NovelToon NovelToon
Talakmu, Kebebasanku

Talakmu, Kebebasanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Mia menikah muda di usia dua puluh satu tahun dengan Edo, pria yang tiga tahun lebih muda darinya. Awalnya, perbedaan usia bukanlah masalah. Satu tahun pertama pernikahan mereka dipenuhi cinta, tawa, dan mimpi sederhana sebagai pasangan muda.

Namun, setelah tiga tahun, semuanya berubah.

Edo yang pemalas mulai menggantungkan seluruh kebutuhan hidup kepada Mia. Sementara Edo menghabiskan uangnya untuk bersenang-senang.

Yang lebih menyakitkan, Edo merasa dirinya lebih berharga hanya karena lebih muda. Ia tak segan menghina Mia, menyebutnya tua, membandingkannya dengan perempuan lain, bahkan berkali-kali melakukan kekerasan. Keluarga Edo juga selalu membela Edo, menyebut Mia beruntung bersuamikan lelaki yang jauh lebih muda.

Mia terpuruk.

Hingga akhirnya ia sadar dan tak lagi menjadi wanita lemah.

"Aku pernah mencintaimu sampai lupa mencintai diriku sendiri. Tapi sekarang, aku memilih mencintai diriku sendiri!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Tak lama setelah Mia pergi meninggalkan kontrakan, suara deru sepeda motor terdengar dari arah jalan depan. Pak Udin yang masih sibuk membersihkan halaman menoleh. Matanya menyipit ketika melihat siapa yang baru saja berhenti di depan deretan kontrakan. "Si Edo," Mendecih pelan Pak Udin.

Lelaki itu turun dari motornya, kemudian berjalan cepat menuju pintu kontrakan mereka. Tangannya bahkan sudah hendak meraih gagang pintu.

"Edo!" seru Pak Udin sigap. Edo menghentikan langkahnya dan menoleh. "Kamu mau apa?"

"Mau masuk, Pak," jawab Edo singkat.

Pak Udin segera menghampirinya. "Nggak bisa."

Kening Edo berkerut. "Kenapa?"

"Mia tidak ada di kontrakan. Dia baru saja pulang ke Bandung."

Mendengar nama mantan istrinya disebut, wajah Edo seketika berubah. "Pulang ke Bandung?" ulangnya.

"Iya." Pak Udin menyahut ketus. Sebenarnya ia ingin sekali memarahi dan menonjok wajah Edo, tapi ditahan karena dia tak punya kuasa meski tahu kekejian Edo pada Mia tadi malam.

Edo terdiam. Tatapannya beralih ke pintu kontrakan yang kini tertutup rapat. Entah kenapa, mendengar Mia sudah tidak ada di tempat itu membuat dadanya terasa sesak.

Pak Udin kemudian menunjuk sebuah ransel yang tadi dititipkan Mia kepadanya. "Tuh ada barang-barang kamu. Mia sudah menitipkannya ke saya." Diambilnya ransel tersebut, lalu ia menyodorkannya kepada Edo. "Ini. Ambillah."

Edo memandangi ransel itu selama beberapa detik. "Ah, sial. Ternyata si Mia sudah mengantongi pakaian gue. Gagal deh gue ngambil barang-barang berharga di dalam kontrakan," rutuknya dalam hati. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Edo langsung menyambar ransel dari tangan Pak Udin. Wajahnya memerah. Rahangnya mengeras. Lelaki itu berbalik, berjalan cepat menuju motornya, lalu mengenakan kembali helm yang tadi dilepas. Ransel miliknya diletakkan di bagian depan motor. Mesin dinyalakan.

"Do!" panggil Pak Udin sekali lagi.

Edo tidak menoleh. Ia langsung memutar gas dan pergi meninggalkan halaman kontrakan.

Pak Udin hanya bisa menatap kepergian lelaki itu sambil geleng-geleng kepala. "Dasar budak gelo!" gerutunya kesal. Ia kemudian kembali mengambil sapunya. "Minimal bilang makasih, kek. Ini malah langsung pergi saja!" Pak Udin menghela napas panjang. Pandangannya sempat tertuju pada jalan yang baru saja dilalui Edo. "Semoga Mia benar-benar bisa hidup tenang setelah ini." Ia kembali membersihkan halaman, sementara suara motor Edo perlahan menghilang dari kejauhan.

