NovelToon NovelToon
Mencintaimu Dalam Diam

Mencintaimu Dalam Diam

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Romansa Fantasi
Popularitas:963
Nilai: 5
Nama Author: Na_1411

seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rasa penasaran Neta ke Evan.

"sepertinya kami harus segera pulang, anda lihat sendiri tadikan. Putri kecil kami menelpon tanpa henti, salah saya juga tadi sebelum kesini saya sempat berjanji akan mengajaknya keluar."

eko berdiri untuk segera berpamitan di ikuti dengan Ama dan juga Evan.

"padahal istri saya sudah menyiapkan semuanya untuk malam ini, sampai dia effort banget masak dari tadi pagi. Tapi yah... Mau bagaimana lagi, mungkin lain waktu kita bisa makan malam bersama."

Neo berjabat tangan sebagai salam perpisahan ke Eko, dengan senyum dan tawa renyah mereka saling berjabat tangan satu sama lain.

"baiklah, kapan kapan giliran kami yang akan mengundang anda makan malam di rumah, dan saya harap anda bisa mengajak Neta agar jalinan kekeluargaan bisa saling terikat satu sama lain, bukan begitu nyonya Nana."

Ucap ema terdengar mengarap pertemuan ini berlanjut.

"bisa di atur nyonya, kita tergantung pada suami. Kalau istri sih oke oke aja, saya juga selalu ada di rumah."

Balas Nana yang tidak ingin obrolan mereka terkesan canggung.

Berbeda dengan Neta yang berwajah datar saat berhadapan dengan Evan, dia tidak suka dengan Evan yang terlihat tebar pesona saat melihat Neta.

"tidak aku sangka ternyata kita bisa bertemu lagi Neta, aku kira setelah kepulangan ku dari LN kamu sudah menikah dan punya anak bersama James. Tapi prasangkaku salah, ternyata James berpacaran dengan Clara."

mendengar nama Clara seketika pandangan mata Neta terbelalak, Neta tidak menyangka jika Evan juga mengenal Clara.

"kamu kenal Clara dari siapa...?"

Evan tersenyum sinis, dia sengaja tidak ingin menjawab pertanyaan Neta dan memilih pergi mendekati papa nya Neta.

Neta yang sangat penasaran masih menatap Evan, dia sangat ingin mendengar jawaban yang keluar dari mulut Evan sendiri. Tapi kepergian Evan dan keluarganya membuat Neta hanya menghela nafasnya lemah.

"aku bisa tanya James di dalam, mungkin dia tahu akan hubungan Evan dan Clara."

Batin Neta yang tidak ingin memperpanjang rasa ingin tahunya.

Melihat kepergian keluarga Evan, Neta menatap Neo yang masih berdiri berdampingan dengan Nana.

"pa... Kenapa tadi papa tidak bilang kalau aku sudah punya kekasih, percuma juga kan aku ajak Eric ke sini."

Neo menatap Neta yang terkesan kesal dengan obrolan Neo dan Eko tadi, dengan kedua alis yang bertaut Neo menatap Neta.

"jadi kamu sengaja mengajak kekasihmu karena ingin membatalkan pertemuan kamu dengan keluarga tuan Eko...?"

Neo masih menatap tajam Neta, anggukan samar Neta berikan sebagai jawaban.

"haha... Neta dengar ya, sebagai keluarga yang berada tidak sepatutnya kita langsung menolak niat baik mereka. Dan jika kita mau menolak harus dengan halus dan terkesan tidak membuat mereka kecewa, apa kamu paham sayang...?"

Ucapan Neo yang memang benar adanya belum bisa membuat Neta puas, Neo belum paham akan sikap dan tabiat Evan yang sebenarnya.

"terserah papa lah, aku akan masuk kedalam. pasti Eric sudah menantiku dari tadi."

Neta yang kesal segera meninggalkan Nana dan juga neo yang menatap kepergiannya, Nana yang merasa tidak enak dengan putri cantiknya menyenggol lengan suaminya.

"papa sih, kenapa tadi papa tidak langsung menolak perjodohan ini."

Neo meraup mukanya lemah, dia juga tidak sanggup menolak ajakan perjodohan yang di inginkan keluarga Eko demi masa depan bisnis yang akan mereka lakukan kedepan.

