Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guru Baru di Lembah Mirakel
Setelah insiden dengan Akademi Shrek, suasana di Lembah Mirakel kembali tenang. Namun, bagi Zhu Xuan, ada satu masalah baru yang muncul. Ling'er mulai bosan hanya bermain dengan kelinci dan mendengarkan cerita racun dari Dugu Bo.
"Ayah, Ling'er ingin belajar menari seperti kakak-kakak berbaju hijau kemarin!" ucap Ling'er sambil mencoba berputar, namun berakhir jatuh terduduk karena keseimbangannya yang belum stabil.
Zhu Xuan segera mengangkat putrinya dengan cemas. "Menari? Ayah bisa mengajarimu teknik pedang yang lebih indah dari tarian mana pun, Sayang."
"Tidak mau! Pedang itu tajam, Ling'er ingin yang cantik!" bantah Ling'er sambil mengerucutkan bibirnya.
Zhu Xuan terdiam. Sebagai seorang pria yang menghabiskan waktunya untuk menjadi tak terkalahkan, "estetika" dan "tarian" adalah area yang buta baginya.
[Ding! Putri Anda menunjukkan minat pada seni budaya.]
[Misi: Cari seorang guru seni yang memiliki bakat luar biasa untuk putri Anda.]
[Hadiah: Poin Daddy +2.000 dan Item 'Gaun Pelangi Surgawi' (Pertahanan mutlak terhadap serangan mental dan fisik tingkat Judul Douluo).]
"Misi yang merepotkan," gumam Zhu Xuan. Namun, demi senyum Ling'er, ia tidak punya pilihan.
Zhu Xuan memanggil Dugu Bo yang sedang asyik memangkas tanaman obat. "Dugu Tua, kau tahu siapa wanita di benua ini yang memiliki temperamen paling anggun dan ahli dalam seni?"
Dugu Bo mengelus janggutnya, berpikir keras. "Jika bicara soal keanggunan dan bakat seni, hanya ada satu tempat, Yang Mulia. Paviliun Bulan (Moon Pavilion) di Ibu Kota Heaven Dou. Pemiliknya, Tang Yuehua, adalah wanita paling anggun yang pernah ada. Bahkan para bangsawan harus mengantre bertahun-tahun untuk belajar darinya."
Zhu Xuan mengangguk. "Bagus. Siapkan kereta. Kita berangkat ke Heaven Dou."
"Tapi Yang Mulia... Anda akan membawa Ling'er ke tempat ramai?" tanya Dugu Bo ragu.
"Kenapa tidak? Jika ada yang berani menghalangi jalan putriku untuk belajar menari, aku akan meratakan kota itu," jawab Zhu Xuan santai seolah sedang membicarakan cuaca.
Beberapa hari kemudian, sebuah kereta kuda sederhana yang ditarik oleh seekor Kuda Roh berusia seribu tahun berhenti di depan Paviliun Bulan yang megah.
Penjaga di depan pintu segera menghalang. "Maaf, Paviliun Bulan hanya menerima tamu yang memiliki janji temu dan status bangsawan yang jelas."
Zhu Xuan turun dari kereta, menggendong Ling'er di satu tangan. Ia tidak mengenakan baju mewah, hanya jubah linen bersih yang nyaman.
"Aku tidak punya janji. Aku hanya ingin bertemu Tang Yuehua untuk menjadikannya guru putriku," ucap Zhu Xuan datar.
Para penjaga tertawa mengejek. "Kau pikir siapa dirimu? Bahkan pangeran pun harus sopan di sini!"
Tepat saat ketegangan memuncak, Dugu Bo turun dari kereta dengan wajah muram. Ia melepaskan sedikit aura Jade Phosphor-nya. Tekanan hijau yang mencekam seketika membuat para penjaga jatuh berlutut, wajah mereka pucat pasi.
"Apakah status seorang Titled Douluo cukup untuk masuk?" tanya Dugu Bo dingin.
