Elsa Pervis merupakan anak satu-satunya dari kelurga Pervis, kelurga yang sangat terkenal akan kekayaannya, serta sifat kerja kerasnya, membuat Duke Pervis ayah dari Elsa menjadi mudah terkenal.
Hidup serba berkecukupan memang lah menjadi kebahagiaan bagi banyak orang termasuk dengan Elsa, dimana semua kebutuhan yang kau inginkan akan mudah didapatkan.
Namun itu semua tidak lah bertahan lama, kebahagian yang dulu sangat mudah Elsa dapatkan seketika sirna, saat kecelakaan kereta kuda yang dulu dia alami membuat kedua orang tuanya meninggal.
Meninggalnya kedua orang tuanya, membuat Elsa seketika menjadi gadis yang tidak berguna, dimana saat itu lebih banyak orang yang menyukai harta keluarganya dibandingkan orang yang ingin merawatnya.
Di kehidupan kedua ini Elsa akan bertekad, untuk membuat kelurga pamannya menjadi hancur, setelah dirinya mengetahui meninggalnya kedua orang tuanya ada hubungannya dengan pamannya saat itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zarina Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34 "Kehidupan terdahulu 3"
"Apa!" pekik Elsa.
Elsa tak tau harus berekspresi seperti apa, antara senang dan juga marah itu lah yang saat ini dia rasakan, Daniel menundukkan kepalanya ekspresinya begitu sedih saat melihat wajah Elsa yang kebingungan.
"Kau bilang, kau mau keluar dari sini kan? aku tau jalan keluarnya," ucap Daniel.
Entah kenapa mendengar ucapan Daniel barusan hatinya langsung bergetar dengan kuat, bukan karena marah ataupun kecewa tapi lebih ke sedih saat mendengar nada suara Daniel yang begitu paru.
"MMaafkanaku yang telah merahasiakan ini," lirih Daniel.
Tangan Elsa terulur menyentuh pundak Daniel, sudah hampir 1 bulan dia terjebak di hutan ini, walupun dia agak kesusahan bertahan ditempat seperti ini namun Daniel dengan sabar mau menemaninya, walupun sudah sering dirinya memarahi Daniel bahkan berbuat kasar padanya pun sudah tidak bisa dihitung jari.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Elsa.
"Karena... Karena aku tidak mau kau pergi."
Kali ini suara Daniel lebih paruh, Elsa sebenarnya sangat penasaran kenapa Daniel bisa ada di hutan ini, hutan yang dikenal terkutuk dan banyak binatang buas tinggal disini, setelah bersusah payah membujuk Daniel untuk bercerita akhirnya Daniel mau bercerita tentang perjalan hidupnya kenapa dia bisa ada di hutan ini serta jati dirinya yang sebenarnya.
"Apa kau marah?" tanya Daniel.
"Entahlah aku tidak tau," jawab Elsa.
Setelah mendengar jati diri Daniel yang sebenarnya tubuh Elsa seketika menjadi kaku, dia bingung harus membalas ucapan Daniel seperti apa, antara percaya dan tidak itu lah yang saat ini Elsa rasakan.
"Elsa... Tolong rahasiakan ini semua, termasuk dengan mereka," ucap Daniel.
"Dan jangan pernah kau memberitahu ini pada semua orang bahwa aku ada disini!"
Pagi itu disaat langit begitu terang Elsa dan Daniel menyantap makan siang mereka dengan tenang, dan tidak ada sekali pun keributan yang dibuat oleh kedua orang itu.
"Kau sudah siap Elsa? Hari ini akan ku antar kau keluar dari hutan ini."
"Lalu bagaimana dengan mu?" tanya Elsa langsung.
Daniel langsung tersenyum, mendengar ucapan dari Elsa. "Tidak usah khawatirkan aku, aku baik-baik saja disini, ayo," ajak Daniel.
Tanpa membantah Elsa langsung berdiri dari duduknya, Daniel memberikan uluran tangannya pada Elsa dan dengan senang hati Elsa menerima uluruan tangan dari Daniel.
"Terima kasih," ucap Elsa tersenyum.
"Tidak, tidak, masih terlalu cepat kau mengucapakan terima kasih," balas Daniel yang membuat Elsa menjadi bingung.
"Katakan itu, jika kita sudah keluar dari hutan ini," ucap Daniel tersenyum.
Mendengar ucapan dari Daniel Elsa pun langsung menganggukkan kepalanya, dengan tersenyum Daniel mengeratkan genggamannya pada tangan Elsa, dan mereka pun mulai berjalan menyusuri isi hutan untuk mencari jalan keluar.
Semak belukar menjadi rintangan tersendiri bagi mereka untuk bisa keluar dari hutan itu, belum lagi para binatang buas yang bisa mengancam nyawa mereka, selama perjalan menuju jalan keluar, Elsa sama sekali tidak pernah melepaskan genggamannya pada tangan Daniel, begitu pula dengan Daniel yang tidak ada niatan untuk melepas tangan Elsa.
