NovelToon NovelToon
Suami Berondongku

Suami Berondongku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nona Ahza

( proses revisi ) Novel ini menceritakan tentang seorang cewek yang bernama Nindy di taksir seorang cowok dan tak lain adik dari sahabatnya sendiri.

Cowok itu bernama Vano. Meski usia terpaut sangat jauh, mereka tidak peduli. Bahkan ketika keluarga Nindy menentang dengan keberanianya Vano melamar Nindy...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Ahza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34

Setelah Nindy merapikan rambutnya di toilet, ia segera menyusul Ellen kembali ke meja tempat Vano dan teman-temanya tadi. Nindy segera duduk kembali di dekat Vano.

Suasana cafe itu semakin malam semakin ramai saja. Alunan musik dari kelompok band anak muda yang mengisi acara malam itu menambah syahdu suasana saja. Nindy melanjutkan makan yang tadi sempat terhenti karena harus ke toilet.

"Enak?" tanya Vano dengan posisi badan agak di miringkan ke arahnya.

"Ehm, lumayan." jawab Nindy sambil mengunyah makananya.

"Mbak boleh tanya nggak?" kata Dodi sambil mendekatkan posisi kursinya dengan Ellen.

"Mau tanya apa? Boleh saja." ucap Ellen yang menatap Dodi.

"Ah, itu mah cuma modus kamu saja Dod." celetuk Reihan yang melihat tingkah Dodi mendekati Ellen.

"Kenapa sih kamu? Usil saja..." ucap Dodi yang memelototkan mata ke arah Reihan.

Reihan yang di pelototi Dodi malah tertawa bukanya takut. Ia yang tadinya mau bertanya jadi urung. Vano yang melihat mereka hanya tersenyum saja.

Acara makan dan nongkrong bareng akhirnya selesai sudah. Mereka segera keluar dari cafe itu.

"Mbak Nindy bareng aku saja, kan rumah kita searah, lagian kalau nanti mbak Ririn tau aku nggak mengantar mbak, bisa di hajar aku." ucap Vano setelah berada di luar restoran.

"Emm, boleh juga.."

"Mbak Ellen biar aku antar pulangnya..," Tak mau kalah dengan Vano, Dodi menawarkan kepada Ellen.

"Tentu saja, jika tidak merepotkan"

Gayung pun bersambut. Dodi yang mendengar ucapan Ellen girangnya bukan main. Ibarat anak kecil yang di beri permen lolipop.

"Kalau begitu kami duluan." ucap Dodi.

"Oh, iya." sahut Vano tersenyum sambil menganggukan kepalanya. Setalah Reihan dan Lily pamit, Dodi dan Ellen pun segera pamit juga. Kini tinggal Nindy dan Vano yamg masih berdiri di depan cafe itu.

"Ayo mbak, Vano anterin pulang." ucap Vano.

"Iya.." jawab Nindy sambil menganggukan kepala tanda setuju. Ia dan Vano segera menuju mobil yang di parkirkan di depan cafe.

Setelah mereka berada di dalam mobil, Vano menyalakan mesin dan segera meluncur melintasi jalan di tengah kota. Di tengah perjalanan, Nindy pun iseng bertanya kepada Vano.

"Van...." Nindy menghentikan ucapanya. Sebenarnya Nindy agak ragu bertanya padanya. Takut dia menjawab dengan jawaban yang tidak ia harapkan.

"Ehm, kenapa nggak di lanjutin kalimatnya?" ucap Vano sambil fokus nyetir dan sesekali melihat Nindy.

"Sebenarnya siapa sih, cewek yang sulit kau dapatkan, yang kau bahas tadi? Itupun kalau kamu mau jawab, kalau enggak juga nggak apa-apa kok, mbak tidak akan tanya lagi." ujar Nindy yang membuatnya salah tingakah sendiri di buatnya.

"Sebenernya sih aku mau kasih tahu mbak Nindy, tapi Vano takut, nanti kalau sudah mendengar perkataan Vano, mbak pingsan gimana..?" ucapan Vano membuat Nindy semakin penasaran ingin tahu saja.

