NovelToon NovelToon
After 41 Days Marriage

After 41 Days Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Detektif / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Mata-mata/Agen / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:15.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Tris rahmawati

(21+ Harap bijak dalam memilih bacaan)
Tidak pernah terbayangkan oleh Dilvina keputusan nya untuk pergi ke negara lain meninggalkan pernikahan yang di anggap nya telah gagal dan penuh rasa sakit malah menyambut masalah lain yang lebih parah.

Sebuah kisah kekelaman masa lalu keluarga nya hadir kembali, para pembunuh ayah nya penghancur masa depan keluarga nya saling melingkar berkesinambungan hadir Bersama masa lalu sang suami JULIAN ANDERSON yang merupakan seorang agen rahasia di sebuah organisasi dulu, kini Jullian hadir kembali berusaha untuk memperbaiki pernikahan mereka yang berawal dari keterpaksaan dan perjodohan itu, akankan semua masalah terselesaikan? apakah mereka akan kembali bersama?

“Aku menjadi tahu kenapa Mama memilih Jullian sebagai menantu nya, ya tidak lain mama pasti tahu semua ini akan terjadi!”



“Dan sekarang kau datang? untuk apa lagi Jullian!”


💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓💓

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tris rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34

Ini bukan ilusi, Dilvina ada di pelukan nya, tubuh mungil ini berada di dalam dada nya, menyeruakan sisa aroma-aroma bunga yang masih begitu terasa di rambut nya, setelah beberapa menit berdekapan Jullian akhir nya melepaskan eratan mereka, kini manik mereka bersitatap lelaki itu bertumpu pada satu lutut yang mengganjal pada sofa membungkuk menatap lamat-lama Dilvina.

 

Dilvinia kembali mengulas senyuman, menatap pada wajah di depannya, ia tidak segan lagi melingkarkan kedua tangan nya pada Jullian, begitu terasa helaan nafas beraroma mint lelaki di depan nya, memperlihatkan jelas rambut-tambut halus di rahang nya, hidung yang menjulang nyaris bersentuhan

 

Bibir merah mudah Dilvina kini melengkungkan senyuman, dengan pupil yang mengecil karena lengkungan bibir nya, Jullian di buat tidak tahan, ia menyambar bibir Dilvina seketika, mendorong lagi tubuh Dilvina hingga menyandar pada headboard empuk sofa

Jika kemarin Dilvi di atas, kini bergantian Jullian yang di atas namun tidak menimpa nya, lelaki itu menyatukan bibir mereka, menahan tangan nya pada tengkuk Dilvi, ia mèlumat nya,mengecap-ngecap, mengabsensi saliva ke dalam rongga-rongga, Dilvina terdiam mendapati serangan Jullian yang menjalar seperti menyetrumi hingga seluruh tubuh nya,

 

Sedewasa ini Jullian menjadi lelaki pertama yang melakukan nya, Dilvi tidak membalas kedua bibir nya di biarkan memebelah, merasakan sapuan Jullian yang menggebu-gebu menghisap dan menggigiti nya.

Tiba-tiba sebuah serangan ingatan menyerang, menjalari Jullian sebuah kata-kata Richard yang mengatakan mereka sering melakukan.

 

Jullian pun bangkit,sesuatu kekesalan muncul kepermukaan hati nya, ia menatap benci pada Dilvina yang mungkin masih menikmati permainan saliva nya, Jullian melengos berlalu pergi menampilkan ekspresi datar, membuat Dilvina benar-benar terperanjat mendapati Jullian yang tiba-tiba saja meninggalkan nya, Karena kenyataan nya Jullian sudah sangat menghipnotis nya dengan apapun yang ia lakukan.

 

Dilvina merasa malu, apakah aku memalukan, ia pun bangkit berjalan menuju lantai dua untuk kembali ke kamar nya, di sisi lain Jullian menyibukkan diri ia masuk ke dalam kamar mandi, tidak lagi menghiraukan apapun yang di lakukan Dilvi.

 

Jullian mulai mengguyur tubuh nya di bawah pancuran shower mendinginkan kepala hingga tubuh setelah semalaman menjadi perjalan panjang yang melelahkan, memeluk Dilvi, dan menyalurkan segenap perasaan nya lewat ciuman seperti tadi rasa nya sudah cukup terbayarkan, walau kelegahan menyisahkan pilu, ia merasakan sayatan kala mengingat Richard mengatakan mereka sering melakukan lebih.

