NovelToon NovelToon
Benang Takdir

Benang Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Istana/Kuno / Time Travel
Popularitas:981
Nilai: 5
Nama Author: Borraaa

Takdir membuat wanita bernama Anna terlempar ke zaman sebelum abad pertengahan. Menuntut agar ia bisa mengubah sejarah dan takdir kelam seorang raja tirani.

Namun, alih-alih kekejaman seperti yang di katakan semua orang, yang ia temukan hanyalah sesosok jiwa rapuh yang selalu memperlakukan dirinya dengan penuh kepedulian. Dan perlahan, sebuah rasa mulai tumbuh bersama raga yang ia tempati, tapi, apakah itu pantas? Apakah takdir sudah mengizinkan?

Anna terus menahan perasaanya, sampai ketika ia melihat raja datang dengan darah yang menetes di tangannya, sebuah permintaan akhirnya tidak bisa lagi ia tahan. Jauh di dalam hatinya terucap sebuah permohonan.

"Tolong biarkan aku tetap di sisinya, biarkan aku tetap di tempat ini untuknya, biarkan aku mencintanya sampai
akhir."

Tepat setelah permohonan itu terucap, ia langsung berlari, melangkahkan kakinya menuju orang yang telah menjadi sebagian dari jiwanya.

Namun, mampukah ia bertaruh takdir tidak akan membuatnya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Borraaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tali di balik penyerangan

...Pemandangan terbuka di tengah medan perang. Keheningan aneh telah mengganti kebisingan dari bentrokan pedang yang cukup memekakkan telinga. Dari atas benteng perbatasan yang berdiri kokoh, terlihat matahari sudah mulai terbenam membawa serta cahaya kuning keemasan yang perlahan semakin memudar. Membiarkan pertempuran sengit itu kembali di hentikan untuk yang kesekian kalinya. ...

...Sudah hari ketiga pertempuran gelombang ke empat ini terjadi, dan hasilnya masih sama, tak ada tanda-tanda menyerah dari pihak musuh. Keduanya tetap bertahan dengan pasukan yang masih kuat. ...

...Leopold berjalan melewati para prajuritnya. Langkanya masih tegap seperti biasa, menunjukkan wibawanya sebagai seorang penguasa. Ia berhenti di dekat api unggun yang menyala terang di tengah kegelapan ini. Pandangannya beredar sejenak untuk melihat para prajurit yang kini juga sedang beristirahat dari perang panjang tadi siang, sebelum akhirnya mulai duduk di atas sebuah balok kayu yang sudah di siapkan oleh Bernhard untuknya. ...

...Tak ada yang perlu di khawatirkan, karena pertahanan milik pasukannya cukup baik, bahkan lebih baik dari serangan yang di lakukan musuh. ...

..."Sepertinya, pasukan suku barbar kali ini memang lebih banyak dari sebelumnya" Leopold mengeluarkan pemikirannya tentang apa yang telah terjadi selama peperangan. ...

..."Bisa di katakan bertambah dua kali lipat" Bernhard menyetujui pemikiran itu. Ia berpendapat sama seperti sang Raja, suku barbar itu memang tidak bisa lagi di remehkan. ...

..."Apa karena suku barbar sudah memperluas wilayahnya?" Salah satu kepala pasukan ikut mencetuskan pemikirannya dalam percakapan itu. ...

..."Tidak sesederhana yang kau pikirkan, bisa saja memang ada kekuatan lain yang bersembunyi di belakangnya" Leopold membalas, membuat semua orang yang sedang berkumpul di sekitarnya mulai berpikir secara rasional dengan mempertimbangkan beberapa kemungkinan yang memang bisa saja terjadi. ...

...Leopold menghela napas sejenak, matanya memandang lurus ke arah kobaran api unggun di depannya. ...

..."Memperluas wilayah saja tidak akan cukup menambah pasukan sebanyak ini dalam waktu singkat, " lanjut Leopold pelan namun tegas. Ia menunjuk ke arah bendera-bendera asing yang berkibar cukup tinggi di kejauhan. "Apa kalian tidak sadar? Cara mereka bertempur, formasi yang mereka gunakan, bahkan beberapa alat tempur yang mereka bawa.... itu bukan gaya bertempur suku barbar yang kita kenal selama bertahun-tahun. "...

