NovelToon NovelToon
Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~

_____

Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.

Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.

Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.

Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.

Lalu bagaimana semua itu terungkap?

Yuk kita baca sampai selesai:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Acara Perayaan

Tuan dan Nyonya Welfin sedang menyalami para tamu yang berdatangan pada acara malam ini. Sedangkan Raka masih saja duduk sendirian menunggu seseorang. Para tamu yang melihatnya sendirian saja, mereka mulai saling berbisik bisik satu sama lain.

"Lihatlah, mengapa Tuan Muda duduk sendirian tanpa pasangan di sampingnya, mungkin kah dia tak tertarik lagi dengan wanita mana pun."

Pembicaraan mereka membuat Raka merasa risih. Masalahnya Raka dapat mendengar obrolan mereka meski dentuman musik terdengar besar ia masih bisa mendengar bisikan mereka.

"Kenapa Willy belum muncul juga, mungkinkah wanita itu menolak untuk datang?" celetuk Raka mulai geram.

Roy yang hadir dan melihatnya duduk sendirian di sofa besar, ia akhirnya menghampiri Pria itu. Dengan berjalan dengan tingkah sok kerennya mengedipkan matanya membuat wanita yang ia lewati merasa tertegun akan penampilannya.

"Tumben duduk sendirian. Tahun lalu begitu banyak wanita yang merebut ingin berada di sampingmu." ucap Roy duduk di samping Raka.

Raka menoleh ke sumber suara dengan tatapan malas ia mengabaikannya. Roy melihatnya mulai kesal dengan tingkahnya itu.

"Kalau orang diajak bicara ya balas lah, dingin banget!" cetus Roy kesal menyilangkan tangannya. Namun Raka masih saja terdiam dengan tampan datarnya walau pun begitu ia masih saja terlihat keren. Bahkan para wanita muda yang hadir selalu saja meliriknya.

Terlihat Pelayan wanita nampak menuju ke arah mereka berdua memberikan minuman. Roy mengambil dua gelas jus sambil mengedipkan mata jail kepada pelayan itu, membuat si pelayan tersipu malu. Roy hanya tertawa geli.

"Bagaimana jika aku memilihkan mu wanita disini." ucap Roy memberikan satu gelas jus pada Raka.

"Tak perlu, tak ada yang menarik diantara mereka."

tolak Raka mengambil gelas itu lalu meminumnya perlahan.

"Haha ... ternyata seleramu tinggi juga." Roy tertawa kecil mendengarnya.

"Omong-omong dimana putri kecilmu itu? Kenapa aku tak melihatnya dari tadi?" tanya Roy mencari gadis kecil itu.

"Aku mengurungnya." jawab Raka memainkan gelasnya.

"Kenapa dikurung?"

"Terlalu berbahaya, seharusnya kamu tau sendiri, begitu banyak orang yang mendatangi acara ini, bahkan bisa saja salah satu diantara mereka memiliki niat tersembunyi." jelas Raka lalu meminum jusnya kembali.

"Benar juga si, tapi kamu tau kan aku hanya sesekali datang di rumah mu ini, aku mulai merindukan ocehan gadis kecilmu itu. Melihat wajah imutnya membuatku ingin membawanya pulang, atau bisa saja kalau dia sudah dewasa akan aku nikahi menjadikannya istriku di masa mendatang." ujar Roy tersenyum jail mengada-ada sambil menatap Raka.

Raka tersentak kaget saat meminum jusnya hingga ia terbatuk batuk.

"Uhuk ... huk."

"Kurang ajar! Tarik ucapanmu itu! Membuatku jijik mendengarnya!" Raka menatapnya sinis.

"Memangnya kenapa? Tak ada salahnya bukan, aku ini pamannya juga, pasti dia juga mau dengan paman keren sepertiku ini." Roy memainkan kerah jasnya melirik Raka yang mulai emosi.

Raka merasa muak ingin sekali memukul pria di sampingnya itu. Perkataannya membuat ia tak berselera malam ini apalagi Sovia yang belum kunjung datang juga.

