NovelToon NovelToon
MENIKAH DENGAN LUKA

MENIKAH DENGAN LUKA

Status: tamat
Genre:Single Mom / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Delvi Binti

Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari-hari yang terusik 2

malam itu menjadi malam yang sangat menyedikan bagi Ara dan juga nenek nya sebab mereka tak menyangka ada orang yang setengah itu pada mereka, mereka hanya ingin hidup dengan damai tapi entah mengapa dunia seakan tidak merestui itu.

" malam ini kamu sama nenek nginep di rumah aku aja, biar aku tidur di rumah kang Asep malam ini,urusan rumah ini besok aja kita pikirkan" ucap Dimas saat keadaan mulai tenang.

akhirnya semua orang yang membantu memadamkan api rumah itu satu persatu kembali ke rumah mereka masing-masing, begitupun Dimas, ara nenek dan juga ibu nya Dimas, malam itu akhirnya Ara bersama nenek nya terpaksa tidur di rumah Dimas.

Sementara itu tante Rianti yang berhasil sampai di rumah nya, mencoba mencoba mengobati luka bakar yang ada di kaki nya tadi.

" ahhh sialan, sakit banget kaki saya ini gara - gara warga sialan itu kenapa sih mereka harus datang,pasti sekarang Ara sama nenek tua itu panik dan nggak tau mau tinggal di mana " ucap Tante Rianti,

Sementara itu di rumah Dimas, Ara dan nenek sudah di persilahkan untuk masuk ke rumah dan ibu Dimas menyiapkan kamar untuk mereka tidur, melihat hal itu Ara merasa sangat tidak enak hati, ia merasa hanya bisa menjadi beban bagi Dimas dan juga ibunya.

" tante maafin Ara yaa, Ara cuma bisa jadi beban untuk Dimas dan juga tante dan gara-gara Ara rumah kalian di bakar orang dan sekarang Ara harus numpang di rumah tante." ucap Ara pada ibu Dimas.

" kamu nggak salah nak, dan kamu bukan beban untuk kami tante tau rasanya jadi kamu saat ini tante malah bangga sama kamu kamu kuat jalanin semua cobaan ini,sekarang kamu sama nenek istirahat nggak usah mikirin soal rumah itu,nanti kita perbaiki pelan-pelan." jawab ibu Dimas

Sementara di rumah Asep, Dimas duduk di kursi ruang tamu dengan raut wajah yang bingung.

" kenapa Dim kok ngelamun gitu." ucap Asep yang berhasil membubarkan lamunan Dimas.

" aku lagi mikirin siapa yaa kira-kira orang yang sudah membakar rumah tempat Ara dan nenek nya tinggal itu, dan apa alasan nya. " jawab Dimas

" mungkin ada yang tidak suka dengan kedekatan kalian saat ini, atau mungkin si Ara punya musuh."

" saya juga tidak tu Sep, tapi kamu tadi ikut ronda kan apa kamu liat ciri-ciri orang yang bakar rumah itu."

"Nggak Dim soalnya orang itu pake topeng, tapi kalau dari postur tubuh nya kaya nya dia perempuan Dim."

mendengar itu Dimas hanya bisa memikirkan satu orang Tante Rianti, karna Dimas yakin tidak mungkin jika itu Sarah sebab saat ini Sarah masi mendekap di penjara, dan hanya tante Rianti yang akan tega melakukan itu.

keesokan pagi nya Ara bangun paling Awal lalu mengerjakan pekerjaan rumah mulai dari menyapu, mengepel, mencuci piring, menyiapkan sarapan, semua nya di kerjakan Ara sebelum semua orang di rumah itu bangun.

Saat ibu Dimas akhirnya bangun Ia terkejut melihat rumah yang sudah dalam keadaan rapi dan bersih makanan sudah tersedia di atas meja makan, halaman rumah yang sudah rapi dan bersih, Baju kotor yang sudah di cuci hati Ibu Dimas merasa senang melihat itu, Ia merasa bahwa Dimas memilih orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya nanti.

