Siapa yang bisa melawan takdir Tuhan?
Manusia hanya bisa berencana, tetapi Tuhan-lah yang menentukan segalanya. Baik itu soal rezeki, umur, maupun jodoh.
Zayn dan Amira yang telah bersahabat sejak kecil, menerima perjodohan mereka karena memang saling mencinta. Satu minggu setelah bertunangan, Zayn dikabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat terbang. Amira terpuruk Tak lagi yakin ada cinta sejati untuknya.
Namun siapa sangka, di tengah keterpurukannya itu hadirlah sosok laki-laki yang mampu membangkitkan semangat hidupnya dan mampu membuatnya tersenyum kembali.
Siapakah sosok laki-laki itu? Apa Zayn benar-benar tewas ataukah ada lelaki lain yang hadir dalam hidup Amira?
WARNING!!
Banyak mengandung bawang.
Siapkan tisyu dulu yah sebelum membaca!
Budayakan tekan LIKE di tiap eps sbg bentuk dukunganmu utk penulis dan novel ini... TQ 🙏
Follow Ig Author @_anita.rai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Shaun & Kinci
Amira terlihat lebih ceria setelah naik bomb bomb car. Ternyata usaha Willy tidak sia-sia.
"Kinci, apa kamu sudah puas atau kamu masih mau main lagi?" tanya Willy.
"Aku masih mau main lagi, Will. Gimana kalau kita main itu?" Amira menunjuk ke arah permainan lempar kaleng dengan bola. Jika berhasil melempar sepuluh tumpukan kaleng dengan tiga buah bola, maka akan mendapatkan hadiah berupa boneka.
"Baiklah, ayo!" sahut Willy.
Willy pun membeli tiga buah bola lalu diberikannya kepada Amira. "Kamu main duluan!"
"Oke." Amira pun memulai permainan itu. Dia melempar bola itu satu per satu. Gadis itu terlihat kesal karena ketiga bola yang ia lempar tidak bisa meruntuhkan semua tumpukan kaleng-kaleng itu. Alhasil dia tidak mendapatkan hadiah apa-apa.
"Kenapa permainan ini susah banget sih? Huft!" gerutu Amira.
"Oke sekarang giliranku." Willy pun membeli tiga buah bola lagi dan kali ini dia yang akan bermain.
Willy mulai melempar bola pertama. Bola pertama hanya berhasil meruntuhkan empat kaleng saja. Willy melempar lagi. Lemparan kedua berhasil meruntuhkan tiga kaleng.
"Ayo Will, tinggal tiga kaleng lagi! Kamu pasti bisa!" seru Amira memberi semangat.
Dengan mengucap basmallah, Willy pun melempar bola terakhir. Dan akhirnya Willy berhasil meruntuhkan semua kaleng-kaleng itu.
"Yeaaayyy ... berhasil!" Amira bersorak gembira saat Wily berhasil meruntuhkan kesepuluh kaleng itu. Gadis itu melonjak kegirangan saking senangnya.
"Pacar kamu memang hebat, Mbak. Silahkan dipilih hadiahnya!" seru sang pemilik permainan.
"Pacar?" Amira dan Willy saling memandang.
"Maaf Pak, Bapak salah sangka. Dia ini bukan pacarku. Dia cuma temanku," sahut Amira.
"Oh maaf Mbak, saya kira dia itu pacar Embak."
"Bukan Pak." Amira pun mengambil hadiahnya. Dia memilih boneka karakter Shaun the sheep berukuran sedang.
"Kenapa bukan yang ini saja?" Willy mengambil boneka berbentuk kelinci yang sangat imut dan lucu.
"Kelinci? Nggak mau ah, aku nggak suka yang itu."
"Kenapa? Bukankah kelinci ini sangat lucu? Mirip banget kan sama kamu?" Willy tersenyum nyengir.
"Apaan sih? Ambil aja kalau kamu mau, aku mau yang ini aja."
Demi mendapatkan boneka kelinci itu, Willy pun membeli tiga bola lagi lalu mengulangi permainannya. Amira hanya memperhatikan Willy bermain sambil memeluk boneka Shaun the Seep-nya.
Akhirnya, Willy pun berhasil meruntuhkan semua kaleng-kaleng itu lagi. Dia mengambil boneka kelinci tadi sebagai hadiahnya.
"Kamu benar-benar hebat, Will," puji Amira sambil mengacungkan jempolnya.
"Siapa dulu dong? Nih buat kamu." Willy memberikan boneka kelinci itu kepada Amira.
"Buat aku semua?"
"Iya ambillah. Aku kan cowok, masak cowok main boneka. Apa kata dunia?"
Amira tersenyum senang. "Makasih ya Will." Dia pun memeluk kedua bonekanya.
Hari semakin sore. Willy melirik jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul empat sore. "Sudah sore Kinci, sebaiknya kita pulang sekarang."
Amira mengangguk pelan. Kemudian mereka berdua pun keluar dari taman hiburan itu, lalu melangkah menuju tempat parkir.
"Kinci, kamu masuk ke mobil duluan ya! Aku akan segera kembali." Willy tiba-tiba berlari meninggalkan Amira.