"Ckc ... siapa juga yang mau menerimamu di keluarga ini." kesal Raka berdiri meninggalkannya. Roy tertawa lepas melihat ekspresi kesalnya Raka barusan.

Tak butuh waktu lama, Sovia kini tiba juga di acara itu dengan Willy. Disaat mau membuka pintu mobil, Willy memberikannya sebuah topeng cantik kepadanya. Sovia heran untuk apa ia diberi topeng ini.

"Nona anda lebih baik mengenakan topeng itu."

"Untuk apa ini?" Sovia memastikan topeng di tangannya.

"Ini sudah diperintahkan oleh Tuan Muda sendiri."

"Apalagi yang akan dia lakukan malam ini, mengapa aku harus memakai topeng segala." gumamnya dalam hati.

"Baiklah."

Willy segera turun membukakan pintu untuk Sovia. Sovia merasa malu diperlakukan bagaikan Tuan Putri, disaat ia turun matanya langsung tertuju pada rumah megah di depannya.

"Wow, besar juga rumah presdir ini. Pantas saja ia direbut banyak wanita. Apa mungkin gadis kecil itu juga tinggal disini." Pikirnya terdiam.

"Mari Nona, Tuan Muda pasti menunggu anda." Willy mempersilahkan Sovia berjalan duluan, ia mengikutinya dari belakang.

"Tunggu! Willy aku ingin menanyakan sesuatu, bisakah kamu memberitahuku?"

"Tentu saja, Ada apa Nona?"

"Apakah tidak apa-apa jika aku masuk, takutnya istri Tuan Raka akan marah melihatku."

"Haha ... Nona Sovia tenyata belum tau juga ya. Kalau Tuan Muda masih berstatus sendiri alias belum menikah."

Ha! Belum menikah? Jadi bagaiman dengan Dean? Apa anak itu anak angkatnya? Sovia bertanya tanya dalam hatinya.

"Hehe .. maaf tadi lancang bertanya tentang Tuan Raka."

"Tidak apa apa Nona, santai saja."

Sovia hanya cengingiran mendengar Presdirnya belum menikah.

Kini tatapan para tamu di luar membutnya tak enak hati ketika melewati mereka.

"Jika begini lebih baik aku temani putraku dari pada datang ke acara ini." gumamnya terdiam.

"Nona tak perlu mempedulikan mereka."

Sovia cuma mengangguk paham.

"Astaga kenapa mereka malah menatapku seperti itu, memangnya ada yang salah dariku."

Sovia menunduk merasa risih di tatap oleh mereka.

Terdengar kebisingan dari dalam membuatnya semakin gugup saja. Ini pertama kalinya ia datang kesebuah acara besar.

...Krek!...

Pintu perlahan terbuka sehingga semua tatapan para tamu tertuju pada wanita cantik dengan dress putih berjalan memasuki ruangan. Mereka kagum melihat penampilan Sovia yang anggun namun terlihat misterius dengan topeng diwajahnya.

Mereka saling berbisik melihat wanita asing menghadiri acara malam ini.

"Siapa dia? Aku tak pernah melihat dia sebelumnya."

"Wow, penampilannya cantik juga, aku yakin ... dia pasti sangat cantik dibalik topengnya." Itulah yang di bicarakan mereka, menatap satu sama lain. Mereka penasaran dengan wanita yang kini menjadi pusat perhatian di acara malam ini.

Raka dan Roy yang juga melihatnya langsung terdiam. Entah merasa kagum atau memikirkan sesuatu. Terutama Raka, terlihat ada sedikit senyum kecil di wajahnya.

"Lumayan ...."

Raka berjalan ke arah Sovia, ia segera mendahului Roy lalu berjalan ke tempat Sovia yang berdiri terdiam meremas dress putihnya. Terlihat jelas Sovia merasa gugup melihat para tamu menatapnya. Wanita lain yang melihatnya merasa iri dengannya, terutama Anggi yang hadir juga merasa geram berdiri di samping Tuan dan Nyonya Welfin.

"Akhirnya datang juga rupanya."

"Tentu saja." Sovia tersenyum malas.

Raka menatapnya tajam merasa penuh kepuasan.

