NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Saat terbangun dari tidurnya, Putri masih terlelap. Tangan

gadis itu memeluknya erat, hangat tubuhnya seakan tersalur sehingga meski tanpa

selimut, Vian tidak merasa kedinginan. Vian teringat kembali jawaban

pertanyaannya semalam. Meskipun berkata tidak, pria itu tahu, apa yang

sebenarnya ada di dalam hati Putri.

Vian bukanlah orang baru dalam hal mengenal wanita. Ia sudah

merasakan hawa ketertarikan dari Putri. Hanya saja, gadis itu tidak akan mau

bersaing dengan Vanessa. Perasaan Vian sendiri juga kurang lebih sama dengan

Putri, tetapi untuk saat ini ia juga tidak bisa meninggalkan Vanessa begitu

saja, apalagi gadis itu adalah cinta pertamanya.

Pria itu memiringkan badannya agar ia dapat memandang wajah

Putri dengan jelas. Mata pandanya terlihat jelas, sepertinya semalam gadis itu

mengalami susah tidur. Tidur Putri sangat pulas, bahkan ia tidak bergeming saat

Vian menggeser letak  tangannya.

Perlahan, Vian menjulurkan tangannya dan menyentuh pipi lembut gadis itu. ia

mendekatkan wajahnya dan mengecup sekilas kening Putri.

“Aku tidak akan membiarkan siapapun melukaimu, Put. Meskipun

aku sadar, akulah duri itu. Aku janji, tidak akan lagi membuatmu kesal atau

marah, aku akan menyayangimu, meskipun aku mungkin tidak bisa menjadi seseorang

yang kamu harapkan. Maafkan aku.” Bisik Vian dengan sangat pelan.

Dengan sangat hati-hati, Vian turun dari ranjang,

membersihkan diri seperlunya lalu keluar dari kamar, lalu kembali lagi setelah

beberapa saat sambil membawa makanan dan Putri masih tidur dengan pulas. Vian

menuliskan sebuah pesan dan meletakkannya tidak auh dari makanan yang ia bawa

dan di taruh di atas nakas.

Sebelum pergi, Vian masih menyempatkan diri mengelus rambut

Putri pelan. Entah mengapa perasaannya menjadi lemah di depan wanita itu.

Mungkin, kebersamaan mereka selama ini telah membuat hati Vian bergeser sedikit

pada Putri. Di bandingkan dengan perasaannya kepada Vanessa, Tya dan juga

Viona, perasaan yang ia rasakan terhadap Putri benar-benar berbeda.

Sebelum kembali ke kamarnya, Vian terlebih dulu mendatangi

kamar Vanessa. Setelah mengetuknya berulang kali, kekasihnya itu tak kunjung

keluar. Vian memutuskan untuk menunggu, barangkali wanita itu tengah pergi

membeli makanan untuk sarapan.

Vian menunggu cukup lama untuk bertemu dengan Vanessa,

hingga akhirnya wanita itu kembali ke kamarnya. Masih dengan pakaian yang sama

dengan yang ia gunakan semalam. Saat melihat Vian, wajahnya tampak sedikit

terkejut, tetapi ia  berusaha bersikap

seolah semuanya baik-baik saja.

“Darimana?” tanya Vian dengan sikap dingin. Ia dapat

menghirup bau alkohol yang sedikit menyengat dari pakaian yang di kenakan

kekasihnya.

“Hanya sedikit bersenang-senang.” Jawab Vanessa singkat.

Wanita itu membenarkan letak tali tasnya yang akan melorot lalu membuka pintu

kamarnya.

“Dengan laki-laki lain?” Vian mulai mencecar pertanyaan demi

pertanyaan pada Vanessa.

“Jadi kamu menuduhku? Apa kamu punya bukti?”  Vanessa cuek,  ia melenggangka kakinya dan masuk ke dalam kamar di ikuti oleh Vian.

“Aku bukan menuduh, hanya bertanya. Apa itu salah? Mengapa

kamu menanggapinya dengan begitu serius? Atau jangan-jangan kamu memang benar,

bermain api di belakangku?” Vian mulai menaruh kecurigaan terhadap Vanessa.

Sementara, wanita itu sedang memutar otak, harus berbicara apa lagi untuk

menghilangkan jejak kecurigaan Vian.

“Sayang, kamu kenapa? Dari semalam kamu selalu marah-marah

kepadaku,  maafkan aku... ya...” Vanessa

bergelayut manja pada Vian. Ia memeluk pria itu erat-erat, hingga hidungnya

dapat mencium bau parfum yang tidak seperti biasa dari baju kekasihnya.

