NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34.

Aksi kejar-kejaran di jalan besar tidak membuat mereka lengah, Arya semakin menambah kecepatannya. Di samping Salindra dengan wajah pucat beberapa kali melihat ke arah belakang. Ketegangan dan kepanikan nampak di wajah keduanya.

Mobil di belakang semakin mendekat dan hampir menabrak mobil Arya. Melihat mobil lawan mendekat Arya menambah kecepatan hingga full, Salindra memejamkan mata karena merasa takut. Ia baru kali ini naik mobil dengan kecepatan sangat tinggi, jantungnya terasa seakan lepas dari tempatnya. Dadanya terasa sesak melihat angka kecepatan, ia kembali memejamkan mata.

"Arya, bisakah kamu mengurangi kecepatannya?" tanya Salindra memegang dadanya yang naik turun sambil terus berdoa untuk keselamatan mereka berdua.

Arya mendengar pertanyaan Salindra tapi mengabaikannya karena tidak ada waktu untuk membahasnya.

Brakkk

Duarrr

Ciiiiiitttt

Arya menghentikan mobilnya dan melihat ke belakang, terlihat mobil lawan meledak di jalan, kemudian di susul mobil di belakangnya hingga ada tiga mobil yang terbakar secara bersamaan.

Arya dan Salindra saling pandang. Lalu, tersenyum lega. Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan lambat. Ia merasa sudah aman karena tidak ada mobil yang mengejar mereka.

Salindra berucap syukur selamat dari mara bahaya. Arya menoleh ke arah Salindra hatinya bertanya-tanya, sedangkan Salindra tidak tahu kalau Arya memperhatikannya.

"Sebenarnya apa yang sudah terjadi pada Salindra sampai berada bersama orang-orang itu?" batin Arya. Ia akan mencari tahu ada masalah apa di balik kejadian yang selalu menimpa Salindra.

Arya menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah seseorang. Kemudian turun, Salindra ikut turun. Seorang perempuan sedang duduk di teras melihat mereka tersenyum penuh arti, membuat Salindra merasa sungkan.

"Ayo masuk," ucap perempuan itu menggandeng tangan Salindra.

Arya mengikuti mereka masuk ke dalam rumah dan duduk bertiga. Arya langsung masuk ke ruangan dalam sementara dua perempuan duduk berdampingan.

“Sepertinya kalian dari acara pesta." Nilam memperhatikan pakaian yang dikenakan Salindra.

"Iya, Tante. Kami dari acara peresmian perusahaan klien," jawab Salindra berbohong. Ia tidak mau menunjukkan kalau acar tersebut adalah milik Kezio kakaknya Hezel. Di mana Hezel kekasih kakaknya Jayanti.

Entah kenapa sejak beberapa waktu lalu ia merasa malu bertemu dengan Nilam, karena ketiduran dan entah siapa yang merebahkan dirinya di tempat tidur. Salindra enggan menanyakannya karena ia benar-benar malu luar biasa.

Arya keluar membawa minuman dan meletakkan di atas meja. Salindra memperhatikan gerakan tangan Arya merasa kagum. Ia tidak menyangka jika Arya mempunyai jiwa peduli dan tidak merasa canggung ataupun gengsi terhadap orang lain. Ia melakukannya dengan sukarela.

“Silahkan diminum!“ Arya mengambil minumannya dan meneguknya hingga setengah gelas.

Salindra mengangguk lalu mengambil minumnya karena tenggorokannya merasa haus setelah sport jantung dijalanan. Saat ini suasana hatinya terasa lega dan nyaman. Salindra menguap matanya terasa berat, melihat hal itu Nilam langsung tanggap.

"Kalau mengantuk tidur saja, kamu pasti kecapean di jalan, di sana saja tidurnya," perintah Nilam menunjuk kamar miliknya.

Salindra tertegun melihat arah kamar yang di tunjuk Nilam. "Itu kan, kamar Tante,"

Nilam tersenyum. "Iya, Arya tidur di kamar tamu," ucapnya dengan santai.

Arya tidak menanggapi pembicaraan mereka segera beranjak dari tempat duduk masuk ke dalam kamar tamu. Salindra melihat kepergian Arya masuk ke dalam kamar entah kenapa hatinya merasa berhutang budi karena Arya sering menolongnya.

"Kenapa bengong, sudah larut malam, tidur-lah." Nilam membereskan meja membawa gelas ke dapur dan mencucinya.

Salindra beranjak dari tempat duduk berjalan menuju kamar Nilam. Saat masuk Salindra tertegun melihat isi kamar Nilam sangat rapi dan bersih tidak seperti kamarnya yang asal-asalan.

Matanya menangkap sosok di dalam figura. Hati Salindra terkejut melihat dua perempuan beda usia berdiri sambil tersenyum.

"Ini kan_"

Belum sempat berucap, Salindra melihat Nilam datang sambil membawa selimut dan memberikan kepadanya tidak lupa senyum di wajahnya tulus, itulah yang dirasakan Salindra ketika memperhatikan dengan lekat.

