NovelToon NovelToon
THREE ANGEL

THREE ANGEL

Status: tamat
Genre:Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cintapertama / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pa'tam

Keluarga Henderson season 3. Lanjutan dari novel Seven R Anak genius dan Tujuh CEO muda.
Tiga gadis kembar identik yang tidak pernah terpisahkan sejak dalam kandungan.
Nama mereka semakin dikenal sebagai penyelamat bagi orang susah dan malaikat pencabut nyawa bagi para penjahat. Mereka juga rela mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain.
Bagaimana sepak terjang mereka kali ini?
Dan disini juga mengungkap identitas Randy yang sebenarnya, siapa Randy?
Temukan jawabannya di novel ini.

Seperti biasa cerita ini hanyalah fiktif semata. bila ada nama, tempat atau kejadian yang sama hanyalah kebetulan semata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan makan malam.

.

.

.

Abigail dan Lica sudah tiba di mansion keluarga Davidson. Ini pertama kalinya Lica bertamu di mansion keluarga Davidson. Abigail keluar dari mobil dan bergegas membukakan pintu mobil sebelum Lica keduluan keluar.

"Yuk masuk, Mama dan Papa sudah menunggu," ajak Abigail. Lica hanya mengikuti saja meskipun rasa kikuk mendera dirinya.

"Kok aku jadi deg degan sih, udah kaya ketemu calon mertua beneran," batin Lica.

Abigail menggandeng tangan Lica membawanya untuk masuk, karena Lica seperti enggan untuk masuk.

"Ma, Pa...!" panggil Abigail, Alika dan Daka yang sedang duduk diruang tamu sontak menoleh.

"Ehh sudah datang? Mama pikir akan malam baru datang?" tanya Alika.

Alika bangkit dari duduknya dan menghampiri Lica lalu menangkup pipi Lica. Lica semakin kikuk. Lica kemudian mencium tangan kedua pasangan suami istri tersebut.

"Sekarang kamu mandi dulu ya, Mama sudah menyiapkan semuanya," ucap Alika. Lalu Alika mengajak Lica kekamar tamu.

"Masuklah, bersihkan dulu tubuhmu kemudian ganti pakaian, semua sudah dipersiapkan," ucap Alika. Lica tidak bisa berkata apa-apa, layanan Alika sangat berlebihan menurutnya.

"Tante...!" ucapan Lica terhenti karena Alika sudah lebih dulu memotongnya.

"Panggil Mama, jangan panggil Tante ya," pinta Alika. Lica hanya mengangguk. kemudian ia masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri. Sedangkan Alika sudah keluar dan kembali bergabung dengan Daka dan Abigail diruang tamu.

"Gimana ma?" tanya Daka. Alika semakin merapat ke suaminya.

"Ingat umur ma," kata Abigail.

"Iri bilang saja, cepat nikah biar tau rasanya," jawab Alika enteng. Abigail bangkit dari duduknya dan berjalan menaiki tangga.

"Mau kemana kamu?" tanya Alika.

"Mau mandi," jawab Abigail tanpa menoleh ke Mama dan Papa nya.

Abigail masuk kedalam kamarnya dan melepas pakaian lalu masuk kedalam kamar mandi. Ia menghidupkan shower dan mengguyur tubuhnya.

"Pengennya sih mau nikah cepat, tapi calonnya aja belum siap. Gimana dong?" batin Abigail.

Setelah selesai mandi Abigail pun berpakaian lengkap dan keluar dari kamarnya. ia kembali keruang tamu ternyata tidak ada siapa-siapa.

Abigail berjalan kedapur dan melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat selama ini. Lica dan Alika sedang memasak berdua dan sambil bercanda.

"Eheem," Abigail berdehem tapi tidak ada yang menghiraukan.

"Ehhem, ehhem." Abigail berdehem lagi beberapa kali tapi kedua perempuan beda usia itu tidak juga menoleh.

"Apa kamu dengar sesuatu, sayang?" tanya Alika pada Lica.

"Enggak ma, mungkin suara hantu kali," jawab Lica. Abigail yang merasa diabaikan pun kesal. Ia mendekati Lica yang sedang membelakanginya.

"Jadi kamu menganggap aku hantu, hmmm?" tanya Abigail berbisik ditelinga Lica.

