cerita ini di mulai dari seorang gadis cantik bernama sindi..yang mempunyai pacar bernama alex
sindi dan alex menjalin hubungan selama 7 tahun ..
sindi sangat mencintai alex dan alex pun juga sangat mencintai sindi
hingga saat itu alex pun di perintah orang tua nya menikah dengan wanita yng mereka jodoh kan kepada nya .. karena wanita ini adalah anak teman papa nya alex yng mempunyai
banyak saham di perusahaan papa nya alex.. yang sangat lah kaya raya.. sehingga papa nya alex pun memaksa dan mengancam alex..untuk bunuh diri kalau alex tidak menuruti ke inginan nya
alex yang sangat sayang dengan orang tua nya pun menyetujui apa yng di katakan papa nya..
dia pun meninggal kan sindi.. dan menikah dengan wanita yng di jodoh kan papa nya kepada nya..
alex mempunyai sahabat bernama Tio.. dia menyuruh Tio untuk menikah dengan sindi karna alasan dia tidak mau sindi sakit hati terlalu dalam karena ulah nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nandi ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gara gara seratus
bab 34
Karna Alex tidak mau Sindi dan Tio pulang sekarang, maka Alex pun mulai bersimpuh di depan Sindi.
Melihat Alex yang ber simpuh di hadapan istri nya, sontak Tio pun juga ikut ikutan bersimpuh di hadapan Sindi.
"Sin!" ucap Alex, yang sudah ber ada di hadapan Sindi.
"Iya kenapa, Lex?" sahut Sindi pula, karna Sindi bingung. Kok ini dua laki-laki malah bersimpuh seperti ini di depan nya.
"Apa kah kamu mau, hidup ber sama ku lagi?" ucap Alex tanpa memikir kan perasa'an Tio.
"Apaa!!.." sahut Sindi sambil menjitak kepala (Tio)
"Aduhhhh, Sinnn. Kok malah kepala aku sih yang kena jitakan keras dari kamu?" kini Tio sudah mulai oleng.
"Astaghfirullah, Mas. ma'af aku sengaja!"
Mata Tio pun melotot ke arah Sindi.
"Ehhh nggak, Mas. Aku nggak sengaja maksud ku," ucap Sindi gelagapan, karna melihat Tio sudah oleng dan hampir ambruk.
"Tadi aku mau menjitak kepala Alex, Mas. Tapi aku gak tega, maka nya aku memejam kan mata ku saat menjitak kepala nya, ehhh. Malah kena kamu Mas, maafin aku ya, Mas!" ucap Sindi yang merasa ber salah.
"Kamu punya tenaga super ya, Sin? kok kepala ku terasa ber putar, dari tadi gak hilang-hilang?" sahut Tio sambil memegangi kepala nya yang terasa oleng. Tak berapa lama Tio pun pingsan.
"Tio, tio...Tio sahabat ku, jangan mati sekarang dong, aku masih ingin ber teman dengan mu Tio!" ucap Alex yang pura-pura menyeka air mata nya, walau pun tidak ada air mata di sana.
"Masss, mass ... Bangun Mas! ma'afin aku Mas" Sindi sangat merasa ber salah, sudah salah menjitak orang.
Sudah 15 menit, Tio tak bangun-bangun dari pingsan nya. Kini Tio sudah ber baring di bangku taman. Alex, Sindi ,dan Rena pun hanya mondar-mandir dari tadi, menunggu Tio bangun dari pingsan nya.
"Aduhh, kepala ku masih terasa ber putar." ucap Tio yang baru bangun dari pingsan nya.
"Alhamdulillah, Mas kamu udah bangun." Sindi pun merasa senang karna Tio sudah bangun dari pingsan nya.
"Iya, sin. Mas gak papa kok," sahut Tio yang segera bangun dari bangku. "Ayo kita pulang Sin."
"Emang, Mas. Udah baikan? gak oleng lagi?" tanya Sindi.
"Iya, Sin. Mas sudah baikan, ayo kita pulang."
"Kok mau pulang aja. Mau aku anter?" Alex pun menawar kan untuk mengantar Tio dan Sindi pulang.
"Iya, aku masih hawatir sama keadaan mu, Tio." Rena pun menimpali.
