NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerabat Burung

Mendengar pertanyaan bodoh itu, Bai Muzhi benar-benar tidak bisa berkata-kata. Memang tidak masalah jika manusia memiliki lebih dari satu pasangan, begitu pula sebaliknya.

Tapi Bai Muzhi tidak mau. Wajahnya pun menggelap. "Kamu hanya bisa memilih antara aku atau dia!"

Untungnya Li Yunru bukan tipe gadis penakut. Meski Bai Muzhi memegang pedang, instingnya mengatakan pria itu tidak akan menebasnya. Ia memutar bola mata, lalu menghampiri Bai Muzhi dan memeluk lengannya.

"Tentu saja aku memilihmu. Kamu adalah ular berkumis, sedangkan dia hanya burung berjambul. Kamu bisa bersinar di langit, tapi dia hanya bisa menghiasi rumput. Aku tidak bodoh!"

Ia hanya merasa Lan Peijun tidak buruk, tetapi bukan berarti memiliki perasaan cinta. Ini murni kesukaannya terhadap hewan berbulu.

"... Ular berkumis?" Sudut mulut Bai Muzhi berkedut. "Kamu menyamakanku dengan ular?"

"Maksudku, kamu naga, naga!" ralat Li Yunru. "Jangan salah paham. Ular berkumis itu julukan untuk naga."

Setelah berpikir sejenak, Bai Muzhi mengangguk kecil. "... Tidak buruk," katanya tanpa sedikit pun marah.

"...."

Lan Peijun yang disebut burung berjambul hanya bisa menyaksikan gadis manusia itu membodohi Bai Muzhi. Suku naga tidak suka disebut ular. Kalau hanya soal kumis, bukankah ikan lele juga punya?

Dan Bai Muzhi tidak marah sama sekali?!

Apakah otaknya ditendang kelinci?

Lan Peijun menoleh kepada Ruu dan bertanya pelan, "Gendut, apakah dia masih Bai Muzhi yang kukenal?"

Kelinci gemuk itu mengangkat telinga lalu menoleh. "Kamu bertanya padaku?"

"Memangnya siapa lagi yang paling gemuk di sini selain kamu?"

"Oh, aku tidak gemuk. Aku hanya bulat."

"...."

Tidak heran Bai Muzhi dibodohi gadis manusia itu. Bahkan hewan peliharaannya pun sama bodohnya.

Setelah Bai Muzhi ditenangkan oleh Li Yunru, keduanya kembali ke Istana Shing. Tanpa mereka sadari, Lan Peijun yang sudah kembali ke wujud manusia mengikuti dari belakang tanpa rasa malu.

Dalam perjalanan melewati dinding tanaman merambat, Li Yunru menoleh kepada Bai Muzhi. "Mengapa ada dinding tanaman merambat di sini?"

Bai Muzhi mendengus, teringat perjanjian lama. "Itu hanya perjanjian bodoh ayahku dengan raja wilayah timur generasi sebelumnya. Tempat itu merupakan jalur rahasia yang menghubungkan wilayah utara dan timur. Bukankah kamu punya peta buatanku? Mengapa bisa sampai ke sana?"

"Aku tersesat," aku Li Yunru.

"...."

Bai Muzhi mendesah. Ia mulai meragukan kemampuan Li Yunru membaca arah, tetapi tidak mengatakannya. Jika tidak, gadis itu pasti mengira ia sedang meremehkan kecerdasannya.

"Jadi aku tadi masuk ke wilayah timur?" Li Yunru tampak tidak percaya.

Sebelum Bai Muzhi sempat menjawab, Lan Peijun lebih dulu menyela. "Benar, Cantik. Apakah kamu terkejut? Biarkan aku memperkenalkan diri. Namaku Lan Peijun, Raja Istana Pihua di wilayah Lanxing bagian timur Kekaisaran Chaoming. Jadi, Cantik, siapa namamu?"

"... Namaku Li Yunru." Gadis itu menjawab santai. Menurutnya, tidak ada salahnya memperkenalkan diri.

"Marga Li? Aku mencium aroma spiritual tumbuhan dari tubuhmu. Apakah kamu keturunan ras peri hutan?"

"Mungkin?"

"...??"

Apa maksudnya dengan mungkin? Lan Peijun tidak pernah menduga akan mendapat jawaban yang setengah bingung seperti itu. Ia sedikit mengernyit. Entah mengapa marga Li terasa begitu familier, seolah pernah didengarnya dari suatu tempat. Namun ingatannya kini sudah mulai kabur.

Setelah mengobrol cukup lama, mereka akhirnya kembali ke halaman belakang Istana Shing dan beristirahat di gazebo. Terutama Li Yunru yang sudah kelelahan.

Ruu berjalan dengan kedua kaki belakangnya, sementara kedua telinganya terkulai. Ia kemudian berkata, "Aku ... aku merasa sudah menjadi kurus sekarang."

Tangan Lan Peijun langsung gatal. Ia menusuk perut kelinci putih itu dengan jari telunjuknya. Rasanya kenyal dan lembut. "Gendut, perutmu masih penuh lemak. Di mana kurusnya?"

Ruu tidak terima dan langsung mencoba menggigitnya. "Dasar burung mesum! Rasakan ini!"

Pria berhanfu biru tua bercorak merak itu duduk santai di kursi gazebo, menghindari setiap tendangan dan pukulan kelinci gemuk tersebut. Meski salah satu tendangan sempat mengenai betisnya hingga terasa nyeri, ia hanya mengusap bagian yang terkena sambil menahan tawa kecil.

"Gendut, kamu benar-benar kelinci?" Lan Peijun tampak heran. "Kenapa tendanganmu sekuat itu?"

