NovelToon NovelToon
RAHASIA DIBALIK WAJAH INNOCENT

RAHASIA DIBALIK WAJAH INNOCENT

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Poligami / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Bulan gadis 18 tahun terpaksa menikah dengan Bharata, majikan ibunya karena dijebak.
Karena tidak ingin ibunya dipenjara, Bulan terpaksa menjadi istri ke 3 Bharata yang sudah berusia 39 tahun.
Tetapi setelah menikah, Bharata justru kecewa karena dibalik wajah innocent Bulan, dia menyimpan rahasia besar.
Bulan ternyata adalah sugar baby sahabatnya sendiri yang bernama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DITOLAK SEBELUM NEMBAK

Bulan melemparkan ranselnya keatas ranjang bersamaan dengan tubuhnya. Pikirannnya masih kacau gara gara hal tadi.

Bulan mengambil ponselnya. Entah kenapa tiba tiba dia ingin log in di sosial medianya. Sejak mendapat ponsel baru, ia sama sekali belum pernah log in. Dia terlalu takut untuk itu.

Bulan melihat banyak notif DM di akun IG nya. Bulan ragu untuk membukanya. Tapi rasa penasarannya lebih besar dari ragunya.

Dugaanya benar, banyak sekali DM masuk dari Satria. Ada juga dari akun tak dikenal yang isinya sama, menanyakan keberadaan Bulan. Mungkin saja itu adalah akun Boy.

Bulan memberanikan diri membuka akun milik Satria. Ternyata pria itu tak pernah memposting foto apapun sejak kepergian Bulan.

Tok tok tok

"Non makan malam udah siap."

Bulan membuka matanya perlahan, dia melihat jam diponselnya. Ternyata dia sudah tertidur beberapa jam. Memandangi foto Satria di akun IG nya sampai membuat Bulan tertidur.

"Iya Bi, nanti Bulan turun."

Bulan segera kekamar mandi untuk membersihkan diri. Pikirannya masih sibuk memikirkan Satria. Melihat foto Satria membuat Bulan kembali merindukannya. Bulan berandam di bath up untuk merilekskan pikirannya yang kacau.

Dibawah, Bhara dan Dilla memutuskan makan malam dulu karena terlalu lama menunggu Bulan.

"Mungkin dia malu gara gara kejadian tadi Mas, mangkanya dia tidak turun," kata Dilla.

"Entahlah, cuma gadis itu yang tahu isi pikirannya."

"Mending kamu temui dia dikamarnya Mas."

Setelah menghabiskan makanannya Bhara naik ke kamar Bulan.

ceklek

"Astaga Mas, kebiasaan gak pernah mau ngetuk pintu." Bulan terkejut dengan kedatangan Bhara yang tiba tiba. Menyadari dirinya hanya memakai handuk. Bulan segera mengambil baju dialmari.

Keinginan Bulan untuk ganti baju di kamar mandi gagal karena Bhara lebih dulu memeluknya dari belakang.

"Harum sekali." Bhara menciumi punggung dan bahu Bulan yang tak tertutup Handuk. Bhara bisa merasakan kulit mulus dan wangi sabun dari kulit Bulan.

"Geli Mas, lepasin. Aku ganti baju dulu."

"Gak usah." Bhara membalikan posisi tubuh Bulan sehingga menghadap kearahnya. Pria itu mengunci pinggang Bulan dengan kedua tangannya.

Bhara bisa melihat sedikit bagian dada gadis itu karena handuknya yang sedikit melotot.

"Mas jangan gini dong, lepasin." Bulan meronta ronta melepaskan diri dari Bhara. Tapi karena banyak gerak justru membuat simpul handuknya lepas. Bulan memegangi handuknya dengan tangannya agar tak sampai terjatuh.

"Gak usah dipegangi, lepasin aja. Aku pengen liat." Mata Bhara tertuju pada dada Bulan.

"Lepasin gak, aku marah kalau kamu gak lepasin."