"Ternyata cocok juga untukmu. Tak ada salahnya aku memberimu dress itu."

Sovia mulai kesal ingin mencakar wajah pria di depannya namun apa daya, dia cuma wanita biasa.

Mereka saling bertatapan serius, dari sorotan mata keduanya terlihat ada perang dingin diantara mereka. Willy cuma terdiam mematung melihatnya.

"Pah! Tidak disangka Raka membawa calon menantu untuk kita." ucap Nyonya Dina tersenyum melihat Raka dengan wanita di depannya.

"Mah! Itu belum pasti, kita masih belum tau latar belakangnya, bahkan kenapa dia harus memakai topeng segala di acara ini." Tuan Hendra mulai curiga.

"Terserah pah! Asalkan orangnya baik, mamah tetap akan menerimanya." jelas Nyonya Dina. Anggi yang berdiri mendengarnya mengepal tangan geram.

"Cih, tak kusangka wanita gatel ini datang juga. Awas kau!" umpat Anggi kesal dengan Sovia.

Mereka yang sibuk berbicara pada Sovia, tanpa disadari di sudut ruangan paling belakang terlihat wanita misterius tersenyum picik melihat Raka.

"Tak disangka ada kembaran rupanya, jika begitu sainganku malah bertambah, hem ... menarik." Wanita itu tersenyum picik menyilangkan tangannya perlahan mundur menghilang dari kegelapan. Ia tahu karena wajah Sovia yang dilihat dari samping memiliki wajah yang sama dengannya.

Sedangkan Roy nampak merasa tak asing dengan kehadiran Sovia. Dilihatnya lekat-lekat wajah di dibalik topeng itu.

"Kenapa aku merasa dia mirip dengan Mira ya." gumamnya dalam hati.

Kevin yang juga baru datang terkejut melihat wanita di dekat Raka. "Jadi dia menghadiri acara ini juga tetapi kenapa harus menjadi pasangan Raka." Dari sorotan matanya terlihat kebencian menatap Pria yang bersama Sovia.

Kevin mendekati mereka berdua. Raka yang menyadarinya, ia segera menarik tangan Sovia ke pelukannya. Sontak para tamu lainnya terkejut melihat Raka memeluk langsung wanita itu. Ini pertama kalianya Raka sendiri yang memeluk seorang wanita. Dulu boro boro meluk, nyentuh kulit saja sudah risih tak kutulungan.

...****...

...Wah, cogan-cogan mulai kumpul demi mendapatkan Sovia....

...Halo Readers...

...Jangan lupa...

...Like...

...Komen...

...Dan...

...Vote...

...Terima kasih...

1
Naraa 🌻
Duh peran Sovia lemah bgt sih, masa ga bisa membela diri sendiri
Aileen
mantap aq suka karya mu thor lanjut kn👍👍👍👍👍👍
Rie_za
no aku🤣🤣
Adka
semangat💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Adeeva Miezha
trlalu bnyak drama cerita novel nya udah kaya di sinetron
Adeeva Miezha
trlalu ribet nih novell bnyak bnget drama sinetron nya
Puput
Lumayan
Rahmawaty❣️
Widih seremm😣
Rahmawaty❣️
Hantu ini siapa ya?
Rahmawaty❣️
Trs bgaimna bisa si dean ada padamu raka??
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭
Rahmawaty❣️
Tak suka tak suka.. Kya meymey 😂😂
Rahmawaty❣️
Raka sma deva pda punya indra kesepuluh😅😅
Nf@. Conan 😎
mira ntuh yg mn ya
Rosmawati/jnr
Bagus
Toniweiling Weiling
bagus, semoga sukses selalu
U. Boy
ya namanya berhadapan dengan orang yang disukai🤣
Kafadzar: hai ka, maaf 🙏numpang promo novelku,judulnya " kisa mistis saat tinggal dirumah panggung" jika berkenan silahkan mampir😊. terimah kasih.
total 1 replies
U. Boy
ck,pinter banget ni anak
U. Boy
kuy kuy,raka cuma punya mami mu dean
U. Boy
waduh ngakak🤣
U. Boy
wah sama tuh kesukaan ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!