.
sebelum membaca Novel ini diperkenankan membaca Novel
Gadis Tersembunyi itu Putri Penguasa,,
.
.
Anna adalah seorang gadis cantik, hidup gadis cantik tidaklah pernah mulus apalagi calon pewaris Asia Group, lika-liku hidupnya penuh drama keluarga yang haus tahta.
Suatu hari Anna dipaksa menikah, Ia tidak mau menikah dengan laki-laki pilihan Om nya dan memilih menikahi temannya, tanpa sepengetahuan Anna, Aditya Pratama mencintai Anna sejak lama.
bagaimana kisah Cinta mereka? mampukah Aditya membuat Anna mencintainya? ikuti kisahnya ya? selamat membaca...! jangan lupa baca Novel Nae yang lain juga ya??
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
sakit
.
.
.
di kamar,
"ada apa? ". tanya Adi melihat Anna tampak gelisah menonton TV.
"bukan Adi..! aku hanya penasaran mengapa Fendy bunuh diri? aku rasa dia bukan tipe orang yang akan mengakhiri hidupnya hanya karna kejelekannya terbongkar". ujar Anna serius.
"hmm? kenapa kamu bisa begitu yakin? ". tanya Adi
"apa kamu kenal dekat dengannya? ". tanya Adi lagi
"bukan begitu..! aku rasa dia pria yang gigih, laki-laki lain jika sudah aku ancam dan peringati tidak berani mengacau tapi dia tetap melakukannya jadi aku pikir...? ". Anna tidak melanjutkan kata-katanya.
"apa maksudmu Anna? jadi kamu pikir apa? ". tanya Adi mendekati Anna dan duduk disamping Anna.
"jadi aku pikir dia bisa saja dibunuh". jawab Anna serius menatap Adi.
Adi terdiam beberapa saat lalu tertawa kecil, "dia dibunuh? oleh siapa?".
Anna menautkan kedua alisnya, "aku juga tidak tau siapa yang membunuhnya bahkan keluarganya menuduh pelayannya yang terakhir bersamanya, aku hanya mengatakan isi pemikiranku, kasusnya sama dengan Pria jerman yang bunuh diri di Hotel".
"Pria Jerman?". beo Adi
Anna menjelaskan Ia belajar kedokteran dan pernah disuruh datang ke Rumah Sakit Jerman untuk belajar mengidentifikasi may*t.
"hmm? apa kamu memang sedetail itu? ". tanya Adi lumayan takjub.
"aku hanya menebak dari semua hasil otopsiku, semua itu bukan kematian karna bunuh diri walaupun saat itu aku masih belajar tapi aku rasa memang ada yang janggal". jawab Anna.
Adi tak menyangka Anna bisa begitu jenius pandai menyamakan kasus kematian itu, sebenarnya pelakunya Adi juga karna Pria itu pernah menyakiti Radit, sahabat baiknya.
"jangan dipikirkan ya? bagaimana jika kita punya anak? ". tanya Adi
Anna yang tadinya sedang berpikir serius kini langsung buyar, Ia termenung beberapa saat hingga kepalanya mulai berputar isinya hanya Anak? Anak? Anak? , belum lagi telinganya berdengung dan mendengar hal yang sama.
"Anna? kamu kenapa? kenapa jadi pucat?? heii?? Annaaa? ". Adi mengguncang-guncang bahu Anna hingga tersadar.
Anna perlahan memutar kepalanya dan bola mata birunya menatap mata Adi,
"jangan bicara seperti itu lagi..! kepalaku langsung sakit". pinta Anna dengan serius
Adi tertegun, "maafkan aku..! aku tidak bermaksud seperti itu".
Anna bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah ranjang sambil melamun, Adi mengacak rambutnya frustasi karna membuat Anna seperti itu padahal tujuan Adi hanya ingin membuat Anna melupakan kasus bunuh diri itu.
.
pagi-pagi sekitar jam 05.16.
Anna terbangun dan mengedarkan pandangannya,
"dimana dia? ". gumam Anna dengan suara serak khas bangun tidur.
Anna turun dari ranjangnya dan berjalan ke arah Sofa dimana ada kaki yang Anna tebak itu adalah Kaki Adi,
"Adii? ". panggil Anna
Adi terlihat tidak bergerak sama sekali, Anna perlahan mendekati Adi dan melihat ada keringat di pelipis Pria itu.
"kenapa pucat? ". gumam Anna segera meletakkan tangannya di dahi Adi yang membuat Anna memekik
"ya Tuhan..! panas..? Adi kamu demam!". Ucap Anna dengan nada panik.
