NovelToon NovelToon
My Bodyguard Is A Secret Agent

My Bodyguard Is A Secret Agent

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Mata-mata/Agen / Tamat
Popularitas:79.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Kisah Princess Mahreen dan Collin Lange

Mahreen Al Khalifa putri bungsu Malik dan Milly Al Khalifa adalah putri Sheikh yang suka hidup bebas tanpa aturan istana hingga Malik harus memberikan Collin Lange sebagai bodyguardnya. Tanpa keluarga Al Khalifa tahu, Collin adalah agen MI6 yang menyamar masuk ke istana Al Khalifa untuk mencari buronan internasional yang bersembunyi di Bahrain. Mahreen dan Collin bagaikan air dan minyak hingga gadis itu tahu misi sebenarnya pria tersebut. Setelah Collin menyelesaikan misinya, dia kembali ke Inggris namun Mahreen bertekad untuk mendapatkan bodyguardnya yang ternyata agen rahasia itu kembali ke dalam pelukannya.

Generasi Delapan Klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan-jalan

Mahreen terbangun saat mendengar suara ayam jantan kukuruyuk di dekat rumah Collin. Gadis itu otomatis berteriak.

"BERISIK!" ucapnya sambil melempar bantal ke jendela hingga terdengar suara barang pecah. Mahreen pun berbalik namun sedetik kemudian dia memekik kaget karena terjatuh diatas lantai. Suara bedebum pun terdengar di rumah yang mayoritas terbuat dari kayu.

"Princess!" seru Collin yang melihat Mahreen tergeletak diatas karpet tebal. "Kamu baik-baik saja?"

Mahreen meringis kesakitan sambil memegang pinggulnya. "Sakiiitttt!"

Collin membantu Mahreen untuk bangun dan memeriksa kondisi gadis itu. Dia takut kepala Mahreen menghantam lantai.

"Kamu ngapain?" tanya Mahreen sambil menatap Collin.

"Memeriksa apakah kepalamu benjol atau tidak," tanya Collin sambil tersenyum.

Mahreen menatap datar. "Kepalaku aman saja, terima kasih."

Collin mencium bibir Mahreen lembut. "Jangan jatuh dong."

"Bagaimana aku tidak jatuh? Aku tidur di sofa! Bagaimana bisa aku tidur di sini?" Mahreen menatap Collin. "Kenapa aku di sini?"

"Semalam kamu menjadi Sleeping Beauty saat aku membacakan cerita The Broken Sword. Aku tidak tega membangunkan kamu," jawab Collin.

"Jadi ... semalam aku tidur dengan kamu di sini?" tanya Mahreen.

"Benar."

"Semalaman?" Mata hijau Mahreen menatap mata abu-abu Collin.

"Benar." Collin mencium bibir Mahreen lagi.

"Collin ...."

"Ya Princess?"

"Aku belum gosok gigi!"

***

Pagi di Cork dimulai dengan aroma roti panggang, telur orak-arik, dan sosis yang memenuhi dapur kecil rumah keluarga Collin.

Mahreen duduk di meja makan sambil memperhatikan Collin yang mengenakan celemek bergambar domba dengan tulisan "Kiss the Cook".

"Jangan bilang celemek itu memang milikmu," goda Mahreen sambil menahan tawa.

Collin mengangkat bahu. "Warisan keluarga. Kata ibuku, pria yang bisa memasak lebih sulit ditinggalkan."

Mahreen terkekeh. "Kalau masakannya gosong?"

"Itu namanya ujian cinta."

Mahreen mengambil sepotong roti dan mencicipinya. Matanya langsung berbinar.

"Enak!"

"Tentu saja. Aku memasaknya dengan resep turun-temurun."

"Lalu kenapa selai jeruknya masih dalam botol?"

"Itu... resep supermarket."

Mereka sama-sama tertawa.

Setelah sarapan habis, Collin membawa dua cangkir teh hangat.

