Ditinggalkan oleh sang ayah sejak kecil,membuat hidup seorang Galencia Pramudya penuh dengan luka.Hidup serba kekurangan namun tak pernah ia mengeluh.
Hinaan dan bullyan di sekolahnya seolah menjadi makanannya setiap hari,keadaan memaksanya untuk tumbuh menjadi gadis yang kuat.
Dari sekian banyak mimpinya,namun hanya satu yang paling ingin ia raih yaitu sebuah Kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IAB 34
Hari ini waktu terasa begitu lambat bagi Cia.Matanya terus menerus melihat ke arah jam di tangannya,Cia ingin waktu segera bergulir namun entah kenapa jarum jam seolah enggan untuk berputar cepat.
Siang nanti Cia berencana akan pergi ke kantor Dirga untuk meminta maaf karena ia merasa Dirga marah pada dirinya.Cia berharap Dirga akan mengiriminya pesan namun sayang hingga jam pelajaran berakhir Dirga tak kunjung menghubunginya.
Cia buru-buru menghubungi sang ayah agar tak menjemputnya."Boleh kan pah ?" rayu Cia pada Adrian.
Adrian hanya terkekeh di seberang telpon sana.Perkara ingin ke kantor sang kaka saja Cia sampai harus laporan dan meminta izin pada semua anggota keluarganya. "Boleh,tapi tetap di antar sopir "
"Papa...aku bisa pake taxi " Rayunya pada Adrian.Cia hanya tidak ingin merepotkan sang papa.
"No! Kalau gak mau ya sudah di jemput papa saja "
"Ih,papa! Ya udah deh pake sopir aja " Tanpa sadar Cia memanyunkan bibirnya seolah Adrian ada di hadapannya.
"Ok.Kamu tunggu ya,sebentar lagi sopir sampai "
"Iya,makasih pah "
Cia buru-buru membereskan alat tulisnya,ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Dirga.Namun tanpa sadar ada seseorang yang memperhatikannya.
Jalanan siang ini begitu lancar sehingga hanya butuh empat puluh menit saja untuk sampai ke kantor Dirga.Cia meneliti bangunan besar di depannya.Bangunan yang tidak sebesar perusahaan-perusahaan konglomerat yang berpuluh puluh lantai.
Perusahaan Dirga hanya berlantaikan tujuh namun perusahaannya merupakan salah satu perusahaan terpesat di kota tersebut,membuat perusahaan-perusahaan besar berbondong-bondong untuk bekerja sama ataupun menggunakan jasanya.
Cia menarik nafasnya dalam,ia mendadak menjadi gugup.Bayangan penolakan para karyawan terhadap dirinya langsung terlintas di kepalanya,seperti cerita-cerita di novel yang sering ia baca jika seseorang yang tidak di kenal pasti akan langsung di usir dari kantor,apalagi jika ingin bertemu dengan CEO nya pasti akan di jegal duluan oleh satpam.
Cia membuka pintu perlahan,hawa dingin langsung menyambutnya.Lobi yang lumayan luas serta wangi khas pengharum ruangan langsung menjadi pusat perhatian Cia.Seorang satpam langsung menyambutnya membuat Cia terkejut.
"Siang Non,mau ketemu Tuan ?"
Cia diam terpaku,apalagi dua orang wanita di meja resepsionis ikut berdiri dan memberinya hormat.Cia mengerjapkan kedua matanya lucu membuat satpam dan karyawan yang melihatnya tersenyum. "Non mau kami antar ?" Tanya salah satu wanita yang berada di meja resepsionis.
"E_ee i_itu memangnya gak apa-apa Cia datang kesini?"
Pertanyaan Cia membuat semuanya terkekeh,kenapa anak dan adik dari pemilik perusahaan tidak di perbolehkan datang.Sedangkan Cia dibuat bingung setengah mati,pasalnya ini pertama kalinya ia datang namun semua karyawan seolah telah mengenalnya.Sungguh di luar dugaan,bayang-bayang penolakan dari satpam malah jadi penyambutan.
"Mari non saya antar,ruangan Tuan ada di lantai tujuh " Ajak satpam yang sejak tadi tersenyum ramah pada dirinya.
