NovelToon NovelToon
The General'S Captive Lady

The General'S Captive Lady

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Aliansi Pernikahan
Popularitas:987
Nilai: 5
Nama Author: indri novianti

"The General's Captive Lady" adalah novel fiksi romantis-militer yang penuh ketegangan politik, trauma masa lalu, dan pembalasan dendam.
Claudia, seorang putri yang terbuang dan disiksa sejak kecil oleh faksi Crimson Raven. Demi menutupi ketamakan mereka, reputasi Claudia dihancurkan di mata publik hingga ia dicap sebagai wanita glamor yang buruk. Saat faksi Raven kalah perang, ia dikorbankan menjadi sandera politik dan dikirim kepada Reymond Oliver Smith, seorang panglima perang aliansi yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan mereka awalnya dipenuhi kebencian dan kesalahpahaman, bahkan Claudia sempat dijebloskan ke ruang bawah tanah karena fitnah dari bapaknya. Namun, jeritan trauma masa kecil Claudia di tengah sakit parah akhirnya meruntuhkan dinding es di hati Reymond. Penyelidikan rahasia pun dimulai, membongkar asal-usul Claudia yang sebenarnya sebagai pewaris sah bangsa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indri novianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sinar di Balik Jendela Kaca

Matahari pagi baru saja menyembul di ufuk timur, membiaskan cahaya keemasan melalui celah tirai sutra di kamar utama kediaman Smith. Claudia bergerak pelan dalam tidurnya, mengerjapkan mata indahnya saat merasakan kehangatan yang melingkari pinggangnya.

Hal pertama yang ia lihat saat membuka mata adalah wajah tampan Reymond yang berada sangat dekat dengannya. Pria sedingin es itu masih terlelap, gurat tegas di wajahnya yang biasa memancarkan aura mengintimidasi kini tampak sangat relaks. Lengan kekarnya yang dipenuhi otot kokoh memeluk tubuh Cla dengan posesif, seolah-olah wanita itu adalah harta paling berharga yang tidak boleh hilang sedetik pun.

Cla tersenyum tipis. Ia mengulurkan tangan lentiknya, dengan sangat hati-hati menyusuri garis rahang suaminya yang tegas tanpa ingin membangunkannya. Sulit dipercaya bahwa pria yang dulu mencekik lehernya dengan penuh kebencian, kini adalah pria yang selalu mengecek suhu tubuhnya setiap malam hanya untuk memastikan demamnya tidak kembali.

"Jika kau terus menatapku seperti itu, aku tidak akan membiarkanmu turun dari ranjang hari ini, Istriku," bisik Reymond tiba-tiba, suaranya parau khas orang yang baru bangun tidur.

Cla tersentak kecil, mencoba menarik tangannya, namun Reymond bergerak lebih cepat. Sepasang mata elang pria itu terbuka, berkilat penuh kehangatan. Dengan satu gerakan cepat, Reymond menarik tubuh Cla hingga berada di atas dada bidangnya, mengunci wanita itu dalam dekapannya.

"Kau curang, Rey! Kau berpura-pura tidur," protes Cla sambil memukul pelan dada Reymond, wajahnya merona kemerahan.

Reymond hanya terkekeh rendah, suara tawa yang kini menjadi melodi favorit Claudia. Ia merapikan beberapa helai rambut pirang Cla yang berantakan, lalu mengecup keningnya dengan lama dan penuh perasaan.

"Menatap wajahmu di pagi hari adalah satu-satunya alasan mengapa aku selalu ingin cepat terbangun, Cla," ujar Reymond tulus, membuat jantung Claudia berdebar liar. Pria kaku ini ternyata bisa menjadi sangat puitis jika sedang berdua saja dengannya.

Siang harinya, mansion tidak lagi terasa mencekam. Sejak kebenaran terungkap, Reymond mencabut semua larangan dan memberikan otoritas penuh kepada Claudia untuk menata ulang rumah mereka.

Di halaman belakang, Cla tampak sibuk memindahkan beberapa pot bunga mawar putih dibantu oleh Bibi Suri. Ia mengenakan gaun katun kasual berwarna biru muda, tampak sangat cantik tanpa perlu riasan tebal atau perhiasan mencolok yang dulu menyiksanya.

Dari arah koridor, Reymond berjalan mendekat setelah menyelesaikan beberapa dokumen militer aliansi. Ia melepas jubah kebesaran hitamnya, hanya menyisakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku.

Tanpa memedulikan tatapan menggoda dari Bibi Suri yang langsung pura-pura sibuk menyiram tanaman lain, Reymond mengambil alih sekop kecil dari tangan Claudia.

"Tangan halusmu tidak cocok untuk mencangkul tanah yang keras ini, Lady Montgomery," ujar Reymond sambil berjongkok, mulai merapikan tanah di sekitar pot tanaman mawar tersebut.

Claudia berdiri berkacak pinggang, menatap suaminya dengan senyum geli. "Tuan Smith yang terhormat, aku hanya memindahkan bunga kecil, bukan sedang menyusun strategi perang faksi."

Reymond mendongak, menyunggingkan senyum tipis yang mematikan. "Bagi seorang jenderal, memastikan tangan istrinya tidak terluka adalah prioritas taktis nomor satu."

Cla tertawa renyah, suara tawanya yang lepas membuat beberapa burung di taman beterbangan. Ia berjongkok di samping Reymond, mengambil saputangan dan dengan lembut menyeka keringat yang menetes di pelipis suaminya. Tatapan mata mereka bertemu, mengalirkan rasa cinta dan pemahaman mendalam tanpa perlu banyak kata. Dua minggu setelah badai reda, mereka akhirnya bisa merasakan apa arti sebenarnya dari hidup yang tenang dan dicintai seutuhnya.

Malam harinya, perjamuan kecil yang intim diadakan di ruang makan. Hanya ada mereka berdua. Lilin-lilin kecil menerangi ruangan, menciptakan atmosfer yang romantis dan hangat.

Reymond menuangkan minuman ke gelas Claudia, lalu menggenggam jemari wanita itu di atas meja. "Bagaimana perasaanmu hari ini? Apakah kamarmu terasa dingin?" tanya Reymond, trauma masa lalu Cla masih membuatnya selalu overprotektif.

Claudia membalas genggaman tangan Reymond dengan erat, ibu jarinya mengusap punggung tangan suaminya yang kasar karena latihan militer.

"Sama sekali tidak dingin, Rey. Di dalam pelukanmu, aku tidak pernah merasakan musim dingin lagi," bisik Cla dengan mata yang berbinar tulus. "Terima kasih karena tidak menyerah padaku saat aku masih memakai topeng menjijikkan itu."

Reymond membawa tangan Cla ke bibirnya, mengecup punggung tangan itu penuh takzim. "Terima kasih karena sudah bertahan hidup hingga aku bisa menemukanmu, Cla. Kau adalah cahaya di dalam kegelapan faksi Smith."

Malam itu ditutup dengan dansa lambat di bawah temaram lampu paviliun. Tanpa aliansi, tanpa musuh, dan tanpa ketakutan politik. Di ruangan itu, hanya ada seorang pria bernama Reymond yang mencintai istrinya dengan seluruh jiwa, dan seorang wanita bernama Claudia yang akhirnya menemukan sangkar terbaik di dunia—yaitu di dalam dekapan hangat suaminya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!