NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Percintaan Konglomerat / Romansa
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

Di mata dunia, aku adalah Nyonya Kalandra yang terhormat. Di mata suamiku, aku hanyalah penipu yang menjijikkan."

​Dua tahun Isvara bertahan dalam pernikahan dingin karena sebuah Perjanjian Pra-Nikah yang membelenggunya. Andra, suaminya yang dulu memujanya, kini hanya menyisakan kebencian sedalam samudra setelah rahasia identitas Isvara terbongkar.

​Andra tidak tahu, di balik aura tegas Isvara yang disegani banyak orang, jantung wanita itu sedang menghitung mundur sisa detaknya. Isvara tidak butuh dimaafkan, dia hanya ingin bertahan sampai napas terakhirnya habis tanpa ada yang perlu merasa kehilangan.

​Saat Isvara akhirnya menyerah dan berhenti membujuk, mampukah Andra tetap membencinya ketika menyadari bahwa "penipuan" terakhir Isvara adalah menyembunyikan kematiannya sendiri?

​"Kebencianmu adalah alasan jantungku masih berdetak, Andra. Tapi sekarang, aku sudah lelah."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Dibalik Nafas Terakhir Isvara

​Isvara akhirnya menghirup udara bebas setelah satu minggu terkurung dalam aroma antiseptik rumah sakit. Meskipun wajahnya masih pucat dan langkahnya belum sepenuhnya stabil, ia menolak untuk kembali ke rumah besar keluarga Prayudha tempat yang ia tahu hanya akan memberikan tekanan tambahan bagi jantungnya yang baru saja pulih. Ia memilih apartemen pribadinya, sebuah unit kelas atas dengan privasi tinggi yang ia beli dari hasil keringatnya sendiri sebagai arsitek dan pengusaha, jauh sebelum nama "Prayudha" tersemat di belakang namanya.

​Namun, ketenangan yang ia cari hancur seketika saat SUV yang dikemudikan Sinta berhenti di lobi. Di sana, berdiri tiga orang yang wajahnya sangat ia kenali, namun kehadirannya selalu membawa mendung hitam dalam hidup Isvara. Ayah, Ibu, dan kakak perempuannya, Sekar. Mereka terlihat gelisah sekaligus penuh amarah.

​Seorang petugas keamanan apartemen langsung menghampiri Isvara dengan raut wajah cemas. "Selamat siang, Nona Isvara. Maaf mengganggu, tapi orang-orang ini sudah menunggu sejak pagi dan mengaku sebagai keluarga Nona. Karena mereka tahu nomor unit Anda, kami sempat ragu untuk mengusir."

​Isvara menatap ketiga orang itu dengan tatapan kosong, seolah melihat tumpukan debu di lantai marmer. "Mereka bukan keluarga saya, Pak," ucap Isvara datar, suaranya dingin tanpa intonasi. "Tapi saya mengenal mereka. Tolong izinkan kami menggunakan ruang pertemuan di lobi ini. Saya tidak ingin mereka mengotori udara di unit saya."

​Ibu Isvara, seorang wanita paruh baya yang masih terlihat modis namun guratan wajahnya penuh dengan rasa iri, langsung meledak. Ia hendak memaki, namun Isvara mengangkat tangannya, memberikan isyarat tutup mulut yang mutlak.

"Simpan suaramu untuk di dalam ruangan. Jangan mempermalukan diri sendiri di depan publik jika masih punya sisa harga diri."

​Sinta dan Rima saling bertukar pandang. Mereka membatalkan niat untuk menurunkan barang-barang Isvara. Sinta segera menghubungi seseorang tim hukum Isvara sementara Rima menjaga jarak di belakang Isvara, siap siaga jika bosnya yang baru saja keluar dari ambang kematian itu tiba-tiba jatuh lemas.

​Di dalam ruang pertemuan yang tertutup rapat, suasana terasa begitu mencekam. Isvara duduk di kursi tunggal, sementara ketiga orang itu berdiri di depannya. Isvara tidak suka basa-basi. "Ada apa? Berapa banyak utang yang Sekar buat kali ini sehingga kalian harus mencari saya?"

​"Kurang ajar kamu, Isvara!" Ibunya langsung berteriak, sumpah serapah meluncur deras dari bibirnya. "Kamu itu anak tidak tahu diri! Sudah jadi orang kaya, sudah masuk keluarga Prayudha, tapi membiarkan orang tuamu sendiri hidup susah! Kamu pikir kamu siapa? Kamu itu lahir dari rahimku!"