"Bagaimana kalau hari ini kita berkendara ke Waterford?" usulnya.

"Yang terkenal dengan kristalnya itu?"

"Benar. Jalannya juga indah. Kita bisa menikmati pedesaan Irlandia."

Mahreen mengangguk antusias. "Kalau begitu ayo! Tapi aku yang jadi DJ di mobil."

Collin menyipitkan mata. "Selama bukan lagu yang membuatku mengantuk."

"Lagu pilihanku berkualitas."

***

Tak lama kemudian mereka melaju dengan mobil melewati jalan-jalan pedesaan yang dipenuhi hamparan rumput hijau dan kawanan domba.

Mahreen membuka jendela sedikit. "Udara di sini segar sekali."

"Itu karena belum dicampur polusi kota."

Beberapa menit kemudian, Mahreen mulai memutar daftar lagunya.

Tiba-tiba terdengar lagu pop ceria dengan volume maksimal. Collin refleks mengecilkan suara.

"Kenapa dikecilkan?" Mahreen menatap Collin dengan wajah cemberut yang dibuat sok imut.

"Aku masih ingin mendengar suara mesin mobil. Kalau sampai mogok, kita tahu penyebabnya bukan musikmu." Collin tersenyum manis sambil mencium pipi gadis itu.

Mahreen mencubit lengan Collin pelan. "Ih! Jahat."

Sesaat kemudian mereka melewati sekawanan domba yang menyeberang jalan.

Collin mengerem perlahan."Lihat, macet."

Mahreen melihat ke depan lalu tertawa. "Ini macet paling lucu dan iconic yang pernah kulihat."

Salah satu domba berhenti tepat di depan mobil dan menatap Collin tanpa bergerak.

Collin membuka sedikit kaca jendelanya. "Permisi, Tuan Domba. Kami punya jadwal."

Domba itu malah mengembik keras.

Mahreen tertawa sampai memegangi perutnya. "Kurasa dia menolak permintaanmu."

"Aku kalah debat dengan seekor domba."

Setelah "rapat" para domba selesai, perjalanan mereka kembali berlanjut menuju Waterford, diiringi tawa yang tak kunjung reda. Bagi Mahreen, perjalanan itu bukan hanya tentang tujuan, melainkan tentang menikmati setiap momen konyol bersama Collin yang selalu berhasil membuatnya tersenyum.

***

Waterford Irlandia

Mobil yang dikendarai Collin melaju perlahan memasuki kota Waterford. Bangunan-bangunan tua dari batu, jalanan yang bersih, dan Sungai Suir yang membelah kota menghadirkan suasana tenang yang membuat Mahreen tak henti menoleh ke luar jendela.

"Wah... cantiknya," gumam Mahreen dengan mata berbinar. "Rasanya seperti masuk ke dalam kartu pos."

Collin tersenyum melihat kekaguman wanita di sampingnya. "Waterford memang salah satu kota favoritku. Tenang, tapi punya sejarah yang panjang."

Mereka berjalan bergandengan menyusuri jalan berbatu di pusat kota. Sesekali Mahreen berhenti untuk memotret bangunan tua, etalase toko kristal yang berkilauan, dan bunga-bunga warna-warni yang menghiasi sudut jalan.

"Aku ingin mengingat semuanya," kata Mahreen sambil memperlihatkan hasil fotonya kepada Collin.

"Kalau begitu, kita harus kembali lagi suatu hari nanti."

Mahreen menggeleng pelan sambil tersenyum jahil. "Kenapa nanti? Aku maunya sekarang."

Collin mengernyit bingung. "Sekarang bagaimana?"

Mahreen menatapnya penuh harap. "Collin... boleh nggak kita menginap semalam di Waterford? Besok baru lanjut perjalanan."

Collin tertawa kecil. "Kupikir permintaannya aneh."

"Jadi... boleh?" tanya Mahreen berharap.

