NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Iblis

Pendekar Pedang Iblis

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:23.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kak Vi

Xin Fai seorang anak nelayan yang tinggal di pinggiran Kekaisaran Shang harus menerima kenyataan bahwa desanya dibantai oleh organisasi gelap bernama Manusia Darah Iblis! Dia terus mengemban dendamnya itu hingga muncul sosok iblis dalam dirinya, membuat ia tak terkalahkan sekaligus membuat orang-orang takut kepadanya meskipun Xin Fai berada di jalan yang benar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Vi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 34 - Tendangan Bulan Sabit

Pagi harinya Chuan Gui mendatangi Xin Fai atas permintaan anak itu, saat memasuki ruangan ia dapat melihat Lang dan Xin Fai sudah menunggu di sana.

"Maaf, Tuan. Apa ada yang bisa saya bantu?"

Xin Fai yang baru menyadari kedatangan Chuan Gui memberi hormatnya. Ia mempersilakan lelaki sepuh itu duduk.

"Ah, mungkin agak aneh mengatakannya tapi aku ingin Pasukan Seribu Kaki menerima temanku yang bernama Lan An."

Chuan Gui yang mendadak mendengar hal itu keluar dari mulut Xin Fai tentu saja terkejut namun bisa dia menyembunyikannya.

Lang terbangun dari tidurnya sambil menatapi Xin Fai kebingungan.

"Lan An?"

"Ya... Teman baruku di sini. Dia tidak bergabung di sekte manapun tapi memiliki kekuatan yang tinggi, aku yakin kalian pasti akan kagum melihat kekuatannya."

Chuan Gui mulai memasang wajah tertarik, ia mengelus jenggotnya mencoba memahami situasi. "Apa dia sekuat Tuan Xin Fai?"

"Dia lebih kuat dariku." Xin Fai berkata riang, jika Pasukan Seribu Kaki mau merekrut Lan An itu artinya dia bisa membantu Lan An menjadi orang yang kuat ke depannya.

Selama ini Lan An hanya mengintip pelatihan di sekte lain dan belajar tanpa bimbingan seperti orang kebanyakan, hal itu tentu menjadi alasannya meminta Chuan Gui merekrut Lan An sebagai anggota Pasukan Seribu Kaki.

"Apa orangnya ada di sini? Aku ingin bertemu dengannya." Chuan Gui berterus terang.

"Ayo kita ke rumahnya."

Xin Fai melangkah tanpa ragu, arah ke rumah Lan An sudah dia hafal di luar kepala. Sesampainya di rumah sederhana Lan An, Chuan Gui mulai merasakan keanehan.

"Apa kau yakin?"

"Iya, ini rumahnya. Jangan lihat dari rumahnya, kau akan kagum ketika melihat kekuatan Kakak An yang sesungguhnya."

"Kakak An?" Chuan Gui tersenyum kecil, dia tidak mengerti kenapa Xin Fai begitu akrab dengan sosok yang bernama Lan An ini meskipun baru mendatangi Kota Anguo beberapa hari.

Xin Fai yang sudah kehilangan seluruh keluarganya tentu saja menganggap Lan An seperti kakaknya sendiri.

Nyatanya meskipun sudah membunuh banyak pendekar aliran hitam, Xin Fai tetaplah seorang anak kecil 9 tahun yang butuh teman bermain.

"Adik kecil, siapa yang datang bersamamu?" Lan An yang sedang merenggangkan tubuh di depan rumah dibuat bingung.

Melihat penampilan Chuan Gui tentu pria itu bukan orang biasa, Lan An agak sungkan dibuatnya.

"Ah jadi kau yang bernama Lan An."

"Benar, Senior."

Xin Fai menjelaskan maksudnya kepada Lan An, tentu saja mendengarnya ia tak habis pikir dengan ide Xin Fai.

Lan An pernah mengatakan sebelumnya bahwa dirinya bukan orang dari Kekaisaran Shang namun Xin Fai tetap saja bersikeras.