​Isvara hanya diam, matanya beralih ke arah Sekar yang hanya menunduk, tidak berani menatap mata adiknya. Isvara membiarkan ibunya mengoceh selama beberapa menit sampai wanita itu kehabisan napas karena emosi.

​"Sudah capek mengumpatnya?" tanya Isvara tanpa embel-embel panggilan 'Ibu'. "Minimal punya muka sedikit jika mau menemui saya yang notabennya tidak ada hubungan apa-apa dengan kalian lagi."

​Ayah Isvara yang sedari tadi diam akhirnya ikut bicara dengan suara berat yang mengancam. "Bagaimanapun, kami ini orang tuamu, Isvara! Jangan jadi anak durhaka. Kamu bisa ada di posisi ini karena kami!"

​Isvara tertawa pendek suara tawa yang lebih terdengar seperti sayatan sembilu. "Karena kalian? Kalian membuang saya ke panti asuhan saat saya masih kecil. Itu tandanya saya sudah yatim piatu sejak hari itu. Saya hanya punya Bunda Neli yang mengurus saya di panti, bukan kalian. Jadi, simpan drama orang tua itu untuk orang lain yang cukup bodoh untuk mempercayainya."

​Isvara kemudian menatap Sekar dengan tajam. "Dan untuk kamu, Sekar. Kalau mau bikin ulah, minimal punya uang dan tahta. Jadi saat orang tuamu harus menyelesaikan masalahmu, mereka tidak akan mencari kambing hitam untuk dikorbankan. Berhenti menjadi parasit!"

​"Ini namanya azab untukmu, Isvara!" sang ibu kembali menyela dengan nada kemenangan yang aneh. "Lihat dirimu sekarang, tidak diterima di keluarga suaminya sendiri. Itu karena kamu memang pembohong dan anak durhaka! Bagus kalau Andra tidak menganggapmu, karena kamu memang tidak pantas!"

​Wajah Isvara mengeras. Kata-kata itu mengenai luka yang baru saja dibuat oleh keluarga Prayudha. "Satu hal lagi," ucap Isvara, suaranya kini merendah namun sangat mengancam. "Kalian tidak punya hak menemui saya. Jangan sampai saya membuat kalian benar-benar menjadi gembel di jalanan Jakarta. Kemunculan kalian sudah membuat hubungan rumah tangga saya dan Andra cukup berantakan. Jadi, stop cari gara-gara dengan saya!"

​Sinta yang sudah tidak tahan melihat bosnya ditekan, langsung pasang badan. Ia maju satu langkah dengan wajah garang. "Tuan dan Nyonya, perlu saya ingatkan. Nona Isvara memiliki bukti transfer selama bertahun-tahun yang menunjukkan betapa dia sudah cukup 'berbakti' dengan membayar utang-utang Anda. Jika Anda tidak pergi sekarang, saya pastikan laporan pencemaran nama baik dan pemerasan akan sampai ke meja polisi sebelum matahari terbenam. Nona saya baru saja bertaruh nyawa di rumah sakit, dan kalian datang hanya untuk menjadi lintah? Pergi!"

​Isvara bangkit berdiri dengan perlahan, meskipun kepalanya terasa sedikit berputar. Ia hendak meninggalkan ruangan, namun menghentikan langkahnya tepat di depan ibunya. "Tolong jangan berdrama setelah ini dengan menemui anggota keluarga suami saya. Jika saya tahu kalian mengemis atau bicara pada Mama Wina atau Arini, saya pastikan kalian tidak akan punya tempat tinggal lagi untuk berteduh."

​Tanpa menoleh lagi, Isvara keluar dari ruangan itu dengan langkah anggun yang dipaksakan, didampingi oleh Sinta dan Rima yang menjaganya dari kedua sisi.

​Saat akan keluar dari lobi menuju area lift yang berbeda, pengelola apartemen tampak berlari kecil menghampiri Isvara dengan wajah pucat pasi. "Nona Isvara, saya benar-benar minta maaf. Ada keteledoran dari staf kami sehingga orang-orang tadi berhasil mengetahui nomor unit dan mendapatkan akses masuk ke area tunggu privat. Kami sangat menyesal atas gangguan ini."

