Shintia Almahira, mahasiswi cantik semester akhir, selalu berusaha membuat kakaknya, Andreas, kembali bahagia setelah ditinggal wafat tunangannya. Saat Andreas diam-diam menemukan cinta baru, Shintia ikut lega.
Namun semuanya berubah ketika wanita itu ternyata mengincar pria lain, seorang direktur hotel muda, tampan, kaya raya, dan super nekat yang justru tergila-gila pada Shintia. Dengan cara-cara kocak dan memalukan, sang direktur terus mengejar hati gadis itu.
Sementara Andreas harus menelan pengkhianatan yang menghancurkan hatinya. Saat hidup terasa runtuh, hadir seorang gadis desa sederhana yang perlahan mengobati lukanya.
Di tengah tawa, air mata, dan kekacauan cinta, mampukah Shintia menerima pria yang selalu membuat hidupnya jungkir balik? Atau justru semua akan berakhir dengan luka baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina Sen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tragedi tak di sangka.
"kalian! Sudah tahu ada kabar berita seperti itu! Kenapa diam saja, hah?!"
Aswin menunduk, semua tim dan karyawan tak ada yang berani menjawab di ruang aula itu.
Raffa dengan kondisi tak baik-baik saja, meremas jari jemarinya erat. Menatap mereka dengan rasa kecewanya, "apa kalian itu tak punya otak? Sehingga saya jadi bahan perbincangan, kalian tidak memikirkan dampaknya?"
Aswin akhirnya memberanikan diri untuk bicara, "pak... Saya, benar-benar minta maaf... Saya salah, karena terlalu fokus pekerjaan dan hanya mengawasi non Shintia."
"kalau sampai, saya tidak bisa kembali dengan Shintia... Kamu saya pecat, Aswin. Dan saya! Tidak mau kamu ulangi ini semua... saya tidak mau mempekerjakan orang tidak punya hati!"
"maaf, pak... Sekali lagi saya minta maaf,"
"iya pak, kami minta maaf..." jawab semua karyawan serentak.
Raffa lantas membubarkan semuanya, ia tak mau berlama-lama banyak bicara pada karyawan dan tim, ia kini berbicara dengan Aswin. "kamu... Wakili saya di hotel ini, sementara saya akan keluar... Saya harus selesaikan masalah saya, dan kamu' harus atasi semua berita media itu. Saya tidak mau ada lagi berita tidak jelas, paham!"
"baik pak."
Raffa berbalik pergi, meninggalkan ruangan itu. Ia segera menemui Sella di koridor hotel.
Di koridor ia melihat Sella baru keluar dari ruang meeting. Raffa segera memanggilnya dengan nada datar.
"Sella."
Sella menoleh, "pak Raffa? Ada apa pak?"
Tatapan Raffa dingin jelas penuh emosi. "apa kamu, yang berani sebarkan foto itu? Apa kamu sengaja menyuruh orang untuk sebarkan foto itu?"
Sella menggeleng, "enggak pak, saya juga korban. Untuk apa saya sebarkan foto seperti itu."
"kalau begitu, siapa yang sebar foto itu, Sella?!"
"saya juga tidak tahu, pak Raffa."
Raffa menatap Sella dengan tajam, "kalau terbukti di balik semua ini ada kaitannya dengan kamu, jangan harap kamu akan lanjut bekerja di sini, Sella."
"pak..."
"jangan mentang-mentang mamah saya menyukai kamu, kamu bisa seenaknya menyebar berita bohong demi mendapat pengakuan publik, paham."
"tapi pak, saya tidak seperti itu "
Raffa berbalik pergi tanpa menjawab ucapan Sella kembali. Ia melangkah keluar menuju mobilnya... Ia akan mencari Shintia bagaimanapun caranya, ia tak peduli Shintia di mana, yang jelas ia harus jelaskan yan sebenarnya.
Mobil keluar dari halaman hotel, baru beberapa meter' Raffa menangkap sosok yang tak asing baginya di depan sebuah restoran.
Melihat itu Raffa segera menepikan mobilnya di depan restoran. Ia segera turun dan menghampiri Shintia yang akan masuk ke dalam Restoran bersama Tari sahabatnya.
"Shintia."
Seru Raffa, ia berlari kecil hingga sampai di hadapan Shintia.
"kamu?"
"iya, Shintia. Ini aku..."
"ngapain kamu datang lagi? Bukannya kita sudah tidak ada urusan lagi."
Tari melongo, orang di hadapannya ia tahu, laki-laki itu direktur utama hotel permata. Ia hanya diam tak mengerti perdebatan antara Shintia dan direktur muda itu.
"Shin, aku bisa jelaskan..."
"jelaskan kalau itu tidak sengaja, kalau itu salah paham... Dan lebih jelasnya, jangan ganggu aku, aku tidak sudi kenal dengan laki-laki yang mudah merangkul wanita lain. Dan ya aku memang seharusnya tak pantas marah dengan anda, karena saya memang bukan apa-apa untuk anda."
Kata-kata Shintia membuat Raffa terdiam, ia tidak menyangka Shintia akan katakan itu, padahal Shintia adalah segalanya bagi Raffa.
"tapi, Shin... Aku."
"cukup, pak Raffa. Anda salah mengenal saya, saya hanya orang rendahan, tapi saya tidak bisa anda mainkan paham."