"Hem dasar! Ya sudah kalau nggak mau kasih tahu." Nindy kesal mendengar perkataan Vano, dan memalingkan wajah memandang ke luar jendela mobil.

Vano yang melihat ekspresi wajah Nindy segera menepikan mobilnya di pinggir jalan yang tidak begitu ramai.

Ciiiittttttt.....

Suara injakan rem mobil Vano membuat Nindt terkejut dan menoleh ke arahnya. Vano tersenyum simpul ke arah Nindy.

"Ehemmm..." Vano berdehem dan seraya berkata kepada wanita yang kini duduk di sampingnya.

"Mbak Nindya, sudah lama kita mengenal satu sama lain, bahkan kita kenal sejak kita masih kecil, aku nggak tahu mulai dari kapan aku menaruh perasaan sama mbak..."

Deegg...

Mendengar ucapan Vano seperti itu membuat jantung Nindy berdetak dengan cepatnya. Ia berusaha tenang dan mengatur nafas agar tidak salah tingakh di depan Vano.

"Sejak aku kembali ke kota ini dan pertama kali berjumpa dengan mbak waktu itu, aku lihat mbak Nindy sekarang berbeda, dewasa dan tambah cantik saja." Vano melanjutkan perkataanya lagi.

"Kamu ngomong apa sih Van, mbak nggak ngerti deh...." Nindy pura-pura tak mengerti maksud ucapan Vano.

Kini posisi duduk Vano menghadap ke arah Nindy. Dengan tidak mengubah posisinya, Nindy menoleh ke arah Vano. Kini mereka saling bertatap mata satu sama lain

"Mbak Nindya Putri, maukah kau menerima perasaanku yang ku pendam selama ini? Entah kapan perasaan itu muncul, jangan mbak anggap aku ini masih anak kecil, sekarang aku sudah jadi pria dewasa dan mempunyai perasaan terhadap kamu mbak." ucap Vano yang menggenggam kedua tangan Nindy dengan lembut. Sejenak ia menatap mata Vano yang juga menatapnya Dengan tatapan yang lembut.

"Van... kamu sadar dengan ucapan kamu barusan? Usia kamu jauh di bawahku, kamu masih muda, sedangkan aku, kamu ngerti kan maksud ucapanku tadi"

"Aku sepenuhnya sadar, aku nggak perduli siapa mbak dan usia kita yang bebeda, aku sayang sama kamu mbak, saking sayang dan cintanya sama mbak, dan tidak berani mengungkapkanya, membuatku serasa mau gila mbak, maukah kau menerima aku menjadi orang yang penting dalam hidupmu mbak?" ucap Vano yang masih menggenggam tangan Nindy.

Nindy memandang Vano yang sungguh-sungguh dengan ucapanya. Ia juga tidak mau berbohong terhadap perasaanya sendiri. Ia juga menaruh rasa pada Vano sejak ia menunjukan perhatianya, walau itu hanya hal kecil. Sejenak Nindy memejamkan mata, dan kembali membukanya. Di tarik nafasnya dalam-dalam dan menjawab pertanyaan Vano.

"Van....mbak juga tak mau membohongi perasaan mbak sendiri, mbak juga menaruh perasan sama kamu entah sejak kapan. Ehmmm.....mbak menerima kamu menjadi orang yang penting dalam hidup mbak."

Mendengar ucapan Nindy barusan spontan Vano melepaskan genggamananya dan segera memeluknya.

"Aku tidak salah dengar kan dengan ucapan mbak barusan?" tanya Vano kepada Nindy.

"Enggak, Van....?" jawab Nindy.

"Sekarang hubungan kita berubah jadi laki-laki dan wanita, bukan seperti kakak adik lagi.." ucap Nindy setelah Vano melepaskan pelukanya.