"Boleh, tentu saja. Aku juga tidak keberatan menikmati kota ini lebih lama."

Wajah Mahreen langsung berseri-seri. Tanpa sadar ia meraih tangan Collin dan menggenggamnya erat. "Terima kasih."

"Untuk apa berterima kasih?" tanya Collin bingung.

"Karena kamu selalu berusaha membuat perjalanan ini menyenangkan." Mahreen menatap Collin penuh cinta

Collin menatap Mahreen dengan lembut. "Bagiku, yang membuat perjalanan ini menyenangkan bukan kotanya."

Mahreen memiringkan kepala. "Lalu?"

"Kamu." Collin sedikit menggombal.

Mahreen tersipu. Pipinya memerah, sementara senyumnya semakin lebar. "Dasar... pintar sekali bikin aku malu."

Mereka pun tertawa bersama sebelum mencari sebuah hotel kecil yang menghadap sungai. Menjelang senja, keduanya duduk di bangku tepi Sungai Suir, menikmati langit yang perlahan berubah jingga.

Tanpa banyak kata, Collin merangkul bahu Mahreen dengan lembut. Mahreen menyandarkan kepalanya di bahu pria itu, menikmati kehangatan yang sederhana namun begitu berarti.

"Aku harap perjalanan ini tidak cepat berakhir," bisik Mahreen.

Collin mengecup lembut puncak kepala Mahreen. "Selama kamu masih ingin berjalan bersamaku, aku akan selalu menemanimu."

Di bawah langit senja Waterford, keduanya terdiam dalam kebersamaan yang nyaman, seolah waktu sengaja melambat agar mereka dapat menikmati setiap detik perjalanan romantis itu.

***

Yuhuuu up Siang yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Ninik Rochaini
nah...rasain tuh Collin 🤣🤣🤣
Ninik Rochaini
🤣🤣🤣🤣...kasihan Collin 🤣🤣
Ninik Rochaini
woooww...kena banting nih🤭
Ninik Rochaini
Eman ATM e ilang...kawal trs Lange
Ninik Rochaini
weeehhh...di kuntit nih...
Ninik Rochaini
hmmm ..nasi Padang emang joss😍
Ninik Rochaini
kurang dingin Collin ny
Ira Resdiana
bukannya udh pernah ketemu lgs ya 4tahun lalu..
Hana Reeves: sudah nggak ketemu lagi selama itu jadi berubah dikit
total 1 replies
Ira Resdiana
naaah ini... Collin Lange .. samaan lah tu namanya udh nyerempet² gt wkwkwkwkwkw
Atiek Endang Mintarti
lisensi to kill??
kayak jam3s bond dong😄
Hana Reeves: 🤣🤣🤣. mamaciiihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Citra Julinar
❤❤❤🌹🌹🌹🌹
Hana Reeves: mamaciiihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Sita Diah Aviantie
typo 'Mahreen'
amilia amel
selamat ya marning dan Collin
duh bahagianya papanya Kenz dan Elina jadi role model suami idaman para gadis Pratomo
D_wiwied
akhirnya sah juga ya kalian berdua, happy wedding semoga samawa..
dok Lucky makin songong tu dijadiin role model pria ter green flag se klan Pratomo 😆🤭
Yuli Budi
samawa marning collin ..
Elsa Fanie
saking girang dan kembang kempis sampe tersandung y daysi 🤣🤣🤣🤣🤣,cuma JD Role model j kok, selamat marning jagung dan Collin cool samawa y
Ebhot Dinni
selalu 👍
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ebhot Dinni
happy wedding marning SM collin 🥰
Fitriana Muflihatul Afidah
yaah tamat dech.... next story
Marsiyah Minardi
Yeeeee Dok Lucky tersanjung sampai langit ke 7 ga tuh jadi idola ,jadi role model para ciwi ciwi high class klan Pratomo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!