 

Jullian menelan saliva nya, satu tangan lelaki itu menjulur menambah volume air, ia menarik nafas nya dalam-dalam, walau dia mengatakan tidak peduli akan hal itu, namun kenyataan ia tidak cukup kuat membayangkan lelaki lain menyentuh Dilvina.

 

Ya wajar mereka melakukan nya mereka adalah sepasang kekasih, Richard memberikan nya kebahagiian dan kehadiran ku hanyalah seorang yang jahat dengan tidak malu ingin memperbaiki.

 

Beberapa menit berlalu, Jullian bersiap keluar dari kamar mandi lantai bawah appartemen mereka, lelaki itu akan ke kantor siang ini sambil menunggu informasi Gio yang sedang memantau Caviaritz, Jullian menyimpul handuk pada pinggang milik nya, lalu berjalan menuju lantai dua mengambil pakaian nya di atas sana.

 

Ia terburu-buru, waktu sudah semakin siang Jullian masuk ke kamar yang hanya satu-satu nya di sana, secara tidak sengaja Dilvina juga baru selesai mandi ia tengah memasang Bra milik nya.

Cklak

 

Dilvina terkesiap di ujung walk in closet, namun ia tidak berteriak menutup dengan tangan benda yang menggantung itu, Jullian mungkin tidak ke walk in closet fikir nya, ia pun biasa saja melanjutkan aktifitas nya, namun dia salah Jullian terpaku di ambang pembatas antara kamar dan walk in closet mendapati pemandangan Dilvina tanpa busana dan ini untuk yang kedua kali nya lagi.

 

“Jullian” Dilvina menarik handuk cepat mungkin menutup lagi tubuh nya.

 

Jullian mencoba acuh, perlahan berjalan masuk ke dalam membuka lemari tempat pakaian nya berada, ruangan kecil itu menyeruakan kesegaran, hawa-hawa panas dan gelanyar yang padahal sama-sama di rasakan.

 

“Pakaian mu di sini!” tunjuk Dilvi lemari yang lebih tinggi.

 

Jullian menoleh, ia dia tahu itu salah tingkah membuat nya lupa segala nya, ia pun berjalan ke arah yang Dilvi tunjuk,masih terus bersikap acuh sial nya di kali kedua dia melihat tubuh Dilvi pun ia harus mentralkan sekuat tenaga diri nya,

 

“Jull, kau kenapa? Aku punya salah?”Dilvina merasa asing dengan sikap Jullian ia sangat yakin Jullian masih marah karena menjemput nya di Mansion Richard.

Jullian hanya diam masih terus mengambil pakaian nya, ia benar-benar menahan hasrat sebuah keinginan lebih yang kali ini entah kenapa menjadi sangat menggebu-gebu tak tertahankan melihat Dilvi seperti itu,”Pakai pakaian mu, nanti masuk angin!”  Jullian menutup lemari lalu berjalan pergi.

 

“Jull!”panggil Dilvina lagi membuat Jullian berhenti, jangan buat aku berhenti Dilvina aku takut aku melewati batasan ku, aku akan lebih licik dari Richard untuk merebut mu.

 

“Aku minta maaf! Sungguh aku tidak tahu bagaiamana aku bisa kesana”lirih Dilvi melampirkan manik sendu nya, “Atau mungkin aku pingsan?”

 

Jullian masih menatap Dilvina tertahan saat milik nya bahkan terasa menegak karena handuk Dilna terlalu pendek,”Pakai pakaian mu, kita bahas di bawah!” Jullian berlalu pergi kali ini cepat sekali untuk turun kembali ke lantai bawah.

 

Jullian melirik ke tangga ia mulai memakai pakaian nya di sofa menutupi sesuatu yang menegak dan harus di tutupi kembali, memakai celana berbahan kain, atas kemeja tidak lupa, ikat pinggang dan semprotan parfum di bagian leher yang menjadi handalan nya.

 

Dilvina sudah memakai dress rumahan milik nya, masih menyimpul rambut dengan balutan handuk pada kepala nya, ia berjalan ke sebuah nakas membuka laci dan meraih benda yang di letakkan nya di sana, sebuah tekat baru ia tentukan, sebuah keputusan yang terberat baru ia pilih.

 

Richard berhak mendapatkan seorang gadis yang lebih baik, lebih muda, belum menikah dan tidak terikat dengan siapapun, Dilvina memejam merasakan perasaan nya untuk Richard sungguh sudah sejauh ini apapun itu masih terasa biasa saja, dia bukan tempat pelarian, lebih ke seseorang yang di harapkan Dilvi bisa membuka hati nya lagi sayang nya sudah terlalu lama tetap biasa saja, bahkan Jullian yang tiba-tiba datang bisa dengan mudah mengambil alih hidup nya lagi

 

Sungguh tidak ada salah nya memulai dan memperbaiki, Jullian memang salah saat itu, tapi karena pernikahan mereka saat itu adalah perjodohan bukan dari keinginan kedua nya dan lagi pula sama sekali mereka tidak di beri waktu untuk saling mengenal sebelum nya.

