NovelToon NovelToon
Petualangan Dua Bersaudara

Petualangan Dua Bersaudara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:257
Nilai: 5
Nama Author: LanLan.CNL

membalas dendam atas kematian keluarga dari seorang penghianat.

bercerita tentang Kenzie Laurent dan Reinzie Laurent yang telah menjadi yatim piatu, dua sosok saudara yang memiliki sifat yang berbanding terbalik Kenzie memiliki selera humor yang teramat konyol dan santai sedangkan Reinzie memiliki sifat normal dan sangat serius.

mereka berdua melakukan petualangan di dunia. Kaka beradik ini ingin membalas nyawa pada seorang penghianat yang telah membunuh orang tua mereka.

dan keduanya diseguhkan oleh petualangan yang mengubah takdir dari yang konyol menjadi sosok yang sangat di hargai serta di agungkan dan yang satunya akan menjadi seorang pendekar hebat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanLan.CNL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 21

...21: SPEKULASI EMPAT KITAB LANGIT...

...****************...

Melihat pemandangan yang begitu di luar akal sehat itu, seluruh penonton di tribun mendadak membeku dengan mata membelalak sempurna. Jiwa mereka terguncang hebat menyaksikan demonstrasi kekuatan masif yang baru saja diperlihatkan oleh Kenzie. Panggung pertunjukan Kenzie benar-benar memukau dan meneror mental siapa pun yang menyaksikannya.

Bahkan Rava dan Liera yang sejak awal sudah sangat percaya dengan kemampuan Kenzie, kini ikut terduduk lemas di kursi mereka dengan wajah pucat. Mereka tahu Kenzie kuat, tapi mereka tidak pernah menyangka bahwa kekuatan asli Kenzie berada di level monster yang semengerikan ini!

Di sudut tribun bawah, para murid berbakat yang tergolong sebagai genius muda seperti Snowy, Shang Chen, Hyugul Taeju, Cordro, Arthur Vance, dan Kenjiro Sato, seketika mengepalkan tangan mereka dengan erat.

Jiwa bertarung mereka bergetar hebat setelah menyaksikan kehebatan mutlak Kenzie dan Ryujin di atas panggung. Ada rasa penyesalan mendalam yang mendadak menyergap hati mereka,

Mereka sangat menyesal karena sebelumnya menolak ikut andil dalam pertarungan massal ini akibat ego tinggi mereka.

Kini, mereka sangat ingin naik ke atas panggung untuk menantang Kenzie dan Ryujin secara jantan, namun kesempatan emas itu telah sirna karena mereka sudah terlanjur memilih untuk mengikuti ujian secara formal.

"Cih.. Anak itu selalu suka berbuat sesuka hatinya." desis snowy sambil melihat kearah arena.

Di tribun utama, Master Helena tidak mampu lagi menyembunyikan rasa kagum serta syok yang terpancar dari sepasang matanya. Sambil menatap Kenzie yang sedang membersihkan sisa debu di bajunya, Helena tersenyum lebar dengan tekad yang sudah bulat. Luar biasa... Bocah berambut perak itu benar-benar permata tersembunyi! Mulai detik ini, aku memutuskan bahwa Kenzie dan Ryujin harus menjadi murid pribadiku, tidak peduli apa pun rintangannya!.

Wakil Dekan yang duduk di sebelah Helena pun tidak bisa menahan rasa bangga yang bergejolak di dalam dadanya. Ia terkekeh pelan sembari mengelus janggutnya. Sejak awal, insting tuanya sudah melihat potensi rahasia yang tersimpan di dalam diri Kenzie dan Ryujin, jauh sebelum para guru lain menyadarinya. Maka dari itu, ia dengan sengaja mengizinkan kedua bocah ajaib ini mendapatkan panggung mereka sendiri demi mengguncang mentalitas seluruh murid akademi.

