CINTA ITU MANIS
CINTA ITU PAHIT
CINTA ITU HAMBAR
CINTA ITU INGIN TERUS BERJUANG
CINTA ITU TIDAK EGOIS
CINTA ITU INGIN DI MENGERTI
CINTA ITU PENGORBANAN
CINTA ITU HASRAT UNTUK MEMILIKI DAN MENGIKAT
CINTA ITU MELELAHKAN TAPI PENUH CANDU
CINTA ITU SELALU INGIN BAHAGIA
APAKAH SEMUA BISA MAYA DAPATKAN DARI SEORANG PLAYBOY BERNAMA REYNALDI
SIMAK NOVEL INI SAMPAI END
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Flashback
Darmawan menarik nafas panjang .
"Tapi ini konyol sayang," kata Darmawan
"Bagaimana mungkin,aku bisa menikah lalu menyentuh wanita lain dan tidur dengannya selain kamu," kata Darmawan melanjutkan kata-katanya nadanya mulai tinggi.
"Tapi Mas , kamu tahu keluargamu mereka akan selalu mencari celah untuk memisahkan kita jika mereka tahu kondisiku.Dan jika terjadi sesuatu yang buruk sama Aldo,aku hiks...hiks ...hiks," ucap Elisa tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
Tangisnya mulai pecah dan terdengar pilu.Dia benar-benar tidak mau kehilangan cinta suaminya apalagi berbagi hati dengan wanita yang direstui keluarga suaminya.
Perkawinan yang mereka inginkan memang dari awal ditentang oleh keluarga Darmawan tapi cinta mereka yang begitu kuat membuat mereka bisa bersatu dalam keluarga .
Tapi sepertinya ujian dalam bahtera keluarga rumah tangga mereka tidak ada habisnya Apalagi setelah Elisa divonis kanker rahim dan kedua rahimnya diangkat membuat Elisa memaksa suaminya untuk punya anak lagi.
"Aku akan menemukan wanita yang mau mengandung anakmu, Mas," kata Elisa suatu hari kepada suaminya.
Mata Darmawan menatapnya sebentar lalu pandangannya beralih lagi ke kertas koran yang sedang dibacanya .
"Mas dengerin aku , aku serius," kata Elisa sambil tangannya menarik koran yang dibaca suaminya.
"Aku tidak mau melakukan ide konyolmu itu," nada suara Darmawan marah dan dia bangkit dari duduknya .
"Jika kamu tidak mau melakukannya, maka lebih baik kita berpisah seperti kataku," mendengar kata-kata pisah dari Elisa membuat Darmawan kembali duduk dia kenal betul watak istrinya jika sudah punya keinginan dia tidak main-main .
Darmawan menarik napas panjang dan mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Sayang,tidak mudah menemukan orang yang baik untuk jadi ibu anakku , kita harus tahu bibit bebet bobot nya," kata Darmawan mulai membujuk istrinya .
"Mas , anak itu semua terlahir bersih seperti kertas putih kedua ibu bapaknya lah yang menjadi kan dia baik atau jahat bodoh atau pintar bijak atau Naif," kata Elisa mulai mendebat.
Elisa memang selalu menang jika mereka berdebat kata-katanya lembut dan bijak selalu membuat Darmawan menyerah.
"Baiklah , terserah keinginanmu jika terjadi sesuatu hal yang buruk kamu yang harus bertanggung jawab," ucap Darmawan menyerah.
...----------------...
Keesokan malamnya setelah perdebatan , Elisa kembali menemui Darmawan di ruang kerjanya
"Mas,aku sudah menemukan wanita untuk anakmu," Eliza mulai bicara dengan semangat.
Darmawan masih Acuh menanggapi kata-kata istrinya.Dia masih sibuk dengan kertas berkas di depannya Bahkan dia tidak menyadari dengan siapa istrinya masuk ke ruang kerjanya .
"Ini orangnya," kata Elisa .
Darmawan langsung menghentikan aktivitasnya dia mengangkat wajahnya untuk melihat kearah Elisa dan betapa terkejutnya dia saat tahu siapa yang dibawa istrinya dan dia pun langsung berdiri dengan mata melotot seperti mau keluar giginya beradu terdengar suara gemeretak mukanya merah. Dia melangkah mendekati Elisa.Elisa tampak tenang tidak ada ekspresi yang berubah melihat kemarahan suaminya.
Itulah hebatnya Elisa kedewasaan akal dan emosinya membuatnya menjadi sosok wanita yang tangguh tapi lembut penuh kasih sayang. sementara perempuan yang di sebelahnya gemetaran dan wajahnya pucat seketika saat melihat kemarahan Darmawan.
"Kamu ternyata nggak cuman konyol, tapi juga sudah gila," ujar Darmawan matanya nanar menatap tajam ke wajah istrinya.
Elisa membalikkan tubuhnya dan memberi isyarat dengan mata kepada sosok dibelakangnya agar dia keluar dari ruangan untuk meninggalkan mereka .
Setelah perempuan itu keluar Elisa berbalik dan mendekat meraih tangan suaminya dengan lembut lalu menuntunnya untuk duduk di kursi kerjanya ,dia sendiri duduk di meja merangkul leher suaminya dan menatap lembut.
