Bu! Bangun!"

Namun Rumi sudah tidak sadarkan diri.

Haikal menatap ibunya dengan panik.

"Bu!"

1
Ma Em
Selamat untuk Tiara dan Permana sekarang Tiara sdh sah menjadi istri Permana , semoga langgeng pernikahan nya dan segera diberi momongan , untuk Haikal nikmati saja karma yg kamu terima itu balasan karena kamu sdh menyakiti wanita yg baik sabar dan setia meskipun Tiara selalu dihina dan tdk dianggap serta diperlakukan seperti babu dirumah mu .
sunaryati jarum
Intan lagi
sunaryati jarum
🙏
sunaryati jarum
Walaupun ada kebencian masih ada sisi kemanusiaan kamu,Tiara.Orang- orang sombong dan tidak menghargai orang lain, bahkan menantu dihina dan diinjak-injak , akhirnya dapat karma
sunaryati jarum
Kamu percaya Intan wanita ular yang mengingkari hartamu,maka memanipulasi hasil tes kesuburan Tiara.
sunaryati jarum
Haduh , sudah jatuh tertimpa tangga.Js
sunaryati jarum
🤣🤣🤣 percaya dirimu patut diacungi jempol Haikal, sayang tidak sesuai dengan ekspektasi kamu
sunaryati jarum
Keputusan apa Haikal,kau hampir bangkrut,kan
sunaryati jarum
Memangnya Tiara mau kembali padamu?
sunaryati jarum
Nikmati kebodohan kamu , Haikal
sunaryati jarum
Untuk selingkuhannya mungkin, Haikal.Selamat menyesal telah membuang berlian dan memungut kerikil dari limbah busuk.
sunaryati jarum
Nikmati saja pilihan kamu Haikal,kamu ganti istri berapa kal pun mungkin ,nggak akan punya anak
Ma Em
Nikmati saja kan Intan istri pilih Hanum Haikal jadi jgn menyesal rasakan saja manis getirnya rumah tanggamu bersama Intan pilihanmu , semoga rencana pernikahan Tiara dgn Permana dilancarkan sampai hari H dan tdk ada gangguan .
sunaryati jarum
Syokoooor rasain, Haikal! Perempuan jika marah merusak perabotan atau apapun, alamat cepat kismin
sunaryati jarum
Kali ini usahamu akan gagal Intan
cinta semu 2
dih mantan suami sok cakep...😁😁dah g ada manfaat ny u Haikal...
cinta semu 2
mertua durhakim
sunaryati jarum
Kan sudah mantan kenapa marah.Selidiki Intan ,dia hanya menginginkan hartamu.Setelahnya kau akan ditinggalkan.Sedangkan Tiara akan mendapatkan jodoh yang sangat baik dan mencintai
Ma Em
Lagian Bu Rumi , Haikal tdk malu emang kalian saat Tiara bersama kalian selalu dihina dan direndahkan skrg setelah. bercerai ibu Rumi mencari Tiara suruh saja si intan istri tercinta Haikal yg ngurus jgn cari Tiara .
sunaryati jarum
Tidak tahu diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!