NovelToon NovelToon
TERSISIH KARENA MENDUA

TERSISIH KARENA MENDUA

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: weta anjelina

Refan tega mecampakkan Maira yang sudah lama bersamanya demi orang baru yang bernama Reya. Akhirnya Maira menikah dengan Hendra yaitu temannya Refan sendiri. Akhirnya Maira bahagia bersama Hendra. Refan yang begitu terpuruk dan menyesali keputusannya akhirnya Refan bersimpuh di kaki mantan istrinya untuk mengajaknya kembali rujuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon weta anjelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 33 pov maira

Aku sempat tinggal beberapa hari di apartment, namun karena keuanganku semakin menipis rasanya tidak cukup jika harus menyewa apartmen, saat itu Mas Hendra menelfonku kuceritakan keadaanku padanya, akhirnya ma hendra menyuruhku untuk ikut tinggal bersamanya.

Mas Hendra sangat baik padaku,dia selalu berusaha menenuhi kebutuhanku.

Sudah satu bulan aku di tinggalkan Mas Refan, aku mulai memperbaiki diri, aku sering merilekskan tubuhku seperti ikut shopping bersama teman-tenan, aku juga sering liburan ke luar kota, ya Mas Hendra tidak melarangku dalam hal itu.

Jika aku pergi ke luar kota Mas Hendra menyuruh bi Ijah ikut bersamaku, untuk mengurusku di sana nanti, ya tentu saja aku tidak keberatan dengan hal itu.

Aku berusaha kembali membangun bisnisku yang telah di renggut oleh Mas Refan dulu.

Malam itu Mas Hendra pulang lebih awal,aku dan Bi Ijah sibuk meyiapkan makan malam, aku bergegas mendekati Mas Hendra.

"Mas tumben pulang cepat!" Tanyaku pada Mas Hendra.

"Iya nih dek, oiya kalian masak apa hari ini?"

"Bi Ijah masak semur jengkol utuk Mas tadi,katanya Mas suka semur jengkol." Ujarku pada mas refan.

Tiba-tiba saja mas hendra menyelonong pergi kedapur.

"Eh mas, mau ngapain?"

"Makan lah dek." Entah kenapa tiba-tiba saja aku teringat masa lalu, saat Mas Refan pulang ke kampung dulu, menyelonong pengen makan sayur asam pedes, namun aku melarangnya.

"Dek kenapa bengong, ayuk makan." kulihat Mas Hendra sibuk menyantap makanan itu.

Aku sedikit tersenyum melihat tingkahnya yang sangat mengemaskan itu.

Tiba-tiba mas hendra menghentikan sendoknya dan mendekatiku.

"Dek kenapa lagi, masih sedih?" Mas Hendra bertanya padaku.

"Ngak kok Mas,mai binggung aja,kenapa nasib Maira segini amat, apa harus sesakit ini!" Aku menghamburkan tangis di dada Mas Hendra.

"Udahlah dek, ngak usah di sesali, lagian itu bukan salah kamu kok, mungkin saja pak Refan yang tidak pernah bersyukur mendapatkan wanita sebaik kamu." Ujarnya sembari mendekap erat tubuhku.

Rasanya begitu nyaman berada di dekatnya.

"Dek jika seandainya mas yang mengambil alih tanggung jawab pak Refan terhadapmu apakah kamu mau menerima Mas seperti pak Refan juga." Aku sedikit terkejut mendengar tawaran Mas Hendra padaku.

"Tapi Mas,,,"

"Sebenarnya jauh sebelum pak Tefan mengenali mu dek, Mas udah dari dulu menyukai mu dek Maira, tapi Mas mengalah demi pak Tefan, karena Mas sudah banyak berhutang budi pada pak Refan." Aku sedikit tertekun mendengar penjelasannya, mas hendra memandangku begitu tulus.

Entahlah saat ini aku belum bisa melupakan Mas Refan.

"Mas, aku,,"

"Nga apa-apa kalau belum bisa dek, Mas ngak akan maksa kok, Mas akan tunggu sampai kapanpun itu." Ujarnya membuatku terdiam,mas hendra beranjak dari hadapanku dan mengambil handuk yang terletak di dalam lemari dan berlalu masuk ke kamar mandi.

Kata-kata mas Hendra membuatku sedikit binggung, Entahlah apa aku harus menerima lamaran Mas Hendra atau aku harus menjalani hidup sediri dulu, di dalam hatiku rasanya sangat sulit sekali jika harus menerima orang baru kembali.

Rrrrtttt,,,

Teleponku berdering, aku bergegas mengambil teleponku di dalam tas milikku, ku usap layar benda pipih itu, ku lihat Ibu yang menelpon.

"Hallo Bu."

"Nak Maira gimana kabarmu nak, akhir-akhir ini Ibu sering mimpi buruk, nak Maira sama nak Refan baik-baik sajakan."

"Tidak ada yang baik-baik saja Bu." Gumamku sambil neneteskan air mata.

"Hallo Mai."

"Ibu gimana kabarnya sehat kan, oiya gimana kabar ayah juga Bu?" Jawabku pada ibu.

"Alhamdulillah semuanya sehat nak."

"Ibu Maira sekarang sedikit sibuk, nanti Maira telfon lagi ya Bu." Ujarku sembari menutup telepon, tak lupa pula aku mengucapkan salam pada Ibu.

1
Amilawati
👎
Amilawati
ceritanya bagus cuman AQ paling malas bacah cerita yg versi masing2,karna inti ceritanya smaa cuman dia buat lama,,jadi muak bacahya
Onah Sukaedah
jadi males ngelanjutin bacanya !!
Onah Sukaedah
mau tamat nopel ini malah amburadul muncul 2 nenek lampir maira kapan bahagianya !??
Onah Sukaedah
asa teu kudu Meira sering2 nemuin mantan mertuanya, ga suka banget !!
Alfia Rahmadanti
hahaha kasian deh loe revan menderita kan loe sekarang, karma sedang berjalan untukmu revan hahahaha dan buat laki-laki atau perempuan diluar sana syukuri nikmat jodoh yang sudah allah kasih jangan sampai karma yang didapat
Minaaida
bagus cerita nya
Minaaida
aku mampir
Nur Adam
sngt ujtuk krya nub thoir
Shinta Dewiana
thor knp maira sangat bodoh
Ab
aku suka deh cerita ini, penulisannya bener. biasanya di noveltoon kbbi-nya kacau
NANAHARA YUI
bagus.
Mamahsyifa
dasar lelaki Maruk egois jadi laki nggak ada otaknya wanita mana yang mau di dua gemes jadinya
Mamahsyifa
ternyata karma itu adarasain
Mamahsyifa
pergi kamu. lebih baik jadi janda dari pada di madu karma itu ada hey pelakor
Mamahsyifa
pelakor sialan
Mamahsyifa
dasar pelakot ngga tau diri
Mamahsyifa
kenapa Almira kamu tidak minta cerai lelaki begituan buang ketong sampah
Mamahsyifa
lelaki sialan aku ikut sakit bacanya s
Mamahsyifa
lelaki ngatau diri ibu nya udah di urusmalah selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!