"Kamu mau kemana Will?" teriak Amira. Namun tidak ada sahutan dari Willy.
Lalu Amira pun masuk ke dalam mobil. Sambil menunggu Willy, dia pun memainkan kedua boneka barunya.
"Halo, perkenalkan namaku Shaun." Amira menggerakkan boneka Shaun the Seep-nya.
"Halo, salam kenal. Namaku Kinci." Amira menggerakkan boneka kelincinya. Gadis itu pun tertawa sendiri. Dia merasa terhibur dengan mainan barunya, Shaun dan Kinci.
Tak lama kemudian, Willy pun masuk ke dalam mobil.
"Kamu dari mana saja Will?" tanya Amira penasaran.
"Aku habis beli ini." Willy menunjukkan dua buah es krim yang sedang dipegangnya.
"Es krim?"
"Iya. Nih ambillah!" Willy menyodorkan satu es krim berbentuk stik dengan rasa coklat Belgia itu kepada Amira.
"Dari mana kamu tau aku sangat menyukai es krim ini?" tanya Amira.
"Waah ... kebetulan banget dong kalau kamu suka. Padahal aku asal nyomot aja tadi," sahut Willy berbohong. Padahal dia tau es krim kesukaan Amira dari buku diari yang ditulis oleh Zayn.
Amira pun mengambil es krim itu dari tangan Willy.
"Kata orang, dengan makan es krim yang manis, maka kita akan menciptakan kenangan yang manis pula," ucap Willy.
Deg! Jantung Amira berdesir setelah mendengar ucapan Willy. Kenapa kata-kata Willy sama persis dengan kata-kata yang pernah diucapkan kak Zayn? Apa ini cuma kebetulan saja? gumamnya dalam hati.
"Makanlah!" seru Willy.
Mereka pun mulai membuka bungkus es krim itu kemudian memakannya.
"Emmm ... udah lama banget aku nggak makan es krim ini. Menurutku ini es krim terlezat yang pernah ada. Belgian chocolate-nya begitu terasa. Bagaimana menurutmu Will?" tanya Amira sambil menikmati es krimnya.
"Lumayan sih," sahut Willy.
Setelah memakan habis es krimnya, mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah karena hari sudah semakin sore.
***
Jam menunjukkan pukul lima sore saat mereka tiba di depan rumah Amira.
"Makasih ya Will. Apa kamu mau mampir dulu?" tanya Amira sebelum turun dari mobil.
"Aku langsung pulang aja Kinci, udah sore."
"Baiklah. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam."
Amira pun turun dari mobil Willy lalu berjalan memasuki rumahnya. Setelah memastikan Amira masuk ke rumahnya dengan selamat, Willy pun langsung beredar.
Amira menemui kedua orang tua dan kakek neneknya yang saat itu sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV.
"Assalamu'alaikum," ucap Amira sambil memeluk kedua boneka barunya.
"Wa'alaikumussalam," sahut Amar, Aulia, pak Mirza dan bu Kania.
"Kamu udah pulang, Sayang? Wah lucu banget bonekanya," tanya Aulia basa-basi.
Amira tidak segera menjawab pertanyaan ibunya. Gadis itu malah balik bertanya, "Ma, Pa, apa kalian yang nyuruh Willy jadi bodyguard Mira?"
Amar dan Aulia saling berpandangan.
"Atau Opa sama Oma yang nyuruh dia?" tanya Amira kepada kakek dan neneknya.
"Sayang, biar mama yang jelasin sama kamu! Kamu duduk dulu ya!" sahut Aulia. Amira pun menuruti perintah ibunya.
Setelah Amira duduk, Aulia mulai memberikan penjelasan, "Sayang, sebenarnya Willy yang menawarkan diri untuk jadi bodyguard kamu. Mama Echa dan papa Raffi juga sudah setuju. Setelah kami pikir-pikir, mungkin memang Willy lah orang yang paling tepat untuk menjaga kamu. Kami lebih percaya sama dia daripada orang lain."
"Iya Mira, kami merasa was-was kalau orang lain yang menjadi pengawal pribadi kamu. Bisa saja mereka malah memanfaatkan atau bahkan menyakiti kamu," imbuh Pak Mirza.
"Iya Mira, kami nggak mau mengambil resiko untuk keselamatan kamu," imbuh Bu Kania.
"Sayang, kami melakukan semua ini demi kebaikan kamu." Amar menimpali.
Setelah mendengar penjelasan dari mereka, kini Amira mengerti. Sebenarnya dia juga merasa lebih nyaman kalau Willy yang menjadi pengawal pribadinya daripada orang lain yang sama sekali belum dikenalnya.
"Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian, Mira setuju."
"Alhamdulillah," sahut Amar, Aulia, Pak Mirza dan Bu Kania. Mereka sangat senang karena akhirnya Amira mau menerima keputusan mereka.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG ..........................
Spoiler :
Bagi yg sering nanyain Zayn, aku kasih bocoran dikit ya. Zayn itu masih hidup. Nanti aku akan munculin dia lagi, tapi tolong sabar ya.. ikuti terus ceritanya.
Wajib tekan LIKE setelah membaca! Jangan lupa komen dan vote-nya ya.. makasii 🙏