NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 : TIKET PULANG

Angkasa masih duduk kaku di restoran hotel Luminor. Dua piring ayam bakar dan sop buntut di depannya sudah dingin. Bon tulisan tangan Devan tadi masih tergeletak. Ia merasa bodoh. Sangat bodoh.Ia menyetir 45 menit dari Surabaya dengan kecepatan 120 km/jam, menerobos hujan, hanya karena satu foto. Dan yang ia temui adalah Bintang yang tidak selingkuh, tapi sedang kerja.

Di kamar 312, Bintang tidak menangis lama. Ia ibu suri yang mandiri, ingat? Air mata satu tetes tadi adalah yang terakhir untuk malam ini.

Ia membuka sebuah Aplikasi online.

Klik.

Klik.

Travel Sidoarjo - Surabaya. Keberangkatan 21.00 malam ini. 1 kursi. Penumpang: Bintang Kejora. Status: CONFIRMED.

Pekerjaannya sudah selesai. MoU 350jt sudah TTD di lobby dengan Devan. Laporan audit 12 halaman sudah ia kirim ke email direksi. Gudang sudah ia evaluasi, Mandor Anggara sudah ia beri SP1 via HRD. Tidak ada lagi alasan untuk tinggal di Sidoarjo. Bahkan tidak ada alasan untuk menunggu Angkasa yang datang tanpa faedah itu.

Bintang berkemas. Koper kecilnya ia tutup. Helm proyek kuning ia kembalikan ke tas. Ia turun ke lobby dengan kopernya, sudah memakai hoodie hitam dan masker.

Siap pulang.

Angkasa yang melihat Bintang turun dengan koper langsung berdiri.

"Bintang? Mau kemana kamu?" tanya Angkasa panik.

Bintang menatapnya datar.

Tidak ada lagi panggilan "Sa" yang manja.

"Pulang. Pekerjaan saya sudah selesai, Pak Dirut. Travel saya jam 9 malam ini. 15 menit lagi datang," jawab Bintang sambil menunjukkan e-tiket di HP-nya.

Angkasa terpaku. Jadi kedatangannya sungguh-sungguh unfaedah. Tidak ada yang perlu diselamatkan. Tidak ada istri yang perlu dijemput karena istri sudah pesan tiket sendiri.

"Kamu... kamu pesan travel sendiri? Kenapa gak bilang? Tang kita bisa pulang bareng. Aku bawa Alphard," kata Angkasa, suaranya mulai memelas.

"Saya tidak ada meminta kamu harus jemput." Tolaknya dingin.

"Tang, aku suami mu. Batalkan saja Tiket itu. Berapa ini harga Tiket." Angkasa jelas ingin mereka baikan.

"Bukan tentang harga tiket, tapi amanah dengan sesuatu yang sudah di pesan. Se amanah kamu jaga Damar dan Bintang." Sindirnya. Sumpah Bintang tuh masih kesal dua malam di tinggal pergi demi Bumi dan Damar.

Kalimat itu kini ia tancapkan tepat di jantung Angkasa.

DING! Klakson travel Avanza putih berbunyi di depan lobby hotel.

"Travel saya sudah datang," kata Bintang. Ia berjalan melewati Angkasa.

Tidak menoleh.

Kopernya beroda, bunyinya berdecit di lantai marmer hotel. Angkasa ingin menahan tangan Bintang. Tapi ia tidak berani. Ia hanya bisa melihat punggung Bintang yang semakin jauh. Punggung wanita keras kepala yang  di cap tidak pengertian oleh ibunya sendiri, tapi kini justru terlihat paling kuat.

Saat Bintang sudah naik ke travel dan mobil itu melaju pergi meninggalkan Sidoarjo, Angkasa masih berdiri di lobby. Devan yang kebetulan kembali ke hotel karena tertinggal kunci workshop-nya, melihat Angkasa berdiri sendirian.

"Pak Angkasa belum pulang?" tanya Devan sopan.

Angkasa menoleh.

Menatap Devan dari atas ke bawah.

"Jaga MoU itu baik-baik. Kalau kitchen set-nya cacat satu saja, saya batalkan," kata Angkasa dingin, kembali ke mode Dirut.

Devan mengangguk.

"Siap Pak. Itu amanah Bu Bintang. Saya akan jaga."Jawaban itu lagi-lagi menampar Angkasa.

Amanah Bu Bintang. Bukan amanah Pak Dirut.

Malam itu, ada dua mobil yang melaju di Tol Sidoarjo - Surabaya.Di depan, travel Avanza putih yang membawa Bintang. Bintang memandang hujan di jendela, memutar lagu Kunto Aji - Rehat, dan akhirnya bisa bernapas lega tanpa harus mengerti perasaan orang lain.

Di belakang, Alphard hitam yang membawa Angkasa. Angkasa menyetir pelan di belakang travel itu, mengawal dari jauh. Tidak berani menyalip, tidak berani klakson. Hanya memastikan travel yang membawa istrinya sampai Surabaya dengan selamat.

Kedatangannya ke Sidoarjo unfaedah? Ya.Tapi setidaknya malam ini, ia belajar satu hal: Bintang tidak lagi butuh dijemput. Bintang butuh dipercaya.

Bersambung...

1
bunda n3
Betul kata mentari, lagian susah banget ngelepas Hendro, jangan sampai Mentari lagi nanti jadi korban
bunda n3
Bintang pemaaf banget😍
bunda n3
siap siap aja soal jingga terkuak
Eka Burjo
terimakasih update nya Nyak, oke lanjut 👍
Eka Burjo
setuju' eh🤭
@alfaton🤴
ini baru mentari Tang .....masih ada lagi rintangan mu......jingga......asistenmu..... kepercayaan mu......tempat curhat mu.......siapa yang akan membuka tabir jingga pada bintang...... Sigit kah......Heru kah ..... mentari kah.....bumi.....atau kamu sendiri angkasa......yang sabar ya Tang punya siau macem angkasa bahagia kah.....
@alfaton🤴
good bik Asih......biar bintang juga tau......jangan kayak angkasa ceritanya sepotong sepotong kayak es potong kan jadi ga jelas akhirnya salah paham kan😅😅😅😅
@alfaton🤴
kasih pelajaran buat tari biar bisa membedakan mana yang baik benar dan tidak.......yang halal dan tidak....biar bisa menghormati dan menghargai kebaikan orang lain tau batasan 😭😭😭
@alfaton🤴
jadi pingin nonjok angkasa AQ😠😠
Eka Burjo
Ok lanjut
bunda n3
panik ga tuh angkasa? 😄
bunda n3
yaudah pergi yg jauh aj lah mentari
Eka Burjo
tiada maaf bagimu Mentari 😂🤭
Eka Burjo
senengnya lihat Angkasa panik gitu😂🤭
Eka Burjo
hayo Nyak tanggung jawab, rider marah tuh, akupun mau marah tapi mau ketawa juga, lihat Angkasa panik😂😂😂😂🤭
bunda n3
Bintang kamu jangan nekat dong, mending tinggalin aja tuh angkasa raya daripada kamu nyakitin diri sendiri
Aryati Ningsih
rasain luh Angkasa ..makanya jgn sok jd pahlawan untuk wanita lain ..kayak masih PERJAKA aja ..semua wanita di tolong 🤭
bunda n3
kebiasaan nih angkasa, ngilang mulu
bunda n3
lagian ya angkasa nih, duh koq gemes banget sih
Eka Burjo
😲 kira kira seperti ini ya ekspresi Mentari 😂🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!