NovelToon NovelToon
Zandra'S Family (Season 4)

Zandra'S Family (Season 4)

Status: tamat
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Keluarga & Kasih Sayang / Teen School/College / Spiritual / Romansa / Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nike Julianti

Ini novel aku yang ke 9 man teman.
Zandra's Family season 4, kalo cerita horornya sih ga nyambung ya. Cuma cerita keluarganya, aku rasa nyambung. Iya ga sih? 🤭

yuk yuk yuk baca yaaa!!!

Ini kisah dimana anak kembar Afwa dan anak kembar Alice, di tambah dengan adik dari Iren (istri Za).

Seperti kisah-kisah sebelumnya, mereka berlima mengalami petualangan horor. Membantu hantu-hantu penasaran atau membantu orang-orang yang roh nya tersesat.

Of course, kisah romantis nya juga keselip di dalamnya. Seperti para leluhur mereka di season 1-3

Semoga kalian menyukai petualangan kali ini yaaa...

Syahid, Sahin, Kira, Maya dan Ita.

Happy Reading all😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keributan di Lobby

Waktu yang di tunggu-tunggu pun tibaaaaa...

Dena, tentunya masuk kelompok Maya dkk. Maya tidak peduli, bila mereka tidak satu kelas. Permintaan cicit pemilik sekolah, adalah titah bagi para guru. Lagipula mereka tidak pernah menggunakan kekuasaan dengan semena-mena, hanya hal seperti ini saja. Dan para guru juga tidak keberatan dengan hal ini, lagipula siapa yang tak mau menurutinya, apabila memiliki murid cerdas dan bahkan jenius seperti mereka berlima.

"Jadi, mau kemana kita?" tanya Kira dengan menggunakan logat Dora

"Tanyakan pada peta, tanyakan pada peta" jawab Dena bertepuk tangan

Sahin yang pernah menonton, saat menemani 10 kembara kembar Zandra. Menimpali Dena

"Baiklah boots, kita tanyakan pada peta." ucapnya, yang langsung membuat Dena menyipitkan matanya dan menatap tajam pada Sahin.

Sedangkan yang lain sedang menahan tawa, melihat ekspresi wajah yang langka pada Sahin. Terlihat tengil dan jahil....

"Sahin, bisa nggak lo ga bikin gue gedek. Sehariiii aja, lu ngatain gue monyetnya si Dora?" ucap Dena ketus

"Loh, emangnya bukan? Ayo boots, kita jalan." jawab Sahin, ia memegang tangan kiri Dona dan mengangkatnya ke atas.

Dona yang emang otaknya gokil, ia pun reflek berjalan mengikuti simpanse.

"uu aa" ucap Dena seraya menggaruk atas kepalanya

"Buahahahahaha" Tawa mereka pun pecah, bukan hanya mereka berenam. Namun, para murid dan guru yang ada di dekat mereka juga ikut tertawa.

Mereka sungguh tak menyangka, bila anak-anak yang di kenal dengan sebutan kutub. Mereka bisa se gila dan sekonyol ini, dan mereka semua berpikir. Bila semua ini, karena kehadiran Dena. Termasuk Syahid, yang biasanya hanya tersenyum. Sekarang ia pun bisa tertawa dengan lepasnya, karena tingkah Dena.

Kelompok lain sudah jalan lebih dulu, sedangkan kelompok mereka masih berada di ballroom.

"Hahahaha... lu Den. Bener-bener, kelakuan lo ga ada lawan." ucap Maya, ia benar-benar bisa tertawa lepas.

"Biar dia puas aja May, kalian juga bahagiakan?" jawab Dena kesal

"Bangngeeettt Den, bangeeeettt" jawab Ita yang masih tertawa

"Hubungi dulu mba Asti" ucap Syahid

"Oh iya ya" jawab Kira

"Apa mendingan kita temuin langsung managernya aja bang? Sekalian kita mintakan ijin untuk mba Asti." ucap Sahin

"Kamu bener, takutnya malah tidak di ijinkan kalo mba Asti yang bicara sendiri ke manager." timpal Kira, Syahid mengangguk setuju

"Ya udah, kuy kita kemana?" tanya Dena

"Tanyain aja resepsionisnya, minta tolong untuk di panggilkan managernya." jawab Maya

Mereka pun berjalan ke lobby, untuk menemui resepsionis.