"Tidak peduli kau berasal dari mana, yang penting kau memiliki tujuan yang sama dengan kami. Melawan kejahatan di dunia persilatan."

Lan An, yang hanya seorang bocah berkaos bolong itu tak memiliki kata-kata lagi di depan Chuan Gui. Dia tahu benar, orang seperti Chuan Gui adalah seorang yang penting.

Dirinya sendiri tak menyangka Xin Fai memiliki hubungan dengan orang seperti Chuan Gui.

"Aku harus bertanya dengan ibuku terlebih dahulu."

Setelah beberapa menit Ibu Lan An akhirnya keluar dari pintu, terjadi pembicaraan antara Chuan Gui dan Ibu Lan An sebelum akhirnya wanita itu tersenyum dan mengatakan tidak keberatan jika anaknya ke sana.

Chuan Gui meminta wanita itu juga ikut bersama Lan An dan bekerja di sekte Pasukan Seribu Kaki. Mendengar hal itu, Lan An yang awalnya tidak setuju akhirnya bisa menerimanya, dia merasa ide Xin Fai tidak buruk juga.

Usulan dari Xin Fai bagi Chuan Gui adalah sebuah perintah, dia tentu akan melaksanakan semua permintaan anak itu.

Bahkan jika harus bertaruh nyawa sekalipun. Karena Zhishu Yan baru-baru ini sudah mengirimkan surat balasan padanya dan mengatakan bahwa mereka harus memperlakukan anak itu dengan baik. Mengingat Xin Fai yang nantinya akan menjadi sosok legenda berdasarkan surat tersebut.

"Ayo kita latih tanding seperti biasa. Semoga hari ini adik kecil tidak pulang dengan kekalahan lagi."

"Hahah tentu saja, justru aku akan pesta daging kepiting nanti setelah mengalahkanmu."

"Benarkah?" Lan An menaikkan sebelah alisnya tak percaya. "Kita lihat saja nanti."

Mereka melewati tanjakan dan semak-semak hingga sampai di sebuah hutan tandus. Hari masih pagi, Chuan Gui menonton dari kejauhan untuk mengukur kemampuan Lan An yang akan direkrutnya nanti.

Xin Fai yang pertama maju, dia sudah membulatkan tekad untuk mengalahkan Lan An. Semua pola gerakan Xin Fai saat ini sangat berbeda jauh dengan latihan mereka yang pertama kali. Dari sini Lan An bisa melihat perkembangannya yang begitu pesat.

Namun semakin lama gerakan tersebut semakin memunculkan kerutan di dahi Lan An, dia agak kewalahan meladeninya.

"Kau... Kau meniru gerakanku?!"

"Hahahaha," Xin Fai tertawa lebar sambil bertolak pinggang. "Ayahku pernah mengatakan bahwa musuh yang paling susah dihadapi adalah diri sendiri."

"Dan kau berusaha menjadi aku?"

"Yah, begitulah. Dengan kekuatanku dulu aku sudah pasti kalah darimu."

Lan An tidak habis pikir dengan dunia di dalam kepala Xin Fai yang begitu di luar dugaan. Namun Xin Fai tak memberinya waktu untuk berpikir. Dia memasukkan serangan beruntun dan kali ini berhasil memukul mundur Lan An.

Dengan nafas tersengal Lan An berkata mantap. "Baiklah kalau begitu. Mulai sekarang aku akan serius."

Pertarungan sengit dimulai dengan tempo yang sangat cepat, gerakan demi gerakan tersebut membuat orang yang melihatnya pasti berdecak kagum bahkan Chuan Gui yang usianya sudah terbilang tua pun tak menyangka akan ada dua orang bocah yang bertarung layaknya orang dewasa.

Kekuatan mereka hampir berimbang, namun tetap saja Lan An masih lebih kuat dari Xin Fai.

Tebasan kayu Xin Fai berhasil mengenai pinggang Lan An sedangkan pundaknya sendiri terkena pukulan keras. Mereka mundur bersamaan untuk mengambil napas.

