NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Secretary

Bukan Sekedar Secretary

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Kantor / Chicklit / Tamat
Popularitas:169.1k
Nilai: 5
Nama Author: nenah adja

Bunga itu telah layu sejak lama, menyisakan kelopak hitam yang berjatuhan, seperti itulah hidup Hanna Alaya Zahira saat ini, layu dan gelap.Hanna adalah seorang sekretaris yang merangkap menjadi pemuas nafsu bosnya, mengantungi pundi-pundi uang dalam rekeningnya, namun bukan tanpa tujuan dia melakukan itu. Sebuah rahasia besar di simpan bertahun-tahun. Pembalasan dendam.. Edgar Emilio Bastian bos yang dia anggap sebagai jembatan mencapai tujuannya menjadikannya simpanan dibalik name tag sekretarisnya, membuat jalannya semakin mulus. Namun, di detik-detik terakhir pembalasan dendam itu dia justru terjerat semakin dalam pada pria itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenah adja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjebak

Cerita ini hanya fiktif belaka, dan murni hanya pemikiran saya saja. Tanpa berniat menjatuhkan beberapa pihak, atau mencemarkan. Setiap adegan dibab ini larang ditiru. Saya peringatkan, Bocil dilarang mampir! Yang tidak suka tolong skip dan tunggu bab selanjutnya🙏

Tolong dibaca setelah buka puasa!

Hari itu tiba, dimana Hanna, Edgar dan Naomi terbang ke Singapura untuk mengunjungi sebuah wisata bermain anak dimana akan diadakannya festival dan parade yang menampilkan tokoh-tokoh kartun favorit anak- anak.

Bertepatan dengan kepergian mereka, parade akan diadakan malam harinya tepat pukul 8 malam, hingga tanpa menunggu lama Edgar segera membawa Hanna dan Naomi ke tempat tersebut.

Naomi masih antusias dan membeli beberapa pernak pernik yang akan mereka gunakan, termasuk bando bersinar yang kini melekat di kepalanya, dan Hanna. Kedua gadis beda usia itu berseru senang saat melihat satu persatu pertunjukan yang di adakan. Edgar sendiri duduk di sebelah Naomi, dan melihat anak gadisnya begitu bahagia, hanya dengan menonton pertunjukan dari beberapa orang yang sengaja memakai kostum tokoh kartun di televisi.

Edgar memiringkan wajahnya hingga bisa melihat Hanna yang duduk di sebelah Naomi. Sejak datang dia belum menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Setelah tiba di hotel lalu mereka mengunjungi tempat ini. Hingga Hanna belum sempat kemana pun. Sementara mereka akan pulang besok karena Edgar harus kembali bekerja.

Jadi apa yang akan di lakukan Hanna di waktu yang sesingkat ini? Benarkah kedatangannya bukan untuk melihat Siska? Atau merencanakan sesuatu terhadap Siska. Edgar tidak peduli tentang Siska, hanya saja dia tidak akan membiarkan Hanna memanfaatkan Naomi untuk tujuannya seperti apa yang dia lakukan padanya.

Edgar kembali melihat tawa dari Hanna dan Naomi saat pertunjukan di depan mereka menampilkan hal yang lucu.

Edgar menarik bibirnya seiring desiran hangat di hatinya, hingga senyum itu kembali hilang saat dia menyadari apa yang baru saja dia lakukan.

Mereka kembali ke hotel pukul 11 malam, setelah puas bermain. Terlihat sekali wajah Naomi yang kelelahan, bukan apa- apa mereka bahkan belum istirahat sejak turun dari pesawat.

"Selamat malam, Pak. " Hanna menunduk lalu mendorong Naomi pelan untuk memasuki kamar. Baru saja akan menyusul Naomi, Edgar meraih pergelangan tangannya.

"Tidur di kamarku," ucap Edgar. Tentu saja dia harus memastika Hanna tidak melakukan apapun tanpa sepengetahuannya.

Hanna menatap Edgar dengan mata lelahnya. "Maafkan aku, Pak. Tolong jangan minta sekarang, aku sangat lelah, lagi pula ada Naomi." Melihat wajah Hanna benar-benar lelah, Edgar melepaskannya dan masuk ke dalam kamar lalu menutup pintu. Mungkin dia terlalu banyak berpikir. Lagi pula dari sini ke lokasi hotel tempat Siska menginap dan melakukan pemotretan cukup jauh.

Edgar masih berdiri disana beberapa saat, lalu berjalan beberapa langkah untuk memasuki kamarnya yang berada tepat di sebelah kamar Hanna dan Naomi.

"Hanna ayo tidur." Naomi sudah membaringkan tubuhnya di ranjang.

Sementara Hanna masih berdiri di depan pintu memastikan Edgar pergi dari sana. Hingga terdengar suara ketukan sepatu menjauh, barulah Hanna berjalan ke arah ranjang. "Kamu tidur duluan. Aku mau mandi dulu," ucapnya sambil melepaskan coatnya.

