🧭 96 km Season 2
⏰
21+
"Mengapa kita begitu rumit?!" ujar Mina.
Kisah cinta langit timur (Mina) dan langit barat (Nagi) kembali berlanjut. Mereka terbawa kembali ke masa di saat pertama kali bertemu.
Nagi berhasil membalikkan waktu dan berusaha menghilangkan jarak 96 kilometer di antara mereka.
Namun Mina justru berusaha melupakan kisah cintanya bersama Nagi, karena masih terikat pada seseorang dari masa depan.
Apakah dengan mesin waktu, mereka bisa bersatu lagi di tengah rasa ragu dan bimbang?
Ayo ikuti kisah romansa di dalam mesin waktu ini!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noejan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Future Journey_3
"Gendong aku," titah Mina dengan bisikan maut.
"Oh, sekarang?" balas Raja yang mulai tersenyum lebar.
"Iya! Terus mau kapan?" protes Mina yang mulai kesal.
Raja tak banyak berkomentar, ia segera menggendong wanita bergaun putih itu. Dalam gendongan Raja, Mina masih bersuara, "Memangnya kamu boleh masuk siang, Ja?"
"Aku atasannya, sayang. Sementara ini biar bawahan ku yang mengurusnya," jawabnya hingga ia mendorong pintu kamar.
Raja tak menutup pintu hingga katupnya tersambung. Ia hanya mendorong pintu tersebut dengan kakinya. "Tutup dong. Nanti kalau ada yang datang--" titah Mina yang terpotong.
"Ngga bakal ada, sayang. Disini cuma ada kita berdua," ucap Raja yang menurunkan tubuh Mina di atas ranjang.
Pukul 10 siang,
Nagi dan Mogi telah sampai di mall kota Hijau. Mereka pergi menuju counter gawai dengan langkah lebar. Di sana, mereka memilih gawai dengan fitur yang mereka butuhkan untuk uji coba.
Setelah selesai membeli gawai, mereka berdua segera pergi ke perusahaan Wattech.
"Yakin nih, kamu cuma butuh itu saja?" tanya Mogi.
"Sudah, Mas! Alat-alatnya juga sudah di dalam tasku. Sekarang kita coba konsultasi ke Pak Erizal atau bawahannya itu, Mas." jawab Nagi.
Kali ini, giliran Nagi yang mengemudi mobil. Di tengah perjalanan, Nagi mendengar Mogi yang mengobrol dengan istrinya.
"Iya, sayang. Maaf ya! Ini masih di jalan ... tapi habis ini, aku harus kembali ke masa lalu, Yang. Maaf ya," ucap Mogi di telepon.
Hm... Saat ini Mina telah menjadi istri Raja sombong itu! Tapi aku tak akan membiarkan itu terjadi. Mina, ia milikku! batin Nagi sembari menghela nafasnya.
Pukul 11 siang,
Nagi dan Mogi telah sampai di perusahaannya. Mereka segera mendatangi receptionist dan meminta untuk bertemu dengan Pak Erizal.
Ternyata, mereka disuruh untuk menunggu sebentar karena Pak Erizal sedang tidak ada di ruangan.
"Mas, berarti yang kamu temui beberapa bulan yang lalu, itu robot Pak Erizal?"
"Iya, Nag. Tapi sudah yang paling canggih." Ucapan Mogi membuat Nagi terperangah. Pak! Aku fans beratmu!!
Mina melangkah ke luar dari kamar, dengan baju tidurnya. Ia menuju dapur dan memasak untuk makan siang.
Tak lama, Raja sampai di meja makan dengan kemeja dan celana kainnya. Ia memanggil Mina "Mi! Nanti mau ngga, aku belikan makanan khas daerah sini?"
Mina menoleh pada suaminya. "Iya dong! Tumben baik banget," ucapnya dengan bibir yang manyun.
"Hm ... biar kamu ngga repot masak kayak gini," jelasnya sembari meminum segelas air putih.
"Sayang! Si kembar pulangnya jam berapa ya?" tanya Mina.
"Jam dua. Nanti ku jemput," jawabnya dengan datar.
Lah, dia niat kerja ngga sih? Nagi merasa heran dengan Raja. "Ja! Kamu kerja cuma bentar banget?"
"Ya ampun, sayang~" Kini ia bangkit dari duduknya dan mendekat ke Mina. "Aku bisa izin bentar. Hehe," sambungnya dengan menggaruk tengkuknya.
"Gimana kalau aku saja yang jemput mereka?" Mina menawarkan dirinya untuk menjemput si kembar.
"Jangan sayang, biar aku aja yang jemput. Habis itu, aku balik lagi ke kantor. Mungkin nanti sore aku baru pulang, sekalian bawa masakannya!" tutur Raja yang menjelaskan rencananya.
Mina hanya mengangguk dan melanjutkan aktivitasnya di depan kompor.
"Tapi Mi ...," panggil Raja.
Namun Mina tak menoleh. "Apa?"
Raja memeluk dari belakang Mina dan membisikkan, "Nanti ... lagi ya?"
Mina paham dengan keinginan Raja dramanya ini. "Oh gitu? Jadi sogokannya tuh masakan khas kota Merah?"
Tanpa rasa bersalah, Raja mengangguk kencang.
Mina mengangkat spatula panas dan mengancam Raja. "Sini, ku goreng kamu ya!!"
Raja melepas pelukannya dan menjauh dari Mina. "Namanya juga usaha, Mi!! Haha!"
***
Salam Hangat dari "Sebuah Kisah Cintaku" 😆🙏🏼
Sungguh luar biasa
Apalagi bila bisa buat sesuatu yang positif 👍👍👍
semangatt yaa
yuk baca lagi cerita aku yang judulnya CONVERGE!!
ada part baru lohh 😍
mari saling support thorr ❤️
thanks