NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAK KU

JANGAN AMBIL ANAK KU

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Obsesi / Keluarga / Selingkuh / Konflik etika / Tamat
Popularitas:61.8k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Asyifa yang lugu dan polos, menjadi korban permainan kotor dari sepasang suami istri.

Pernikahan Asyifa dengan Randa, ternyata hanyalah bagian dari rencana busuk Randa dan Nikita untuk segera mendapatkan keturunan.

Setelah Asyifa melahirkan anaknya, Asyifa shock ketika Nikita datang tiba-tiba membuka jati dirinya sebagai istri pertama Randa dan berniat untuk merebut Safina anaknya.

Asyifa berjuang keras mempertahankan anaknya Safina. Segala cara yang dilakukan Nikita, selalu bisa ia gagalkan.

Namun suatu hari, Randa yang sudah dilanda cemburu buta karena melihat Asyifa bersama pria lain, berhasil kabur membawa Safina anaknya dari tangan Asyifa.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Asyifa dan Safina bisa bertemu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34

Randa memandang Nikita yang terbaring tak sadarkan diri ditempat tidur dengan raut wajah dongkol. Sedari tadi, dia hanya mondar mandir dalam ruangan rawat pasien. berharap Nikita cepat sadar dari pingsannya.

Menurut dokter, Nikita tidak terluka parah. Dia hanya shock karena kecelakaan yang menimpanya. Yang jadi pikiran berat Randa saat ini bukan lagi keadaan Nikita. Tapi ganti rugi bemper mobil yang ditabrak Nikita yang lumayan mahal.

Selama ini, Nikita hidup terlalu boros. Tidak sedikit uang perusahaan yang terkuras karena mengikuti gaya hidupnya yang mewah. Lama-lama perusahaan milik mertuanya itu bisa bangkrut karena ulah Nikita.

Sudah lima belas menit, Nikita dipindahkan ke ruang rawat pasien. Tapi, dia belum juga sadar. Randa sudah tak sabaran ingin menumpahkan kekesalan hatinya pada Nikita.

"Mas...," Nikita akhirnya tersadar juga dari pingsannya setelah beberapa menit Randa menunggu.

Randa menoleh kearah Nikita yang baru sadar. Diapun mendekati Nikita yang terlilit slang infus ditangannya dan menatap Nikita dengan wajah masam.

"Kau selalu saja membuatku susah, Nikita." Tegur Randa kesal.

Nikita yang sedang terbaring lemah tak berdaya, terlihat sedih dengan perkataan Randa yang terdengar kesal dan memarahinya. Nikita pikir, Randa akan menaruh simpati dan belas kasihan dengan keadaannya. Namun, anggapan Nikita salah. Randa justru mengucapkan kata yang mengecewakan.

"Maafkan aku mas, aku ceroboh." Ujar Nikita dengan nada sedih.

Suaranya terdengar parau sebab menahan air matanya yang hendak jatuh karena rasa sedih yang ia rasakan saat itu.

"Kau selalu ceroboh, Nikita. Aku tahu, kau terbiasa hidup senang dan dimanja oleh orang tuamu. Apapun yang kau inginkan selalu kau dapatkan. Kau tak pernah berpikir, jika aku selalu direpotkan oleh ulahmu yang seringkali kekanak-kanakan." Keluh Randa sembari terduduk lesu disebuah kursi yang ada disamping pembaringan Nikita.

Nikita menitikkan air mata nya saat Randa tampak lunglai tak bertenaga. Kata-kata Randa semakin menghujam perasaannya. Selama ini, Randa tak pernah marah ataupun protes dengan setiap kelakuannya.

"Apa kau tahu, akibat perbuatanmu, kita harus membuang uang untuk membayar ganti rugi." Keluh Randa lagi dengan nada gusar bangkit dari duduknya.

Nikita mengerutkan dahinya heran. Dia tak mengerti apa yang dibicarakan Randa.

"Maksud mas, ganti rugi apa?" tanya Nikita bingung.

