Selamat datang di karya pertama aku😊
Cinta?
Kadang semua orang hanya bisa menginginkannya tapi tidak bisa memiliki, begitu juga dengan kehidupan antara Mario dan James ingin memiliki Risha. Cinta tak bisa di paksakan bahkan tidak bisa memilikinya, ingin memiliki Risha harus mengalah salah satu di antara mereka.
Dendam adalah sebuah alasan untuk menghilangkan rasa kepedihan yang terlama di pendam, sama-sama dari kelompok mafia. Mempergunakan cara untuk menyiksa orang lain, begitu juga antara Keyza dan Mario, sama-sama saling memperdebatkan antara masalah kehidupan di masa lalu.
Cinta dan dendam tidak akan pernah bisa bersatu. Akan 'kah, Risha bisa menghilangkan dendam di antara mereka?.
Mau tahu, yuk baca 😊😊😊
Sayang semua😍😍😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mesyufa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Hatimu untukku
Plakkk....
Suara tamparan yang keras melayang ke arah pipi Nathan, Oliv mengeluarkan air mata lalu menangis. Ia tidak menyangka bahwa dia adalah wanita semurah itu di mata mereka, hati Oliv sangat sakit, dirinya hanya di anggap pemuas bagi Nathan.
"Sampai kapan kak Nathan mempermainkan perasaan Oliv, sampai kapan?." bentak Oliv membuat Nathan terdiam.
"Kakak pikir, aku adalah wanita pemuas ***** kakak?. Oliv bukan wanita murahan!!!" Oliv semakin marah pada Nathan.
Nathan terdiam, tidak bisa berucap kata apapun. Ia sudah melampaui batas dalam bersikap seperti itu pada Oliv. Livy melihat mereka berdua, dia tidak terlalu menyukai Nathan, pria seperti Nathan dan Mario hanya membuat orang takut dengan tatapan mata mereka.
Oliv meninggalkan Nathan di ruangan, rasanya bercampur aduk dengan perasaan ini. Saat hendak Oliv melangkah pergi keluar dari ruangan itu, Nathan menariknya lagi dan lalu memeluk Oliv.
Berusaha melepaskan pelukan dari Nathan, tapi tangan Nathan begitu sangat erat. Tidak bisa di lawan ataupun tidak bisa pergi dari ruangan tersebut, Nathan menatap Oliv dengan perasaan kasian. Ia sadar dengan sikapnya selama ini, Mario tidak pernah mengajarkan dia seperti itu.
"Maafkan aku, jangan menangis lagi" ucapnya Nathan sembari memeluk Oliv dengan erat.
"Lepaskan aku kak, aku tidak ingin melihat wajah kakak lagi. Pergi!!".
Tidak bisa di lepas, Nathan sangat kuat. Oliv pun tenang di dalam pelukan Nathan. Ponsel milik Nathan berbunyi.
"Iya, ada apa?." Nathan mengangkat telepon.
Ternyata sebuah panggilan dari Livy, dia sudah berangkat dari sejak ia memperhatikan kebersamaan antara Oliv dan Nathan. Bos di Amerika sudah memanggil Livy untuk segera kembali karena ada tugas yang harus di selesaikan disana.
Livy meminta izin pamit untuk pulang ke tanah airnya karena sebuah panggilan dari ketua mafia. Oliv penasaran dan ingin bertanya, perasaan yang sedang kacau akhirnya tidak jadi bertanya pada Nathan.
"Kenapa memasang wajah seperti itu?. Cemburu?." Menatap wajah oliv yang sudah memerah.
"Ikut aku" menarik Oliv mengajak keluar, Nathan meminta izin pada Alve. membawa Oliv jalan bersama, hati Oliv pun bahagia mendengar ajakan Nathan.
...----------------...
Di villa Risha seorang diri, masih membayangkan foto yang ada di dalam ponselnya. Berpikir, bahwa James selingkuh di belakangnya. Kedatangan Mario mengagetkan suasana Risha, ia menolak pada Mario.
"Risha, kamu sendiri?. Dimana Nathan?" tanya Mario berjalan ke arah Risha.
Tidak menjawab pertanyaan Mario, langsung memeluk dan menangis. Mario sontak terkejut dengan reaksi Risha padanya, melihat Risha yang sedang menangis.
"Kamu kenapa Sha?, kenapa menangis, apa yang terjadi sama kamu?".
"James jahat!, dia bersama dengan wanita lain. Mereka berpelukan, dia jahat Rio. Hati 'ku sangat sakit hiks" sembari menangis dengan kencang.
"Sudah jangan menangis lagi, sudah makan?. Ini aku bawakan makanan untuk kamu Sha, ayo, kita makan" ajak Mario ke ruang meja makan.
Mereka menyantap makanan bersama di meja makan, Mario menyuapi makanan pada Risha. Deg, hati Risha berdenyut kencang saat memandang Mario yang sedang memberikan perhatian padanya. Perasaan tidak bisa di paksa, jika di dalam hati Risha masih ada James, cukup berikan perhatian saja pada Risha.
"Bagaimana?. Enak tidak?" tanya Mario dengan tersenyum.