"Kau berkembang dengan sangat cepat, adik kecil. Aku bangga padamu." Lan An berujar tulus, dadanya masih naik turun akibat kekurangan oksigen.

"Terimakasih, ini semua berkatmu."

"Tapi aku tidak bisa membiarkanmu mendapatkan kitab itu dengan mudah. Ayo keluarkan semua kekuatanmu, adik kecil!" Perkataan Lan An membuat Xin Fai semakin bersemangat. Dia menarik napas dan berlari dengan cepat sambil mengayunkan kayu.

Kedua kayu saling beradu, Xin Fai mundur cukup jauh saat menyadari kayunya mulai retak akibat serangan tadi. Saat Lan An hendak menyerang, tiba-tiba terdengar sebuah auman serigala dalam hutan.

Suara itu sontak membuat Lan An dan Chuan Gui mengalihkan pandangan ke dalam hutan, Xin Fai tersenyum miring mengingat suara itu berasal dari Lang.

Saat kembali menoleh ke depan, Lan An sudah menebak Xin Fai akan menggunakan waktu tersebut untuk menyerangnya.

Xin Fai berlari kencang dan di saat itu juga Lan An baru menyadari anak itu tidak membawa kayu dalam genggamannya. Dia mencoba menahan laju serangan Xin Fai sampai tiba-tiba kepalanya terbentur sesuatu.

Tuk!

"Tendangan Bulan Sabit!"

***

1
Guttasilo Sasmita
Santai aja Thor, saya selalu kaki like.
Lanjuuuttttt.. 👍👍👍
Guttasilo Sasmita
Lanjut Thor, menarik ceritanya.
Semangaaaaattt..
Guttasilo Sasmita
Tetap semangat Thor. Sejauh ini masih ok ceritanya🙏🙏🙏
Rusdi Bintang
terlalu bertele tele skiipp
Abdee vj
Luar biasa
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Abdee vj
aromanya bakal ada kekacauan ditengah turnamen, seperti cerita LPN/Casual/
Abdee vj
Luar biasa
Ferdy Palit
iklan Pinjol lagi
Surdi
oke
VirgoRaurus 31Smile
loh ..bukankah sudah di kunci dg rantai neraka dari berbagai arah...kok masih leluasa bergerak, bahkan keluar dari air panas....
VirgoRaurus 31Smile
dengan mata yg sedang dibuatnya...maksudnya "mantra"....
VirgoRaurus 31Smile
katanya kutub Utara, ya harusnya paling Utara...kok paling timur...
VirgoRaurus 31Smile
perang perang apa pedang pedang ini Thor...
VirgoRaurus 31Smile
tuh kan bisa menggunakan jurus perpindahan ruang...kenapa ga dipakai sedari tadi....dasar Author oon, maunya mendramatisir cerita, tp ketahuan oon nya.
VirgoRaurus 31Smile
yg namanya mayat berarti dia mati...ga punya energi kehidupan....ini kok energi kehidupan dari mayat...yg bener aja Thor....
VirgoRaurus 31Smile
kenapa ga pakai jurus ruangnya....MC kebanyakan ilmu, jadi lupa punya jurus yg bisa memperpendek jarak...atau Authornya yg oon...?
VirgoRaurus 31Smile
apa MC lupa dg batu yg diberikan olah iblis sebelum dia musnah, di batu tsb ada sedikit jiwa iblis suami dari ratu iblis....
VirgoRaurus 31Smile
saat MC ingin menusuk jantung Liu Fengying & Xin Xia menghalangi dg tangannya, ternyata pedang bisa menembus tangan Xin Xia...harusnya pedang MC bisa menusuk jantung Liu Fengying....
VirgoRaurus 31Smile
MC lupa dg rencana peledakan pintu gerbang markas musuh demi menghindari pasukannya banyak yg mati kena panah...
VirgoRaurus 31Smile
berceloteh...kalau cuma satu atau dua patah kata, ga bisa di anggap berceloteh...kalau dia cerewet, ngomong terus yg ga ada juntrungannya barulah dia dianggap berceloteh...tahu ga Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!