"Mas, Asih calon yang cocok untuk mengandung anakmu," kata Elisa.
"Sayang Yang bener aja ,nggak...Nggak aku nggak mau!" kata Darmawan dengan nada jengkel.
*Emang kenapa dengan Asih,dia gadis yang baik wajahnya juga nggak jelek-jelek banget terus dia mau menerima syarat yang aku ajukan," kata Elisa memberi alasan memilih Asih.
Dia mengatakan bahwa Asih bersedia menerima tawaran Eliza karena dia butuh uang untuk mengeluarkan tunangannya yang ditahan karena kasus tabrakan , agar tunangannya tidak dipenjara pihak keluarga korban ganti rugi 30 juta .
"Ayolah Mas,Mas bersedia melakukannya kan?" bujuk Elisa membujuk Darmawan
"Bagaimana kalau dia mengkhianati kita," tanya Darmawan .
"Mas , aku nggak bodoh kita akan membuat perjanjian di atas Kertas yang dilindungi hukum,sehingga kalau terjadi apa-apa kita bisa menuntutnya secara hukum," kata Elisa meyakinkan.
Sejenak Darmawan diam seperti sedang memikirkan perkataan istrinya lalu dia berkata
"Bagaimana kalau aku jatuh cinta padanya, " tanya dan Darmawan menggoda Elisa agar dia mengurungkan ide gilanya .
Elisa menarik kedua tangan suaminya dan mengecupnya beberapa kali .
"Aku berani melakukan melakukan ini , karena aku tahu benar Sebesar apa cintamu padaku," kata Elisa setengah berbisik di telinga suaminya.
...----------------...
Eliza mulai mengatur rencananya dia ingin Darmawan menikah secara agama karena Elisa ingin anak itu lahir bukan diluar nikah. Pernikahan Siri pun dilangsungkan dan hanya dihadiri oleh kedua mempelai yaitu Darmawan dan Asih , Elisa dan penghulu serta dua orang saksi yaitu Salim yang tak lain adalah sahabat dan juga pengacara keluarga Darmawan
Malamnya setelah akad nikah.
"Mas , ayo temui Asih," pinta Elisa kepada Darmawan yang sedang tidur di atas ranjang dengan masih memakai setelan jas yang dipakai untuk acara akad nikah. Darmawan merubah posisi tidurnya miring ke samping membelakangi Elisa.
"Mas,aku juga sama seperti wanita lain yang gak rela melihat suaminya tidur dan bertemu perempuan lain," kata Elisa mulai terisak .
"Apa Mas pikir ini mudah bagiku,bohong kalau aku bilang aku tidak apa-apa malam ini, bohong kalau aku bilang aku baik-baik saja malam ini . Tapi aku tetap berusaha untuk kuat Aku melakukan semua ini demi keluarga kita demi cinta kita. Tolong kamu bisa mengerti Mas , kalau kenyataan ini juga berat untukku," rintihnya diiringi isak tangis.
Darmawan bangun dari tidurnya lalu Duduk menatap wajah cantik Elis yang basah oleh air mata diusapnya kedua pipi putihnya lalu dikecupnya lembut kening istrinya lama seperti dia tidak ingin Beranjak Pergi dari tempatnya. Dia hirup aroma wangi rambut istrinya air matanya menetes .
"Oh Malangnya istriku . Kenapa nasib tidak adil kepada mu kenapa Kau harus mengalami penderitaan dan kesedihan dalam cinta dan kenapa cinta harus sekejam ini," ucapnya dalam hati.
Dipeluknya tubuh ramping Elisa erat-erat sambil memejamkan mata mereka agak lama mereka saling berpelukan dalam tangis. Darmawan melepaskan pelukannya berdiri dia menatap dalam-dalam mata istrinya dan berkata lirik .
"Maafkan aku sayang ,semoga kita tidak menyesali apa yang terjadi malam ini," lalu Darmawan keluar meninggalkan kamar istrinya diiringi isak tangis istrinya.
Langkah Darmawan berhenti di depan pintu kamar Asih .
"Bodoh ...bodoh,' gumamnya dalam hati sambil mengacak-acak kepalanya .
Langkahnya maju mundur bolak-balik lalu dia berjalan ke arah ruang makan dan dia membuka lemari di salah satu pojok ruang makan dekat bar Mini dia mengeluarkan sebotol minuman keras dan gelas lalu dia duduk disalah satu kursi mulai menuangkan Minuman itu ke gelas yang dia inginkan cuman satu dia ingin mabuk .
Elisa menarik nafas panjang menatap sedih dan hancur kearah Darmawan yang tertunduk di meja bar dilihatnya suaminya sudah mabuk.
bersambung
nah mulai sedikit terbuka rahasia Maya
mau tahu ada apa lagi....
dan kenapa Bu Susi sangat membenci. Maya.
ikuti terus karya author .
Terima kasih untuk like rate komen dan vote nya karena ini penyemangat author 🙏🙏🙏
untuk sering up
Uda mulai muncul benih " asmara nih 🤭
Rey datang buat nyelametin maya