"Emang bisa marah sama aku." Bhara menyeringai lebar.

Bagian tubuh bawahnya sudah mengeras hingga dia tak ingin berlama lama lagi. Bhara segera mengangkat Bulan dan menjatuhkannya diranjang.

Jantung Bulan berdegup kencang saat Bhara berada tepat diatasnya. Bayangan malam pengantin itu kembali mengusiknya.

Tubuh Bulan bergetar hebat saat Bhara mulai meremas dadanya. Keringat dingin mulai bercucuran. Dia masih mengingat kejadian buruk itu. Hari itu sangat menyakitkan. Bhara menyakiti tubuh dan hatinya sekaligus.

Bhara terus menciumi bibir dan leher Bulan. Meninggalkan beberapa kissmark disana. Tangannya terus mencari tempat ternyaman.

"Hiks hiks hiks." Bhara menghentikan aktivitas nya saat mendengar isak tangis Bulan. Bulan menggeleng sambil menangis berharap Bhara akan menaruh iba padanya.

Bhara melepaskan kungkungan tangannya. Bulan segera menarik handuk untuk menutupi tubuhnya.

"Kau menolakku?"

"Maaf aku belum siap. Aku masih trauma dengan malam itu. Malam itu terlalu menyakitkan. Aku takut." Jawab Bulan sambil menangis.

"Aku akan melakukannya dengan lembut. Aku janji tidak akan menyakitimu."

Bulan menggeleng "Aku gak bisa Mas."

Bhara marah lalu meninggalkan kamar Bulan. Dia tak menyangka Bulan akan menolaknya.

BRAKK

Dia membanting pintu dengan sangat keras.

...******...

Seperti Biasa Dilla selalu membantu asisten rumah tangga menyiapkan sarapan.

"Pagi sayang." Bhara mengecup kening Dilla sebelum dia mengambil kursi dimeja makan.

"Bi tolong panggil Bulan." Perintah Dilla pada asisten rumah tangganya.

"Non Bulan sudah pergi kekampus Nyah."

"Jam berapa? kenapa pagi sekali. Aku bahkan tidak melihatnya." Dilla heran karena sudah sejak jam 7 dia berada didapur tapi tak melihat Bulan pergi kekampus.

"Sebelum jam 7 Non Bulan sudah berangkat."

Dilla menaruh curiga pada sikap Bulan. Semenjak kuliah belum pernah Bulan kekampus sepagi ini.

"Kalian gak sedang lagi ada masalah kan Mas?" Dilla menatap Bhara curiga.

"Gak ada, mungkin dia ada tugas yang belum selesai hingga harus buru buru kekampus."

"Mungkin?" Dilla mengerutkan keningnya. "Dia tidak minta ijin padamu Mas sebelum berangkat? Bukankah kalian tidur bersama semalam."

"Sial, kenapa aku bisa keceplosan," batin Bhara. Semalam dia memang tidak ke kamar Dilla setelah keluar dari kamar Bulan. Dia memilih tidur dikamar tamu karena malas harus menjelaskan macam macam pada Dilla.

"Mungkin dia udah ngebangunin aku, tapi aku gak denger." Bhara mencoba mencari alasan.

"Kamu gak lagi nutupi sesuatu dari aku kan?" Dilla tak bisa dengan mudah dibohongi.

"Nanti siang aku mau ke Singapura Mas."

"Kenapa mendadak?"

"Ada urusan bisnis. Kau tau sendiri Ibel sibuk mengurusi anaknya. Jadi semua harus aku yang menghandle." Dilla mempunyai kerja sama bisnis dengan Ibel mantan istri Satria. Mereka berdua memproduksi tas dengan brand mereka sendiri.

"Berapa hari?"

"Belum pasti, tapi secepatnya aku akan pulang."

"Titip salam untuk Satria dan Isabella."

...******...

