ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nayla menghilang
pagi ini Dhika pulang dengan sempoyongan karena habis mabuk berat,dia melihat surat yang terselip di bawah pintu rumah nya, Dhika membuka dan terkejut membaca hasil keputusan pengadilan yang mengabulkan gugatan perceraian nya dan Nayla
Dhika masuk kedalam rumah dan mengamuk sejadi-jadinya didalam rumah
"pyar..."
" pyar..."
pecahan kaca berserakan dimana-mana..
" Nay.....pulang Nay....aku mencintaimu" Pekik Dhika
karena lelah mengamuk dan kondisinya pun sudah habis mabuk Dhika tertidur di atas lantai kamarnya..
*****
pagi ini Nayla tidak sempat membuatkan bekal untuk Edward dia berniat mengajak Edward untuk makan diluar saja nanti...
Edward melirik jam dipergelangan tangan nya, melihat waktu menunjukan pukul 9 pagi dia mengira Nayla tidak datang kekantor hari ini, karna tak seperti biasanya dia tidak datang mengantar kan bekal,saat Edward sedang keluar untuk menemui Alan mencari tau tentang Nayla dia mendengar keributan di luar ruangan nya
Edward mengintip dari kaca jendela,ternyata Vira sedang berdebat dengan sekretaris nya
" ada apa ini?" bentak Edward pada keduanya
" maaf kan saya pak..ibu Vira memaksa ingin masuk tapi saya melarangnya, sesuai perintah bapak kalau tidak ada yang boleh diizinkan untuk masuk kecuali karyawan kantor" jawab Stella menunduk
" benar...itu perintah kau, kenapa kau kemari?" hardik nya pada Vira
" aku istrimu, apa ada aturannya istri tidak boleh mendatangi kantor suaminya" ucap Vira
" jangan menyebutku suami, kalau kau tidak ingin ku permalukan" jawab Edward cepat
Edward melangkahkan kaki memasuki ruangannya diikuti oleh Vira yang menjulurkan lidah nya pada Stella
Stella mengepalkan tangan kuat
" tunggu saat aku jadi nyonya Edward,orang pertama yang akan aku tendang adalah kau" gumam Stella pelan
didalam ruangan Edward segera mendekati Vira
" apa lagi yang kau ingin kan jalang?" caci Edward jelas ke telinga Vira
" ya...aku memang jalang,,aku menginginkan Kamu" ujar Vira tanpa malu lalu menarik Edward mendekat padanya
saat Vira hendak mencium Edward,Nayla masuk keruangan tanpa mengetok pintu seperti kebiasaan nya terkejut saat membuka pintu pemandangan yang pertama kali dilihat nya
Nayla mematung, jantungnya seakan berhenti berdetak melihat pemandangan orang yang mulai dicintainya begitu intim dengan perempuan lain..
Edward melihat kedatangan Nayla langsung mendorong kasar tubuh Vira, Nayla segera menutup pintu ruangan Edward dan berlari menuju Lift
" Nay...Nay..." panggil Edward
Vira menahan tangan Edward
" mau kemana sayang, kita belum selesai" pekik Vira
" jalang murahan,,jangan lagi datang kesini,kau menghancurkan semuanya" hardik Edward penuh emosi meninggalkan ruangan nya
" sial....siapa perempuan itu....dia mengacaukan moments ku dan Edward, hampir saja Edward terpesona lagi olehku" umpat Vira sambil memijit keningnya
Edward berlari keruangan Nayla,ternyata Nayla tidak ada disana,Edward keluar melihat kalau-kalau Nayla keluar dari gedung, tapi juga tak kelihatan.
Edward merogoh ponselnya mencari nama Nayla lalu menghubunginya..
" argg......angkat Nay" pekik Edward seperti orang gila
Nayla belum keluar dari gedung berlantai 25 itu, karena bila dia keluar pasti Edward dengan cepat menemukan nya,Nayla bersembunyi di toilet yang berada di lantai 2...
" semua lelaki sama saja....tapi kenapa aku menangisi nya,bukan kah dia memang belum resmi berpisah dari istri nya, wajar saja mereka melakukan nya dimana pun, karna mereka pasangan suami istri,bodoh kamu Nayla mau termakan rayuan nya" Nayla merutuki sendiri nasib nya.
lama Nayla menangis disana, setelah puas menangis Nayla menghapus air matanya dan membasuh wajahnya agar terlihat segar kembali, dia segera naik ke lantai 24 untuk menuju ruangannya..
" dari mana saja kamu Nay?" tanya Sarah
" perut ku sakit mbak,mungkin datang bulan" bohong Nayla
" kalau masih sakit pulang saja Nay, tadi pak Edward mencari mu,seperti orang panik" ungkap Edi
" mungkin masalah proyek mas...aku boleh pulang duluan mas,perut ku terasa tidak enak" jelas Nayla
" mau gue antar Nay" tawar Dito
" gak usah Dit, aku bisa pulang sendiri" tolak Nayla
Nayla berjalan cepat keluar dari gedung tersebut takut kalau Edward melihatnya,,,saat ini dia ingin menenangkan diri terlebih dahulu.