Anna berlari mencari obat-obatannya lalu segera memberi pertolongan pertama untuk Adi karna Ia seorang dokter dan sebagian barang-barang di Rumah Sakit ada di Ruangan Kerjanya, Anna masih banyak belajar walau Ia sudah dijuluki Profesor termuda di Rumah Sakit tempat Ia bekerja.
"ya ampun..! dia banyak kekurangan cairan, apa dia jarang makan? ". oceh Anna dengan kesal.
Anna bersusah payah memindahkan Adi di Ranjangnya lalu memasang infus,
Aditya Pratama adalah Manusia yang bisa sakit terlebih lagi Adi sempat tidak tidur 3 hari penuh demi mengganti pekerja Roben menjadi pekerja setia Leonard, Adi memiliki daya tahan tubuh yang kuat tapi tetap saja jika waktunya sakit maka Adi juga akan sakit.
.
didapur,
"Anna? kamu tidak kerja? ". tanya Caca melihat pakaian Anna belum berganti juga.
"aku sudah bilang kalau izin sehari ini, Adi sakit jadi aku harus merawatnya". jawab Anna sambil mengaduk-ngaduk buburnya.
"heii..? dia sakit? kok bisa? ". tanya Sekar tiba-tiba datang.
"mungkin karna dia bekerja terlalu keras, bahkan sehari yang lalu Radit sempat pingsan karna kelelahan, mereka berdua benar-benar gila saat bekerja". kesal Anna.
"woww..!". Sekar berdecak kagum.
"kalau begitu kami tidak akan bekerja..! kita disini akan menemanimu". kata Caca dan Sekar mengangguk setuju.
"terimakasih". jawab Anna tersenyum lebar
tak heran lagi jika salah satu dari mereka ada yang sakit pasti yang lainnya tidak mau bekerja, tapi saat ini yang sakit adalah Aditya, Adi sudah bekerja keras selama ini demi Perusahaan Anna ditambah lagi menyelesaikan masalah yang dibuat oleh keluarga Fendy.
"kalau begitu aku antar bubur ini dulu untuknya ya? ". pamit Anna.
"iya pergilah..! aku akan buat masakan enak untukmu". kata Sekar.
Anna tersenyum manis, "terimakasih..! aku akan makan dengan lahap nanti".
Anna pergi meninggalkan Caca dan Sekar di dapur, Sekar memasak sementara Caca hanya membantu karna Ia tidak terlalu bisa masak makanan lokal.
di kamar Anna melihat Adi sudah membuka matanya terlihat hendak turun,
"mau kemana? haiish..? kamu mencabutnya? ". Anna berlari kecil ke arah Adi lalu mengomel melihat darah di punggung tangan Adi yang jarum infusnya dilepas.
Anna meletakkan buburnya disamping ranjang tepatnya dimeja nakas.
"aku baik-baik saja Anna..! aku harus ke kantor". jawab Adi.
Anna melebarkan matanya ke arah Adi, "masih mikir pekerjaan hah?? aku udah bilang sama Radit dan Sekretaris Im, mereka bisa menyelesaikan semuanya dengan baik tanpa mu sehari ini".
"Anna..? ada hal penting, aku tidak bisa libur hari ini". Adi berdiri tegak dan hendak pergi namun Anna menarik lengan Adi untuk membuatnya kembali berbaring di ranjang tapi karna terlalu kuat Anna pun terjatuh menimpa tubuh Adi.
"emang kamu aja yang sibuk hah? aku bahkan juga libur hari ini, Pasienku lebih penting darimu tapi aku bahkan mengundur jam Operasi mereka demi mengurusmu, sekarang kamu mau pergi? aku tidak akan izinkan, kamu harus tetap disini sampai sembuh". omel Anna panjang X lebar.
Adi mengerjab-ngerjab di bawah Anna, tangannya melingkar dipinggang Anna sementara Istrinya itu masih mengomel panjang diatas tubuhnya.
"jadi aku harus tetap disini? ". tanya Adi setelah Anna diam sedang mengambil nafas karna lelah habis mengomel tanpa rem.
"masih nanyaa??". Anna memukul bahu Adi lalu bangkit dari atas tubuh Adi.
Anna menarik lengan Adi dan mengobati luka di punggung tangan Adi setelah itu kembali memasang infus namun ditangan lain.
Adi pun tidak lagi melawan hanya diam menerima perlakuan Anna, dan hatinya berbunga-bunga saat gadis yang diam-diam Ia Cintai menyuapinya makan sesekali Anna mengomel karna Adi itu manusia bukan robot yang tidak butuh Istirahat bahkan Robot pun bisa kehabisan batre apalagi manusia pasti butuh istirahat juga.
.
.
.