NovelToon NovelToon
Hate Me, Love

Hate Me, Love

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:274.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Red Lily

Karena kebodohan keduanya, Anggun dan Alister berakhir tidur bersama. Padahal, keduanya adalah musuh bebuyutan, Alister adalah berandal, pengacau yang membuat Anggun selaku ketua OSIS selalu keluar masuk ruang BK demi menyelesaikan permasalahan nya.

Terjebak bersama dengan pria yang paling dibenci. Itu membuat Anggun menderita, apalagi keluarganya meninggalkannya dengan pria ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red Lily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembalasan

"Gimana keadaan ayah kamu sekarang?"

"Udah lebih baik, Pah, dia katanya mau pulang ke sini bulan depan. Tapi nggak tau, dia terlalu betah di sana." Alister menceritakan sebuah tempat yang ditinggali dirinya dan sang ayah selama ini. Sebagai tempat untuk penyembuhan dan juga, tempat belajar Alister.

"Jadi sekarang kamu yang ambil alih perusahaan?" Tanya Wisnu lagi. 

"Iya, Ayah udah mau berhenti dan menikmati hidupnya."

"Dia udah minta maaf sama kamu?"

Alister akhirnya menoleh pada sang mertua yang duduk di sofa, sementara dirinya berdiri di dekat sang istri yang belum sadarkan diri. Tangan mereka saling bertautan. "Udah, dia menyesali apa yang dilakukannya dahulu." Alister terkekeh mengingat bagaimana sang ayah menangis dalam pelukannya. "Alister dengar kalau Papa sebelumnya pernah suka sama perempuan yang sama ya?"

"Papa sama Ayah kamu dulu saingan buat dapetin dia, tapi ada kejadian yang membuat Papa membenci Ayah kamu karena ketidak tanggung jawabnya. Hanya karena memiliki harta, bahkan hukum tidak bisa menundukkannya." Wisnu mengusap wajahnya kasar. "Jangan bahas hal itu, itu udah bagian dari masa lalu. Mau bagaimanapun, asalkan sekarang kamu sama Anggun bisa sama-sama lagi."

Kembali menoleh pada sang istri, matanya terpejam dengan begitu rapat. Alister mendekat dan mencium kelopak mata itu berharap segera bangun.

"Alister makan dulu, nak," ucap Eva yang baru saja datang.

Mereka bertiga makan bersama di ruangan VVIP tersebut, sambil mengawasi Anggun. Khawatir dia terbangun tanpa seseorang di sampingnya.

Eva menceritakan bagaimana kehidupan Anggun setelah ditinggalkan oleh Alister.

"Aku minta maaf karena udah ninggalin Anggun, Mah, pah."

"Mama nyerita itu bukan mau nyalahin kamu. Mama cuma mau bilang kalau Anggun itu sayang banget sama kamu, dia cuma terkejut atas perubahan di hidupnya. Salah kami juga yang malah menelantarkannya."

Wisnu menarik nafasnya dalam. "Nggak ada yang bisa disalahin di sini, semuanya udah terlanjur. Sekarang tinggal Alister dan anggun yang menjalani kehidupan kedepannya. Mau bagaimana dan seperti apa."

"Alister rencananya mengajak Anggun untuk menempati rumah Ayah."

"Kuliah kamu gimana?"

"Kayaknya untuk sekarang nggak akan kuliah dulu, fokus pada kerjaan menggantikan ayah."

Wisnu memberi masukan tentang pendidikan itu sangat penting meskipun sudah menguasai pekerjaan yang ditekuni. Namun nasihatnya terpotong ketika Alister mendapatkan telepon. "Maaf, aku angkat telepon ini dulu."

Mengangkat telepon di hadapan kedua mertuanya. Wisnu dan Eva mendengar bagaimana Alister berbicara menggunakan bahasa Rusia yang tidak mereka mengerti. Kemudian beralih pada bahasa Inggris, Alister menjelaskan bagaimana potensi bekerja sama di salah satu proyek yang akan dianaungi.

Buat Eva dan Wisnu saling menatap satu sama lain. Ternyata anak ini memiliki kemampuan di luar perkiraan mereka.

"Dia udah lebih dari cukup," ucap Eva. "Kayaknya kamu udah menguasai banyak hal setelah pergi sama ayah kamu."

Alister menggeleng, ada sesuatu yang dia sembunyikan. "Sebenarnya aku udah belajar tentang bisnis Sejak jauh-jauh hari, untuk membanggakan ayah."

Karena pada kenyataannya, dulu Alister sering diam-diam pergi ke perpustakaan di rumah Saat tengah malam, membaca dan juga belajar di sana tanpa sepengetahuan siapapun.

Untuk menguasai bahasa asing pun, Alister belajar sendiri.

Dalam hati dia bergumam, "untung tepat sasaran kalau warisan jatuh ke tangan gue semua, hehehe. Nanti bisa beliin Anggun apapun yang dia mau."

***

Kali ini Alister sedang menatap sang anak dari balik kaca ruangan. Tidak boleh sembarangan masuk tanpa dampingan dari tenaga kesehatan.

"Anak Papa," ucapnya dengan mata yang berkaca-kaca, begitu kecil dan terlihat Rapuh. Maaf papa baru datang. "Pasti Adek kangen ya?"

Membayangkan bagaimana Anggun membawa bayi mungil Ini dalam perutnya ke mana-mana, menghadapi masa-masa ngidam sendirian, apalagi saat awal kehamilan Anggun selalu merasakan pegal.

"Maaf." Hanya itu yang bisa dikatakan oleh Alister pada sang anak. "Papa janji nggak akan ninggalin kalian lagi."

DUK! 

