Henry, seorang pria yang berumur 45 tahun dengan status duda beranak satu. Suatu ketika takdir mempertemukan dirinya dengan seorang gadis.
Kejadian ini berawal dari dia menolong tragedi kecelakaan pada seorang wanita muda nan cantik yang bernama Renata.
Seiring berjalan nya waktu Renata tinggal dirumah Henry, sehingga membuat Henry jatuh cinta kepadanya kemudian dia mengajak untuk segera menikah dengan nya.
Suatu ketika kejadian miris menimpa Renata kembali, hingga ia ditolong oleh seorang pemuda yang bernama Kellan.
Singkat cerita, sejak awal bertemu dengan Renata Kellan sudah jatuh cinta terhadap nya. Namun sayangnya, wanita yang dicintainya itu terpaksa harus menjadi ibu sambung nya.
Akankah Kellan terus mengejar cintanya dengan sang ibu sambung?
Akankah Henry mengetahui hal ini? dan jika tahu apa yang akan diperbuat olehnya?
Penasaran? mari kita simak cerita nya!
Jangan lupa vote, komen, dan like dari kalian ❤️❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yayah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mimpi Kellan dimasa lalu
Renata sudah berada didalam kamarnya tanpa ia sadari rupanya Henry meninggalkan 2 jejak merah dileher sana.
"Syukurlah akhirnya dia bisa mengontrol dirinya, entah mengapa disaat melakukan aktivitas itu rasanya diriku ikut terbuai. Apakah mungkin hatiku sudah membuka sepenuhnya untuk dirinya." Gumam Renata sambil mengelus-elus bibir nya.
Ughh...
Ughh...
Ughh...
Rupanya dikamar mandi Henry menuntaskan aktivitas nya dengan bersenam jari pada si babang tamvan, tak lama kemudian semburan larva kental keluar dari sana.
Henry menghela nafas panjang,
"Ahhh... Akhirnya lega juga, baru dikasih sinyal lampu hijau level 1 sudah dibuat pusing, untung saja aku masih bisa mengontrol nya." Gerutu dirinya.
~~
~~
Henry sudah bersiap-siap untuk pergi ketempat kerja nya tak lama kemudian Renata datang sambil membawa bekal makan siang untuk nya.
"Paman, ini bekal makan untukmu." Renata menyodorkan kotak makanan pada nya.
Henry menerima nya, "Terimakasih, sayang. Aku jalan dulu ya."
"Seperti nya kau melupakan sesuatu?"
"Apa itu?" Henry tampak kebingungan.
Renata melangkah kearah nya dan mendaratkan kecupan singkat pada pipi nya,
Cup...
"Semangat kerjanya, sayang."
Seketika sorot mata Henry berbinar kegirangan,
"Cium lagi sayang sebelah sini belum," Sambil menunjukkan arah pipinya.
Renata menuruti permintaan nya,
Cuppp.....
"Maaf ya aku masih panggil kamu sebutan Paman, soalnya aku masih agak canggung." Ucap nya lirih.
"Tidak apa-apa, sayang. Aku tidak mempermasalahkan nya yang terpenting sekarang kamu sudah menjadi milik ku." Seketika Henry mencium kening Renata.
"Aku berangkat ya, jaga dirimu dirumah." Sambung nya lagi.
"Ya sayang!" Balas Renata dengan tersenyum.
Joni sudah siap menunggu didalam mobil, Henry melangkahkan kaki nya lalu masuk kedalam mobil, sambil melajukan kendaraannya Henry melambaikan tangan kepada Renata yang masih berdiri di teras rumah.
~~
~~
Sosok pria dengan bertelanjang dada, dengan ukiran rahang yang tegas memberi kesan rupawan bak dewa Yunani serta bibir merah merekah siapapun yang melihat keindahan wajah nya pasti akan bertekuk lutut dihadapan nya.Siapa lagi dia kalau bukan Kellan orang nya. Rupanya ia masih tertidur pulas dikamar nya sambil menikmati mimpi-mimpi sebagai teman tidur nya.....
Berada disebuah ruang kamar yang letaknya dirumah sakit. Terlihat seorang wanita yang tengah sekarat sambil ditemani 3 orang disamping nya,
"Kellan, ma-ma- maafkan Mamah ka-karena belum bisa mem-membahagiakan mu." Ucap Isabella dengan nafas yang tersendat-sendat.
"Harus nya aku yang bilang seperti itu. Mamah sudah banyak membahagiakan Kellan hiks...hiks...hiks..." Gumam Kellan dengan sesenggukan.
"Akhh... sakit nya! Mam-mamah mi-minta ka-kamu jadi pria yang bertanggung jawab serta tangguh" perlahan suara Isabel mengecil karena menahan rasa sakit yang tak tertahankan.
"Aku akan menjadi pria yang mamah minta, aku tidak ingin seperti Papah." Air mata Kellan semakin berlinang.
"Ssstt.... Ja-jangan berkata se-seperti itu. Bagaimana pun dia adalah Papah mu da-dan ka-kamu adalah darah daging nya."
"Sampai kapan pun aku tidak Sudi mengganggap nya sebagai ayah ku. Aku tidak punya ayah brengsek seperti dirinya!" Kellan mengamuk dalam tangisan nya.
