NovelToon NovelToon
Datanglah Padaku

Datanglah Padaku

Status: sedang berlangsung
Genre:Pihak Ketiga / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: vennyrosmalia

Revania Agatha, Ibu muda berusia 32 tahun yang sudah memiliki seorang putra. Terjebak dalam dilema antara bertahan atau pergi disaat rumah tangganya tak lagi membuatnya merasa diinginkan oleh suaminya sendiri.

Nathan Alexander, pria dewasa dan mapan yang masih betah melajang dan disibukkan dengan karir yang dibangunnya. Namun tanpa di duga dirinya justru tertarik pada wanita yang sudah bersuami.

Gimana ya kisahnya, yuk ikutin ceritanya. ☺

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vennyrosmalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 18

Pagi hari Vania tetap melakukan aktifitas seperti biasanya. Dia bangun lebih awal membuatkan sarapan seperti biasanya.

Satria yang memang tidak bisa tidur nyenyak juga sudah bangun dan menghampiri Vania yang sibuk di dapur.

"Vania."

"Aku sudah buatkan sarapan dan kopi kamu." ucap Vania tanpa menoleh pada Satria yang terus memperhatikannya.

"Vania, kita masih harus bicara." bujuk Satria.

Vania menghela nafas kasar sebelum membalikan tubuhnya dan menatap Satria.

"Aku akan bicara kalau kamu setuju bercerai." jawab Vania tegas kemudian berlalu menuju kamar untuk membersihkan diri.

Tidak mau berada di kamar bersama Satria, Vania mengambil baju ganti dan peralatan make up nya ke kamar Resa.

.

.

Setelah Resa masuk ke dalam kelas, Vania mengajak Liliana untuk berbicara di kafe terdekat. Tanpa bisa menahan air matanya Vania menumpahkan tangisnya dalam pelukan Liliana.

Liliana sudah curiga jika Vania memiliki masalah. Tapi Dia tidak memaksa Vania bercerita dan terus berusaha menenangkan Vania yang menangis di pelukannya.

"Ternyata apa yang Kamu katakan waktu itu benar Lili." Lirih Vania setelah puas menangis hingga matanya bengkak.

Liliana menggenggam satu tangan Vania yang terasa dingin.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Liliana.

"Aku ingin bercerai dengan Satria." jawab Vania.

Liliana paham dengan situasi ini. Memang pilihan dalam rumah tangga jika sudah menyangkut dengan orang ketiga pasti ada kemungkinan untuk berpisah.

"Kamu sudah tahu wanita itu siapa?"

Vania mengangguk dan menjelaskan siapa yang sudah menjadi duri dalam rumah tangganya.

"Tapi bagaimana dengan Resa Vania?" Liliana juga ingin Vania memikirkan putra mereka.

Sebab perceraian kedua orang tua sangat berimbas pada psikis anak yang akan jadi korban. Liliana ingin Vania bisa berfikir dampak yang akan terjadi jika mereka bercerai.

"Lalu aku harus apa Lili? Aku bahkan udah gak mau lihat Satria lagi." ungkap Vania pilu.

Pengkhianatan ini sungguh menyakitkan. Jika Satria hanya berselingkuh, Vania bisa saja meminta wanita itu mundur untuk pergi dari sisi suaminya. Tapi nyatanya Satria justru sudah menikahi wanita itu.

"Ya Vania Aku mengerti. Aku akan mendukung apapun yang jadi keputusanmu." putus Liliana dan memeluk kembali Vania untuk memberinya ketenangan.

.

.

ALX Company.

"Kak."

Irene masuk begitu saja ke ruangan Nathan yang sedang sibuk dengan beberapa berkas di meja kerjanya.

"Maaf Bos." ucap Bram yang tidak bisa menghalangi kedatangan Irene.

"Keluarlah Bram." titah Nathan.

Setelah Bram keluar, Nathan beranjak dari kursi kebesarannya dan menyuruh Irene untuk duduk di sofa.

"Ada apa Kamu datang kesini?" Tanya Nathan.