"Iya dong, saking senengnya aku serasa mau teriak nih, mbak pacar." ucap Vano yang kini berani memegang wajah Nindy dengan kedua tanganya. Lalu kembali memeluknya dengan erat. Nindy pun membalas pelukan Vano. Dirasakan begitu hangat dan nyaman berada dalam pelukannya.

"Eits...mbak minta satu permintaan nih." Nindy melepaskan pelukan Vano.

"Apa itu? Bilang saja." Jawab Vano yang penasaran.

"Mbak minta, hubungan kita ini di rahasiakan ya, jangan sampai orang tahu dulu, pokoknya di rahasiain, Oke?"

"Emm...oke lah kalau begitu." jawab Vano yang tersenyum senang.

Meraka pun sepakat bersama. Malam itu menjadi saksi Vano menembak Nindy menjadi pacarnya. Sungguh tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata, tentang perasaan mereka saat ini.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba Vano memegang tengku Nindy dan memandanginya seraya berkata...

"Mbak cantik kalau di lihat lebih dekat kayak gini, sungguh begitu mempesona, hingga aku tergila-gila sama kamu mbak."

"Kamu bicara ap....." Belum sempat Nindy mneruskan kata-katanya, tiba-tiba bibir Vano sudah mendarat di bibirnya. Nindy yang menerima ciuman dari Vano hanya diam dan menikmatinya. Ciuman seorang cowok yang usianya jauh di bawahnya. Lama bibir Vano bermain di bibir Nindy, hingga membuatnya susah bernafas.

Nindy segera melepaskan karena kehabisan nafas.

"Maaf, karena bibir mbak begitu menggoda ." Ucap Vano yang sekali lagi mengecup bibirku. Dengan spontan Nindy langsung mencubit perut Vano.

"Awww....lagi dong." ucap Vano yang membuat Nindy berbunga-bunga.

"Jadi maksud kamu dengan cewek yang susah kau taklukkan itu adalah aku?"

"Yupz....betul sekali, kenapa? Nggak mau jadi wanita satu-satunya dalam hidupku?" tanya Vano yang menggoda Nindy dengan kedipan matanya.

"Mau sih mau Van, tapi bagaimana nanti kalau Ririn tahu hubungan kita?" tanya Nindy dengan khawatir.

"Jangan panik gitu dong, aku akan melindungi apapun itu yang menyangkut tentang kamu, aku akan membahagiakan wanita yang aku sayangi."

"Aku jadi terharu. Semoga saja kamu bisa menepati kata-kata yang barusan kamu ucapkan tadi." ucap Nindy seraya menyandarkan kepalanya di pundak Vano.

"Pulang sekarang yuk Van, takut kemalaman." Ajak Nindy seraya memegang lengan Vano.

"Ok, mbak pacar." jawab Vano dengan tersenyum.

