NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Melewati Lautan Abadi

Di atas kapal besar milik Feng Yun, suasana perlahan mulai tenang. Monster-monster laut yang tadinya sibuk berkeliaran di sekitar kapal kini mulai menjauh, seolah ada tembok tak kasatmata yang melindungi mereka dari segala ancaman. Ombak kecil bergulung lembut di bawah lambung kapal, menciptakan suara berdesir yang menenangkan.

Jiang Yuan duduk bersila di bagian tengah geladak, memilih tempat yang cukup lapang untuk berkultivasi. Kedua telapak tangannya ia letakkan di atas lutut, jari-jarinya terbentuk dalam mudra konsentrasi.

Dengan tenang ia menutup matanya, menarik Dou Qi yang ada di sekitarnya ke dalam tubuh. Aliran energi yang tipis namun murni meresap masuk melalui pori-pori kulitnya, mengalir di sepanjang meridian dan memperkuat fondasi kultivasinya.

Wajahnya yang tampan tampak damai dalam konsentrasi, sesekali alisnya bergerak sedikit saat aliran energi menemui hambatan kecil di dalam tubuhnya.

Namun secara keseluruhan, ia terlihat sangat tenang, seolah tidak peduli dengan dunia di sekitarnya.

Sementara itu, Ruan Mei berdiri di bagian paling depan kapal. Wanita itu bersandar di dinding kayu dengan kedua tangannya tersilang di bawah dadanya yang padat.

Pandangannya yang tajam lurus ke depan, mewaspadai kalau-kalau ada monster yang mencoba mendekat. Meski mereka sudah memiliki perlindungan dari Jiang Yuan, Ruan Mei tetap tidak mau lengah.

Baginya, kewaspadaan adalah kunci untuk bertahan hidup di dunia kultivasi yang kejam.

Angin laut menerpa wajahnya, membuat rambut hitamnya yang panjang berkibar lembut. Namun Ruan Mei sama sekali tidak bergeming, tetap fokus pada tugasnya.

Dai Tong mulai mendekati Feng Yun dengan langkah ragu-ragu.

Di tangannya, ia menggenggam sebuah pil berwarna keemasan yang berkilauan samar di bawah sinar matahari. Permukaannya halus dan mengeluarkan aroma herbal yang menenangkan, jelas bukan pil biasa, melainkan barang mahal yang hanya dimiliki oleh kultivator kaya.

"Adik Seperguruan," panggil Dai Tong dengan suara hati-hati. "Ini adalah Pil Pemulihan, sangat berguna untukmu! Aku menyimpannya khusus untuk keperluan darurat, tapi aku pikir kau lebih membutuhkannya setelah pertarungan tadi."

Ia menyodorkan pil itu ke hadapan Feng Yun, matanya berbinar penuh harap. Jantungnya berdebar kencang menunggu reaksi wanita itu.

Wajah Feng Yun tetap jutek saat menatap pil di tangan Dai Tong.

Namun, saat pandangannya bergeser dan tertuju pada Jiang Yuan yang sedang berkultivasi di tengah geladak, ekspresi wajahnya berubah seketika. Matanya yang hitam pekat berkilauan dengan cahaya baru, dan sudut bibirnya perlahan terangkat.

Ia mengambil pil itu dari tangan Dai Tong dengan gerakan cepat.

'Adik Seperguruan menerimanya!' pikir Dai Tong, hatinya melompat kegirangan. 'Apa dia sudah menerimaku juga!?'

Namun harapannya hancur seketika.

Feng Yun berjalan dengan langkah anggun, pinggulnya bergoyang lembut ke kiri dan kanan, meninggalkan Dai Tong yang masih berdiri membeku di tempat.

Wanita itu mendekati Jiang Yuan, lalu berjongkok dengan anggun di samping pemuda tersebut. Rok birunya merenggang sedikit di bagian paha saat ia menekuk lututnya, memperlihatkan kulit mulusnya yang seputih susu.

"Adik Jiang," ucapnya dengan suara lembut yang sama sekali berbeda dari nada juteknya sebelumnya. Senyuman manis menghiasi bibir merahnya. "Ini adalah Pil Pemulihan, sangat berguna untukmu. Silakan terima."

Ia mengulurkan tangannya, menawarkan pil itu kepada Jiang Yuan.

Dai Tong langsung patah hati. Mulutnya terbuka lebar, matanya membulat tidak percaya. Hatinya terasa seperti diinjak-injak oleh seribu monster laut.

"Bagaimana mungkin!" serunya, suaranya nyaris berubah menjadi jeritan pilu.