​Isvara berhenti sejenak, menatap manajer pengelola itu. "Ini bukan sepenuhnya kesalahan Anda, tapi keteledoran tim saya yang tidak menyapu bersih jejak masa lalu saya. Namun, saya tidak akan menjual unit saya di sini. Saya menghargai kerja keras kalian selama ini. Mungkin nanti salah satu karyawan saya yang akan menempati unit ini, karena saya akan pindah ke tempat yang lebih privat."

​Rima langsung berbisik di sampingnya. "Unit apartemen baru yang jauh lebih privat sudah siap, Bu. Aksesnya langsung menggunakan biometrik wajah dan tidak tercatat di database umum."

​Isvara mengangguk kecil. Di lobi itu, orang-orang yang lewat berbisik-bisik, menatap Isvara dengan kagum sekaligus segan. Mereka melihat sosok wanita yang tetap berdiri tegak meski baru saja dihantam badai keluarga dan penyakit jantung. Nama Isvara memiliki pengaruh besar; ia dihormati bukan karena ia adalah istri seorang Andra Prayudha, tapi karena ia adalah Isvara Kalandra wanita yang membangun kerajaannya sendiri dari nol setelah dibuang oleh dunia.

​Sinta segera membukakan pintu mobil yang berbeda untuk membawa Isvara ke lokasi rahasia mereka yang baru. Saat mobil itu melaju, Isvara menyandarkan kepalanya, memejamkan mata erat-erat. Jantungnya berdenyut nyeri, tapi hatinya jauh lebih sakit. Ia tahu, perang dengan Andra belum usai, dan kini masa lalunya baru saja mendeklarasikan perang baru.

1
lin sya
sbnrnya jodohnya isvara siapa thor, gk dewa gk andra , sama2 nykitin, lbih baik isvara fokus sm kesehatannya, sayangi diri sndiri pnting💪
Riza Afrianti
kapan si Andra kena karma nya yaa
Wayan Sucani
Apa hanya saya saja yg menangis..menjadi Isvara sangat menyakitkan...
blcak areng: ya ampun kak, peluk"🫂🫂🫂🫂
total 1 replies
Wayan Sucani
Sungguh sakit jd dirimu Isvara...
Wayan Sucani
Apa yg terjadi dimasa lalu Isvara???. rasanya sesak jd dirimu... tanpa cinta... berusaha kuat... dan baik2 saja...
Aku sesak Isvara...
lin sya
gk tau apa yg ada diotak isvara trllu memaksakan tubuhnya pdhl udh mau tumbang, apa krn judulnya rahasia dibalik nafas terakhir isvara makanya isvara kuat diluar tp rapuh didlm, kacian thor isvara kejayaannya ada ditangan suami angkuhnya bkn ditangan dia sndiri /Whimper/
lin sya
klo isvara bneran dibuat mati oleh tekanan ego andra buat dia bertransmigrasi ke tubuh pemeran lain thor, yg lbih kaya trus byk yg sayang, klo boleh saran ya thor, kacian isvara dibalik sikap dinginnya krn gak mau diksihani atau tdk mau trlihat lemah dia tiap hri hrs sllu kuat, gak suami, gak mertua, gk kluarga kndung gk ada yg beres, klo ditubuh baru kan bsa bls dendam dan bikin andra menyesal atas kematiannya💪/Sob/
blcak areng: Terima kasih ya Kak atas masukannya... nanti bisa jadi bahan pertimbangan 😍
total 1 replies
lin sya
gw bknnya bnci dgn karakter isvara justru kacian dan terkesan krn hebat bertahan dri tekanan org2 toxic disekitarnya, mmpu bertahan dgn pnykit jg bsa pnya karier yg bagus, smga klo lepas dri kluarga suami minimal pnya relasi atau org yg bsa jd pelindung agar ttp smgt hdup/Smile/
lin sya
smgt isvara mental mu kuat sekali plus bsa cerdik mnutupi pnyakit , musuhmu bkn hnya kk dan ibu mu tp kluarga suami mu, kira2 isvara bsa dpt donor jantung gak thor plus bsa kluar dri rmh tangga toxic dan dpt jodoh yg lbih baik bahkan isvara keren menutupi kelemahannya dgn skp dingin dan biar lah dianggap buruk pdhl ia pnya sisi rapuh😍
lin sya: ok kk author💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!