"Kakak jangan pura-pura polos gitu di depan Aku. Gara-gara ancaman Kakak, Suamiku dan Istrinya terancam bercerai." kesal Irene dan membuat Nathan terkekeh.

"Bagus dong kalau mereka bercerai, setidaknya Kamu bukan lagi jadi yang kedua." ucap Nathan santai.

Sebenarnya Irene juga senang-senang saja jika dirinya akan menjadi satu-satunya Istri Satria. Tapi Irene sangat tahu jika Suaminya sangat menyayangi anaknya Resa.

Dan mustahil Satria mau berpisah dengan Vania jika tidak membawa Resa bersamanya.

"Tapi Kak."

"Dengar Irene, jika Satria mau menceraikan Istrinya maka dengan senang hati Aku akan menerima Dia menjadi Iparku." tutur Nathan.

Irene memikirkan matang-matang perkataan ucapan Kakaknya. Dia tentu ingin kembali akur dengan Kakaknya dan menjadi istri satu-satunya Satria.

.

.

"Kalau Istrimu sudah tahu dan meminta cerai, maka ceraikan saja Satria." ucap Daddy Alex.

Satria memang langsung mendatangi Daddy Alex setelah pertengkarannya dengan Vania.

"Aku tidak mau berpisah dengan Resa Dad." jujur Satria.

"Itu hal mudah Satria, Daddy akan membantumu mendapatkan hak asuh atas Resa."

Satria berfikir sejenak. memang Daddy Alex akan membantunya untuk mendapatkan hak asuh Resa. Tapi Satria paham betul bagaimana putranya itu sangat lengket pada Vania.

Ini yang selalu jadi pertimbangan Satria saat memliki rencana untuk melepaskan Vania sedari dulu dan mencoba mengambil hak asuh Resa.

Namun setiap melihat kedekatan Resa dengan Ibunya membuat Satria urung menceraikan Vania.

"Buatlah keputusan yang bijak Satria, karena Kamu tidak menggenggam semuanya dalam satu genggaman." nasihat Daddy Alex.

.

.

Jam makan siang, Nathan mencoba untuk menghubungi Vania. Setelah tahu kabar jika Satria dan Vania akan bercerai, pikiran Nathan justru terus tertuju pada keadaan Vania sekarang.

Panggilan pertama belum di angkat. Nathan kembali mencoba mendial nomor Vania. Namun tetap saja panggilan itu tidak juga di angkat.

Tidak lama ponselnya berdering dan nama Vania muncul di layar ponselnya, membuat Nathan mengulum senyum sesaat sebelum menerima panggilan itu.

"Halo Nathan, maaf tadi aku sedang berada di taksi." ucap Vania di seberang.

"Iya Vania tidak masalah." jawab Nathan padahal Dia sendiri sempat kesal karena hanya Vania yang tidak langsung menjawab telepon darinya.

"Ada apa menelpon Nathan?" tanya Vania.

"Aku cuma mau memastikan besok Kita jadi pergi kan."

Vania diam, Nathan pun menunggu jawaban Vania.

"Tentu Nathan, Kita bisa pergi besok."

Nathan hampir saja bersorak karena senang, tapi Nathan berusaha untuk tetap tenang agar Vania tidak curiga.

"Kalau begitu, besok Aku akan menjemputMu."

"Tidak Nathan jangan jemput ke rumah, Aku akan mengabari tempat Kita bertemu."

Nathan pun setuju dan tidak memaksa Vania untuk hal itu. Panggilan berakhir saat Vania mengatakan akan menggantikan Resa baju.

.

.

Vania melamun setelah mengakhiri panggilannya dengan Nathan. Entah apa yang ada di pikirannya sampai Dia menerima begitu saja untuk pergi bersama Nathan.

Yang pasti Nathan butuh pelarian dari masalahnya sekarang. Dan satu kebetulan Nathan tiba di saat yang tepat. Vania tidak mau memikirkan ini benar atau salah. Karena jika ini salah pun Vania sudah tidak peduli lagi.

.

.

......................

1
Indah Tuk Di Kenang
sakitya thorrr liat satria bahagia 😭😭semangat up therusss thorrr👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!