Edo melajukan motornya dengan kecepatan cukup tinggi. Wajahnya masih merah menahan amarah. Mulutnya terus mengumpat kasar.

"Brengsek! Sialan!" Ia sama sekali tidak menyangka Mia akan bertindak sejauh itu.

Setelah dirinya menjatuhkan talak tiga, Edo justru sempat berpikir Mia akan hancur. Ia membayangkan perempuan itu akan menangis sejadi-jadinya, memohon agar Edo menarik kembali perkataannya, bahkan mungkin memintanya untuk tetap tinggal.

Namun, kenyataannya justru membuat Edo geram.

Mia tidak melakukan semua itu. Perempuan itu malah mengemasi pakaian miliknya, memasukkannya ke dalam ransel, lalu menitipkannya kepada Pak Udin. Bahkan Mia sudah pergi lebih dulu ke Bandung.

"Kurang ajar!" Edo kembali mengumpat.

Tangannya mencengkeram setang motor semakin erat. "Harusnya lo nangis, Mia! Harusnya lo mohon-mohon sama gue!" Edo merasa harga dirinya terusik.

Bukankah selama ini Mia selalu mengalah?

Bukankah perempuan itu selalu berusaha mempertahankan rumah tangga mereka?

Lalu mengapa sekarang Mia bisa pergi begitu saja?

Edo mengira talak yang diucapkannya akan membuat Mia ketakutan kehilangan dirinya. Ia berharap Mia akan mengejarnya. Ia berharap Mia akan berkata bahwa dirinya masih mencintai Edo dan tidak sanggup hidup sendirian.

Tetapi yang didapatkannya justru sebaliknya. Mia menerima keputusan itu.

"Lo pikir gue bakal nyesel, hah?" gerutu Edo, seolah sedang berbicara kepada Mia yang tidak ada di sana.

Namun, setelah beberapa saat, raut wajahnya berubah. Ada keganjilan yang mulai mengusik pikirannya. Edo memang sudah menjatuhkan talak tiga. Tetapi entah mengapa, ia tidak pernah benar-benar membayangkan Mia akan menerima perpisahan itu dengan tenang.

Ia masih mengira perempuan itu akan tetap berada di tempatnya. Akan tetap menunggunya. Akan tetap memohon.

Tetapi pagi ini, Mia justru sudah pergi.

Edo mendengus kesal. "Dasar perempuan kurang ajar!" Ia kembali menarik gas.

Namun, semakin jauh motornya melaju, semakin kuat pula bayangan Mia yang pergi meninggalkan kontrakan memenuhi pikirannya. "Ah, si Mia setan! Dia pasti bakal ngadu ke orang tuanya. Gue nggak boleh tinggal diam. Gue juga harus buru-buru memutarbalikan fakta ke orang tua gue," putusnya menyeringai licik.

______

Tepat pukul dua belas siang, ojek yang ditumpangi Mia memasuki jalan kampung yang semakin menyempit. Mia menatap sekeliling jalan itu dengan hati yang perih. "Tenang, Mia. Jangan menangis," lirihnya dalam benak. Mia menguatkan hatinya. Ia gegas menepuk pundak sang tukang ojek. "Turun di sini saja, A," katanya tepat di samping pohon mangga.

"Iya, Teh." Tukang ojek itu menuruti.

Mia turun dari motor, melepas helm dan membayar ongkos. "Terima kasih, A."

"Sama-sama, Teh." Tukang ojek itu berbalik dan meninggalkan Mia.

Mia berdiri sejenak sambil memandangi rumah sederhana yang sudah begitu dikenalnya. Rumah tempat ia dibesarkan, tempat ia selalu pulang ketika sedang menghadapi masalah.

Namun, kali ini kepulangannya terasa berbeda.

Mia mengangkat tasnya dan berjalan mendekat. Di teras rumah, Titin dan Ayep ternyata sedang duduk santai. Sang ibu sedang memilah sayuran, sedangkan Ayep menikmati kopi sambil sesekali mengajak burung dalam sangkar bicara.

"Assalamu'alaikum, Pak... Bu." Mia berseru sambil berlari kecil menghampiri orang tuanya.

"Wa'alaikumsalam," jawab keduanya hampir bersamaan.

Ayep langsung bangkit dari duduknya. "Lho, Mia, kok kamu pulang nggak bilang-bilang?"

