Devo seorang pria tampan dan kharismatik.
Bos sebuah perusahaan tekstil dengan banyak cabang di Indonesia. Devo telah beristri namun ia jatuh hati pada seorang gadis berparas cantik, ramah dan juga perhatian. Yang tak lain adalah asisten pribadinya di kantor.
Aurel adalah istri yang dijodohkan dengan Devo oleh orang tua mereka. Dan Dareen seorang anak berusia 3 tahun hasil pernikahan mereka.
Menyatakan cinta nya pada Lisa dan menjalani hubungan secara diam-diam ternyata membuat hidup Devo lebih bahagia dan berwarna.
Karena kecerobohan, Lisa pun hamil. Akankah perselingkuhan mereka terbongkar oleh istri Devo? Apakah Devo akan bertanggungjawab dengan kehamilan Lisa?
Bagaimana perjalanan hubungan cinta terlarang mereka?
Ikuti ceritanya yaa..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
VOTE.... VOTE....
Lanjuut lagi nih genks..
Happy reading 😘
❤️❤️❤️
Seperginya Aurel dan keluarganya, sebuah tamparan keras mendarat di pipi Devo, "plaakk..."
"Bikin malu !!" teriak papah Kevin.
Saking kerasnya tamparan sang papah sudut bibir Devo sobek, ada darah mengalir disana.
"Bangun !!" perintah papah Kevin. "plaakk" sebuah tamparan lagi untuk putra kesayangannya. Tamparan kedua berhasil membuat Devo tersungkur mengenai sudut meja diruang tamu. Ada sobekan mengenai pelipisnya.
"cukup pah !" mamah Rena menahan suaminya, jika ia tidak segera melerai putra semata wayangnya pasti akan babak belur oleh papahnya sendiri.
"Biar saja mah !" biar anak ini tahu kesalahannya"
papah Kevin belum bisa terima dengan kelakuan anaknya ini, mau ditaruh dimana mukanya terhadap besan mereka. Apalagi besan mereka adalah sahabatnya sedari mereka muda.
"Sudah pah, inget kata dokter." mamah Rena mengingatkan kesehatan suaminya.
Menggandeng suaminya menuju kamar untuk beristirahat, insiden hari ini sudah cukup membuat jantung nya lelah.
Devo masih terdiam diruang tamu sambil meringis kesakitan. Pertanyaan demi pertanyaan terus saja berputar dikepalanya. Dimana gadisnya itu? Devo harus segera mencari Lisa, tapi kemana ia harus mencari nya. Menjambak rambut nya dengan kasar, pikiran nya gusar.
Selesai menemani suaminya beristirahat, mamah Rena kembali menemui anaknya. Meminta air kompresan pada asisten rumah tangga mereka untuk mengobati luka Devo.
"Aaww,,, pelan-pelan dong mah."
"ini juga udah pelan" ucap mamah Rena yang terus saja menekan luka dibibir putranya. "Lagian kamu kok bisa-bisanya punya selingkuhan"
"Ya bisa lahh mah, buktinya aja Lisa bisa sampe hamil"
"bukan itu maksud mamah" mengerucutkan bibirnya, mamah Rena gemas dengan jawaban Devo.
"aawww.... Padahal Lisa udah aku kasi pil KB mah, kok masih bisa hamil ya?"
Devo masih kepikiran tentang kemujaraban pil mungil yang selalu ia belikan buat Lisa.
"Ya bisa aja kalo gak rutin atau lupa minum pilnya"
"oooo...." Devo ber oh ria atas penjelasan mamahnya.
lahh kok ini anak sama mamah jadi seperti berkoalisi atas perselingkuhan yang sudah terjadi yaa, hadeehh...
"Emang kamu udah berapa kali berhubungan sama dia?" tanya mamah Rena semakin ingin tahu.
"hhmm... berapa kali ya mah?" Devo malah bertanya balik pada mamah nya, mencoba mengingat-ingat...."enggak kehitung mah..hampir tiap malem."
"astaghfirullah..."
"aaawwww !!!! mamah mau bunuh aku yaa,,aku kan anak kesayangan mamah" rengek Devo seperti anak kecil.
"Masa bodo!! pantes aja anak orang sampe hamil, dipake kamu tiap hari"
ehh...dipake??...iihh si mamah...emang anak orang apaan??
"lahh...emang kalo mamah dipake sama papah seminggu berapa kali ?" kenapa sekarang jadi mamah Rena yang di interogasi.
"uuhh...dipake... dipake.. sembarangan aja kamu tuh"
"tadi kan mamah yang ngomong kayak gitu, lahh kok sekarang marah sama aku...anehh nih!!"
"kamu tuh yang aneh" sang mamah tambah nyolot
Mamah Rena jadi marah kan... Devo sama mamah nya emang se tipe.
Ada keheningan sesaat, "Aku harus nyari kemana ya mah?"
" enggak tau !" jawab mamah Rena ketus, ia masih kesal dengan Devo. Karena perbuatannya hubungan dengan besarnya menjadi rusak.