"AW!"

Tiba-tiba seseorang menendang betisnya sampai membuat Alister menoleh. Itu adalah Dania yang terlihat terkejut melihatnya. "Ini beneran Alister?"

"Bukan, gue penunggu rumah sakit ini." Alister memutar bola matanya malas. Setelah mertuanya, sekarang Dania yang menyiksanya. 

"Lu ke mana aja bego?! Lu tahu nggak gimana menderitanya Anggun selama ini. Gue tahu kalau Anggun itu salah. Tapi bukan berarti lu bisa ninggalin Anggun gitu aja, apalagi keadaan dia lagi hamil anak kalian. Anggun juga butuh perhatian dari suaminya meskipun dia nyebelin selama ini."

Alister tidak memotong ucapan Dania, membiarkan dirinya mendapatkan banyak kata-kata makian karena sudah meninggalkan Anggun. "Gue nggak akan ninggalin dia lagi."

"Ya jangan lah. Kalau sampai lu ninggalin dia lagi, terus balik lagi. Gue yang bakalan pastiin lu hilang nyawanya."

Alister terkekeh. "Makasih ya udah nemenin Anggun selama ini selama gue nggak ada. Dia cerita banyak kalau lu akhir-akhir ini makin cerewet."

Danka memutar bola matanya malas. "Yang mana anak kalian?"

"Yang itu, yang cantik kayak Anggun."

"Kecil banget ya? Ini harusnya belum waktunya kan?"

"Kayaknya dia tahu kalau bapaknya bakalan datang, jadi nggak sabaran pengen ketemu."

Dania tersenyum mengingat bagaimana perjuangan Anggun saat hamil sendirian. "Gue mau ke ruangan Anggun."

"Ada nyokap nyokapnya kok. Gue mau di sini dulu."

Dania pergi meninggalkan Alister yang masih betah untuk berlama-lama bersama dengan sang anak. Sampai dini hari, Alister masih berada di sana. Karena posisi sang anak yang ada di dekat kaca pembatas, jadi Alister merasa sedang berbicara langsung dengan sang anak.

"Alister."

"Iya, Pah?"

"Papa harus pergi dulu, ada meeting yang nggak bisa di reschedule. Ada mama sama Dania kok di sini. Jangan kemana-mana ya."

Membiarkan sosok itu pergi, Alister kembali ke dalam ruangan. Melihat Dania dan juga mama mertuanya sedang tidur di ruang menunggu.

Karena ruangan VVIP ini memiliki tiga ruang dengan sekat yang tidak tinggi sehingga bisa melihat satu sama lain. Alister mendekat pada sang istri, duduk di kursi dan menggenggam tangan Anggun.

"Sayang aku lelah. Tidur sebentar ya," ucapnya dengan kepala yang merebah di samping tubuh Anggun. Tangan keduanya masih saling bertautan.

Alister tidur begitu, hingga dia tidak sadar kalau Anggun mulai membuka mata. Tanpa gerakan apapun, Anggun menarik nafasnya dalam dengan kelopak mata yang terbuka sepenuhnya.

Dia masih mencoba menyadarkan diri atas apa yang terjadi. Ketika menoleh, dia mendapati sosok yang sedang tertidur. Sosok yang sangat dia rindukan.

Air matanya tiba-tiba menetes. Apakah ini mimpi? Tapi ketika tangan Anggun terulur dan mengusap rambut itu, rasanya begitu nyata.

"Tolong. Jangan biarkan ini mimpi," ucapnya dalam hati kemudian menarik rambut Alister dengan kuat karena rasa kesal tiba tiba melanda karena pria itu tidak pulang pulang. 

"Arrggghhh!" pria itu berteriak sampai membuat Dania dan juga Eva kaget.

Begitu pula dengan Anggun yang langsung menarik tangannya, menatap Alister dengan tidak percaya. "Kamu nyata?" gumamnya dengan suara yang begitu lirih.

1
Sagitarius
kok sediih sich 🥹🥹🥹
apajalah
👏👏🍁🍂
apajalah
👌👏👏🍂🍁🍂🍁👏
Evi
ceritanya bagus 👍👍👍
Honey
Novelnya bagus 😊
gia nasgia
Makasih othor suka dgn karya mu yg satu ini😘👍💪
gia nasgia
hahaha begini nih klau si bocah udah bucin😂🤣🤣
gia nasgia
hahaha sakitlah klau rambut di jambak 😂
gia nasgia
lanjutkan
gia nasgia
jangan sampai baby Anggun kenapa "🥺
gia nasgia
🥺🥺🥺😭😭😭😭😭
gia nasgia
kasihan juga sih lihat bumil yg udah menyadari kebodohannya 🥺🥺
gia nasgia
feeling aku kayaknya sengaja Alister pergi biar pulang udah jadi orang sukses🤔
gia nasgia
Nah lho gimana rasanya di tinggal tanpa kata"😏😡
gia nasgia
Dasar bocil labil 😏tapi ada baiknya juga Dania menceritakan tentang perjuangan Alister selama ini
gia nasgia
Kamu benar"keterlaluan jadi istri mengingat dgn segala perjuangan Al untuk mencukupi kebutuhan kamu 😡
gia nasgia
Maksudnya apa coba Anggun buat janji dgn pebinor 😡kayaknya kalau Alister memberi pelajaran Ke Deon, kurasa nggak ada salahnya biar tahu klau Anggun sdh punya suami
gia nasgia
Mending Alister jujur aja daripada Anggun makin berharap banyak
gia nasgia
Alister serasa umur 25 thn aja habis dewasa banget menghadapi istri bocilnya
gia nasgia
Alister paket komplit deh 😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!