Shintia mengurungkan niatnya masuk ke restoran itu, lalu menarik Tari yang masih bingung dengan situasi Shintia dan Raffa.
"ayok Tari, kita pergi... Aku gak jadi lapar."
"tapi, Shin."
"ayok, gak tapi-tapi."
Tari akhirnya pasrah menuruti Shintia.
Mereka kembali masuk ke dalam mobil, namun sebelum suara Raffa kembali memanggil Shintia.
"Shintia, tolong dengarkan aku, Shint!"
Shintia acuh lalu masuk,
"aku akan kejar kamu, sampai manapun Shin!"
saat mobil Tari mulai pergi, Raffa segera kembali ke mobilnya dan segera masuk untuk menyusul mobil Tari.
Jalanan yang agak lengang memudahkan Tari menyetir sedikit cepat, atas permintaan Shintia.
Sementara Raffa segera mengikuti di belakangnya, mobil dua itu saling kejar...
Mobil Tari melaju meninggalkan restoran. Namun suasana di dalam mobil jauh berbeda dari biasanya.
Tidak ada obrolan ringan.
Tidak ada candaan.
Hanya suara isakan pelan Shintia yang berusaha ia tahan.
Tari beberapa kali melirik ke arah sahabatnya itu.
"Shin..."
Tidak ada jawaban.
Shintia hanya menatap keluar jendela. Air matanya jatuh tanpa bisa ia tahan.
"Shin, sebenarnya kamu kenapa sih?"
Shintia mengusap wajahnya kasar.
"Aku cuma mau jauh dari dia, Tar."
"Tapi kenapa?"
Tari masih bingung.
Baginya, mengenal seseorang seperti Raffa bukanlah hal yang mudah.
Direktur utama hotel besar, Orang yang punya segalanya.
Banyak orang mungkin akan merasa beruntung jika berada di posisi Shintia. Tapi yang Tari lihat sekarang bukan gadis yang beruntung.
Yang ia lihat adalah sahabatnya yang benar-benar terluka.
"Dia bukan seperti yang kamu pikirkan, Shin?"
Pertanyaan Tari membuat Shintia diam.
"Aku juga nggak tahu, Tar..."
Suaranya bergetar.
"Aku cuma tahu aku sakit."
"Aku kecewa."
"Tapi aku bahkan nggak tahu kenapa aku bisa kecewa sebesar ini."
Tari terdiam.
Karena untuk pertama kalinya ia melihat Shintia benar-benar kehilangan kendali atas perasaannya.
"Tar..."
"Hm?"
"Jalan sedikit cepat."
Tari menoleh.
"Kenapa?"
"Aku nggak mau dia ngejar aku lagi."
"Shin..."
"Tolong."
Suara Shintia membuat Tari akhirnya diam. Ia menghela napas lalu menginjak pedal sedikit lebih dalam.
Namun di belakang mereka... Mobil hitam Raffa masih mengikuti.
Tidak berhenti.
Tidak menyerah.
Wajahnya pucat, tangannya masih erat menggenggam kemudi.
Tubuhnya jelas belum pulih sepenuhnya. Kepalanya masih terasa berat.
Namun rasa takut kehilangan Shintia jauh lebih besar daripada rasa sakit yang ia rasakan.
"Aku harus jelasin..."
"Aku nggak boleh kehilangan kamu, Shin."
Gumamnya pelan, Mobil terus melaju.
Jarak mereka semakin dekat. Namun beberapa menit kemudian, kondisi jalan berubah. Jalanan yang sebelumnya cukup lengang mulai dipenuhi kendaraan.
Raffa tetap mencoba mengikuti. Ia tidak mau kehilangan jejak mobil Tari.
Matanya terus fokus ke depan.
Sampai tiba-tiba... Sebuah motor muncul dari sisi kanan.Pengendaranya memotong jalan secara mendadak.
Raffa terkejut.
"Woi!"
Tangannya refleks membanting setir. Ia memilih menghindar. Namun keputusan itu membuat mobil kehilangan kendali.
Ban mobil bergesekan keras dengan aspal. Suara rem terdengar panjang.
BRAKKK!
Mobil hitam itu menghantam pembatas jalan, dalam hitungan detik...
Mobil itu terbalik.
Suara benturan membuat beberapa kendaraan berhenti. Orang-orang mulai keluar dari ...
Raffa tertabrak.? 🥲🥲
di tunggu updatenya ya author kesayangan kuuuu tetap semangat Sayyy quuuu🥰🤗💪
tapi syg nya Shintia terlanjur marah 🥲🥲
kira² Andreas bakal cerita ke Raffa gk yaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuuu
tetap semangat Sayyyy quuu 🤗🥰💪
pasti Shintia salah paham🥲
duhhh kapan Raffa sadar akan berita itu yaaa
duhhh gmn nnt reaksi nya Raffa jika tahu yaaa
takutnya Shintia kecewa 🥲🥲
fuhhh Sella...
kasihan Andreas punya pacar kyak Sella
kira² Andreas bakal kasih tau Shintia gk yaaa??
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu 💪🥰🤗
seandainya Shintia tahu Raffa masih hidup...
duhhh Shintia jangan khawatir yg kecelakaan itu bukan Raffa 🥲🥲
jadi teringat Raffa dan Sutra yaaa...
di tunggu updatenya ya Author kesayangan kuuu tetap semangat Sayyy quuu💪🥰🤗