Namun, tidak ada yang mendengarkannya. Feng Yun sama sekali tidak menoleh ke arahnya, matanya hanya tertuju pada Jiang Yuan.

Jiang Yuan membuka matanya perlahan. Sorot matanya yang tajam menatap pil di tangan Feng Yun sejenak, lalu beralih ke wajah wanita itu. Ia meraih pil itu dengan gerakan santai, jari-jarinya menyentuh telapak tangan Feng Yun sejenak.

"Makasih," ucapnya dengan nada datar, tanpa senyuman atau ekspresi berlebih.

Namun bagi Feng Yun, kata-kata sederhana itu sudah cukup. Hatinya seperti tersambar petir saat mendapat ucapan terima kasih kali ini.

Bagaimana tidak? Jiang Yuan terlihat tampan dengan aura dinginnya yang khas. Garis rahangnya yang tegas, matanya yang tajam, dan sikapnya yang tenang, meski tidak tersenyum pun, semua itu sudah cukup untuk membuat para wanita tergila-gila.

Feng Yun merasakan wajahnya sedikit memanas. Ia menunduk, mencoba menyembunyikan blush di pipinya.

"Sudah hampir sampai," ujar Ruan Mei dari depan kapal, suaranya yang datar memecah keheningan.

Semua orang segera mengalihkan pandangan ke depan. Di kejauhan, garis pantai mulai terlihat jelas.

Tanah hijau dengan deretan bangunan menjulang tampak di ufuk, menandakan bahwa perjalanan mereka yang panjang dan penuh bahaya di Lautan Abadi akhirnya akan segera berakhir.

Feng Yun segera berdiri tegak, ekspresi wajahnya kembali serius. Senyuman manisnya menghilang, digantikan oleh tatapan tajam seorang kultivator yang siap menghadapi apapun.

"Ayo!" serunya, suaranya kembali tegas dan penuh wewenang. "Kita harus segera mencapai pelabuhan sebelum matahari terbenam."

Kapal besar itu melaju lebih cepat, membelah ombak menuju daratan yang semakin dekat. Di atas geladak, keempat kultivator itu bersiap untuk babak baru dalam perjalanan mereka.

Di dalam hati Jiang Yuan, ia merasakan Pil Pemulihan yang masih tergenggam di tangannya. Energi hangat dari pil itu merambat ke telapak tangannya, sebuah tanda bahwa barang itu memang berkualitas tinggi.

'Feng Yun,' pikirnya. 'Wanita itu terlalu ramah padaku.'

Ia tidak bodoh. Ia bisa melihat dengan jelas bagaimana wanita itu berubah sikap saat berhadapan dengannya.

Tapi untuk saat ini, ia tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal semacam itu. Ada pelelangan yang menunggu, dan Tulang Phoenix Abadi yang harus ia dapatkan.

Di sampingnya, Ruan Mei meliriknya sekilas. Matanya yang biru jernih mengandung pesan yang jelas, 'Kau tahu apa yang kau lakukan, kan?'

Jiang Yuan hanya mengangkat bahunya pelan, lalu kembali menatap ke depan.

Matahari mulai condong ke barat, menciptakan gradasi warna jingga dan merah muda di langit.

Pelabuhan di depan mereka semakin jelas, dengan deretan kapal-kapal lain yang berlabuh dan keramaian aktivitas di dermaga.

Perjalanan mereka di Lautan Abadi telah usai.

1
Aisyah Suyuti
good
yayat
ngumpulin ladang baru teruuuus ahaaay
Anonim
Lanjuuut up thoor
Arinto Ario Triharyanto
13. Dou Da 😎
Arinto Ario Triharyanto
langsung jadi vampir 🤣
Arinto Ario Triharyanto
ngasah Joni dulu tong
Arinto Ario Triharyanto
langsung jadi jablay ini bocah 🤣
yayat
ganti lahan tani lg jiang
Anonim
Up lg thor💪💪💪💪
Europa.: okeiii, up kek biasa
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat hancurkan sekte itu dengan cara paling kejam Thor kalau perlu tubuh mereka di jadikan tumpukan gunung
Europa.: tunggu bantai sekte yg op aja kalau mau liat tumpukan mayat
total 1 replies
Diah Susanti
apakah dia berpikir akan dimakan orang kanibal
yos helmi
kata2 montok terlalu banyak
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤭🤭🤭🤭🤭
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😍😍😍😍😍😍
yayat
gemana ga ngiler jiang liat melon seger n besar2
Europa.: dua2nya bakal jdi bawahan tempur terkuat+paling menggoda jiang yuan/Proud/
total 1 replies
yos helmi
💪💪💪9💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!