...Bernhard mengerutkan kening, ikut menatap ke arah tempat yang di tunjuk oleh Rajanya. Kini, ia mulai menyadari apa yang di maksud oleh Leopold. Memang ada hal yang berbeda selama peperangan ini, biasanya suku barbar menyerang dengan ganas, sembarangan, dan penuh amarah tanpa strategi. Tapi hari ini, mereka punya barisan depan yang menahan, pasukan sayap yang terkoordinasi, dan serangan yang seolah sudah di atur dengan rapi. ...

..."Kau benar, Raja." Bernhard berkata dengan nada rendah. "Kini, mereka tak lagi bertarung seperti kelompok perampok liar, mereka bergerak seperti pasukan terlatih. Dan, senjata mereka... banyak yang terbuat dari besi berkualitas tinggi, bukan lagi batu ataupun perunggu kasar seperti dulu."...

...Kini, semua orang mulai mengerti. ...

...Dan, salah satu kepala pasukan yang lebih muda menyela dengan ragu, "Maksud Raja......ada bangsa lain yang membantu mereka, serta menyokong dengan senjata dan strategi?"...

..."Bukan.... lebih tepatnya memimpin mereka" sambung Leopold dingin. Wajahnya berubah serius, dengan bayangan bahaya yang mulai terlintas di benaknya. "Suku barbar memang ganas, tapi mereka saling bermusuhan satu sama lain. Jadi, sangat tidak mungkin mereka bisa bersatu dalam jumlah sebanyak ini hanya karena keinginan sendiri. Harus ada kekuatan besar, kekuatan yang cukup cerdas dan cukup berbahaya untuk bisa menyatukan mereka, memberi mereka tujuan, dan mengarahkan amarah mereka ke arah kita."...

...Keheningan menyelimuti sekitar mereka sejenak. Angin malam bertiup semakin dingin, membawa debu dan bau darah dari sisa medan pertempuran di bawah benteng. Selama berhari-hari mereka bertahan, mereka hanya mengira ini serangan gencar biasa seperti tahun-tahun sebelumnya. Tapi ternyata, ancaman yang sesungguhnya jauh lebih gelap dengan apa yang telah mereka kira selama ini. ...

..."Jika dugaan anda benar, " kata seorang komandan tua dengan wajah sedikit pucat, "Maka perang ini belum berakhir, Raja. Bahkan bisa di bilang baru permulaan."...

...Leopold perlahan mengangkat pandangannya untuk menatap semua orang di sekitarnya dengan sorot mata tegas. ...

..."Benar, musuh yang kita hadapi kali ini bukan lagi sekumpulan orang liar yang bisa kita usir dengan mudah. Di balik bayangan mereka, ada tangan yang bergerak. Dan tangan itu, sedang berusaha menghancurkan wilayah ini......atau bisa jadi target yang sebenarnya adalah aku." ...

...Seketika sebuah nama terlintas di benak semua orang yang ada, 'Kaisar', seseorang yang selalu ingin menggulingkan kedudukan Leopold yang di anggap mengancam Kekaisaran. ...

..."Tapi," Bernhard mencoba mengeluarkan asumsinya. " Apa tujuan dari menyerang wilayah ini?"...

..."Kita masih belum bisa mengetahui tujuan sebenarnya dari penyerangan wilayah ini." Leopold menghela napas sejenak. "Bernhard, perintahkan pengintai terbaik kita. Mulai malam ini juga, mereka harus masuk jauh ke wilayah musuh. Kita harus segera mengetahui siapa sebenarnya yang menarik tali di balik gerakan suku barbar ini."...

...Bernhard mengangguk mantap, "Baik, Raja, saya akan mengirimkan mereka segera." Lantas, Bernhard langsung bergegas untuk melakukan apa yang telah di perintahkan sang Raja padanya. ...

...Leopold kembali menatap ke depan, melihat ke tempat di mana pertempuran terus terjadi berhari-hari. Pertahanan mereka memang kuat, dan mereka masih berhasil menang hari ini. Tapi di dalam hatinya, Leopold tahu....... kemenangan ini hanya jeda singkat. Karena di sebuah tempat yang sama sekali tidak ia ketahui, ada sesuatu yang telah menanti giliran untuk datang. Sesuatu yang bergerak tenang dan tidak tergesa-gesa. ...

..." Persiapkan pasukan dua kali lipat untuk berjaga malam ini" Leopold kembali memerintah pada salah satu kepala pasukan yang memang bertugas malam ini, untuk berjaga-jaga takut situasi tiba-tiba berubah. ...