Disamping itu Anne serta suaminya menatap pilu dengan berlinang air mata.
Hiks....hiks....hiks...
"Ma-ma-maafkanlah kesalahan pa-Papah mu, berdamailah dan ti-tinggallah bersama de-dengan nya. So-soal pa-Papah mu biar men-menjadi urusan ma-mah."
"Hiks... Hiks... Hiks... Tidak mah aku tidak bisa hiks... Hiks... Terlalu sakit aku maafkan hiks..."
"Ka-kamu ha-rus bi-sa sayang ini demi mam-mamah.... ARGH! Rasanya ak-ku sudah ti-tidak kuat menahan ra-sa sakit ini." Isabel merintih kesakitan sontak membuat Anne kaget dan beranjak mendekati nya.
"Isabel bertahanlah. Kamu pasti bisa melewati semua ini hiks... Hiks... Hiks..."
"Aku sudah tidak bisa bertahan jagalah Kellan aku titipkan padamu." Suara Isabel semakin mengecil bahkan sangat kecil kemudian ia menghembuskan nafas terakhir nya.
"Isabel... Isabel... Isabel... Hiks... Hiks... Hiks... Bangunlah Isabel... Hiks... Hiks..." Anne menggerakkan tubuh Isabel secara perlahan.
"Mamah... Mamah... Mamah... Bangunlah hiks... Hiks... Hiks... Mamah hiks... Hiks..." Tangis Kellan makin pecah
"Mamahhhhhhhh ....." Kellan berteriak dalam tangisan nya sambil memeluk tubuh Isabel.
"Isabelllll.... Hiks... Hiks....." Anne pun berteriak dalam tangisan nya seketika suaminya memeluk dirinya dan ikut menangis.
"Sudah lah kita ikhlaskan saja dia, sekarang dia sudah tidak merasakan kesakitan lagi." Gurau suami Anne sambil menenangkan.
"Isabel... ahaaaaa... Isabel.... Aku tidak menyangka umur mu secepat itu hiks... Hiks....!"
Cairan titik bening rupanya sudah membanjiri hampir seluruh permukaan wajah nya sehingga membuat nya terbangun dari tidurnya.
Segera ia sapu kan air mata di pipi nya perlahan ia membangunkan tubuh nya.
"Ini kesekian kalinya aku memimpikan masa lalu. Ada apa gerangan? Tapi semakin lama mimpi masa lalu hadir, semakin aku membenci sosok Ayahku." Kellan mendengus kesal sambil mengepal salah satu tangan nya.
~~
~~
Di dapur andalan nya Renata tengah membuat kan sesuatu untuk nya, tangan nya dengan lihai memasukan beberapa bahan makanan pada sebuah wadah.
"Sedang buat apa, Non?" Tanya bi Conte padanya.
"Aku sedang belajar membuat cheesecake, Bi. Nanti kalau sudah matang tolong cobain ya dan beri nilai." Seru Renata.
"Siap nona."
Bi Conte mulai memperhatikan raut wajah Renata yang tampak sibuk ia mengagumi sosok Renata yang begitu cantik.
Namun penglihatan nya tertuju pada sesuatu yang ada dileher nya terpampang jelas disana, secara Renata tidak mengurai rambutnya.
'Waduh! Kenapa dileher nona Renata seperti ada bekas gigitan merah?' tanyanya dalam hati.
'Kalau diperhatikan itu bukan gigitan bekas serangga. Atau jangan-jangan nona Renata sama Tuan.... Hah! Masa sih kayanya tidak mungkin."
"Bi, bi Conte?" Panggil Renata pada nya sontak membuat nya terkejut.
"Eh... Iya, Non. Kenapa?"
"Bibi kenapa ngeliatin aku seperti itu?" Tanya nya heran.
"Ah- itu Non, Nona makin hari makin cantik saja." Goda bi Conte padanya.
"Ah... Bibi bisa saja," jawab nya tersipu malu.
"Boleh tanya ga, Non?"
"Boleh, mau tanya apa Bi?"
"Nona Renata sudah punya pacar belum?"
Deggg....
Seketika jantung Renata berpacu cepat ingin rasanya ia menghiraukan pertanyaan darinya namun takut bi Conte merasa tersinggung.
"Sudah, Bi," Renata tersenyum simpul.
"Oh gitu, Non. Kalau boleh tahu siapa Non orang nya?"
Deg...
Renata dikejutkan dengan pertanyaan nya lagi.
'kasih tahu tidak ya. Seperti nya tidak usah deh.'
"Pokok nya ada Bi, nanti juga Bibi tahu sendiri."
"Masih dirahasiakan ya, Non. Ya sudah kalau begitu lanjutkan buat cake nya Non. Bibi mau melanjutkan pekerjaan dulu. Mari nona!" Bi Conte menghilang dari hadapan nya.
Renata menghela nafas,
"Huhf.... Hampir saja Bibi tahu soal hubungan ku dengan paman Henry." Gurau nya pelan.
Mati aja lu Kellan 😛😕
Renata, Kellan itu suka sama kamu peka dong . masa kamu gk tau sih 😕
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟💗💜💜💜💜🌟
🌟✨💜💜💜✨🌟
🌟✨✨💜✨✨🌟
✨🐬✨🐬✨🐬✨
🌊🌊🌊🐬🌊🌊🌊