 

“Dilvina, aku akan berangkat! Apa kau masih lama?”panggil Jullian dari bawah.

“Iya sebentar!!”sahut Dilvi…..

 

Dilvi kembali memasukan kotak cincin itu kedalam laci, lalu mengayunkan langkah keluar kamar untuk segera turun, Dilvi mentap pada Jullian yang sudah memakai sepatu nya siap pergi, ia pun semakin mempercepat langkah nya untuk menuruni tangga dan berjalan ke arah Jullian.

 

“Kau berangkat sekarang?” tatap Dilvina entah kenapa rasa nya ia tidak ingin Jullian pergi.

 

“Ada banyak hal yang ingin ku kerjakan, pesan lah makanan, atau jika kau ingin memasak di kulkas masih banyak bahan makanan” ucap Jullian masih membungkuk mengikat tali sepatu nya.

 

“Kau akan pulang pukul berapa? Apakah akan lama? Apakah sampai malam? Apakah akan pulang ketika aku sudah tidur?” Dilvina menjatuh kan tubuh nya di sofa menyandar malas mengerucuti bibir nya, “Kata nya kau ingin mendengarkan cerita ku!” Dilvina merengek mengalihkan wajah nya mendadak seberlbihan ini.

 

Jullian mengulas senyuman menatap gemas pada Dilvina yang merengek seperti anak kecil, “Kau jangan membuat ku malas untuk pergi…”

 

 

“Jadi tidak perlu pergi...”tatap Dilvina melampirkan manik memelas nya.

 

Lagi-lagi Dilvina mendobrak kewarasan Jullian, ia mendadak malas untuk beranjak, namun ia harus pergi,tidak bisa menunda, Richard mungkin sudah memantau di Caviaritz bersamaan dengan Gio yang juga atas perintah nya.

 

 

 

 

 

To be continue

1
Nayy
lihat peta...lihat peta...🤣🤣
Nayy
beg*
Nayy
ku baca lagi dan lagi
"fase paling tinggi mencintai adalah mengikhlaskan" tapi aq ora isok thor 😭😭
dian rahma
udh kelewat bgt ya Allah.. ini udh 2026 dan aku baru tau ada karya Ka Tris yg baru. pdhal lagi maraton reread kisah dr NadilaDimas ampek Jullian Dilvi eh ada yg baru kisah Auriga ternyata. pdhal masih pengen reread Sophie Felix abis ini,,
habis gas Auriga setelah reread semua karya Ka Tris disini... meni kangen sangaatt
dian rahma
reread ini tetap terharu tp bisa senyum juga dgn panggilan Mommy Coco untuk Sophia dr Felix..
dian rahma
ini udh 2026 dah kisah mereka masih seseru ini aku bacanya. lagi reread novel Ka Tris disini satu persatu... sekangen itu sama mereka
siska nirmala
aku baru mampir thor..baca julian setelah baca auriga, jadi penasaran kisah mama papa auriga
Nofta Putri111
semangat thoor/Applaud//Applaud/
Lila Susanti
nancyyyy /Joyful//Joyful//Joyful/
Lia Yulia
astagaaaa😂😂😂
Lia Yulia
Frans pakai jurus seribu alasan🤣🤣🤣
Nurhasanatul Laela
Luar biasa
Merri Dawati
sudah berulang klie mbaca nya saya tidak pernah bosan...benar benar bagus cerita nya
DIAN Riskawati
aku baca lagi kak,,,,kangen di tahun 2021 baca novel ini
Isnay Dewi73
Luar biasa
Herlinawati Ana
🤣🤣🤣 polos nian dikau Dilvina😂😂😂
Titin Suprihatini
ka tris akhirnya balik ke si biru
Bengkalis- Eva Okktafia
Luar biasa
Herlinawati Ana
balik lg ksni smbil nugguin On Going Anaknya biar gak gabut ya bc ksah Mommy n Daddynya aja dlu... star On 29012025 😍
Icha Okta
karyanya kak Tris gak pernah ngebosenin malah bikin kangen😘😘😘👍👍👍
Herlinawati Ana: aq juga bc ulang ni kak🤭
biar gak gabut nugguin On Going anaknya Jullian n Dilvi...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!