“Kamu ganti parfum?” Vanessa menatap Vian dengan tatapan

penuh kecurigaan. Vian seketika flashback  apa yang terjadi padanya dan Putri semalam, dengan pelukan erat gadis

itu, wajar saja jika bau parfumnya  melekat di bajunya.

“Ini bukan parfumku, tapi... parfum Putri.” Vian mengatakan

pa adanya, wangi parfum yang melekat memang milik wanita itu.

“Parfum Putri? Bagaimana bisa bau parfum wanita itu ada di

bajumu? Jangan-jangan kalian...” Vanessa mulai menduga-duga apa yang terjadi

antara Vian dan Putri. Meskipun sebenarnya ia juga paham, orang seperti apa

Vian itu.

“Apa aku harus menjawabnya untukmu? Jangan coba mengalihkan

pembicaraan.”  Vian melepaskan dirinya

dan memillih merebahkan dirinya ke atas ranjang. Ia mendengus kesal karena

Vanessa balik memojokkannya.

“Kamu sekarang banyak menutupi sesuatu dariku, sebenarnya

aku ini siapamu? Vian, kamu sungguh membuatku frustasi...”  Vanessa duduk di samping Vian, menaruh tas

kecilnya tak jauh dari tempatnya berada.  Ia meraup mukanya sendiri, berusaha terlihat sedih dan tak berdaya di

hadapan Vian.

“Bagaimana denganmu? Apa kau sudah jujur padaku?” Vian

bangkit dari tidurnya dan duduk di samping wanita yang merupakan kekasihnya

itu. seolah kepercayaannya telah luntur, Vian menaruh curiga terhadap Vanessa.

Entah mengapa, ia merasa perkataan Vanessa  bukan yang sebenarnya terjadi.

“Aku harus apa supaya kamu mempercayaiku, Vian?”  Vanessa benar-benar frustasi karena Vian

sekarang lebih peka di bandingkan biasanya.  Dulu, saat mereka terlibat konflik biasanya Vian akan mengalah, tetapi

kali ini ia sulit untuk mempercayainya.

“Tatap aku dan jawab dengan jujur, darimana kamu dan dengan

siapa kamu semalam setelah bersamaku?”  Vian memegang erat kedua bahu kekasihnya itu, sementara Vanessa tampak

sangat ragu untuk melakukan kontak mata dengan Vian. Tentu saja Vanessa takut

kalau Vian mengetahui kebohongannya. Kali ini ia kembali memutar otak untuk

tetap mendapatkan kepercayaan Vian atau setidaknya mencari celah agar dapat

bebas dari tuduhannya yang sebenarnya adalah fakta.

“Ka-kamu meragukan aku? Kamu tidak mempercayaiku lagi? Sudahlah,

keluar dari kamarku. Aku tidak perduli kamu percaya atau tidak padaku, cepat

keluar!” Vanessa mengeraskan volume suaranya di dua kata terakhir kalimat yang

di ucapkannya sambil menunjuk ke arah pintu kamarnya yang terbuka.

“Oke, oke aku keluar. Nggak perlu ngebentak aku, tapi ingat,

kalau terbukti kamu bermain api di belakangku, hubungan kita selesai secara

otomatis.” Vanessa melangkahkan kakinya keluar dari kamar Vanessa, membawa

hatinya yang kecewa dengan wajah yang kusut. Di saat seperti itu, di pikirannya

justru timbul bayangan-bayangan Putri, membuat lelaki itu semakin bimbang.

“Terserah.” Ujar Vanessa sambil mengekori Vian, lalu ia

menutup pintunya cukup kencang setelah prianya itu benar-benar berada di luar.

Vian kembali ke kamarnya dengan penampilan yang tidak

menggambarkan dirinya seperti biasa. Kemeja putihnya lusuh, wajahnya yang

begitu kacau, di tambah langkahnya yang gontai dan tidak bersemangat.  Mungkin jika saat ini karyawan di kantornya

ada yang melihat, mereka tidak akan percaya kalau itu Vian.

Seperti sebuah styrofoam yang jatuh ke dalam air, begitulah

perasaannya terhadap Vanessa, mengambang. Setelah mencintai perempuan itu

selama bertahun-tahun lamanya,  baru

sekarang ia merasa bahwa perasaan wanita itu tidak tulus padanya. Ada apa

dengan Vian? apakah ini semua karena kehadiran Putri? Atau karena sikap Putri

yang mulai lembut padanya? Entahlah, Vian tidak dapat mengartikannya.

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!