Risha mengangguk menjawab pertanyaan Mario, sangat lahap di santap oleh Risha karena belum makan dari pagi sejak bertengkar dengan James. Risha bertanya pada Mario tentang sahabatnya yaitu Ratih.
"Aku ingin bertanya, dimana Ratih sekarang?. Apa dia masih disini?".
"Iya, mereka masih disini. Geo dan lainnya sudah berada di rumah satu lagi, jika kamu ingin bertemu dengan mereka, aku akan antarkan kamu kesana" ucapnya sembari tersenyum pada Risha.
"Aku merindukan Ratih, aku ingin bertemu dengannya".
"Kita akan kesana besok".
......................
Nathan membawa Oliv ke Mall, Oliv pun bingung, untuk apa membawa dia Mall. Ia memandang Oliv dengan tersenyum, menganggap dirinya masih bocah. Sifat Oliv masih kekanak-kanakan, membuat Nathan semakin di buat manja olehnya.
Beberapa hari yang lalu
Saat di Amerika pernah kejadian seperti ini, Nathan yang tidak sengaja merobek pakaian Oliv yang tipis. Keluar dari rumah dengan pakaian transparan membuat Nathan emosi pada Oliv.
"Kau sudah lemah seperti ini masih ingin merayu pria lain di luar sana!. Tukar bajunya atau saya akan marah" ucap Nathan menyuruh Oliv menukarkan bajunya.
"Aku mau pakai apa saja itu bukan urusan kak Nathan, lebih baik kak Nathan peduli pada kekasih kakak yang berpakaian seksi di semua orang. Sudah punya pacar, masih ingin merayu pria lain".
Hampir saja Nathan menampar wajah Oliv, ia pun ketakutan menatap Nathan yang tidak tahan dengan emosi.
"Tukar sekarang!!, jangan membantah dengan omongan saya, sekarang!!" masih memaksa menyuruh Oliv memakai pakaian yang tebal.
Tahan,,,, jangan emosi Nathan. Bahaya untuk dia, jangan sampai dia tahu kalau aku adalah seorang mafia. Bocah ini sangat membenci orang mafia, orang tuanya mati karena serangan bom dari tim mafia yang tidak bertanggung jawab. Ucap batinnya.
"Aku tahu, kak Nathan sengaja membawa aku kesini. Hanya ingin menenangkan aku saja, lepaskan!"
Di saat ada perdebatan antara mereka berdua, datanglah seorang pria memanggil nama Oliv. Dia adalah Maxel Abraham, teman sekolah Oliv pada masa kecil. Maxel memanggil Oliv, tapi Oliv tidak mengenali pria itu.
"Hai Oliv, apa kabar?".
"Siapa?. Sepertinya aku,,,," tanya Oliv dengan wajah penasaran.
"Ini aku, Maxel, masih ingatkan?" jawab Mexel dengan tersenyum ke arah Oliv.
Nathan melihat mereka berdua merasa sangat cemburu, wajah Oliv tiba saja tersenyum dengan kehadiran pria asing ini. Oliv ingin menjabat tangan dengan Maxel, tapi di cegah oleh Nathan.
"Kak Max, ini beneran kak Max?. Kakak kemana aja, Oliv mencari kakak kemana-mana selama ini" ucap Oliv dengan nada manja.
"Aku sibuk kuliah luar negeri, sekarang aku pulang dan ingin berjumpa dengan kamu Oliv" katanya dengan jelas.
"Senang berkenalan juga dengan anda, Oliv pacar saya. Jadi tolong, untuk jaga sopan santun anda di depan saya" kata Nathan yang sedikit mengancam pada Max, ia tidak menggubris perkataan Nathan.
"Oh,,,, pacarnya Oliv. Apa dia pacar kamu Liv?".
Oliv tidak menjawab, membuat Nathan semakin emosi. Hati Nathan terdiam seketika, ia langsung meninggalkan Oliv bersama Maxel. Melihat sikap Nathan seperti itu, hati Oliv luluh dan mencegah Nathan pergi.
"Kakak, mau kemana?". Kata Oliv untuk tidak membiarkan Nathan pergi.
"I,,,ya, dia pacar Oliv. Maaf, Oliv tidak mengabarkan kak Max. Maafkan Oliv kak" ucap Oliv sembari meminta maaf pada Max.
Di saat sedang mengobrol dengan Max, Nathan tiba saja hilang. Hal itu membuat Oliv merasa khawatir, apa hatinya terluka dengan kehadiran Max. Oliv meminta pamit pada Max untuk mengejar Nathan yang sudah hilang.
Max membiarkan Oliv mengejar Nathan, walaupun hatinya terasa sakit melihat wanita yang akan di nikahinya ternyata sudah memiliki pasangan.
Bersambung
Yg rambut hitam ank Mario n Rhisa.. bukann.....
Wokeeeee..selalu aq tunggu kelanjutan y.... suksess bt RL y n segera d lanjutt.....💪💪💪💪😘😘😘😘🌹🌹🌹🦈🐅
Lanjutttttttt💪💪💪💪💪💪