"Semua gara-gara kecerobohan mu itu, Nikita. Aku harus mengganti bemper mobil yang kau tabrak seharga 100 juta." Ungkap Randa kesal.

Cuma 100 juta, kenapa suaminya jadi kelabakan tak jelas seperti itu? Padahal, mereka punya uang yang banyak. Nikita pikir, uang sebanyak itu, tidaklah seberapa.

"Bayar saja mas, daripada kamu pusing dan marah-marah tak jelas begini." Ucap Nikita dengan enteng.

Randa malah makin gusar, saat mendengar ucapan Nikita. Begitu mudahnya Nikita bicara, seolah uang segitu tak berarti apa-apa. Sementara selama ini, dia mendapatkan uang sebanyak itu tidaklah mudah.

"Niki, keuntungan perusahaan kita tahun ini sudah banyak terpakai untuk kebutuhanmu yang tidak jelas. Aku tidak mungkin lagi mengambil uang perusahaan untuk membayar uang ganti rugi itu, Mama dan papamu akan curiga dan mempertanyakannya padaku. Aku yang akan disalahkan. Bukan kamu, mengerti!?" ucap Randa jengkel menahan emosinya yang mulai naik.

"Masalah uang perusahaan yang ku pakai, aku yang akan bertanggung jawab pada papa dan mama. Sisanya, itu urusanmu mas Randa. Bukankah uang itu dulu kamu pergunakan untuk membelikan Asyifa rumah dan segala tetek bengeknya?" tukas Nikita ikut terbakar emosi.

Randa terdiam seketika. Dia mengakui kalau dirinya ikut andil menggunakan uang itu untuk urusan pribadinya dan juga untuk keperluan Asyifa. Tapi, jumlahnya tidak seberapa jika dibandingkan dengan jumlah uang yang digunakan oleh Nikita.

"Sudahlah mas, jangan perdebatkan lagi masalah uang itu. Aku sedang sakit loh mas..., harusnya kamu menghiburku bukannya marah-marah begitu. Apalagi, kita saat ini ada dirumah sakit. 'Gak enak kalau didengar orang lain." Bujuk Nikita agar emosi suaminya yang mulai meninggi jadi menurun.

Randa menghentakkan pantatnya kembali duduk diatas kursi dengan darah tinggi yang belum stabil. Berulangkali dia menghembuskan nafas panjang mencoba meredakan amarahnya.

"Aku tak peduli, untuk biaya ganti rugi itu, kau usahakan saja sendiri. Jangan sentuh uang perusahaan." Ucap Randa dengan nafas naik turun.

Nikita terdiam bisu. Saat ini, kekuatannya masih terlalu lemah. Dia tak sanggup terus berdebat dengan Randa. Sakit ditubuhnya, ditambah luka batinnya, membuat Nikita makin tersiksa.

"Ini kartu nama yang diberikan pemilik mobil itu padaku. Hubungi dia. Selesaikan masalahmu sendiri. Aku sudah terlalu pusing menyelesaikan banyak masalah. Tolong jangan persulit diriku lagi." Ucap Randa kembali seraya menyerahkan kartu nama pemilik mobil yang bernama Chintia itu ke tangan Nikita.

Nikita diam tak bergeming. Hatinya penuh luka karena merasa diabaikan oleh Randa. Padahal, saat ini dia sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang Randa. Bukan pertengkaran yang penuh kalimat menyakitkan.

Randa beranjak bangkit dari duduknya seakan hendak pergi. Nikita bergegas meraih tangan Randa, namun pria itu menipis tangannya dengan kasar.

"Mau kemana kamu mas...,?" tanya Nikita dengan tatapan memilukan.

"Aku lapar, mau cari makanan diluar." Sahut Randa jengkel.

Sedari tadi perutnya terasa keroncongan karena belum terisi apa-apa. Dia jadi teringat nasi yang dihidangkan Asyifa yang belum sempat dia makan karena mendapat telpon dari rumah sakit.

"Tinggallah sebentar, nanti aku kembali lagi." Ucap Randa kemudian menghela nafas panjang, meredam semua emosi yang tercipta karena Nikita.

