Gavin terpaksa harus menelan Pil pahit,ketika ia tidak bisa mewujudkan mimpinya untuk menikahi sang kekasih yang sudah dipacarinya selama 4 tahun.karna orang tua seila sang kekasih meminta mahar yang besar yang tidak bisa dipenuhi oleh Gavin.
ditengah kegalauannya orang tua Gavin malah semakin mendesak anaknya untuk menikahi anak dari sang sahabat karna merasa berhutang janji.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab34
" Kamu kan yang mengambil tas aku didalam tas itu ada beberapa berkas yang sangat penting untuk saya."
Masih belum ada Jawaban dari Alina,ia masi diam berusaha menormalkan detak jantungnya yang berdegup lebih kencang.
" Katakan cepat dimana kamu menyimpan berkas penting itu berikan padaku."
Alina masih diam.
" Apa kamu mau menukarkan berkas itu dengan uang katakan saja.katakan saja berapa nominal yang kau minta."
" Aku tidak butuh uang"
" Lalu kau mau apa katakan jangan membuang buang waktu ku dengan omong kosong yang seperti ini."
"Jika tuan Jeff mau berkas itu kembali ke tangan tuan Jeff saya ada beberapa persyaratan untuk tuan."
" Apa."
Jeff mengempalkan tangannya dengan wajah merah padam.
" Ia tuan Jeff harus melakukan beberapa persyaratan dari ku dan jika tuan Jeff berhasil melakukan apa yang aku inginkan.maka aku akan mengembalikan berkas berkas itu."
" Berani beraninya kau melakukan hal itu padaku." Ucap Jeff dengan satu tangan yang terangkat.hampir saja dia menampar Alina.
Alina seketika mengerjap sedangkan Bimo memegang stir mobilnya erat erat saat melihat Jeff tersulut amarah dari balik kaca spion.
Jeff tersadar ia terlalu terbawa emosi akhirnya ia menurunkan tangannya secara perlahan.
" Katakan apa maumu,apa yang kamu inginkan dariku."
" Baiklah pertama pertama aku ingin tuan Jeff menjemputku setiap pagi untuk pergi bekerja kecafe ewana."
" Dan selama tiga bulan tuan Jeff harus selalu melakukan apa yang aku perintahkan."
" Apa kamu ini gila.aku ini CEO dari perusahaan terkemuka dikota ini,saya pengusaha sukses tidak mungkin aku bisa mengurusim.pekerjaanku sangatlah banyak."
" Baiklah kalau begitu aku tidak akan pernah menyerahkan berkas berkas yang tuan Jeff minta.aku bisa merobek berkas itu atau aku akan menyerahkan berkas berkas itu keperusahaan lain dan sepertinya itu lebih menarik."
Rahang Jeff mengeras jika saja Alina bukan seorang wanita.mungkin saja saat ini dia sudah menghanjarnya habis habisan.
Sedangkan dari balik kaca spion Bimo masih melirik dua orang yang berseteru itu.tatapanya menatap Alina dengan dahi yang mengerenyit.
Jeff melonggarkan dasinya merasa tercekik dengan keadaan ini.
" Baiklah aku setuju dengan persyaratan ini." Ucap Jeff disertai amarah yang tertahan.
Alina tersenyum manis ia mengeluarkan tangan namun uluran tangannya tergantung diudara karna Jeff tak kunjung menyambut uluran tangan itu.
Alina yang tidak suka dengan penolakan Jeff mengambil tangan Jeff dengan paksa lalu menjabatnya.
" Yaampun tangan tuan Jeff halus banget ya."batinya.
Jeff yang merasa risih dengan tatapan, sentuhan dari Alina segera menarik tangannya kembali.hingga hal tersebut menyadarkan Alina dari lamunannya.
" Kalau begitu kasih saya nomor handphone tuan Jeff."
" Bimo kasih nomor kamu bim!"
" Baik tuan."
" Saya tidak mau nomornya Bimo saya maunya nomor tuan Jeff kalau tidak mau perjanjian kita batal."
Dengan wajah yang ditekuk Bimo mengambil handphonenya dan memperlihatkan nomor handphonenya pada alina.alina segera mencatat nomor handphone Jeff dengan cepat.
" Selesai.terimakasih tuan Jeff."
Alina turun dari mobil dan menutup pintu mobilnya rapat hanya beberapa detik Alina kembali membuka pintu mobil itu lagi hingga membuat Jeff tersentak kaget dengan apa yang dilakukan oleh Alina.
" Aku tunggu jemputannya besok pagi ya ." Ucapnya ada nada menggoda disana.
Alina kembali menutup pintunya rapat.
Bimo terdiam melihat tingkah laku alina.untuk pertama kalinya ia melihat ada seorang wanita yang terlihat begitu mempermainkan tuanya.
" Bimo jalankan mobilnya kenapa kamu malah diam." Ucap Jeff dengan nada bentakan.
" Maaf tuan."
Bimo segera menginjak gas mobilnya.ia menjalankan mobilnya secara perlahan.
" Tuan sepertinya wanita itu menyukai anda tuan dia memanfaatkan berkas penting itu hanya untuk mendekati tuan."
" Diamlah bim.jangan bicara omong kosong disaat kepalaku rasanya ingin pecah."
" Maaf tuan."
" Kurang ngajar! Berani beraninya wanita itu mempermainkan ku."gerutunya.
Saat mobil Jeff menjauh dari Alina dari balik kaca spion.jeff menatap Alina yang masih diam sambil menatap layar handphonenya sambil senyam-senyum sendiri.
si jef jangan oon ya
oyo yuna semanagt
jef jangn oon jd ceo
lanjut thor ❤️❤️❤️❤️👍👍👍
semangat thor 👍👍👍👍👍