NovelToon NovelToon
Di Antara Dua Hati

Di Antara Dua Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:4.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Suesant SW

Dara anak seorang pembantu di jodohkan dengan seorang pewaris tunggal sebuah perusahaan karena sebuah rahasia yang tertulis dalam surat dari surga.

Dara telah memilih, menerima pernikahannya dengan Windu, menangkup sejumput cinta tanpa berharap balasannya.

Mampukah Dara bertahan dalam pernikahannya yang seperti neraka?
Rahasia apa yang ada di balik pernikahan ini?

Mampukah Dara bertahan dalam kesabaran?
Bisakah Windu belajar mencintai istrinya dengan benar? Benarkah ada pelangi setelah hujan?

Ikuti kisah ini, dalam novel " Di Antara Dua Hati"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34 PERASAAN YANG HAMPA

Dara memalingkan wajahnya, sosok dengan stelan rapi dan kacamata yang menaungi mata cerahnya.

"Ar..Arga..." Dara ternganga, tak menyangka yang memanggilnya itu adalah Arga.

"Dara..." Tangan Arga masih menenteng tas di tangannya, menatap Dara dengan pandangan yang takjup.

"Bagaimana...bagaimana kamu mengenalku?" Tanya Dara terbata-bata.

"Sejak pertama kali masuk ruangan, aku tahu itu kamu." Jawab Arga singkat, matanya tak lepas memandang ke arah Dara.

"Kenapa kamu ada di sini?" Arga melontarkan pertanyaan dengan penasaran yang tak bisa disembunyikan.

"Kuliah...memangnya kamu lihat sedang jaga warung." Dara menjawab judes, dia benar-benar salah tingkah di depan Arga. Tidak tahu harus bersikap bagaimana.

"Ya, tapi...seharusnya kamu di Jakarta sekarang."Arga tampak bingung menatap padanya.

"Memangnya tidak boleh aku di sini?" Tanya Dara sambil mengerutkan kening, berusaha mengusir kecurigaan Arga yang terpampang nyata di pias wajahnya.

"Kamu kan sudah menikah dengan Windu?" Cecar Arga lagi, balik bertanya.

"Memangnya kalau aku sudah menikah tidak boleh sekolah?"Dara tak mau kalah, pertanyaan Arga benar-benar membuatnya kesal.

"Bukan begitu."Arga sedikit tak nyaman dengan sikap Dara, dia takut Dara menjadi tersinggung

"Terus...?"Dara menaikkan alisnya yang rapi itu, menyudutkan Arga yang akhirnya tak tahu harus menjawab apa.

"Kamu kan lagi..." Arga sedikit ragu menjawab pertanyaan Dara, matanya mengarah bergantian dari wajah Dara kemudian pindah ke perut Dara yang tampak langsing itu.

"Lagi apa?" Tantang Dara, sambil melototkan matanya dengan tak senang di perlakukan seperti itu. Beberapa orang mahasiswa yang berlalu lalang di tangga itu, menatap curiga pada dua orang yang nampak bersitegang itu.

"Lagi hamil." Volume suara Arga direndahkannya sepelan mungkin, takut ada yang mendengar ucapannya.

Mata Dara melotot pada Arga, sekarang dia benar-benar tidak senang pada Arga.

"Bukan urusanmu. Dan tidak perlu ikut campur dengan semua urusan pribadiku!" Sahut Dara sebelum kakinya turun menjejak anak tangga.

"Oh, iya...satu hal lagi!" Dara menoleh pada Arga yang terpaku di tempatnya berdiri.

"Aku mau kamu rahasiakan keberadaanku dari Windu. Kalau dia tahu dimana aku sekarang, pasti kamu yang membocorkannya." Dara menatap tajam sejenak kepada Arga, memastikan laki-laki itu mengerti maksudnya.

"Kenapa suka sekali perempuan ini membuat rahasia..." Arga menggerutu dalam hati.

Dan selalu dengan judesnya dia bilang, jangan beritahu Windu!

"Mereka itu, suami istri bukan, sih? kok hidupnya rumit sekali?"

Arga terdiam di tempatnya, setelah itu dia menyadari Dara sudah hilang dari pandangannya.

Arga menghela nafas dengan berat, lalu menuruni tangga, wajah Dara yang melotot padanya terbayang-bayang di benaknya.

Mata itu tetap dingin, mata itu tetap resah, Arga tahu pasti ada sesuatu antara Dara dan Windu, dan itu bukan masalah kecil.

...***...

Windu menghela nafasnya dengan berat, duduk menghadap segelas bir. Sebulanan ini dia mencari keberadaan Dara. Agak sulit memang, karena dia tidak melibatkan pihak berwajib untuk mencarinya. Karena kepergian Dara bukan di culik tapi pergi dengan sengaja, dia menghindari untuk melaporkan ke polisi karena bisa membuat berita skandal yang tidak-tidak di media.

Jika berita yang tidak-tidak terekspos tentu saja tidak baik untuk nama besar keluarga Danuar.

Nomor handphone Dara tidak aktif, bahkan ketika dia berusaha melacak keberadaan Dara menggunakan GPS. Sama saja nihil. HP dara sudah berpindah tangan, sebelum benar-benar pergi dia menjualnya dan menggantinya dengan HP yang baru. Dara seolah benar-benar ingin menghilang dari dunia Windu.

Windu menyumpahi dirinya sendiri yang minim sekali informasi tentang Dara, dia tak tahu siapa-siapa temannya atau mungkin Dara tidak pernah punya teman? Selama ini yang dia tahu Dara tak pernah kemana-mana.

Untuk informasi pribadi tentang Dara, dia bahkan harus mengubek-ngubek lemari pribadi almarhum mamanya.