"papa tidak sanggup ma, mungkin yang bisa membuat keluarga tuan Eko mundur hanya melihat Eric dan Neta menikah. Aku takut jika kerjasama ku dengan tuan Eko gagal hanya karena kita membatalkan perjodohan ini, maafkan papa ma."

Nana yang paham akan kekawatiran suaminya mengelus pelan bahu lemah Neo, dia paham akan kekawatiran Neo saat ini.

Berbeda dengan Neta yang berjalan ke ruang tengah, dia mencari keberadaan James dan Eric yang tak terlihat batang hidungnya.

"kemana mereka, jangan jangan mereka ada di kamar Niko."

Tebak Neta yang asal, Neta berjalan ke arah kamar Niko yang tak jauh dari kamarnya. Tangannya perlahan mengetuk daun pintu secara pelan, dia berharap James segera membukakan pintu. Tapi sudah beberapa saat dia menunggu ternyata tidak ada suara apapun di dalam, dengan perlahan Neta menekan handel pintu dan dengan perlahan pula dia membuka dan mengintip isi di dalam ruangan.

terlihat Eric yang sudah tertidur sedangkan James tidak da di samping Eric, samar samar Neta mendengar suara gemericik dari kamar mandi, dan dapat Neta pastikan jika James tengah membersihkan dirinya.

Neta perlahan keluar dan menutup pintu kamar Niko kembali, dia akan memilih istirahat malam ini di kamarnya.

Langkahnya terlihat gontai, badannya terasa sangat capek malam ini. Pikiran dan hatinya terasa lelah setelah menghadapi keluarga Evan yang keras kepala, Neta segera merebahkan dirinya di atas kasur empuk yang telah menunggunya dari tadi.

perlahan kedua mata Neta tertutup rapat, rasa kantuk yang tidak bisa dia tahan membuatnya seger terbang ke alam mimpi.

"sangat hangat sekali." gimana Neta di sela sela kesadaran yang masih tersisa.

Neta merasa ada seseorang yang tengah memeluk tubuhnya dari samping, merasa kehangatan yang dulu pernah Neta rasakan dengan cepat Neta membalas pelukan orang tersebut.

Rasa harum dan menenangkan membuat Neta semakin rileks akan buaian alam bawah sadarnya.

Di dalam mimpinya dia seakan melihat James yang ada di sampingnya, dia tersenyum membalas rangkulan James.

"semua akan baik baik saja Neta, tenang ada aku di sini. Dan aku akan selalu ada di sampingmu, aku akan selalu melindungi mu."

Ucap James masih merangkul pundak Neta.

Neta yang tidak bisa mengucapkan sepatah katapun hanya diam, dia hanya bisa menatap James.

"biarkan semua berjalan apa adanya, aku yang akan ada untuk kamu. Selalu menjadi tameng buat kamu, dimanapun itu."

James membenarkan anak rambut milik Neta yang terlihat berantakan, James mengajak Neta berjalan menyusuri taman yang terlihat indah.

Langkah mereka pelan mengelilingi taman yang sangat luas dan terlihat bunga bunga yang bermekaran di sekitarnya, Neta masih diam tak berucap apapun. Dia masih terlihat asik menikmati perjalanannya bersama James mengelilingi taman.

"James .." panggil Neta.

James menoleh dan melihat ke arah Neta, senyuman James terlihat jelas saat mereka saling berpandangan satu sama lain.

dengan perlahan James mendekati Neta, wajah mereka saling bertemu satu sama lain dengan jarak yang begitu dekat.

Tangan James terulur memegang pipi Neta, wajah James semakin mendekat sampai tidak ada jarak yang memisahkan mereka.

Bibir James perlahan menyentuh bibir Neta dan dengan kesadaran penuh mereka saling menempelkan bibir mereka satu sama lain, James menjauhkan wajahnya dia ingin melihat reaksi Neta.

ekspektasi James Neta akan marah, tapi kenyataannya Neta hanya diam. Sepertinya Neta menikmati sentuhan bibir James, tanpa menunggu persetujuan James akhirnya melumat bibir Neta yang terlihat menggoda bagi James.

1
Nurgusnawati Nunung
hadir..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!