Diantara kita hanya ada kebaikan saja? tidak ada harapan untukku?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MonAmour19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kalung (19)
hari Minggu pun tiba, di dalam kamar yang bernuansa pink Naya masih berada di dalam selimutnya, dia masih enggan untuk bangun hari ini.
"NAYA AYO BERANGKAT" Naya langsung bangun dan duduk sambil melototkan matanya itu suara Arga? Pikirnya
"ITU KAMU KAK?" tanya Naya dengan berteriak
"iya" ucap Arga dibalik pintu itu, Naya mengernyitkan dahinya saat mendapati jawaban bahwa yang di balik pintu itu adalah Arga, dan seketika dia sadar akan perjanjiannya kemarin dengan arga
"aduh aduh kenapa harus lupa sih ih, jadi malu kan baru bangun tidur" ucapnya sambil menepuk-nepuk jidatnya sendiri, dia ingat kalo hari ini dia tidak pergi olahraga tapi dia tidak ingat kalo hari ini dia ada janji dengan Arga
Buru-buru saja dia berjalan ke arah pintu dan membukanya, disana Arga sudah siap dengan celana pendek berwarna cream dan baju kemeja putih yang di lipat di bagian tangannya, jujur itu membuat Naya sangat terpesona, Arga yang melihat Naya baru bangun tidur langsung memutarkan matanya dan berdecak pelan membuat Naya yang melihat itu langsung nyengir
"hehe aku ga inget ka sorry" Arga menghela nafas berat
"kalo hari ini libur sekolah kamu inget?" tanya Arga membuat Naya menganggukkan kepalanya semangat
"inget lah kalo itu mah" ucapnya berseru
"kalo hari ini libur olahraga juga kamu inget?" tanya Arga lagi
"ya tentu" ucapnya membuat Arga menyentuh kening Naya dengan telunjuknya
"nah kalo hari ini kita ada janji baru kamu lupa dasar, emang kamu tidur malem jam berapa?" tanya Arga membuat Naya tersenyum paksa
"aku tidur jam dua" ucap Naya membuat Arga mengernyitkan dahinya
"malem pas call an bilangnya mau tidur"
"kan pas malem end call tangan aku ga sengaja kepencet tok tok ya ka nah aku liat dracin terus aku nonton deh"
"alesan, sana mandi kita berangkat" Naya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum namun dia langsung masuk dan menutup pintunya.
Setelah beberapa hampir menunggu empat puluh menit Naya baru selesai, dan langsung menghampiri Arga diluar yang sedang mengobrol dengan kakaknya, karena hari ini kakaknya akan berangkat kembali ke luar negeri
"hai, ayo ah ka nanti keburu panas" keduanya menoleh ke arah belakang
"ayo" ucap Arga
"Lo yakin ga mau nganterin gue ke bandara nay? Mau tetep main?" tanya asila membuat Naya menggelengkan kepalanya
"Lo dulu juga milih main daripada nganterin gue kan?" setelah mengucapkan itu Naya langsung pergi bersama Arga, memang sedari dulu asila dan Naya tidak akur.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka sampai di pantai yang kemarin kemarin Naya ceritakan pada Arga.
"ternyata bagus juga nay pantainya" ucap Arga membuat Naya menatapnya
"kan, apa kata aku juga ini tuh bagus" Arga mengangguk-anggukkan kepalanya
"Steven sama Tasya udah berangkat?" tanya Naya membuat Arga melihat ke parkiran, ya mereka memang mengajak kedua orang itu
"tuh, itu mereka" Naya melihat dan langsung mengangkat tangannya
"HAYY SINI" ucap Naya membuat Tasya berlarian ke arahnya setelah itu mereka berpelukan, Arga dan Steven yang melihat itu langsung terkekeh
Keempatnya berjalan di sisi pantai sambil sesekali mengobrol, Naya dan Tasya yang berada di depan sedangkan Arga dan Steven yang berada di belakang mereka.
"kita makan dulu?" tanya Arga membuat ketiga orang itu mengangguk
"iya, aku laper banget anjay" ucap Naya membuat Tasya mengangguk setuju
"sama jir kamu belum sarapan ya nay?" Naya menganggukkan kepalanya
setelah selesai keempatnya sarapan, sekarang mereka sedang duduk di batu yang berada di sisi sisi pantai, Arga yang sengaja duduk di sebelah Naya dan Tasya bersama Steven yang tengah berdiri memainkan airnya
"tadi Kakak kamu bilang sesuatu sama aku nay" ucap Arga tiba-tiba membuat Naya mendongak
"bilang apa?" tanya Naya
"katanya, dia mau memperbaiki hubungan kamu sama dia, layaknya kakak adik" ucap Arga membuat Naya langsung menghadap depan
"asal kamu tau ka, itu dia udah ngomong lebih dari sepuluh kali sama aku, gatau juga tuh udah ngomong berapa puluh kali sama orang lain"
"kamu udah coba bilang iya?" tanya Arga membuat Naya mengangguk
"iya, aku udah bilang lebih dari dua kali sama dia ka, tapi yang coba memperbaiki hubungan kayanya cuman aku doang dia ga niat, soalnya sifat dia yang terus-menerus kaya gitu, bikin aku muak" ucap Naya sambil menarik nafas panjang
"emangnya siapa sih ka yang ga mau bareng bareng terus sama kakaknya? Aku juga mau, tapi kalo kakaknya kaya dia kayanya emang gaada yang mau deh ka" Arga mengusap belakang kepala Naya, begitupun dengan Naya yang menyenderkan kepalanya Kepada Arga yang sedang mengusapnya, jika dilihat mereka sangat dekat bahkan seperti orang yang tengah berpacaran
"mau coba bilang 'iya' satu kali lagi?" tanya Arga dengan sangat hati hati dia tidak ingin ada salah kata dalam ucapannya karena ini sensitif bagi Naya
"ngga mau ah, males banget kalo udah ga dianggap" Arga mengangguk-anggukkan kepalanya, benar juga jika dia sama dengan Naya dia akan membiarkannya sampai hal itu terasa biasa.
