Demi biaya operasi ibunya,kiran menjual sel telurnya.Matthew salah paham dan menidurinya,padahal ia yakin mandul hendak mengalihkan hartanya pada yoris ponakan nya tapi tak di sangka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EPI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Surat peninggalan
Saat ini, Rino dan Reina sudah sampai di rumah utama Andres. Tanpa sepengetahuan kedua anak itu, Matthew menatap anak-anaknya yang baru saja tiba. Melihat jam menunjukkan pukul 02:00, ia bergumam, "Hmm... dari mana mereka?" Ia menatap langit malam lalu kembali tidur.
Sementara itu, Azzahra di rumah singgah merebahkan diri. Air matanya masih mengalir deras, mengingat kedua orang tuanya dibunuh secara tragis. Hingga akhirnya, ia lelah sendiri dan tertidur.
Matahari mulai menunjukkan cahayanya. Azzahra yang tertidur langsung terbangun. Ia berkata pada dirinya sendiri, "Aku harus pulang ke rumah." Ia langsung memesan taksi online. Tak lama, taksi itu datang. Ia segera masuk dan pergi dari rumah singgah itu. Di dalam mobil, air matanya kembali mengalir, merasakan sesak di hati dan pikiran yang tak bisa ia ungkapkan.
"Aku harus kembali ke rumah. Aku harus melihat sisa tubuh Ayah dan Ibu yang dibakar laki-laki itu," ucapnya dalam hati.
Tak lama, ia sudah hampir memasuki gang rumahnya. Ia meminta taksi berhenti di depan gang. Tak ingin gegabah bertindak, dengan hati-hati ia melihat sekeliling. Memastikan tidak ada lagi para penjahat itu, ia bergegas masuk dan berjalan menuju arah belakang tempat ayah dan ibunya dibakar.
"Ayah, Ibu... hiks... hiks... hiks..."
Azzahra begitu terpukul melihat sisa-sisa pembakaran tersebut. Dengan sigap, ia mengumpulkan semua bekas tubuh kedua orang tuanya. Dikumpulkan semuanya, baik potongan daging yang telah gosong, semua dijadikan satu. Lalu, Azzahra meletakkan semua di dalam sebuah kotak kayu kecil. Segera diangkat dan dibawa ke halaman belakang.
Azzahra menguburkannya secara layak. Dengan cangkul, Azzahra berusaha menggali tanah. Merasa sudah cukup dalam, segera ia meletakkan kotak kayu tersebut dan menimbun dengan sangat rapi dan rata, tak berjejak sama sekali.
Dirinya tak ingin ada yang mengetahui peristiwa semalam. Ia tak mau mengambil risiko. Berdiri menatap tanah yang telah ia timbun dengan rapi dan rata, air mata tak lagi tertahan mengalir dengan derasnya.
"Ayah, Ibu, selamat tinggal dan tenanglah di alam sana," lirihnya.
Selesai mengerjakan tugasnya, Azzahra bergegas ke kamar dan membersihkan diri. Merasa lebih segar, tiba-tiba Azzahra mengingat kamar orang tuanya. Ia berjalan dan masuk ke kamar itu. Pandangannya menelisik. Ia duduk di tepi ranjang dan meraba sprei yang masih sangat rapi. Namun, ia sadar akan meja di sudut kamar. Ia memeriksa laci meja.
Alangkah terkejutnya Azzahra, melihat uang, buku tabungan, kartu ATM, dan selembar kertas tersusun dengan rapi, seolah telah disiapkan sebelumnya.
Dia lihat kertas tersebut, ternyata sebuah surat untuk dirinya yang ditulis oleh orang tuanya.
UNTUK ANAK KAMI TERSAYANG, AZZAHRA
Anakku, jika kamu sedang membaca surat ini, kemungkinan Ayah dan Ibu sudah tidak lagi di dunia ini, sayang. Maafkanlah kami berdua, kami tak mampu menjelaskan semua kebenaran yang selama ini kami tutupi.
...****************...
Jangan lupa baca buku baru aku yah
Sinopsis:tentang seorang tentang memiliki dua bayangan jika siang maka ia akan menjadi triliunan dan jika malam ia akan menjadi seorang pembasmi mafia,yang memiliki pasukan bayangan sangat kuat dan sangat sulit ditaklukkan dan itu sudah turun temurun hingga genarasi saat ini dimana pemuda masih berusia 25 tahun yang sangat tampan dan tapi datar dingin mematikan