Di tengah puing-puing yang membara, takdir mempertemukan Rangga dengan sosok misterius, Pertapa Gila Tanpa Tanding. Sang pertapa bukanlah orang sembarangan; di balik pakaian compang-camping dan tawa yang nyeleneh, ia adalah pemegang rahasia Pedang Naga Emas Seribu Langit, pusaka sakti yang konon mampu membelah awan dan menggetarkan bumi. Rangga kemudian dibawa ke lereng Gunung Kerinci yang berselimut kabut, sebuah tempat terpencil di mana waktu seolah berhenti berputar.
Selama lima belas tahun, Rangga dididik dengan keras di bawah gemblengan sang Pertapa Gila. Ia tidak hanya belajar olah kanuragan dan ilmu meringankan tubuh yang membuat gerakannya seringan kapas, tetapi juga ditempa secara spiritual untuk mengendalikan api dendam yang membara di dadanya. Sang pertapa mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada tajamnya bilah pedang, melainkan pada kemampuan hati untuk tetap tegak di jalan kebenaran. Rangga tumbuh menjadi pemuda yang gagah perkasa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Idwan Virca84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : BAYANG-BAYANG MACAN HITAM
Dunia persilatan tidak lagi seperti dahulu
Pada masa lampau para pendekar menjunjung tinggi kehormatan dan aturan perguruan dijaga dengan ketat sehingga keseimbangan antara golongan putih dan golongan hitam tetap terpelihara walaupun pertikaian sesekali masih terjadi
Namun perlahan semua itu berubah
Jalan-jalan dagang yang dahulu ramai kini mulai lengang para pedagang tidak lagi berani melakukan perjalanan jauh tanpa pengawalan yang kuat desa-desa kecil hidup dalam kecemasan dan setiap malam pintu rumah ditutup rapat sebelum gelap benar-benar turun
Perampokan terjadi di berbagai tempat dan kelompok-kelompok bersenjata muncul tanpa asal usul yang jelas mereka tidak hanya merampas harta tetapi juga menculik bahkan membunuh tanpa rasa takut seolah tidak ada lagi hukum yang mampu menahan mereka
Yang lebih mengkhawatirkan semua itu tidak terjadi secara acak melainkan seperti diatur oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat
Nama yang mulai beredar dari mulut ke mulut diucapkan dengan suara lirih penuh ketakutan adalah satu
Sokananta
Namun dunia persilatan lebih mengenalnya dengan sebutan Macan Hitam
SOSOK YANG TAK TERLIHAT
Tidak banyak orang yang benar-benar pernah melihatnya secara langsung sebagian besar hanya mendengar cerita yang dibawa oleh mereka yang selamat dengan wajah pucat dan suara gemetar
Konon setiap kali Macan Hitam muncul suasana di sekitarnya berubah angin berhenti berembus suara serangga menghilang dan alam seolah menahan napas
Setelah itu tidak ada yang tersisa selain kematian
Ia tidak pernah mendirikan perguruan besar dan tidak pula mengaku sebagai pemimpin suatu aliran namun pengaruhnya menyebar luas tanpa dapat dibendung
Kelompok perampok yang merajalela pendekar yang berubah kejam dan perguruan yang terseret ke jalan sesat semua itu perlahan mengarah pada satu nama
Macan Hitam
BAYANGAN DI BALIK BAYANGAN
Namun di balik nama besar itu terdapat sosok lain yang lebih gelap dan lebih sulit dipahami
Namanya jarang disebut dan sebagian orang menganggapnya hanya dongeng yang dibuat untuk menakut-nakuti
Raja Dewa Angkara
Ia tidak pernah menampakkan diri tidak mencari nama dan tidak bergerak di permukaan namun pengaruhnya terasa merayap perlahan seperti racun
Aliran sesat yang mengandalkan pengorbanan manusia mulai bermunculan ritual-ritual aneh dilakukan di tempat tersembunyi dan beberapa desa lenyap tanpa jejak hanya menyisakan cerita yang sulit dipercaya
Semua itu dikaitkan dengan satu nama
Raja Dewa Angkara
Namun yang lebih mengejutkan ia bukanlah pemimpin utama melainkan bagian dari kekuatan yang lebih besar
Ia hanyalah tangan yang bekerja di bawah bayang-bayang Macan Hitam
KEGONCANGAN GOLONGAN PUTIH
Perubahan besar itu tidak luput dari perhatian para sesepuh dunia persilatan
Perguruan-perguruan besar mulai merasakan tekanan serangan datang tanpa peringatan dan tidak sedikit yang hancur dalam waktu singkat
Para sesepuh yang dahulu disegani satu per satu gugur ada yang tewas dalam pertempuran terbuka dan ada pula yang menghilang tanpa jejak seolah ditelan bumi
Sebagian memilih menutup diri bertahan di tempat terpencil dan menghindari benturan langsung dengan kekuatan gelap yang semakin besar
Namun semakin lama keadaan semakin jelas bahwa semua itu tidak bisa dibiarkan
Jika terus berlanjut maka keseimbangan dunia persilatan akan runtuh sepenuhnya
HARAPAN YANG MULAI MUNCUL
Di sebuah tempat yang tersembunyi beberapa sesepuh golongan putih berkumpul dalam keheningan tanpa kemewahan tanpa kebesaran hanya wajah-wajah tua yang menyimpan luka dan pengalaman panjang
Salah seorang di antara mereka membuka suara dengan nada pelan
"Apa yang kita khawatirkan akhirnya terjadi!"
Yang lain mengangguk perlahan
"Kita telah kehilangan terlalu banyak jika keadaan ini terus berlanjut tidak akan ada lagi yang mampu menahan golongan hitam."
Suasana kembali hening hingga seorang sesepuh tua mengangkat wajahnya dan berkata dengan suara dalam
"Masih ada harapan!"
Semua mata tertuju kepadanya
Selama dunia persilatan masih melahirkan pendekar harapan itu tidak akan benar-benar hilang
"Siapa yang kau maksud?"
"Ada seorang pemuda namanya mulai terdengar di beberapa tempat kemampuannya tidak biasa dan ia memiliki hubungan dengan seseorang yang selama ini tidak tersentuh dunia persilatan."
"Siapa dia?"
Sesepuh tua itu menatap jauh seolah melihat sesuatu yang tidak terlihat
"Rangga Nata!"
TAKDIR YANG PERLAHAN TERBUKA
Di saat para sesepuh membicarakan namanya Rangga Nata sendiri tidak mengetahui apa-apa
Ia masih berjalan sebagai pengembara melangkah dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan yang hanya ia sendiri yang tahu
Namun di balik ketenangan itu tersimpan luka yang tidak pernah sembuh
Ia mencari seseorang
Seseorang yang telah merenggut ayah dan ibunya
Orang itu adalah Macan Hitam
Tanpa disadari langkah Rangga perlahan mendekati pusat badai yang sedang mengguncang dunia persilatan
Di tangannya tergenggam sebuah pedang pusaka Naga Emas Seribu Langit
Pedang itu bukan sekadar senjata di dalamnya tersimpan rahasia masa lalu kekuatan yang belum sepenuhnya terungkap dan takdir yang akan menentukan arah dunia persilatan
Angin malam berembus dingin awan gelap mulai berkumpul di atas pegunungan Balakambang
Rangga masih melangkah tanpa menyadari bahwa dirinya kini telah menjadi bagian dari arus besar yang tidak dapat dihentikan
Sementara itu di balik kegelapan sepasang mata perlahan terbuka tatapannya dingin dan senyumnya tipis
Badai besar telah mulai bergerak
Bersambung… 🔥