Sementara itu, di atas reruntuhan panggung arena, Ryujin berdiri terpaku dengan mulut terbuka lebar. Dua bola mata hijaunya menatap Kenzie dengan kilat obsesi dan kekaguman yang semakin mendalam. Sambil mengepalkan tangannya penuh semangat, Ryujin bergumam di dalam hati dengan sangat mantap, Gila... Kakak Kenzie benar-benar seorang monster sejati! Mulai sekarang, pilihanku untuk mengikutinya dan menjadikannya sebagai Kakak angkat adalah keputusan paling cerdas dan paling benar yang pernah aku buat di dalam hidupku!.

...----------------...

Beberapa saat setelah hantaman kekuatan dahsyat Kenzie yang mengeliminasi tujuh puluh peserta penantang dalam sekali tebas, keheningan lapangan akhirnya pecah. Wakil Dekan Akademi Gunung Langit langsung angkat bicara, menggunakan energi suaranya yang berwibawa untuk mengumumkan kemenangan mutlak Kenzie dan Ryujin.

"KARENA KALIAN BERDUA MEMENANGKAN PERTARUNGAN MASSAL INI, MAKA UNTUK UJIAN TES BERIKUTNYA, KALIAN BERDUA TIDAK PERLU MENGIKUTINYA LAGI! DENGAN INI KALIAN RESMI MENJADI MURID AKADEMI GUNUNG LANGIT!" ucap Wakil Dekan mengesahkan hasil pertandingan yang mencengangkan tersebut.

Mendengar riuh rendah ketidakpuasan dari peserta yang pingsan di luar arena, Wakil Dekan kembali menambahkan kebijakannya dengan bijaksana. "BAGI MEREKA YANG TERELIMINASI DI PERTANDINGAN TADI, KALIAN AKAN TETAP MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK MENGIKUTI UJIAN TES MASUK AKADEMI SECARA FORMAL MENGIKUTI ATURAN SEBELUMNYA!"

Mendengar ada kesempatan kedua, para asisten guru langsung bergerak cepat mengevakuasi area. "BAIK! SETELAH PERTANDINGAN BARUSAN, MARI KITA LANJUTKAN UJIAN MASUKNYA SESUAI ATURAN AKADEMI! BAGI PARA PESERTA YANG TERLUKA RINGAN DAN BERAT, SILAKAN PERGI KE TEMPAT PENGOBATAN TERLEBIH DAHULU. SETELAH ITU, KALIAN BISA KEMBALI IKUT UJIAN!" tutur seorang guru pembawa acara menenangkan massa.

"BAGI PARA PESERTA YANG TIDAK IKUT SERTA MENANTANG DI PERTARUNGAN TADI, DIPERSILAKAN UNTUK MAJU DI PUTARAN PERTAMA! KALIAN AKAN DIUJI OLEH *CRYSTAL MAGIC* PUSAKA MILIK AKADEMI! DI SINI KALIAN AKAN DIUJI SEBERAPA TAHAN FISIK DAN MENTAL KALIAN DENGAN TEKANAN DARI *CRYSTAL MAGIC* TERSEBUT, YANG DI MANA MENTAL KALIAN AKAN DITEKAN SEBERAT MUNGKIN HINGGA KESADARAN KALIAN SEDIKIT MERASA TERSIKSA!" kata guru itu memberikan penjelasan panjang lebar yang sebenarnya tidak begitu penting untuk dikatakan bagi Kenzie.

Mendengar penjelasan tersebut, barisan para genius muda langsung menegang. Snowy, Shang Chen, Hyugul Taeju, Cordro, Arthur Vance, serta Kenjiro Sato; keenamnya tampak begitu bersemangat untuk melakukan uji coba tersebut. Setelah menyaksikan seberapa hebat dan mengerikannya kekuatan Kenzie dan Ryujin—duo konyol super menyebalkan yang tampil gila-gilaan di atas arena tadi—para genius ini tidak mau lagi menahan diri. Mereka ingin membuktikan bahwa harga diri mereka tidak bisa diremehkan begitu saja.

"Silakan Tuan Muda, Anda yang pertama maju," ucap Hyugul Taeju dengan seringai kasarnya, mempersilahkan jalan pada Arthur Vance yang berdiri paling dekat dengan batas panggung.