" ee tante sudah bangun, maaf ya tante gara-gara Ara ribut di dapur jadi Tante kebangun." ucap Ara dari arah dapur dan membawa gelas berisih teh hangat.

" ngga kok Ara, justru tante yang nggak enak massa sebagai tamu kamu malah ngerjain semua pekerjaan rumah sih." jawab ibu Dimas

" nggak apa-apa tante hitung-hitung ini sebagai tanda terimakasih Ara dan juga permohonan maaf Ara untuk tante dan Dimas."

Akhirnya Dimas pun pulang ke rumah nya saat ia memasuki rumah nya, aroma nasi goreng yang lezat sudah memenuhi ruang makan, dan di sana berdiri dua orang wanita yang Ia sayangi Ara dan juga ibu nya.

" ee Dim kamu sudah pulang, kamu mau mandi dulu atau mau langsung sarapan aja, ini calon istri kamu sudah masak nasi goreng loh dan keliatan enak banget." ucap sang ibu ketika melihat Dimas.

" iya ibu aku udah pulang, hmm kayanya aku mandi dulu de biar agak segar gitu." jawab Dimas pada sang ibu.

" yaudah kamu mandi sana." ucap Ibu nya Dimas.

Dimas pun akhirnya berlalu masuk ke kamar mandi untuk mandi, sementara ibu nya menyuruh Ara untuk memanggil nenek nya agar bisa sarapan bersama nantinya.

" nenek sudah bangun, kita sarapan dulu yuk ibu nya Dimas sudah menunggu di meja makan." ucap Ara kepada sang nenek , mereka akhirnya berjalan ke meja makan lalu duduk bersama, setelah beberapa menit Dimas akhirnya selesai mandi dan bergabung bersama mereka.

" hmm nasi goreng ini enak banget ya. " ucap Dimas memuji masakan sang kekasih.

" oo berarti selama ini masakan ibu nggak enak ya soalnya kamu nggak pernah muji masakan ibu." jawab sang ibu yang mulai mengoda Ara dan juga Dimas.

" nggak gitu ibu, masakan ibu juga enak kok ." mereka lalu tertawa suasana pagi di rumah itu sangat harmonis dan di penuhi canda tawa.

" oo iya, kata Asep kalau di liat dari postur tubuh orang yang ngebakar rumah kita itu bisa dipastikan perempuan." ucap Dimas

" perempuan?, kok bisa sih dia sejahat itu apa kamu mencurigai seseorang Dimas."

" hmmm, maaf ya Ara dan nenek aku nggak ada maksud apa-apa tapi aku punya firasat kalau itu tante Rianti, karna hanya dia satu-satunya orang yang punya motif buat ngelakuin itu."

" hmmm, aku juga curiga sama tante Rianti, karna yang nggak suka sama hubungan kita dan juga nggak suka sama aku cuma tante Rianti, nggak mungkin kan Sarah dia aja masi di penjara saat ini." jawab Ara

" tapi untuk saat ini kita nggak bisa ngelakuin apa-apa karna kita nggak punya bukti kuat untuk membuktikan kalau tante kamu adalah pelakunya." ucap Ibu Dimas.

"pagi ini aku Asep sama Doni bakalan ke rumah itu buat ngecek kerusakan nya. dan siapa tau aku bisa menemukan bukti di sana. " ucap Dimas

" aku ikut yaa aku juga mau liat gimana keadaan rumah kamu,nenek nggak apa-apa kan kalau aku tinggal sebentar sama ibunya Dimas." ucap Ara

" nggak apa-apa kok nak, kamu nggak usah khawati rin nenek." jawab nenek Ara.

Setelah mereka selesai sarapan akhirnya Dimas dan Ara berangkat ke rumah lama Dimas itu.

1
falea sezi
kurang ajar rianty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!