"Selamat pagi, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu petugas dengan ramah

"Pagi mba, saya mau bertemu dengan manager hotel ini. Tolong hubungi beliau, kami ingin bertemu." jawab Ita tersenyum ramah

"Ba..." ucapan resepsionis pertama di potong

"Cih, kalian pikir kalian siapa? Bisa merintah kita seenak jidat kaya gitu, kalian pikir manager kami itu banyak waktu luang sampe bisa menemui kalian?" ucap resepsionis yang satunya

Syahid yang tak terima Ita di perlakukan tidak sopan, hendak melangkah ke depan. Namun, Ita menahannya dan kembali tersenyum menatap resepsionis.

"Maaf, bila mungkin kami menyita waktu mbaknya atau manager di hotel ini. Kalau begitu, apa boleh kami yang menghampiri beliau? Kalau boleh tau, dimana ruangannya?" tanya Ita lagi

"***... "lagi-lagi di potong

"Emang kalian siapa? Bisa sembarang masuk ke wilayah pribadi para petinggi di sini? Anak-anak kecil aja, so soan pengen ketemu orang penting." potong resepsionis B, wajah resepsionis A benar-benar sudah merah menahan kesal.

"Mbak, apa mbak saat masuk ke sini tidak di briefing dulukah? Mengenai standar dan tata tertib pelayanan. Mbak tau tidak, bila peran anda sebagai RESEPSIONIS bukan sebatas menerima tamu dan memberikan informasi. Tetapi, kalian itu adalah WAJAH DARI SEBUAH PERUSAHAAN. Sedangkan wajah suatu perusahaan sangat penting, dalam memberikan kesan pertama bagi peningkatan reputasi sebuah perusahaan atau HOTEL ini." ucap Maya yang kesal dengan ke aroganan resepsionis itu.

"Renata... nama mba bagus padahal, tapi sayang tata krama yang mbak punya sangatlah rendah." sambung Kira tersenyum smirk

"Kamu..." Renata menunjuk wajah Kira, ia tak terima di ajari oleh anak kecil.

"Maaf kak, biar saya hubungi pak Raka General Manager kami." ucap resepsionis yang bernama Gea.

"Ah, iya. Maaf merepotkan ya mba." ucap Ita

"Tidak ap..."

"Kamu ngapain nurutin permintaan anak kecil, ga ada untungnya buat kita." ucap Renata, mereka berenam menggelengkan kepalanya dengan kompak. Menyayangkan sikap Renata, yang menurut mereka tidak memiliki attitude yang baik.

"Ren, yang di minta mereka itu adalah pak Raka, bukan kamu. Kenapa jadi kamu yang jawab bila pak Raka tidak ingin menemui mereka?" jawab Gea

"Kamu itu masih baru di sini, jangan sok tau. Kita hanya melayani tamu-tamu VIP, bukan seperti mereka yang kurang kerjaan." ucap Renata

Maya melangkah maju, ia mendekati meja respsionis dan menggebrak meja tersebut. Sehingga mengejutkan orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk kedua resepsionis itu.

BRAAKK

"Aku tidak tau bila di hotel ini memiliki pegawai bobrok seperti kamu, lambat laun hotel ini bisa saja bangkrut." ucapnya tanpa ada rasa hormat, ia benar-benar kesal. Tak menyangka bila hotel cabang milik Kakek buyutnya, memiliki karyawan tak beretika seperti Renata.

"Perlu saya ajari bagaimana menjadi resepsionis yang benar?" tanyanya dengan penuh penekanan

"Perusahaan atau hotel terbaik selalu sadar untuk mendandani wajah hotel dengan sesempurna mungkin. Oleh karena itu, dibuatlah tata kelola, tata tertib, tata cara, pedoman pelayanan, dan etika pelayanan bagi security guard dan resepsionis termasuk bagi semua front liner lainnya. Front liner harus secara berulang-ulang dan sesering mungkin dilatih etos kerjanya, karakternya, sikapnya, kebiasaannya, perilakunya, pikirannya, emosinya, cara berpakaiannya, dan juga hati nuraninya. Intinya, front liner disiapkan sesempurna mungkin untuk bisa memberikan pelayanan prima. AGAR TIDAK SEPERTI KAMU!!" Maya menjelaskan dasar dari tugas mereka sebagai Resepsionis, ia menatap tajam pada Renata.