"Baik, terima kasih atas keramahannya, Tuan," sahut Arthur Vance secara sopan dengan gaya khas bangsawan tingginya yang anggun.

Kemudian, ujian formal gelombang pertama resmi dimulai dengan Arthur Vance sebagai peserta pertama yang melangkah maju ke hadapan *Crystal Magic* raksasa yang mulai memancarkan pendaran cahaya magis yang mengintimidasi.

...----------------...

Waktu berlalu beberapa saat kemudian...

Sesi ujian *Crystal Magic* terus berjalan dengan ketat di bawah sana, namun fokus perhatian kini bergeser ke barisan tengah bangku tribun penonton. Di sana, Kenzie dan Ryujin yang telah resmi menyandang status sebagai murid baru secara resmi tampak duduk santai berdampingan, menjadikan jalannya ujian melelahkan itu sebagai tontonan gratis.

Ryujin yang sejak awal tidak bisa diam, mulai menggeser posisi duduknya mendekati Kenzie. Rasa penasaran yang membuncah akibat melihat daya hancur Kenzie tadi membuatnya mulai menghujani pemuda berambut perak itu dengan berbagai pertanyaan pribadi.

"Hei, Kakak Kenzie," panggil Ryujin sembari menopang dagunya, menatap Kenzie dengan mata hijau tuanya yang berbinar kepo. "Sebenarnya berapa usiamu sekarang? Lalu, apa hobimu? Dan... apa tujuan utamamu datang jauh-jauh ke Akademi Gunung Langit ini?"

Kenzie yang sedang asyik bersandar malas hanya melirik Ryujin sekilas. Kenzie menjawab pertanyaan Ryujin dengan ketus, "aku berusia dua puluh delapan tahun, hobiku memukul anak nakal yang cerewet dan tujuan utamaku untuk menjadi pria malas!.." jawab Kenzie dengan nada santai

Kemudian kenzei menegakkan tubuhnya sedikit. Ada satu hal yang mengusik pikirannya sejak Ryujin bertarung di arena tadi.

"Ryujin, karena aku telah menjawab pertanyaan tidak pentingmu itu, aku ingin bertanya satu hal," sahut Kenzie dengan nada serius yang jarang ia tunjukkan. "Jurus langkah kaki yang kamu gunakan saat membantai para peserta tadi... dari mana kamu mempelajarinya? Dan apa saja yang kamu ketahui tentang jurusmu itu?"

Ryujin sedikit terkejut melihat perubahan ekspresi Kenzie, namun dengan polosnya ia langsung menjawab sembari membusungkan dada bangga, "Oh, itu? Itu adalah bagian dari teknik kuno yang aku pelajari dari buku tua yang berisi manuskrip tentang teori jurus langkah jalan langit. Hebat, kan?"

*Degg!*

Mendengar nama "Jalan Langit" keluar langsung dari mulut Ryujin, jantung Kenzie seketika berdegup lebih kencang. Sepasang mata merah padamnya sedikit melebar. Otak jeniusnya langsung berputar cepat, menggali kembali ingatan lama yang terkubur di masa lalu.

Kenzie teringat dengan sangat jelas. Dulu, di dalam gunung celestara, ketika arvendel memberikan buku manuskrip kepadanya untuk di pelajari, arvendel juga mengoceh tentang sejarah buku tersebut.

Yang dimana, buku tua itu memiliki sejarah yang sangat panjang, karena buku tua itu salah satu dari empat kitab langit yang memiliki sesuatu yang bertuliskan Manuskrip-manuskrip tenang teori dan rahasia jurus langkah kaki yang sangat mematikan.

Kenzie mengingat ucapan Arvendel waktu itu: "Bocah nakal, asal kamu tahu, kitab yang aku berikan kepadamu ini adalah Kitab Langkah Pengguncang Langit! Dan Vargan pun, juga memegang salah satunya yaitu Kitab Langkah Bayangan Langit... Aku berspekulasi dia kemungkinan besar telah memberikan kitab itu pada adikmu, Reinzie.".