"Jangan lama-lama mas...," ujar Nikita pelan.

Tanpa menoleh lagi pada Nikita, Randa pun melangkah keluar dari ruangan rawat itu dengan membawa rasa jengkel yang masih tersisa dihatinya. Kepergiannya diiringi tatapan Nikita yang terlihat sendu dan pilu. Dalam hati, Nikita menyesali kecerobohannya dalam mengemudi kendaraan, yang mengakibatkan pertengkaran diantara dirinya dan Randa.

***

Sementara itu, di depan pagar pembatas rumah Asyifa, Kenzie terlihat duduk diatas sepeda motor gedenya seraya memperhatikan Asyifa yang terlihat asyik duduk diteras rumahnya sambil bermain dengan Safina yang mulai terlihat makin lucu dan menggemaskan.

Sesekali Kenzie tersenyum dan menahan tawa saat dia mendengar nyanyian yang disenandungkan Asyifa yang terkadang lucu dan menggelitik karena lirik yang diubah-ubah oleh Asyifa.

Kehadiran Kenzie yang tak begitu terlihat karena cukup tersembunyi, tak disadari sama sekali oleh Asyifa. Dia terlalu asyik bermain dengan Safina yang sudah pintar merangkak.

"Aduh, pintar anak mama. Ayo, sini, sini...," panggil Asyifa seraya menyuruh Safina merangkak kearahnya yang bersimpuh dilantai teras rumahnya yang bersih.

Safina tampak riang, dia merangkak cepat mengejar Asyifa yang beringsut mundur seolah mempermainkan Safina.

Kenzie tersenyum melihat pemandangan kebahagiaan dan keceriaan ibu dan anak yang terlihat dimatanya. Ada rasa pedih bercampur bahagia yang menyusup di batinnya.

"Semoga kamu dan anakmu selalu hidup bahagia Asyifa." Doa Kenzie dalam hatinya.

Hanya doa yang bisa ia berikan untuk orang yang ia cintai untuk saat ini. Apapun jalan hidup yang dipilih Asyifa, Kenzie hanya bisa berharap, Asyifa hidup bahagia.

Brum!

Kenzie menyalakan mesin motornya hendak pergi dari situ.

Suara mesin motornya yang cukup keras, mengejutkan Asyifa yang langsung melongok kearah pagar pembatas rumah. Dahinya berkerut heran menangkap bayangan sepeda motor Kenzie yang kemudian melesat pergi meninggalkan asap mengepul.

"Kenzie, mau apa dia kesini?" Walau tak melihat dengan jelas, bayangan Kenzie terlihat nyata oleh Asyifa.

Sesaat dadanya berdegup kencang. Mantan kekasihnya itu, ketahuan mengintainya sedari tadi.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👋
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Gak mungkin bisa memilih, karena dia mau ke dua nya🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Mana ada seorang ibu yang mau menyerahkan darah daging nya untuk di asuh orang lain. Emang gampang ya mengandung dan melahirkan, kalo mau anak mah bikin aja sendiri🤣🤣
Afriyeni: ya ampyuun kamu beneran baca ya say 🤭✌️ makasih sygku, cintaku, kamu udah mampir baca /Kiss//Rose/
total 1 replies
Mr.Arez-Jr
lanjut karya baru 😍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Asyifa astagfirullah deh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf bru mampir lagi kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
gara2 lukisan itu hampir aja ketahuan Asyifa
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
smoga ga ktemu
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
syifa harus hati-hati nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
bapak2 hdeh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
niki lgi banyak pikiran
🌺Bunga_Ros⁹⁷
Oma @Afriyeni Official maaf baru sempat mampir lagi..😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Jika ada alvino, dia pasti berseru bukan muhrim/Grin//Joyful/
Afriyeni: kalau ada Alvino, novelnya jadi seru 🙃
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa tuan arif yang gerak cepat /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Rasanya aaaa sekali mendengar dan melihat assyifa
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Astaga, kenapa harus di permalukan sih /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa sih, demen banget ngosip. Nanya langsung aja sama Assyifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!