"terus, gimana sekarang hubungan kamu sama ibu kamu?" Tanya Arga membuat Naya mendongak
"aku juga gatau ka" Naya kepikiran ada hal yang sangat berbeda dari ibunya
"ibu sekarang kok jarang pulang ya ka, pas ayah gaada ibu jarang pulang banget, nah pas ayah ada juga ibu paling pulang malem terus" ucapnya membuat Arga mengernyitkan dahinya bingung
"loh, bukannya kemarin kemarin ibu kamu biasa aja" Naya mengangguk
"iya sih, tapi ko aneh banget gitu" ucap Naya
"padahal waktu aku pertama kali liat ibu kamu, dia kelihatannya sayang banget loh sama kamu" Naya yang mendengar hal itu terkekeh kecil
"dia emang kaya gitu ka, kalo pertama kali liat orang yang ga dikenal, so so an sayang banget ke keluarga padahal mah biasa aja" ucap Naya
"ayah kamu sekarang belum pulang ya? Kalian sering ngasih kabar?" tanya Arga membuat Naya menganggukkan kepalanya
"Of course, because that's father, not mother, let alone older sibling" ucapnya membuat Arga terkekeh mendengarnya
"oke, jadi sekarang kamu mau apa? Aku beliin" Naya menengok ke arah belakang, disini banyak tukang jualan memang Naya sengaja membawa Arga kesini karena dia ingin mencoba jajan jajan hal yang berbau pantai
Matanya langsung tertuju pada satu titik dimana yang penjualnya sekarang sudah cukup sepi, sedari tadi Naya ingin kesana namun sangat ngantri sekarang penjualnya sedang cukup sepi, Naya menoleh ke arah Steven dan Tasya, keduanya sedang sama-sama berenang, Naya ingin mengajaknya namun dia tidak ingin mengganggu juga, jadinya dia lebih memilih untuk mengajak Arga, itung itung jajan gratis pikirnya.
"mau yang ini" ucap Naya menunjuk dua kalung yang berpasangan, sangat lucu sekali pikirnya, Arga yang melihat itu langsung setuju
Sekarang Naya dan arga sedang duduk dan membuka kerang yang isinya ada mutiara cantik, walaupun orang orang bilang ini mutiara buatan, dia tidak peduli asalkan bersama Arga dia akan bahagia
"liat cantik ga?" setelah selesai keduanya memasangkan Mutiara itu pada kalung yang Naya pilih, langsung saja Naya dan arga memasangnya pada leher mereka masing masing, intinya mereka saling memasangkannya.
Nah kalungnya kaya gini, bedanya punya Arga warna hitam dan mutiara nya warna pink dua duanya ya.
Tasya dan Steven melihat mereka yang sedang tertawa, Tasya menatap Steven begitupun dengan Steven
"mereka cocok ya Steve" Steven menganggukkan kepalanya
"cocok banget, gue berharap kalo mereka sebenarnya udah jadian tapi backstreet" ucap Steven membuat Tasya terkekeh pelan
"mimpi banget, padahal ga mungkin soalnya Naya udah janji sama gue kalo dia punya pacar pasti orang pertama yang tau itu gue" ucap Tasya membuat Steven terkekeh kecil
"Who knows? Because the first person to know wasn't you, but Naya herself" ucap Steven membuat Tasya langsung diam seribu bahasa, benar juga.
Kini Naya dan arga sedang berjalan di pinggir pantai, Naya menatap wajah Arga, masa bodo didepannya mau ada apapun karena dia bersama Arga pasti dia akan aman.
"semoga di kehidupan manapun, aku tetap ketemu sama kamu ya ka" ucapnya sangat pelan namun mampu membuat Arga mendengarnya, Arga hanya diam pura pura saja tidak mendengar apapun entah apa yang sedang di pikirkan nya kali ini, Arga juga bingung.
Namun, sama halnya dengan Naya dia selalu berkata hal yang sama pada dirinya sendiri, entah kenapa Arga juga tidak mengerti, saat bersama gadis ini Arga begitu bahagia walaupun dia sedang banyak masalah.
,
......................
Soon to bee
Arga bingung apalagi kita ya gayssss....