"Ehh, ternyata ada orang," jawab Lica tanpa berdosa.

"Iya nih, ganggu aja," Alika menimpali.

Tanpa rasa bersalah Abigail mengecup pipi Lica sehingga Lica kaget dan menjatuhkan spatula kelantai.

"Sana pergi, gak punya malu banget," ucap Lica pelan. Kebetulan Alika sedikit menjauh dari mereka.

"Aku gemes sama kamu, diajak bicara pura-pura tidak dengar," kata Abigail.

Pelayan yang ada di mansion ini tidak jadi hendak menghampiri majikannya.

Lica pun mengambil spatula tersebut dan mencucinya sebelum digunakan kembali.

"Boleh aku cicipi masakannya?" tanya Abigail.

"Boleh," jawab Lica lalu mengambil sedikit masakan tersebut.

"Gimana rasanya?" tanya Lica dengan mimik muka berubah ubah, seperti ikut kontes memasak dan menunggu penilaian dari juri.

"Enak, sangat enak." jawab Abigail.

"Beruntung aku pernah belajar memasak dengan Mommy sebelum berangkat ke L A," batin Lica.

"Belajar darimana kamu, sayang?" tanya Abigail. Lica sudah terbiasa dipanggil sayang jadi ia tidak mempermasalahkan itu.

"Belajar dari Mommy, sebelum aku kuliah ke L A," jawab Lica.

"Jadi kamu kuliah di L A, sayang?" tanya Alika yang sempat mendengar pembicaraan mereka.

"Iya ma, 8 tahun aku di sana." jawab Lica.

"Berapa umurmu sekarang, sayang?" tanya Alika lagi.

"19 tahun ma, beberapa bulan lagi 20 tahun," jawab Lica.

"19 tahun sudah tamat kuliah?" tanya Alika terkejut.

"Mama akan lebih terkejut lagi kalau Lica sudah selesai kuliah S3," kata Abigail. Lica hanya tersenyum saja.

"Hah...!" kata Alika.

"Jadi usia berapa kamu kuliah?" tanya Alika.

"11 tahun ma," jawab Lica enteng. Alika yang mendengarnya pun sontak memegangi kepalanya.

"Mama tidak menyangka ternyata calon menantu Mama seorang jenius," kata Alika.

Acara masak masak pun sudah selesai. Alika memanggil pelayan untuk menghidangkan masakannya diatas meja.

Kemudian Alika pamit kekamar untuk mandi. Sedangkan Lica kembali keruang tamu dan disusul oleh Abigail. Tapi baru saja Abigail duduk disamping Lica...

Buugh... satu pukulan mendarat diperut Abigail, Abigail meringis menahan rasa sakit. Tapi ia tidak marah sama sekali.

"Itu karena kamu berani mencium pipiku," kata Lica.

"Pacar sendiri juga," jawab Abigail.

"Makanya jangan cari kesempatan dalam kesempatan," ucap Lica.

"Yang benar dalam kesempitan," ucap Abigail membetulkan kalimatnya.

"Mana ada kesempitan, itu tempatnya luas kok," kata Lica tidak mau kalah.

"Iya deh, perempuan selalu benar," jawab Abigail. Lica tertawa mendengarnya. Abigail terpaku melihat Lica yang tertawa.

"Kalau sudah halal bakal aku gendong kekamar," batin Abigail.

Alika keluar dari kamarnya bersama suaminya. keduanya terlihat sangat mesra dan saling bertautan tangan. Satu persatu menuruni anak tangga.

"Nyonya, mau makan sekarang?" tanya pelayan.

"Iya bik, sudah siap semua bik?" tanya Alika balik.

"Sudah nyonya," jawab pelayan.

Kemudian Alika menghampiri Abigail dan Lica untuk mengajaknya makan malam.

Sebelumnya Lica sudah memberitahukan saudaranya bahwa ia dibawa oleh Abigail ke mansionnya. Saudara saudaranya pun menggoda Lica.

Lica mengambilkan nasi dan lauknya untuk Abigail, kemudian baru untuk dirinya sendiri.

"Beginikah rasanya dilayani seorang istri," batin Abigail.