GLEK

Melihat tatapan tersebut, membuat Renata susah payah menelan salivanya. Ia pun tanpa sadar, memundurkan langkahnya menjauhi Maya.

"Ada apa ini?" ketegangan mereka pun, teralihkan oleh suara seseorang. Mereka semua mengalihkan tatapannya pada pria yang baru saja datang, dan tentu saja hal itu di jadikan kesempatan untuk Renata mengadu.

"Pak Raka" panggil Renata dengan nada manja

Gea yang memang sudah tau, bila di antara mereka ada affair. Bahkan hal ini sudah menjadi rahasia umum di lingkungan hotel ini, ia hanya memutar malas bola matanya.

Syahid dan Sahin yang mendengar isi hati Gea, saling tatap. Syahid memberi kode pada Sahin, Sahin yang paham langsung melakukan panggilan vidio pada Rendra.

Rendra yang kini ada di ruangannya, menerima panggilan tersebut.

'Assalamu'alaikum, Ada apa boy?' tanyanya

"Wa'alaikum salam opa, maaf. Tapi, sebaiknya opa perhatikan dan dengarkan." jawab Sahin

"Kenapa?" tanya Raka, seraya merangkul pinggang Renata dari samping. Gea, Ita, Maya, Kira dan Dena menatap jijik pada mereka berdua.

"Mereka, anak-anak itu ingin menemui mu. Mereka bilang, bila ada keperluan denganmu. Cih, memang mereka siapa bisa menemuimu dengan sembarangan. Bahkan, tadi dia berani menggebrak meja. " adu Renata seraya menunjuk Maya , Raka mengangkat salah satu bibirnya sombong

...****************...

...Happy Reading all💞💞...

1
Yuyun Arianti
ku setuju jeng jodoh Hin j mm Ajeng m bpkmu😁👍👍
Yuyun Arianti
knp ku yg deg2gan
Yuyun Arianti
jangn2 polisi yg kmrin yg di mnt tolong SM pk mun
Tsaqib Hasbi
pengertian bgt othor ini, takut reader nya sawan liat penampakan yg tiba tiba,jd d kasih tau dulu😄
Eli Elieboy Eboy
ᥱᥒᥲk 𝗍ᥙһ ȷᥱᥒg 🤣🤣🤣 ᥲ⍴ᥲ ᥣᥲgі kᥲᥣ᥆ mᥲsіһ һᥲᥒgᥲ𝗍 😂😂😂
JAKAH (𝓂𝓎 𝗵𝘂𝘀𝗯𝘂) 🧛‍♂️❤
saya kira gambar hantu nya cuma satu ternyata banyak
Tsaqib Hasbi
dunia cerita itu dunia tanpa batas, apapun bisa terjadi.tergantung hhati dan fikiran s penulis. aku mah iyes aja . yh penting enak d baca.
Salma Suku
Alhamdulillah akhirnya
Salma Suku
Anak2 masih dlm perut aja sudah bisa menunjukkan kehebatannya👍
Salma Suku
Thor😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Salma Suku
Thor walaupun cuma dunia halu, tapi aku salut sama kamu thor, bikin kita pada meweeekk😭😭😭
Salma Suku
Sedih😭😭😭
Salma Suku
Nyesek banget thor😭😭😭
Salma Suku
Thor Agra sama Melati aja
Salma Suku
Sedih thor😭
Salma Suku
Ya thor nda seruh kalo Mei Mei pergi lagi kayak Maria😭karena dia udah ingat semua😭
Salma Suku
Hmmm ngantukkah thor, sampai diulang partnya🤭😁
Salma Suku
Ya Allah sedihnya😭😭😭
Salma Suku
Pasti aa dan dede yg dtng
Salma Suku
Betul thor, kayu stigi punyanya Saga yg dikasih neneknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!