Cia masih bingung,ia hanya bisa mengikuti langkah satpam yang terus berjalan.Semua karyawan di lantai satu memberikannya hormat membuat Cia semakin bingung,namun saat melewati kursi tunggu khusus tamu alangkah terkejutnya Cia saat melihat beberapa foto di dinding yang berukuran besar.Terpampang jelas wajah-wajah keluarganya.
Sebuah foto keluarga begitu besar menghiasi ruang tunggu khusus tamu,terlihat juga foto dirinya bersama kedua kaka nya.Ia ingat foto itu di ambil satu minggu setelah dirinya menjadi keluarga Adrian.Foto yang sama seperti di ruang tamu rumahnya.
Pantas saja semua karyawan begitu ramah pada dirinya.Bahkan satpam sampai mau repot-repot mengantarnya.Dan akhirnya pintu lift terbuka setelah sampai di lantai tujuh.
lantai yang begitu luas namun hanya terdapat dua ruangan,terlihat jelas nama pemilik tertempel di pintu.Ruangan CEO dan Asisten CEO,dan di depan ruangan terdapat satu meja bertuliskan sekertaris.
Baru pertama kalinya Cia melihat langsung tempat yang biasanya ia baca dari novel ataupun dari drama-drama korea yang sering ia tonton dan sekarang ia berada nyata di depan ruangan tersebut.Seorang sekertaris langsung memberikan hormatnya,sedangkan satpam pamit kembali ke bawah. "Mari Non saya antar ke dalam ". Cia hanya mengangguk saja.
Pintu di ketuk dan terdengar suara sahutan dari dalam membuat sekertaris langsung membuka pintu. "Maaf Tuan,ada Nona muda datang "
Di dalam sana Dirga bergitu terkejut mendengar kedatangan Cia,ia langsung berdiri dan menyuruhnya masuk.
Cia masuk perlahan,kepalanya menunduk tak berani melihat Dirga yang terus menatapnya. "Sama siapa kesini? Kenapa gak bilang dulu ?"
Suasana mendadak hening,Cia tak berani mengeluarkan suara.Aura Dirga benar-benar membuatnya takut.
"Eh ada adik Cia " Suara seseorang memecah keheningan.Cia menengok ke arah samping,dua orang sedang duduk di kursi dengan beberapa paperbag di meja.Sam sang asisten plus sahabat sang kaka berdiri dan menghampiri Cia."Hai adek Cia apa kabar? Ternyata benar ya kamu tuh aslinya cantik dan imut banget "
Deheman keras dari Dirga membuat Sam terkekeh. "Santai bro " Ujarnya pada Dirga,kemudian kembali menatap Cia "Kenalkan saya Sam,asisten sekaligus sahabatnya Dirga "
Cia membalas jabat tangan Sam " Galencia " namun tak lama ia langsung melepaskannya karena melihat tatapan Dirga yang seolah menusuk hingga dadanya.
"Kalau sama kaka ini udah kenalkan?" Tunjuknya pada seorang wanita yang duduk di kursi.
Cia menatap sejenak ke arah wanita tersebut.Jelas saja ia kenal,wanita yang sudah membuat moodnya hancur.Wanita yang katanya calon tunangan sang abang.Cia mengangguk namun tak berekspresi apapun,ia hanya diam dan enggan untuk menyapa Carroline.
"Udah selesai kan? Sam segera selesaikan pekerjaanmu dan tolong antar nona carroline ke bawah "
"Tapi Ga_" Ucapan Carroline terpotong karena Sam langsung menariknya keluar.Sam mengerti kode yang di berikan Dirga,tanpa menunggu lama Sam langsung membawa Carroline keluar.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
yo wes lah ra po po,sehat slalu ya thor.....di tunggu karya karya nya💪👍😍
rasain lo yuni sok ke gatelan sih lo....gatel ya ....garuk aja sama parutan kelapa tu...ancur ancur lah ,gerwm aku,😂
bunda amel sosok yang penyayang,sosok yang sabar ,penuh kasih sayang,apa ndak tepuruk tu semua di ti ggal bunda amel,ya terpuruklah gimana sih.....
thor...apa bunda amel sadar kembalilah? kok pada tegang semua.
mak othor..kok cepat kali bunda meninggal nya.....
ga seru KL Ampe bunda meninggal
jd malas bacanya