Dari pecahan ingatan masa lalu itulah, Kenzie mulai mengingat yang ada di kepalanya. Ditambah dengan penjelasan gamblang dari Ryujin barusan, spekulasi Kenzie kini berubah menjadi keyakinan mutlak seratus persen. Sialan... Jadi dugaanku benar! Jurus langkah lintas ruang milik si rambut merah ini memang salah satu dari Empat Kitab Langit yang diceritakan pak tua Arvendel! batin Kenzie tercengang, tidak menyangka akan bertemu pemilik kitab langit lainnya secepat ini. Apakah ini disebut secara kebetulan yang di sengaja?.

Namun, lamunan serius Kenzie tidak bertahan lama. Detik berikutnya, Ryujin sudah kembali mengoceh tanpa henti, merusak atmosfer serius yang sempat terbangun.

Pemuda berambut merah itu mulai menunjuk-nunjuk ke arah lapangan bawah, mengomentari performa para peserta yang sedang gemetaran menahan tekanan dari Crystal Magic.

"Bwahaha! Lihat bocah berbaju kuning di bawah sana itu, Kakak Kenzie! Menahan tekanan tingkat rendah seperti itu saja kakinya sudah gemetaran seperti anak ayam kedinginan! Hahaha!" oceh Ryujin dengan tawa menyebalkan. "Apalagi orang-orang yang kita kalahkan di arena tadi, kalau aku yang maju menghadapi batu kristal itu, aku pasti bisa menghancurkannya dalam hitungan detik! Mereka semua benar-benar lemah dan tidak ada apa-apanya dibanding aku yang tampan ini!"

Ryujin terus mengoceh, mengkritik, dan meremehkan setiap peserta yang maju tanpa jeda, membuat telinga Kenzie mulai berdengung.

Kenzie yang dasarnya menyukai ketenangan kini mulai merasa ruang pribadinya terganggu parah. Urat di pelipis Kenzie berkedut-kedut menahan kesal akibat keberisikan Ryujin yang tiada henti mirip burung beo kelaparan.

"Bisakah kamu menutup mulutmu itu selama lima menit saja, hah?!" gumam Kenzie ketus, menatap tajam Ryujin sembari menyumpal salah satu telinganya dengan jari kelingking.

"Tuan Kenzie! Ryujin!"

Tepat saat Kenzie hampir kehilangan kesabaran dan berniat memukul kepala Ryujin, sebuah panggilan familier terdengar dari arah tangga tribun. Dari bangku lain, terlihat Rava dan Liera berjalan cepat menghampiri mereka setelah berhasil menemukan keberadaan duo konyol tersebut di tengah kerumunan.

Kedua murid senior itu langsung ikut bergabung dan mengambil tempat duduk tepat di barisan belakang Kenzie dan Ryujin, memotong kehebohan yang sedang terjadi di antara kedua murid baru tersebut.

...****************...

1
LanLan.CNL
Tolong dong setelah membaca novelnya berikan tanggapan kalian agar aku sebagai author bisa menjadi lebih semangat lagi updatenya🙏🙏

setiap bab yang kalian baca berikan tanggapan kalian agar author tau apa yang kurang dari novelnya /Grievance//Whimper//Whimper/
Ibar, {iba'rat Askar}
Dari sini kita tahu bahwa kebaikan seseorang bisa jadi adalah?...
Ibar, {iba'rat Askar}: @Abdul Halim @💕NEKO DES!🐈 @Mystorios _ Writer @Yedija Agung@أسوين سي @knovitriana @Yedija Agung @nia♡ @zichani @Gaizra
total 1 replies
LanLan.CNL
berbagi pengalaman itu adalah kebaikan.. jadi sering seringlah menerima kebaikan Kenzie ya🤣🤣
Ibar, {iba'rat Askar}
gue komentar pertama disini..
jadi ingat untuk memberi like yaa😄..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!