DILARANG PLAGIAT!!! 📢📢
Bagaimana jadinya jika kau menikah dengan seorang petinggi sementara kau sendiri hanyalah seorang gadis desa biasa yang bekerja sebagai pemetik daun teh?
Itulah kisah tentang Raymond William (30tahun) dan juga Kiara Putri (24tahun). Mereka menikah karena suatu kejadian yang tidak ingin membuat keluarga Kia malu.
Pada akhirnya Kiara atau sering di sapa Kia menikah dengan Ray yang dia temukan di sungai dalam keadaan berantakan dan juga sadar dalam keadaan Amnesia (lupa ingatan).
Perbedaan kasta mereka berdua membuat Mama Ray tidak merestui pernikahan keduanya dan sengaja memasukkan orang ketiga untuk menganggu kehidupan rumah tangga Ray dan Kia.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ray dan Kia mampu mempertahankan bahtera rumah tangga mereka berdua?
Simak berikut!
Happy reading..
So stay tune ! 🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab #34
Para wartawan mengabadikan acara ijab kabul Raymond dan Kiara, mereka memotret merekam dan juga melakukan siaran langsung dalam acara itu. Bagaimana tidak, seorang pengusaha properti yang sangat terkenal sedang mengadakan acara bahagianya dan inilah kesempatan mereka untuk membuat kabar berita hangat dari pewaris RND Group TBK.
"Saya terima nikah dan kawinnya Kiara Putri binti Suprapto dengan mas kawin tersebut tunai!" ucap Ray dengan satu kali tarikan nafas.
"Bagaimana saksi? Sah?" Penghulu menatap semua tamu yang datang.
SAH!
Sorak mereka bersamaan dengan senyum bahagia.
Penghulu melepaskan jabatan tangannya dan Ray lalu membaca doa setelah pernikahan.
Meysa yang mendengar kata 'sah' langsung berlari keluar dari gedung pernikahan.
"Hiks.." Mey menangis di sudut luar gedung itu. "Harusnya aku yang berada di samping Mas Ray saat ini, akulah mempelai wanita yang sesungguhnya bukan gadis kampung itu!" pekik Mey tertahan dengan air mata yang menetes deras.
Disaat Mey menangis, dirinya terkejut karena seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Meysa menoleh dan menatap Rara yang sudah ada di sampingnya.
"Tante.." Mey terisak sembari memeluk tubuh Rara.
Rara mengerti akan kesedihan Meysa, ia mengelus rambut panjang milik Mey dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Tante, Mey gak terima dengan semua ini.. Mey yang harusnya berada di samping Raymond,"
"Sst.. Kamu tenang aja sayang, Tante akan membantu kamu untuk mendapatkan kembali Ray dan menjadi istri Ray. Tante juga tidak sudi jika gadis kampung itu menjadi menantu Tante."
Mey menghapus air matanya.
"Benarkah Tante mau menolong Mey untuk mendapatkan Ray kembali?"
Rara mengangguk pasti dengan tersenyum.
"Terima kasih, Tante..'' Meysa akhirnya lega karena Mama Raymond mau berpihak padanya.
'Aku pasti bisa menyingkirkan mu gadis kampungan, lihat saja apa yang akan aku lakukan. Jangan memanggil aku Meysa jika aku tidak bisa membuatmu berpisah dari Raymond.' batin Mey dengan menatap tajam lurus ke depan.
Sementara di dalam gedung.
Warga desa Mulia Makmur kagum mendengar mas kawin yang Raymond berikan sebagai mahar untuk Kiara.
"Wah, ternyata Mas Fildan yang dulu kita kenal benar-benar sultan ya?" ucap salah satu Ibu-ibu desa Mulia Makmur.
"Iya, hebat banget mas kawin banyak begitu."
Kasak-kusuk dari warga desa kagum serta iri terdengar memenuhi gedung. Bagaimana tidak, mas kawin yang Ray berikan adalah emas seberat seratus gram, sebuah rumah elit berlantai dua, uang sebesar satu milyar dan cabang perusahaan properti yang berada di kota B. Mas kawin itu belum ada apa-apanya seorang Raymond William, pengusaha terbesar nomor dua se-asia.
Ray dan Kia telah naik ke atas pelaminan dan semua kerabat serta tamu memberikan ucapan selamat kepada pengantin baru itu.
Mey menatap tidak suka ke arah pelaminan. "Baiklah, aku tetap harus bersikap sok tidak peduli dan rela karena Raymond menikah dengan wanita lain. Ray tidak boleh membenciku agar aku mudah mendapatkannya kembali." Mey mulai merapikan rambut serta pakaiannya dan berjalan dengan anggun ke atas pelaminan untuk mengucapkan selamat.
Sesampainya di atas pelaminan, Mey tersenyum kepada sang mantan kekasih yang saat ini ada di hadapannya.
"Selamat ya, Ray. Semoga pernikahan kalian langgeng dan berjalan mulus,"
"Terima kasih, Mey. Aku bangga karena akhirnya kamu bisa melepaskan aku untuk menikah dengan wanita pilihanku." Ray menjabat tangan Meysa.
"Jika kita tidak berjodoh mau bagaimana lagi? Dipaksakan juga akan percuma," ucap Mey bersikap tegar.
Mey beralih menjabat tangan Kiara. "Selamat ya, Kiara." Mey memeluk tubuh Kia dengan sedikit menekan jabatan tangannya hingga Kia menahan rasa sakit akibat jabatan tangan itu. "Kau jangan senang dulu, gadis kampung. Semua ini adalah awal dari penderitaanmu, bukan kebahagiaan. Aku Meysa Robert tidak akan melepaskan Ray dengan mudah untuk hidup bersamamu, Ray hanya milikku dia hanya milik Meysa." Mey menekan setiap katanya dan sedikit berbisik.
Kia hanya diam mematung tanpa menjawab ucapan Mey.
Mey mengurai pelukan dan tersenyum tipis melihat ketakutan yang tergambar di wajah Kiara. Setelah melepaskan jabatan tangan, Mey langsung turun dari pelaminan.
"Meysa tidak akan mudah menyerah dan tidak akan mudah menerima kekalahan." gumam Mey sambil berjalan menjauh.
•
•
**Jangan jadi pelakor neng 🤧 (MEYSA)
Intip juga visual Amelia William yuk ❤**
**Amelia
•
•
HAPPY READING
SEE YOU NEXT PART
JANGAN LUPA BERIKAN DUKUNGAN DAN TINGGALKAN JEJAK MANISNYA, TERIMA KASIH BANYAK 🙏🏻😘**