Naomi mengangguk dengan mata yang sudah memejam, sepertinya gadis itu sudah benar-benar mengantuk.

Hanna memasuki kamar mandi, lalu membasuh wajahnya, hingga beberapa saat agar kembali segar. Saat Hanna keluar dari kamar mandi Naomi benar-benar sudah terlelap. Hanna berjalan ke arah kopernya dan mengeluarkan gaun press body berwarna hitam lalu mengenakannya. Hanna memoleskan make up di wajahnya dan merapikan rambutnya lalu berjalan ke arah pintu.

Hanna membuka pintu perlahan, lalu melongokkan wajahnya melihat ke arah pintu kamar Edgar yang tertutup. Merasa suasana aman Hanna keluar sambil menutup pintu perlahan, lalu berjalan cepat ke arah lift. Dia bahkan melepas sepatunya agar tak menciptakan suara di lorong hotel tersebut.

Setelah pintu lift menelannya Hanna mengenakan sepatunya, lalu merapikan rambutnya.

Setelah memastikan penampilannya sempurna Hanna keluar dari lift, sambil menempelkan ponsel di telinganya.

"Lo dimana?" tanyanya pada seseorang di sebrang sana.

"Gue akan mengirimkan lokasi gue, lo segera kesini, pestanya akan segera di mulai."

"Lo tunggu gue di luar." Hanna mematikan teleponnya lalu memanggil taksi.

Hanna melihat sekitarnya saat supir taksi menghentikan mobilnya. "Benarkah ini lokasinya?" tanyanya pada supir taksi.

"Ya, Nona." Hanna mengangguk lalu keluar dari taksi. Hanna menekan ponselnya untuk menghubungi Steven.

"Gue udah disini." Hanna melihat sekitarnya. Sebuah restoran biasa. Benarkah mereka melakukan pesta semacam itu di tempat seperti ini?

Hanna melihat Steven keluar dari restoran dan menghampirinya. "Lo yakin disini tempatnya?"

Steven terkekeh. "Kenapa, gak nyangka?"

"Gila."

Steven meraih pinggang Hanna. "Lo bawa yang gue bilang?"

Hanna mengangguk. "Saat masuk lo harus memberikan ponsel di keamanan, karena itu lo gak akan bisa merekam apapun di dalam."

Steven menggiring tubuh Hanna untuk memasuki restoran. Dari luar nampak seperti restoran pada umumnya, namun Steven membawanya terus masuk ke dalam hingga dia melihat sebuah pintu yang tertutup yang di jaga dua orang pria berbadan besar.

Hanna dan Steven menyerahkan ponselnya kepada penjaga lalu masuk tanpa hambatan.

"Biasanya mereka akan memeriksa seluruh tubuh lebih dulu sebelum kita masuk."

Hanna mengeryit. "Terus, kenapa barusan enggak?"

"Karena gue pegang kartu undangan VVIP."

Steven mengedarkan pandangannya, lalu berbisik. "Lo punya waktu beberapa menit buat ngerekam. Atau mereka bakalan tahu lo bukan peserta dari kami."

Hanna menelan ludahnya kasar. Dia mengedarkan pandangannya, orang-orang, masih terlihat normal seperti pesta- pesta pada umumnya, sebagian menari sebagian duduk dengan masing-masing pasangan di sebelahnya.

"Kenapa lo izinin ngerekam. Bukannya kalau ini terungkap, lo bakalan keseret juga?" tanya Hanna pada Steven.

Steven terkekeh. "Gak semudah itu," ucapnya dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Hanna. "Dia ada di arah jam 8," bisiknya pada Hanna.

Hanna menegang, lalu dia menoleh dan menemukan Siska dan asistennya disana.

"Jangan sampai ketahuan." Steven membawa Hanna ke sebuah kursi yang lumayan bisa menyembunyikannya, namun dari posisinya dia tetap bisa melihat Siska.

"Setelah ini, lo harus berusaha sendiri." Steven akan pergi, namun Hanna mencegahnya.

"Kenapa lo mau bantu gue?"

Steven menyeringai lalu melepas tangan Hanna. "Gak murni bantuan Hanna, gue bilang waktu lo cuma beberapa menit, dan setelah itu lo harus lari. Kalau lo ketangkep, gue gak bakalan nolongin lo." Steven menunjuk pintu kamar mandi.

"Sialan." umpat Hanna hingga Steven terkekeh.

"Ingat jangan minum apapun," ucapnya sebelum pergi.

Mata Hanna mengikuti kepergian Steven dimana pria itu mulai bergabung dengan beberapa orang. Hanna meletakan dompetnya di atas meja, mengarahkan benda itu ke arah dimana Siska duduk, dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Hanna mulai merasa tegang. Dia terbiasa berada di klub, namun saat ini dia seperti berada di sarang banyak singa yang siap menerkamnya. Hanna meraih minuman di depannya, berpura-pura menyesapnya, hingga dia melihat sepasang pria dan wanita yang naik ke atas panggung kecil.