"Bantuin aku dong mah,, pleeeease" Devo memohon pada mamahnya. Sepertinya ia tahu kalau mamah kesayangannya itu akan membantunya.
❤️❤️❤️
Duduk dibalik kaca jendela kamarnya Lisa memandangi bunga-bunga yang basah tersiram air hujan. Pagi ini Lisa masih merasakan gejolak diperutnya, mual dan muntah masih menjadi rutinitas nya di setiap pagi. Mengelus perutnya yang baru saja ia keluarkan isinya, "nak, sehat-sehat ya sayang. Jangan muntah terus dong, nanti kamu kelaparan lohh" ucapan Lisa menasehati janin nya sambil tersenyum sendiri.
"Lis, kapan jadwal kamu periksa?"
"Dua minggu lagi tan"
Sewaktu tante dan om nya mengetahui tentang kehamilan Lisa, mereka segera membawa keponakan mereka untuk memeriksakan kandungannya dan juga minta vitamin untuk mengurangi rasa mual yang Lisa alami.
"Kalau tante lupa nanti di ingetin ya"
"Aku juga bisa periksa sendiri kok tan."
Tante Ani mengusap perut Lisa yang belum terlalu menonjol, "Haloo cucu eyang, baik-baik diperut bunda ya, sehat terus." ucapan doa sang nenek untuk cucu pertamanya.
"Pasti dong eyang,,," ucap Lisa seakan bayinya yang menjawab.
Mereka pun tergelak bersama. Baru kali ini Lisa bisa tertawa lepas sejak kejadian yang tidak mengenakkan bagi dirinya.
❤️❤️❤️
Tidak berangkat kekantor karena luka-luka diwajahnya, Devo pagi ini masih berbaring diranjang kamarnya di rumah papah Kevin. Ia memutuskan untuk tinggal sementara dikediaman orang tua nya, tempat ia dibesarkan.
Bagaimana Aurel mengusir Lisa? Pikiran Devo langsung tertuju pada Yola, sekretaris nya. Dia pasti tau kronologis nya, Devo ingin menanyakan kemana Lisa-nya pergi.
Kalau ia minta Yola kesini, bisa-bisa papah nya ngamuk lagi. Ia sangat mengerti jika papah Kevin belum bisa menerima semua ini. Hal yang akan merusak reputasi keluarga nya.
Mengambil ponsel diatas nakas, mencari kontak atas nama 'sekretaris' dan menekan gambar gagang telepon, hanya hitungan detik langsung tersambung.
"Ya, selamat pagi pak" suara Yola terdengar di seberang sambungan telepon.
"Pagi, saya tidak kekantor hari ini. Temui saya jam makan siang di restoran xx."
"Baik pak, ada yang lain pak?" tanya Yola kembali pada bosnya.
"ohh..tidak, terimakasih" dan sambungan pun terputus.
Jalan pertama pencarian Lisa mulai dilakukan, Devo berharap ia bisa segera menemukan gadisnya.
Kini pikiran nya teringat pada jagoan kecilnya, ia rindu dengan Dareen. Ingin menemuinya namun ia mengurungkan niatnya karena Aurel pasti masih sangat marah padanya.
Menyebut nama Aurel, Devo ingin segera mengurus surat perceraian dengan istrinya itu.
Aahh..tapi itu urusan nanti dehh, yang penting sekarang ia mencari Lisa dulu.
"Deeeev...bangun!!!!...." suara teriakan mamah Rena yang memekakkan telinga terdengar dari luar.
Ya ampun ini si mamah kenapa siiihhh, gak tau apa ya kalo anaknya lagi terluka akibat dianiaya oleh ayah kandungnya..eeitt..udah mirip judul sinetron belom tuhh..
"iya mahh,," suara Devo sengaja dibuat serak agar terdengar seperti orang sakit.
Klekk,,suara pintu kamar Devo dibuka oleh sang mamah. "udah siang!! cepet bangun!!"
"ya elahh mahh,,aku kan lagi sakit" ucap Devo merengek pada mamah Rena.
"sakit gitu aja manja"
"Mamah enggak ngerasain sihh"
sambil memegang ujung bibirnya dan pura-pura meringis kesakitan.
"ya mamah kan enggak pernah selingkuh kayak kamu!! "
"Enggak apaan mahh?? enggak ketauan yaa??"
"Kamu tuh!!" mamah Rena melempar bantal ke wajah anak laki-laki yang tingkahnya semakin nyeleneh.
"awww...sakit mah..nanti kalo bibir aku sobek lagi gimana hayoo...enggak bisa ciuman kan aku nya"
"biarin aja!! biar enggak bisa cium-cium anak perempuan orang lagi. kamu tuh bikin masalah aja deh" sang mamah mengomel sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuh Devo.
❤️❤️❤️
Genks bagi aku vote dong...peliiss...
btw,, aku syeneng deh kalo kalian kasi komen tiap episode.
yang belum sempat aku balas komentar nya sabar ya genks😘😘😘
kan Lisa gk punya jenggot thor 🤣🤣🤣