Kisah seorang wanita yang memperjuangkan rumah tangganya dari wanita lain. Mampukah Intan mempertahankan rumah tangganya?
Dan mampukah intan menghadapi sikap suaminya yang selalu kasar padanya?
Ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Kembalinya Rayhan
...**** Selamat Membaca****...
Revan yang mendengar perbincangan itu pun ikut bertanya. "Siapa, nona?" tanya revan pada zura. " OM tilta om, om danteng yang nolong zula waktu di taman lia dulu!" jelas azzura.
" Oh" sahut revan ber oh ria sambil terus melajukan mobilnya. menuju sekolah keduanya. Sedang intan yang baru keluar dari kediaman tuan jimmy dengan di antar mang kardi pun tak menyadari ada sepasang mata menatapnya dengan penuh kerinduan. " Sayang, aku merindukanmu! tapi aku takut untuk menemuimu." Batin rayhan tak terasa air mata yang selama ini di tahan pun menetes.
*****
Sementara itu pertemuan intan dengan tuan kim berjalan lancar dengan hasil yang memuaskan " Semoga kerja sama ini bisa berjalan lancar!" ucap tuan kim sambil menjabat tangan intan. " Terima kasih tuan kim, senang bisa bekerja sama dengan anda!" jawab intan tersenyum manis.
Setelah kembali kekantornya intan duduk di kursi kebesaran yang dulu milik rayhan. Di balik wajah tegas intan tersimpan luka dan kekosongan semenjak kepergian rayhan.
Tok....
tok...
"Selamat siang mbak intan!" sapa rara sekretaris intan. " Ini ada dokumen penting yang harus mbak tanda tangani!" kata rara lagi menaruh beberapa dokumen ke atas meja intan. " Oh iya, makasih ya ra!" Kata intan tersenyum pada sekretarisnya itu.
*****
Siangnya sepulang sekolah zura masih melihat pria tadi di serang rumahnya dan dia menepuk kursi revan. " Om levan, belhenti di cini dulu aku mau menghampili om yang ada di cana!" Kata zura menunjuk pada pria yang berdiri di sebrang kediaman tuan jimmy. " Siapa dia nona keci?" tanya revan yang belum begitu jelas melihat pria itu. Sedangkan zura sudah berlari dan memanggil pria itu " Om, danteng!" Teriak zura sambil berlari menuju rayhan. Rayhan yang mendengar suara anak kecil di belakangnya. Revan yang melihat siapa yang di panggil om ganteng itu pun tergelak " Tu..... tuan muda rayhan, apa benar ini tuan rayhan?" Kata revan tergagap tak percaya melihat siapa yang di lihatnya dia terus mengerjap*kan matanya, tapi apa yang di lihatnya tetap sama sosok rayhan meski sekarang terlihat lebih kurus dan tak terawat. " Iya, van ini aku!" Jawab rayhan dengan senyumnya. " Bukankah tuan sudah..." Revan tak meneruskan ucapannya. " Om, danteng ayukk ikut ke lumah zula!" ajak gadis kecil itu dengan menarik tangan rayhan. " Iya, tuan muda apa tuan tidak merindukan nyonya dan tuan besar!" kata revan.
****
Mereka pun berjalan menuju rumah besar itu, Tuan jimmy dan istrinya yang tengah bersantai di ruang belakang. Nyonya safitri asik dengan bunga* kesayangannya.
"Assalamu'alaikum, oma opa!" Teriak kedua cucunya sambil berlari. Tuan jimmy dan nyonya safitri pun datang mendekat. "Sayang, jangan lari* nak nanti jatuh!" Kata tuan jimmy berjalan mendekati cucunya. Dan pandangannya pun beralih pada sosok pria yang telah lama mereka anggap meninggal namun juga sangat mereka rindukan. Nyonya safitri yang melihat putranya kembali langsung berlari mendekati putra kesayangannya. " Rayhan, ini kamu sayang! Kamu masih hidup nak." Kata nyonya safitri sambil memegang pipi putranya tidak mempercayai apa yang dia lihat. Air mata bahagia pun luruh dari pipi mulus wanita paruh baya yang ada di depan rayhan. " Iya mom, aku rayhan rahardian herlambang. " Kata rayhan memeluk ibunya yang sudah 4 tahun tidak dia temui.
Bersambung.........
apa lupa alamat sendiri 👻