"Baiklah, kalian pasti tidak sabar bukan? Seperti biasa, kadarnya adalah 1 butir. Tenang saja, kita masih bisa sadar dan menikmati malam kita," ucap si host sambil menaikan minumannya.

Hanna menatap minuman di tangannya lalu menjauhkannya. Sial, pantas Steven memperingatinya, rupanya semua minuman sudah di campur dengan obat perangsang.

Hanna menelan ludahnya saat pasangan host di depan sana mulai berciuman dan diiringi sorakan para tamu undangan hingga satu persatu dari para pasangan itu mulai mengikuti si host.

Hanna mengalihkan tatapannya pada Siska yang juga mencium pria di sebelahnya, dan bergerak liar dengan melepaskan satu persatu pakaian di tubuhnya. Bukan hanya Siska, banyak dari mereka yang kini telah telanjang bulat.

Hanna merasa mual saat melihat adegan demi adegan di depannya, dimana Siska tak segan bahkan berciuman dengan asistennya, Mira. Sementara itu bagian bawah tubuhnya sudah di permainkan pria tadi, lalu satu pria lagi menghampiri dan mempermainkan bagian atas tubuh Siska. Desahan dan erangan mulai memenuhi ruangan.

"Astaga, wanita itu," Hanna melihat sekitarnya, Steven sudah tak terlihat, entah kemana pria itu, hingga Hanna merasakan tepukan di pundaknya.

"Kamu sendirian?" Hanna menegang saat seorang pria menghampirinya.

Hanna melemaskan tubuhnya, berusaha tetep tenang. "Ya."

"Kamu baru, sepertinya aku belum pernah melihatmu?"

Hanna mengangguk tersenyum, lalu memalingkan wajahnya. Sial pria mesum! umpat Hanna dalam hati. Pria di depan Hanna sudah mulai meraba-raba selangkangannya yang menonjol, seolah menggoda Hanna agar menerjangnya. Hingga tatapan pria itu jatuh pada minuman Hanna yang masih utuh. "Kamu belum meminumnya?"

Bagaimana mungkin Hanna meminumnya? Bisa- bisa dia ikut gila.

"Atau kamu punya tujuan lain datang kemari?" Hanna menelan ludahnya kasar.

"Bagaimana mungkin?" kilahnya.

"Kalau begitu, minumlah!"

Sial! Inikah yang di bilang Steven kalau waktunya tak banyak. Hanna menatap dompetnya, lalu melihat pada gelas yang disodorkan pria di depannya.

Jika Hanna tidak meminumnya, dia akan ketahuan, dan sudah di pastikan dia tidak akan selamat.

Hanna melihat ke arah Siska yang sudah semakin gila, tubuhnya mulai di kerubungi beberapa pria, dan seseorang yang memasukinya dengan brutal di bagian bawahnya, begitupun asistennya yang sama gilanya.

Ini sudah cukup!

Hanna tersenyum lalu meraih gelas di tangan pria itu lalu meneguknya, hingga habis.

Sial, sekarang bagaimana caranya dia kabur!

.....

1
ayu cantik
suka
Memyr 67
gilanya akut siska. hana merebut semua miliknya? semua yg dimiliki siska seharusnya milik hana
Memyr 67
𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝖾𝗄𝖺𝗌 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝖻𝖾𝗄𝖺𝗌. 𝖼𝗈𝖼𝗈𝗄
Erni Fitriana
eng ....ing....engggg..ombak aman terkwndaliiii👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾👍🏾
Erni Fitriana
kesekian kali karyamu yg menjadi kesenangan ku😘😘😘😘😘😘😘
komalia komalia
jadi ingan sama novel yang pernah ku baca hampir mirip namu beda ceeita
komalia komalia
kaya nya hana ada niat balas dendam ya sama istri nya edgar atau Aa A edgar nya
komalia komalia
maka nya kalau aku mah baca novel yang udah sampai tamat biar engga nunggu kalau nobel belum tama engga mau baca soal nya suka nanggung pas ujung ujung nya lupa
komalia komalia
kalau ada uang kira kira mau engga kamu hana
Angga Gati
bagus ceritanya
fiyol jelek
suka
Saadah Rangkuti
kok notifnya terlambat thor,pdahal sudah beberapa episode gak pernah ketinggalan akunya 😁😁
nenah adja: baru promo juga kk😁
total 1 replies
fiyol jelek
suka
Remember
Luar biasa
Triana Oktafiani
Ceritanya simpel tapi menarik 👍
Mattea Bee
luar biasa
M akhwan Firjatullah
ahh mo komen juga dah g ngaruh y mak...soalnya dah end..
nenah adja: cus ke yang baru kak gara- gara mantan
total 1 replies
M akhwan Firjatullah
hadeuuhh jauhnya marathon ku...
M akhwan Firjatullah
ang ang ang apakah aku telat ...jgn pindah lapak atau apapun itu y mak soalnya mataku mulai kabur klo baca...
Sunny Kwok
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!