Jangan lupa like dan votenya kakak...🤗

BERSAMBUNG

1
ralis sa
aku suka cerita ari dengan krital
Muhammad rizki Ramadhan
bagus
Manda Ulfah
kereeeen...
Puji Nurati
nindy juga, kenapa ga bilang aja mau ngenalin samuel ke Ririn, aneh ..ud tahu vano cemburuan, tinggal jelasin, masa diem aja
inayah machmud
rasain km vanya makanya jd cewek jgn kegatelan godain suami orang. ..
vano itu cinta mati sm nindy jd gak bisa selain hati...
inayah machmud
rasain km mak lampir. ..😂😂😂
hafiz saputra
vano perlu dibawa ke psikiater itu, kalo ngga bawa ke rumah gua aja biar gua tempeleng di sini,, jadi cowok kok lebay gitu,, cemburu sih hal yg wajar tapi jangan berlebihan juga kali!!!
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA TAMAT,
SEQUEL 2 NYA DI UP THOR.......🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻
MOHON MAAF JIKA KOMEN2 BNYK YG TDK PANTAS.. KRN SMUA FAKTOR TRBAWA SUASANA CERITA THE BEST DARI OTHOR, YG BUAT READER TERBAWA EMOSI MAUPUN BAHAGIA..
SEKALI LGI JGN LUPA, UP THOR SEQUELNYA..
Sulaiman Efendy
HAMIL BARENGAN NINDY & RIRIN...
SIAP2 LO VANO KNK MORNING SICKNESS, ALIAS SINDROM COUVEDE, AKU UDH MRASAKN SAAT ISTRI HAMIL ANAK KMBARKU, SEGALA MAKANN YG AKU TK SUKA & TK AKU MAKAN, LGI NGIDAM KU MAKAN, SEPERTI LELE, BELUT, IKAN GABUS ATAU RUAN, AKU MAKAN, PADAHAL AKU GK MKN 3 MAHLUK AIR TRSEBUT, KLO BUAH, SUKA MAKAN ASAM PAYAK, JAMBU BATU, PKE GARAM DOANK.. KLO BAYANGINNYA KMBANG LIUR KU..
Sulaiman Efendy
DAN UNTUNGYA VANO JUJUR, DN NINDY SLLU MNSUPPORT VANO, KRN NINDY TAU, VANO ADALH LAKI2 SETIA..
Sulaiman Efendy
UNTUNG ANGGA MAU DIAJAK KERJASAMA..
Sulaiman Efendy
WAHH OTHORNYA JAHAT NI, SI ANGGA PENGHIANAT, FAIZ SALAH BWA ORG UNTUK KERJA DIWARUNGNYA VANO, LBH LICIK SELLY DRIPADA VANYA
Sulaiman Efendy
MSH SAJA TROBSESI TU SELLY MA VANO, GATEL BANGET, KNP LO GK BALIKN KE MNTAN LO YG LO BILANG MSH CINTA DN SYANG, HINGGA LO BATAL NIKAH MA CALON SUAMI LO..
Sulaiman Efendy
KLO MAU JDI SUAMI ISTRI DUNIA AKHIRAT HINGGA KE JANNAH, YAA PERBANYAK IBADAH, ISI RUMAH DGN NILAI2 ISLAMI, TRUTAMA PRBANYAK BACA AL QUR'AN & SHOLAWAT, DN TRUTAMA BUAT KALIAN BRDUA, HRUS TAUBATAN NASUHA, KRN PRNAH BRZINAH...
Sulaiman Efendy
JGN2 MDF ITU PRUSAHAANNYA OM YOHANES PAPANYA KRISTAL.
Sulaiman Efendy
LBH PARAH DARI VANYA DLU NI SI SELLY, JGN2 UDH AMBYAR JUGA TU PERAWANNYA... APALAGI MEROKOK GITU...
Sulaiman Efendy
DLU PAS NINDY DI TOLONGIN RENDY PAS HMPIR JATUH KRN LANTAI TOILET HOTEL LICIN, LO NGAMUKNYA MNTA AMPUN, SKRG GILIRAN LO...
Sulaiman Efendy
MMG DASARNYA LO YG MIANG SELL, UDH TAU MOK NIKAH, MSH SELINGKUH, WAJAR LO DIPUTUSIN, DN UNTUNGNYA BLM MNIKAH, KLO UDH MNIKAH, DN SELINGKUH, APA GK NYESEK TU LAKI LO, TUHAN SYG MANTN CALON LKI LO, KRN LO BKN WANITA BAIK2 YG BSA JGA KSETIAAN, SKRG NGP LO GK BLIK MA MNTAN LO, HRSNYA LO MA DIA STELH GGAL MNIKAH..
SEKRG LO MAU JDI ULAT BULU..
KYK VANYA DLU LO, VANO CINTA BANGET, TPI DISEKINGKUHI..
Sulaiman Efendy
TEMAN2 VANO YG LAKI2 DARI KLUARGA TAJIR, TPI YG PLING TAJIR SBNARNYA FADIL, TRMASUK VANYA ISTRINYA, RENDY JUGA TAJIR, DODY, REYHAN, SRTA SAMUEL... KLUARGA SEDERHANA HNY LILY.. KLO RIRIN KLUARGA MNENGAH, KRISTAL OKE JUGA TUHH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS USH PERGI...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!