"Apa masih jauh?" tanya Elsa.
Kaki Elsa sudah sangat sakit karena berjalan begitu jauh, ditambah lagi dia sangat haus karena cuaca dihari itu begitu terik, Daniel yang melihat kondisi Elsa yang kurang fit langsung mencoba mencari makanan yang bisa mereka konsumsi.
"Elsa, di sana ada sungai, mau istirahat di sana?" tanya Daniel.
"Sungai?" tanya Elsa mengulang.
Dengan cepat Daniel langsung menganggukkan kepalanya, dirinya teringat akan sesuatu ditempat ini, hidup bertahun-tahun di hutan ini membuat dia menjadi sedikit hapal dengan isi hutan ini, bahkan dia sendiri bisa membedakan mana yang racun dengan yang tidak.
"Baik, lagian ini juga sudah sore sekali jika kita terus melanjutkan perjalanan," balas Elsa.
"Baiklah karena ini sudah sore, malam ini kita akan tidur di dekat sungai itu, kau tunggulah disini, aku akan cari kayu untuk menerangi malam kita," seru Daniel.
"Baiklah," jawab Elsa pasrah.
Dengan semangat Daniel pergi meninggalkan Elsa untuk mencari kayu bakar sekaligus, mencari makanan yang bisa mereka makan.
"Ku rasa ini sudah cukup," seru Daniel.
Dengan tangan yang penuh kayu bakar, Daniel kembali berjalan ke tempat dimana Elsa menunggunya.
"Elsa?" panggil Daniel.
Namun Elsa tidak juga menyahut bahkan wujudnya pun tidak terlihat, merasa tidak ada tanda-tanda dari Elsa membuat Daniel seketika menjadi panik, dia dengan cepat langsung melempar kayu yang saat itu ada dipeluknya ke tanah.
"Elsa!"
"Elsa!"
Langkah Daniel semakin cepat, saat matanya sama sekali tidak melihat adanya tanda-tanda dari Elsa.
"ELSA!" panggil Daniel lebih keras.
Byur
"Elsa?"
Langkahnya kembali pelan saat telinganya ada mendengar suara air yang begitu kencang dari arah barat, dengan penasaran Daniel kembali berjalan menghampiri sumber suara itu.
"Elsa!" panggil Daniel kembali.
Setelah dirinya sampai ke sumber suara itu, tubuh Daniel seketika menjadi kaku saat melihat bentuk tubuh Elsa yang begitu mulus tanpa ada luka disana, bahkan matanya pun sama sekali tidak terpejam saat melihat begitu cantiknya Elsa yang hanya mengunakan pakaian dalam.
"Cantik," lirih Daniel.
Dibawah sinar matahari yang terik itu, dengan bermacam pohon yang rindang mengelilingi mereka, Elsa berendam di sungai yang jernih, dengan Daniel yang menatap dirinya dari jauh.
"Daniel kau sudah sampai?" tanya Elsa menatap ke arah Daniel.
Mata Daniel langsung berkedip saat mendengar suara Elsa yang sedang memanggilnya, pikirannya kembali jernih saat melihat wajah Elsa yang terlihat kebingungan menatap dirinya.
"Kau mandi?" tanya Daniel langsung.
"Iya... Habis badan ku sangat gerah, air sungai ini sangat segar, coba kau rasakan," ajak Elsa.
Daniel hanya diam, dirinya masih terpaku melihat tubuh Elsa yang begitu cantik dimatanya, melihat air sungai itu yang begitu jernih sudah pasti, sumber dari air ini berasal dari gunung berapi yang jaraknya tidak begitu jauh dari mereka.
"Apa kau mengajak ku untuk mandi bersama?" tanya Daniel menggoda.
Elsa yang saat itu sedang asik main air langsung menjadi diam mendengar ucapan Daniel, matanya langsung berkedip saat dirinya sadar bahwa ucapannya barusan mengundang hal jahat untuk mendekat.
"Kau ini bicara apa_"
Ucapan Elsa langsung terhenti, saat melihat Daniel yang sudah melepas bajunya meninggalkan ****** ***** yang masih melekat pada dirinya.
"Kau mau apa!" pekik Elsa, saat melihat Daniel yang sudah mendekat.
Daniel langsung menghentikan langkahnya, wajahnya terlihat bingung menatap wajah Elsa.
"Mau apa? Sudah pasti mandi lah," ucap Daniel santai.
"I... Tapi tidak disini juga!"
"Apa?" Tanya Daniel bingung.
"Ka... kau mandilah disana, tempat ini wilayah ku," ucap Elsa gagap.
"Wilayah mu?" tanya Daniel mengulang.
Seketika mata Daniel langsung terbuka lebar saat dirinya tau arah ucapan Elsa, melihat wajah Elsa yang berubah merah membuat dia semakin bersemangat untuk menggoda Elsa.
"Hey... Kau tidak sedang berpikir yang aneh-aneh kan?" tanya Daniel tersenyum.
"Apa?"
TBC.
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
jd sebel aq,bodohnya ga kerulungan