"D-Dugu Bo?!" Teriak mereka ketakutan.
Keributan itu memancing seseorang dari dalam. Sosok wanita dengan gaun perak yang memancarkan aura ketenangan luar biasa berjalan keluar. Itulah Tang Yuehua. Meskipun ia tidak memiliki kekuatan jiwa yang tinggi, auranya mampu meredam ketegangan di sekitarnya.
"Tuan Dugu, ada angin apa yang membawa Anda ke tempat kecilku?" Tang Yuehua bertanya dengan sopan, namun matanya segera tertuju pada pria muda yang berdiri di depan Dugu Bo.
Ia tertegun. Sebagai wanita yang ahli membaca karakter, ia melihat Zhu Xuan bukan sebagai manusia, melainkan seperti hamparan langit yang tak berujung—tenang namun sangat dalam.
"Bukan aku yang punya urusan, tapi Tuan ini," ucap Dugu Bo sambil menunjuk Zhu Xuan.
Zhu Xuan melangkah maju. "Namaku Zhu Xuan. Putriku ingin belajar menari dan etika. Aku dengar kau yang terbaik. Katakan, apa bayaran yang kau inginkan?"
Tang Yuehua tersenyum tipis, mencoba menjaga martabatnya. "Tuan Zhu, saya tidak mengajar sembarang orang hanya karena bayaran. Saya hanya mengajar mereka yang memiliki bakat dan—"
"Ling'er, tunjukkan padanya," potong Zhu Xuan lembut.
Ling'er turun dari pelukan ayahnya dan melakukan gerakan hormat yang diajarkan Dugu Bo tempo hari. Meskipun canggung, setiap gerakannya memancarkan kemurnian yang luar biasa, seolah-olah alam semesta sendiri mendukung setiap langkahnya.
Tang Yuehua tertegun. Bakat alami anak ini... sangat murni! Tanpa sadar, ia merasa bahwa mengajar anak ini adalah kehormatan baginya, bukan sebaliknya.
"Baiklah," ucap Tang Yuehua akhirnya. "Saya akan mengajarinya. Tapi dia harus tinggal di sini selama beberapa jam setiap hari."
Zhu Xuan mengangguk. "Setuju. Sebagai bayaran pertama..."
Zhu Xuan melemparkan sebuah botol kecil berisi cairan bening ke arah Tang Yuehua. "Itu adalah Embun Evolusi. Itu akan membantu Wuhun-mu yang bermasalah untuk berevolusi dan menembus batas level 9 yang selama ini mengikatmu."
Mata Tang Yuehua membelalak. Rahasia terbesarnya diketahui dalam sekejap? Dan cairan ini... ia bisa merasakan denyut energinya bahkan sebelum membukanya.
"Terima kasih, Tuan Zhu," Tang Yuehua membungkuk dalam, menyadari bahwa pria di depannya adalah sosok yang bisa mengubah takdir dunia dengan jentikan jari.
[Ding! Anda berhasil menemukan guru terbaik untuk putri Anda.]
[Hadiah: Poin Daddy +2.000. Hubungan dengan Fraksi 'Clear Sky School' (Tersembunyi) sedikit meningkat.]
Zhu Xuan tersenyum. "Ling'er, belajarlah dengan baik. Ayah akan menunggumu di kedai teh sebelah. Jika ada yang mengganggumu, teriak saja 'Ayah', oke?"
"Oke, Ayah!" Ling'er melambaikan tangan dengan riang.
Zhu Xuan berbalik, menatap Dugu Bo. "Dugu Tua, jaga Paviliun ini. Jika ada lalat bangsawan yang mencoba menggoda guru putriku atau mengganggu Ling'er, kau tahu apa yang harus dilakukan."
Dugu Bo menyeringai kejam. "Tentu saja, Yang Mulia. Racun saya sudah lama tidak mencicipi darah bangsawan."
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???