Bulan sudah sampai dikampus saat kampus masih sepi. Dia duduk dibangku biasa tempat nongkrongnya bersama Alena dan Langit. Bulan mengambil roti yang tadi sempat dia ambil dari meja makan. Kerena ingin menghindari Bhara, Bulan terpaksa berangkat lebih pagi.

"Tumben pagi pagi udah dikampus? bantuin nyapu halaman ya?" Disaat pikiran Bulan sedang kacau. Kedatangan Langit justru membuatnya makin bad mood.

"Kok diem aja, sakit gigi ya?" goda Langit.

"Males nanggepin kamu."

"Kok gitu sih. Lo itu susah baget sih Lan dideketin. Galak banget, kayak singa. Haomm." Langit menirukan suara singa.

"Udah tau gitu masih aja Lo deketin."

"Habisnya cantik sih. Bikin babang Langit kangen mulu."

"Cih pagi pagi udah ngegombal Lu. Beliin gue kopi, ngantuk banget nih."

"Apa sih yang nggak buat Lo. Tunggu sini aku beliin kopi sebentar."

Setelah beberapa saat Langit kembali dengan dua cup kopi ditangannya.

"Lo beneran suka ama gue Lang?" tanya Bulan sambil menyeruput kopinya.

"Ish Elo Lan, gak ada basa basinya. Langsung to the point. Emang keliatan banget ya?"

"Gue gak bisa ngasih harapan ke elo Lang. Tapi gue juga gak bisa nyuruh Lo berhenti mencintai gue."

"Gini banget sih nasib gue, belum juga nembak, udah ditolak." Langit tersenyum pelik sambil mengacak acak rambutnya. "Elo udah punya pacar Lan?"

Bulan menggeleng "Bukan itu alasannya."

"Lalu? apa karena gue kurang kaya?"

"Apa gue keliatan kayak cewek matre ya? kalau aja elo tahu, gue lebih miskin daripada Lo. Elo pantes dapat cewek yang lebih baik dari gue Lang. Gue tahu elo orang baik."

"Elo pandai banget nyusun kata kata. Tiap hari aja dianter jemput mobil mewah. Barang barang lo juga mahal. Gitu masih bisa bilang lebih miskin daripada gue. ckckck" Langit menggeleng gelengkan kepalanya.

"Elo nanti nganter Alena sendiri aja ya Lang. Gue ada perlu."

"Kok gitu sih, lo gak kasihan ama Alena?"

"Kan udah ada Lo."

1
chika aprilia zubaidah
tim satria tp gak tahu deh terserah othor aja🤣
Gia Nasgia
welcome to the wold my baby Hiro🥰🥰
Gia Nasgia
Ternyata Tiara suka dgn pria dewasa juga🤭
Gia Nasgia
Happy forever Satria and Moon😍😍🥰🥰 terimakasih kk abd tetap cemungut😘👍💪
Gia Nasgia
congrats Papa gula and Moon😍🥰🥰
Gia Nasgia
Tom and Jerry old 😂😂
Gia Nasgia
Cieee papa gula gass pool😍
Gia Nasgia
Enak aja
Gia Nasgia
Tim nya Satria Moon
Gia Nasgia
Klau melihat antusiasnya papa gula kayaknya mereka nggak balikan,Satria fix jodohnya Moon😍
Gia Nasgia
Apa Moon jodohnya papa gula
Gia Nasgia
Jangan blang klau mobil Satria yg di tabrak ayu
Gia Nasgia
Dasar lambeh turah minim ahlak😡
Gia Nasgia
Akhirnya benar "berpisah🥺
Gia Nasgia
Mode garangnya Bhara
Gia Nasgia
B ,mama Dilla adalah mama sambung pilihan😍
Gia Nasgia
Semoga aja ada cctv😂
Gia Nasgia
jangan marah bunda Moon😂 demi B
Gia Nasgia
Hahaha emang enak di cuekin😂
Gia Nasgia
Bulan klau kamu ingat surga kamu harus bisa memafkan inti nya di sini siapa yg bisa mengendalikan diri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!