"Ini selimutnya supaya kamu nyenyak tidurnya, Tante akan tidur di kamar sebelah," ucap Nilam sambil berlalu pergi.

"Terimakasih, Tante. Maaf sudah merepotkan," sahut Salindra meraih selimut tersebut.

Pintu tertutup rapat tanpa di kunci, Salindra merebahkan tubuhnya dan menyelimutinya. Ia mencoba memejamkan mata, tidak lama terlelap.

Baru saja terlelap sayup-sayup terdengar suara orang sedang berbicara, ia turun dari tempat tidur dan membuka pintu mencari sumber suara tersebut. Ternyata berasal dari ruang televisi, ia melihat Nilam sedang menonton sambil melakukan panggilan telepon.

Salindra bisa mendengar dengan jelas suara Nilam karena dekat dengan kamar Nilam tempat ia tidur. Salindra tidak keluar hanya berdiri di balik pintu mendengarkan obrolan Nilam dengan seseorang.

"Aku tidak mau terlibat urusan mereka dan aku tidak mau ambil resiko terlalu dalam, kamu hanya mementingkan kepentingan mu sendiri, lebih baik urus saja keluarga kalian. Aku bisa mengatasi masalahku sendiri." Nilam mematikan panggilan dengan wajah kesal, tatapannya tajam menyimpan amarah yang sudah lama dipendam sendiri.

"Aku harus segera bertemu dengan orang tua itu dan aku akan mengambil harta yang menjadi bagianku," gumamnya.

Di balik pintu Salindra merasa takut melihat wajah Nilam, ia berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Salindra melihat foto di dalam figura, merasa mengenal perempuan di samping Nilam.

Tiba-tiba ia teringat wajah perempuan yang bersama ayahnya. "Benar sekali, dia sama persis dengan perempuan itu," gumam Salindra.

Deg

Salindra merasa degup jantungnya sangat cepat. Ia berpikir perempuan yang menjadi istri ayahnya adalah saudara Nilam dan Arya keponakan mereka. Jadi, Arya dan dirinya menjadi saudara.

Pantas saja Arya selalu ada saat dirinya mendapat masalah, atau hanya kebetulan saja. Bisa jadi seperti itu, semua yang terjadi padanya seperti mimpi dan keberadaan Arya secara tiba-tiba seperti sudah terencana membuat pikiran Salindra tidak tenang.

Di sisi lain Salindra merasa hutang budi dan di sisi lainnya merasa bingung dengan masalah yang menghampirinya. Salindra semakin penasaran siapa Arya sebenarnya? Dan apa motif menolong dirinya? pasti ada sesuatu dibalik semua ini.

Sebenarnya di kamar Arya belum tidur, ia sedang berpikir tentang Salindra. Beberapa hari terakhir ia tidak bertemu dengannya namun sekali ketemu sedang dalam masalah, ada apa dengan sosok Salindra apakah ada orang yang sengaja ingin mencelakainya?

Arya mencoba tidak terlalu ikut campur urusan orang lain, tapi ia merasa tertarik untuk mengetahui sosok Salindra yang sebenarnya. Arya mencoba menepis semua prasangkanya dan fokus dengan dirinya sendiri.

Mata terpejam hati tidak tenang, ada dua orang yang sama-sama sedang dalam masalah namun enggan untuk bercerita. Mereka justru memilih diam dan menyimpan sendiri masalah tersebut.

Pagi menjelang Nilam mengetuk pintu kamar tempat Salindra tidur. Pintu kamar terbuka terlihat Salindra nampak masih mengantuk belum sepenuhnya sadar dalam tidurnya menguap.

"Ada apa, Kak? Masih ngantuk, badanku pegel semua lagi," ucap Salindra dengan mata terpejam tubuhnya terasa pegal dan sakit.

Nilam tersenyum mendengar ucapan Salindra. Ia merasa bersalah dan membiarkan Salindra meneruskan tidurnya menjauh dari kamarnya dan pintu pun kembali tertutup, Salindra merebahkan tubuhnya lagi sambil memeluk guling.

Nilam duduk di teras bersama Arya sambil menikmati teh hangat sedangkan Arya minum susu jahe yang menjadi kebiasaan waktu pagi.

Arya melihat Nilam mengerutkan alisnya, tidak melihat Salindra bersamanya. "Salindra mana, Tante?"

Nilam minum sedikit tehnya dan meletakkan di atas meja dengan pelan. Lalu, menoleh ke arah Arya. " Masih tidur sepertinya dia kelelahan, Tante akan panggil tukang urut untuk memijat Salindra."

Arya terkejut mendengarnya, ia teringat kejadian semalam saat melihat Salindra di sekap dalam keadaan terikat sangat kuat sampai susah saat melepaskan ikatannya. Arya berpikir kalau Salindra merasa sangat kesakitan dan tidak tahan dengan keadaannya seperti itu. Kasihan sekali batinnya.

"Benar kata, Tante," sahut Arya mengangguk setuju.

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
👍
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!