Alika sangat bahagia melihat anaknya makan dengan lahap. Daka juga heran melihat anaknya belum pernah seperti itu. Lalu ia mulai menyuapi makanan kedalam mulutnya dan mengunyah sebentar. Kemudian Daka juga begitu lahap makannya.

"Benar benar menantu idaman anak dan suamiku begitu lahap makannya," batin Alika perlahan mengusap air matanya. Dan hal itu terlihat oleh Lica.

"kenapa ma?" tanya Lica, dan dengan cepat Lica menghampiri Alika dan menghapus airmata wanita itu.

"Mama terlalu bahagia, sayang." ucap Alika.

"Mama makan ya, nanti keburu dingin," kata Lica. Alika pun mengangguk, Lica kembali ketempat semula.

Setelah selesai makan Lica duduk sebentar diruang tamu bersama keluarga Abigail, setelah itu Lica pun minta diantar pulang.

"Sering seringlah kemari ya nak," kata Daka.

"Iya Om," jawab Lica.

"Loh kok manggil Om sih, panggil Papa seperti Abi," ucap Daka.

"Baik Pa," Jawab Lica.

Lica pun memeluk Alika dan mencium tangan nya, begitu juga yang dilakukan Lica pada Daka tapi tidak memeluknya.

"Yuk sayang," ajak Abigail lalu membukakan pintu mobil untuk Lica. Lica masuk kedalam mobil dan disusul oleh Abigail.

Lica melambaikan tangannya saat mobil mulai bergerak dan dibalas oleh Alika dan Daka.

.

.

.

1
Anita Juwita
/Good/
Sri Agustina
udah macem indosiar za ceritanya muter" disitu za
Kaeyun Hiary
Gak masuk akal, beda jaman tapi masih banyak preman / penjahat 😓
Mr T
👍
Yanuaretnaning Sekar Laras Laras
wah... aku 8tahun masih kelas 4sd
Irma Luthfah
hahaha .. bner nih kadang suka bingung anak2 nya si kembar 7 si ini apa siapa yh lupa
Wartini
Menarik menarik cepet usaha
AlikaSyahrani
lanjut
AlikaSyahrani
hmmmmmm visualnya kurang machooo🤠🤠🤠🤠🤠🤠
Pa'tam: Sulit mau cari visual yang benar-benar pas. Cocok di aku belum tentu cocok bagi kalian.
total 1 replies
AlikaSyahrani
apa suruan pak ardi
AlikaSyahrani
cie cie eee pak ardì mauelamar ni
AlikaSyahrani
mancing hihihihi😍😍😍😍😍
AlikaSyahrani
selamatRukiza
Yayu Putriamsah
😭😭😭😭😭😭
Memyr 67
𝗉𝖾𝗇𝖺𝗌𝖺𝗋𝖺𝗇. 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝗀𝗈𝖻𝗅𝗈𝗀, 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗋𝗌 𝗂𝗍𝗎?
Memyr 67
𝗅𝖺𝗁𝗂𝗋 𝗅𝖺𝗀𝗂, 𝗄𝖾𝗆𝖻𝖺𝗋 10 𝖽𝖺𝗋𝗂 3 𝖺𝗇𝗀𝖾𝗅
Memyr 67
𝖻𝗎 𝖽𝖾𝗏𝗂 𝗄𝖾𝗍𝖾𝗆𝗎 𝗃𝗈𝖽𝗈𝗁
Memyr 67
𝗌𝖾𝗉𝖺𝗄 𝗍𝖾𝗋𝗃𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖾𝗆𝖻𝖺𝗋 17 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄 𝗃𝗎𝗀𝖺
Memyr 67
𝗉𝖾𝗍𝗎𝗀𝖺𝗌 𝖻𝖺𝗇𝗄 𝗀𝖺𝖽𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇
Memyr 67
𝗐𝗂𝗅𝖺𝗒𝖺𝗁 𝖽𝗂 𝗂𝗇𝖽𝗈𝗇𝖾𝗌𝗂𝖺 𝗒𝗀 𝗃𝖺𝗎𝗁 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗂𝗇𝖽𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖾𝗀𝗋𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄. 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗉𝖺 𝗄𝖾 𝗅𝗎𝖺𝗋 𝗇𝖾𝗀𝗋𝗂?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!