Lalu menemukan asal usul dari Bu Darsih, mama Dara dari sebuah kampung di pinggir kota Yogja.

Seminggu yang lalu Windu sudah pergi ke sana, dan yang di dapatinya rumah nenek Dara yang tercantum di alamat rumah itu telah di jual pada orang lain tiga tahun yang lalu, setelah neneknya meninggal.

Windu kembali dengan tangan kosong, karena Dara tak pernah kembali ke kampung halaman ibunya itu.

"Dara, kemana kamu...?" Windu meringis sendiri.

Dia tak bisa bohong, dirinya sangat merindukan Dara, rasa kehilangan yang teramat besar saat tak lagi ada dia.

Kadang Windu termangu sendiri di kamar besar yang di tempati Dara, kamar itu begitu kosong dan hampa, sehampa perasaannya kini.

Dara yang manis dan sederhana itu, yang penakut dan pasrah, yang kemudian menjadi judes dan dingin, apapun jadinya, Windu tetap merasa rindu padanya.

Malam pertama mereka yang sadis itu, berputar ulang di kepala Windu membuatnya menggigit bibirnya sendiri. Mengingat raut ketakutan Dara, sikap pasrah tanpa perlawanannya, bahkan tanpa suara ketika dia melucuti pakaiannya bahkan menggagahinya dengan begitu kasar, liar dan jika boleh dikatakan bejat tanpa perasaan.

Andai Windu di posisi itu, mungkin dia tak akan bisa memaafkan orang yang berlaku sedemikian jahatnya pada istrinya sendiri, dan segera rasa sakit menyaru sampai jantungnya, menyadari jika penjahat tak berahlak itu adalah dirinya sendiri.

Lalu semua perlakuannya pada Dara, satu persatu muncul dan lewat di ingatannya, kata-katanya, ucapannya, sikapnya...

Windu mengambil gelas birnya dan meneguknya dengan cepat mencoba mengusir rasa bersalah yang terasa enggan pergi dari hatinya.

"Oh, Tuhan...apa yang telah kulakukan pada Dara..." Rasa sesak di dadanya, seolah ingin memanggil seribu sesal padanya.

Suara handphonenya membuat Windu tersadar dari lamunannya.

Di lihatnya, di layar Handphone, sebuah nama memanggilnya, Arga.

Alis Windu berkerut, dia heran adik sepupunya ini sangat jarang menelponnya, apalagi pada jam hampir larut seperti ini.

"Ya, Hallo..." Windu menyambut dengan enggan.

"Hallo, Win..." Arga menyapa dari sana, terdengar sedikit ragu.

"Ya, ada apa, Ga?"

"Cuma ingin menanyakan kabarmu..."

"Tumben?" Windu terkekeh mendengarnya, merasa heran sejak kapan Arga bersikap begitu peduli padanya.

"Ya, tidak salah kan adik rindu dengan kakaknya..." Di sambut tawa Arga di seberang.

"Jangan bikin aku merinding, Ga. Kamu jadi aneh begitu..." Windu menyambut dengan tawa yang bernada geli.

"Sekarang kamu di mana?" Tanya Arga tiba-tiba.

"Maksudnya, di mana bagaimana?" Windu bingung mendengar pertanyaan Arga.

"Lagi di jakarta atau di mana?"

"Ya, di Jakarta lah...memangnya kenapa?"

"Bukannya lagi di Jogja?"

"Eh, memangnya ada acara apa di jogja?"

Windu semakin bingung dengan pertanyaan Arga, yang bertanya sejenak terdiam di seberang sana, seperti begitu ragu untuk melanjutkan pembicaraan.

(Em...Si babang Arga ini, memang susah jaga rahasia...🤫kira-kira di kasih tahu Arga gak ya, Dara lagi di jogja🤭 Tetap bersama novel kesayangan kita ini, yaaa😅)

...Terimakasih sudah membaca novel ini❤️...

...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan😊...

...I love you all❤️...

1
Arlini Pakan
Kecewa
Arlini Pakan
Buruk
Visencia Alingga
Luar biasa
Visencia Alingga
Lumayan
heni hariati
nyimak
Mebang Huyang M
Luar biasa
Mebang Huyang M
ngulang lagi baca ceritamu thor . kangen dgn mba dara yg imut.
Riska Afzal
😭😭😭
Tiara
Novel terbaik yg pernah aq baca di aplikasi ini 🙏🙏🙏🙏
Terimakasih
Tiara
Cerita ini ada "isi" nya. Terimakasih penulis udah menuangkan sesuatu yg sangat baik, sesuatu yang sangat menginspirasi. Banyak pelajaran yang bisa dipetik, sangat mengagumkan.
Rangkaian katanya indah tapi mudah dimengerti.
Karakternya tokoh2nya kuat,
Alurnya jelas, jadi tidak melewatkan 1 kalimatpun,
Sekali lagi Terimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
Eny Frihdihastuti
aku suka jalan ceritanya.
author pandai merangkai kata.
tapi tak pandai memilih visual windu, ga cocok tor sama dara haha maap ya tor 🙏
JandaQueen
apakah itu harus cuci darah spt pd org yg alami gagal ginjal ya..?
JandaQueen
dan kata2 keramat itu akhirnya meletusss
JandaQueen
berani ngapa2in bocah imut ku, tak santet onlen kau pak eko...🤣🤣
JandaQueen
ah si imut radith, suka sama cewek lebih tua ini rupanya... sini nak... tante aja yg peluk kamu... 😄
Vitriani
Lumayan
Dewa Rana
nangis aku thor 😭😭😭
Romi Tama
ya Allah😭😭😭
ami
Luar biasa
iren thezer
suka ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!