"Gak papa Lex, Ren aku bisa kok, pulang sendiri bersama Sindi, makasih tawaran nya," sahut Tio
"Yaudah deh, Mas." sahut Sindi. Sindi dan Tio pun pergi tanpa menghirau kan Alex dan Rena lagi.
Tak terasa kini hari sudah mulai gelap. Tio dan Sindi pun sholat maghrib ber jama'ah. Setelah selesai solat Sindi ber gegas pergi ke dapur untuk memasak, karna bi Minah sudah pulang jam 6 sore tadi.
Tak terasa Sindi pun sudah selesai memasak dan mengajak Tio makan ber sama, di meja makan mereka.
"Ayo Mas makan," ucap Sindi yang sudah selesai menyendok kan nasi beserta sayur dan lauk nya di piring Tio.
"Iya, makasih ya Sayang ku," sahut Tio sambil memakan makanan di piring nya.
"Iya, sama-sama, Mas."
Setelah selesai makan. Tak terasa sudah waktu nya untuk sholat isya, Tio dan Sindi pun menjalankan kewajiban nya sebagai umat islam, untuk sholat berjamaah lagi.
Tio dan Sindi yang kini sudah selesai sholat dan berdoa. Mulai membaring kan tubuh mereka di ranjang king size mereka. Untuk istirahat sambil ber pelukan.
"Sayang," ucap Tio sambil terus memeluk istri nya.
"Iya, Mas," sahut Sindi pula.
"Malam ini, kita ena-ena lagi ya, Yang?" ucap Tio semangat. Sementara Sindi diam sejenak memikir kan sesuatu.
"Mas!" ucap Sindi.
"Iya kenapa, Sayang?" sahut Tio.
"Agar ena-ena tak ter putus, pinjam dulu lima ratus," ucap Sindi santai.
"Hahhh ... Lima ratus, Sin?" sahut Tio yang langsung duduk dan melepas kan pelukan nya kepada Sindi. "Kok lima ratus sih, Sin?... Biasanya juga cuman seratus," ucap Tio sambil memperlihat kan uang koin senilai seratus rupiah kepada Sindi.
"Idihh ... Mana ada Mas, itu kan cuma seratus rupiah! kan biasa nya seratus ribu rupiah, Mas?"
"Iya juga ya, Sin! tapi ngomong-ngomong kamu mau beli apa Sin, dengan uang 5 ratus?"
"Bukan cuma 5 ratus, Mas. tapi 5 ratus ribu Mas. Aku mau beli skincare Mas, sama hand body! aku mau perawatan Mas, agar selalu tampil cantik," ucap Sindi memberikan jawaban nya.
"Oooohh, gitu! jangan kan cuma 5 ratus ribu. 50 juta pun aku beri, Sin. Untuk kamu," sahut Tio sombong. "Yaudah, Mas ambil dompet dulu," ucap Tio lagi.
Tio pun pergi mengambil dompet nya yang ketinggalan di toilet tadi. Kini Tio sudah datang kembali ke pada Sindi sambil membawa dompet nya.
"Ini Sayang, kuhhh." Tio pun meng hitung lembaran uang yang masih ter sisa di dompet nya. "Satu, dua, tiga, empat! lahh, kok cuma tinggal empat lembar sih uang nya?" Tio pun mengobrak-abrik dompet nya. Siapa tau masih ada uang yang terselip.
"Maaf Sayang, kuh! uang Mas di dompet cuma tinggal segini" ucap Tio sambil memberikan uang yang senilai 400 ribu.
"Kalo cuma segitu, ena-ena nya di tunda dulu Mas," sahut Sindi santai.
"Lahh, masa cuma gara-gara seratus. Ena-ena kita di tunda sih, Yang?" Tio pun mulai lemas.
"Cari dulu seratus nya, Mas. Biar langsung kita Gas poll," sahut Sindi
"Yaudah deh, Yang. Mas pergi dulu ya, cari uang seratus secepat mungkin untuk kamu."
"Asiappp, Mas ku sayang."
jadi penasaran gimana lanjutan nx.. mantappp
pertahan kan orang yg sdh tulus mecintai mun sin..alex masa depan mu sin ,jd lah wanita yg kokoh ,setia
sma pasangan nya.gk mudah goyah..
lanjut thor