...Tepat setelah kepala pasukan itu pergi untuk menjalankan perintah, suasana di depan api unggun itu mendadak hening, dengan pikiran semua orang yang masih tertuju pada kemungkinan bahaya yang akan terjadi. Namun, keheningan itu kembali pecah saat langkah kaki tergesa-gesa terdengar mendekat ke arah mereka di susul dengan sebuah teriakan keras. ...

..."Raja! Raja Leopold! Itu!" ...

...Semua orang menoleh serempak, melihat ke arah seseorang yang tak lain adalah Bernhard. Napasnya terengah-engah, bahkan wajahnya sampai memerah setelah berlari dari gerbang utama menuju ke tempat ini, karena ada kabar yang harus segera ia sampaikan pada sang Raja, bukan tentang musuh, tapi lebih penting dari itu. ...

..."Ada apa?! Musuh menyerang lagi?"...

...Jelas semua orang panik. ...

..."Bukan! Bukan." Bernhard masih membungkuk dengan kedua tangan bertumpu pada lututnya. Menunggu napasnya kembali stabil untuk mengatakan apa hal yang sebenarnya. ...

...Semua orang menunggu, tak terkecuali Leopold. "𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘧𝘪𝘳𝘢𝘴𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘦𝘯𝘢𝘬?"...

..."Ratu! Ratu telah tiba di barak militer, dan sekarang sedang pingsan setelah perjalanan."...

..."RATU?!"...

1
kiu kiu
leopold hatus memiliki ketegasan karna dia raja.klu tidak banyak yg ingin mendapatkan tahtanya...lanjut thor...ak demen dg pria yg pemarah.jgn lembek.
Key Kastara
🔥✨ Semangat thor
Key Kastara
🔥✨
kiu kiu
bagus
kiu kiu
waduh...sang ratu yg cantik jelita knpa pula pingsan.apa terlalu lelah...dlm perjlnan panjang..
kiu kiu
waduh cepet banget habisnya...barusan dibaca udah habis aja...
kiu kiu
sudah berapa hari author nggk update...
NonaMudaDesi
Bagus ceritanya, cuman letak paragraf yang ditengah-tengah itu agak kurang bagi aku buat baca sih, tapi ceritanya menarik buat dibaca, semangat kakakkk
borraaa: makasih sarannya kakak cantik🥰
total 1 replies
kiu kiu
hati hati leopold...ratumu bisa direbut roland.karna ambisinya menjadi kaisar.sebaiknya anne berlatih ilmu pedang...agar bisa melindungi diri sendiri...tidak cuma bergantung menjadi ratu yg lemah lembut saja.
Amelia Nurazizah
emm pengen deh di cintai kayak anne
borraaa: makasih kaka cantik🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
kiu kiu
benhard yg paling tau bagaimna perjuangan leopold.anne memang harus tau kehidupan leopold sebelum mendapatkan tahta rajanya.
kiu kiu
wah...leopold mulai modus tuh..mendekati sang ratu.tp baguslah dia menjadi lembut ketika bersama anne.😄😄
kiu kiu
kenapa leopold tidak menyuruh pergi putra mahkota...dan kenpa pula anne terlalu takut dg putra mahkota.padahal itu wilayahnya leo suaminya.knpa tidakan anak raja bodoh itu di biarkan begitu saja...thor ak jd gereget banget .leopold seperti pecundang membiarkan istrinya berdua dg putra mahkota.
kiu kiu
perdana mentri itu adalah musuh nyata di kekaisaran...kaisar menjadi bodoh karna memiliki perdana mentri tua.orang tua selir nya.klu terjadi perang semoga leopold menghabisi perdana mentri tua alias mertuanya itu.dan selirnya raja serta putra mahkota.yg dianggap adiknya itu.cuih...adik apaan maunya merebut tidak mendapatkan dg cara ksatria.author ak harap cerita ini tk berubah membosankan.gegara peran utamanya kalah mulu..kasian leopold dong...
kiu kiu
bau baunya ini si leo bucin akut...semoga annelise membalas cintanya.walaupun bukan annelise yg asli.
kiu kiu
lanjutkan thor
kiu kiu
suka banget cerita fantasi
kiu kiu
semangat thor....cerita fantasi in paling faforitku...💪💪💪
borraaa: Terima kasih kak😊 dukung terus karyaku ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!