"Tentu saja aku kelinci!" Ruu langsung meraba telinganya sendiri dengan kaki depan sambil tampak bangga. "Apa kamu tidak lihat telingaku yang panjang ini?!"

Lan Peijun mengelus dagunya cukup lama sambil memperhatikan telinga panjang yang bergerak-gerak itu.

"Bukankah kambing juga punya telinga panjang?"

"Kambing ekormu!"

Kemarahan Ruu langsung meledak. Ia menendang kaki Lan Peijun berkali-kali hingga pria itu buru-buru menghindar.

Wajahnya saja tampan, tapi otaknya seperti keledai! pikir kelinci gemuk itu.

Lan Peijun akhirnya menyerah berdebat dengan kelinci yang emosinya mudah meledak.

Li Yunru yang sejak awal tidak ikut campur kemudian menatap langit yang mulai gelap. Karena wilayah Baiyun berada di utara, malam datang lebih cepat dibandingkan wilayah lain.

"Aku lapar. Kita makan apa malam ini?" tanyanya kepada Bai Muzhi. "Suamiku, sayang, kamu mau makan apa?"

Sebelum Bai Muzhi menjawab, Ruu lebih dulu menyela. "Daging! Daging!" Kelinci itu langsung melompat penuh semangat. "Aku mau makan daging!"

Lan Peijun mendengus pelan sambil meliriknya. "Gendut, bagaimana mungkin seekor kelinci makan daging?" ejeknya. "Bukankah kamu hanya makan rumput?"

"Rumput! Seluruh keluargamu itu rumput!" Ruu membusungkan dada. "Itu jauh lebih baik daripada kamu yang makan apa saja!"

"Makan apa saja?" Li Yunru langsung menatap Lan Peijun dengan curiga. "Kamu makan serangga goreng atau ular panggang?" tanyanya serius.

Lan Peijun langsung tersedak. Harga dirinya seolah ikut terluka. "... Raja ini tidak makan ular dan tidak makan serangga," jawabnya agak tersendat.

"Tidak?"

"Tentu saja tidak!" Ia buru-buru membela diri. "Raja ini manusia setengah binatang, bukan binatang sungguhan!"

Bai Muzhi yang berdiri di samping Li Yunru tiba-tiba tersenyum tipis penuh arti. "Aku ingat seratus tahun lalu kamu pernah makan ulat hijau," katanya.

"...."

Wajah Lan Peijun langsung berubah drastis. Ia seperti disambar petir ketika kenangan memalukan itu kembali muncul. Dengan suara keras, ia buru-buru membantah.

"Sudah lama sekali! Kenapa kamu masih mengingatnya?!"

"Itu berarti kamu memang memakannya."

"Aku sengaja memakannya untuk mengelabui musuh!"

"Tetap saja kamu memakannya, kan?"

"...."

Lan Peijun merasa perutnya mendadak mual hanya karena diingatkan kejadian memalukan itu. Ia refleks memegangi perutnya. Wajahnya tampak sedikit pucat.

"Uh ... Raja ini benar-benar tidak suka serangga."

Melihat keduanya hampir berdebat lagi, Li Yunru buru-buru memotong pembicaraan. "Baiklah, kita makan ayam panggang saja malam ini," usulnya.

"Ya! Ya! Ayam!" Ruu begitu bersemangat sampai hampir memeluk perutnya yang bulat. "Aku mau paha ayam."

Lan Peijun berpikir sejenak, lalu mengangguk. "Tidak buruk juga. Meski raja ini jarang makan ayam."

"Tidak? Lalu biasanya kamu makan apa?" Li Yunru penasaran. Bisakah merak makan tahu bau dan durian? pikirnya.

"Aku biasanya makan buah-buahan segar. Makanya kulitku tetap halus dan sehat," jawabnya sambil sedikit pamer.

Ruu langsung mendengus. "Hah! Memakan kerabatnya sendiri. Kanibalisme!"

Lan Peijun memutar bola mata. "Bagaimana mungkin ayam dan merak berkerabat? Kami berbeda kasta dan berbeda bulu."

"Bukankah sama-sama burung?"

"Kami ini burung merak. Mana ada ayam disebut burung ayam?"

"Tetap satu keluarga perburungan!"

"Tidak!"

Ruu langsung memasang kuda-kuda. "Kamu cari masalah, ya?! Ayo bertarung!"

Namun kali ini Lan Peijun yang sempat naik darah justru tiba-tiba tenang. Tangannya perlahan menyentuh bagian atas kepalanya. Ia teringat laporan bawahannya tentang Hei Sanfeng yang menjadi mudah tersinggung setelah kehilangan sejumput bulu di kepalanya. Konon, elang itu masih botak sampai sekarang.

"Lupakan saja," katanya pelan.

"...."

Li Yunru semula cukup tertarik melihat Ruu dan Lan Peijun berdebat. Namun saat melihat Lan Peijun menyentuh kepalanya, ia langsung mengerti. Rupanya dua burung beda ras itu sama-sama takut botak. Hei Sanfeng botak karena ulahnya. Dan elang itu justru semakin botak setelah bertarung dengan Ruu.

Tepat saat suasana mulai tenang, tiba-tiba terdengar kepakan sayap. Sebelum mereka sempat bereaksi, sesosok bayangan hitam melesat ke arah gazebo seperti meteor.

Wushhh! Bayangan bersayap lebar itu langsung menghantam wajah Lan Peijun dengan keras.

Pria itu refleks memaki, "Bahh!! Burung jelek mana yang berani menabrak raja ini?! Sudah bosan hidup di langit?!"

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!