Titin ikut berdiri. "Ya Allah... Mia," serunya kaget.

Mia memaksakan bibirnya mengeluarkan kekehan kecil. "Sengaja, mau buat kejutan untuk Ibu dan Bapak."

Titin memeluk Mia, Ayep pun juga. Tatapan keduanya kemudian jatuh pada tas yang dibawa Mia.

"Suamimu mana, Neng?" tanya Ayep heran.

Dada Mia tersentak kecil. Ada sesak yang menyeruak.

"Iya, Neng... Edo mana? Jangan bilang kamu pulang sendirian?" timpal Titin penuh curiga.

Mia menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan air mata yang nyaris tumpah. "Aku memang pulang sendirian, Bu, Pak." Akhirnya ia berkata jujur.

"Kenapa?!" serobot Ayep dan Titin serentak.

Mia mengembuskan napas panjang, belum sempat menjawab, sang ibu sudah kembali melontarkan pertanyaan. "Kalian ada masalah? Bertengkar?"

Dada Mia makin sesak. Sekuat apa pun ia menahan, sakit di hatinya tak bisa dikendalikan.

"Jawab, Nak, ada apa?" Ayep menyentuh bahu Mia.

Titin ikut menyentuh lengan anak sulungnya. "Ya sudah... yuk kita masuk. Kita bicara di dalam saja," ajaknya.

Mia mengangguk, Ayep mengambil alih tas dari tangan Mia. Sementara Titin membawa bakul sayuran dan menutup pintu rapat-rapat.

Tiba di ruang tamu, ketiganya langsung duduk.

"Kamu sudah siap cerita?" tanya Ayep dengan suara lembut.

Mia mengangguk.

"Sok, ceritakan ke Ibu dan Bapak apa yang sebenarnya terjadi, Nak?" Titin mengusap punggung Mia. Dan hal itu membuat Mia tak kuasa lagi menahan air mata.

"Bu, Pak... Edo sudah menjatuhkan talak tiga kepadaku," ucap Mia akhirnya.

"Apa?!" Ayep dan Titin membelalakan mata disertai mulut yang menganga.

1
nunik rahyuni
lanjuut thor ..pingin liat versi edo setelah diusir ...🤣🤣🤣laki kok ssmpe diusir. itu tandanya lakianya g modal g becus g guna mokondo benalu gpokoknya g ada baik2 nya ...biar tau rasa busuk si otong lumpuh layu 😅😅😅😅
Ama Apr: Pasti kk, nantikan sj
total 1 replies
Dartihuti
Nikmati hasil jerih payahmu Mia bahagia ...laki mokondo ky Eduuu ...tinggal nunggu penyesalannya betulkah dng mudah dpt'i cewek lbh dr mu?krn merasa ganteng,tgl tar blg'i ...makan tu gantengmu
😁😁🤭
Ama Apr: Ganteng doang nggk ada duit dan nggak mau kerja mh buat apa ya. Wajah ganteng tk akan bisa mengenyangkan perut🤣
total 1 replies
Lucy
syukurlah Mia kau bisa menikmati hasil jerih payahmu sendiri tanpa berbagi dgn Edo bayar tagihan motornya🤣🤣
Ama Apr: iya kk🥰
total 1 replies
Ma Em
Mia kamu harus cepat move on lupakan laki mokondo dan selalu bahagia setelah berpisah dgn Edo , semoga dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik yg cinta dan sayang pada Mia , Edo pasti menyesal dan akan dapat karmanya karena sdh jahat pada Mia dan selalu menyiksanya .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
nunik rahyuni
kok cuma fikit thor. lanjuuuuy thooor
si setan edo kenapa g di bikin nyungsep aja sih thor ..laju laju membawa kendraan trus nyungsep luka luka hilang lah ketampanan yg di banggakanya👍👍💪
Ama Apr: hehe, iya, nnti lnjut lg
Ah, jng dlu lah, aku mau buat dia pusing 7 keliling dulu🤣
total 1 replies
Lucy
lanjut thor😃Mia ceritakan KDRT yg di lakukan Edo terhadapmu jgn hnya talak 3 yg kau ceritakan, semua kau ceritakan ke org tuamu biar mereka paham👍
Ama Apr: Pasti Kk. Oke
total 1 replies
nunik rahyuni
gpp janda asal bahagia ...bebas dari laki mokondo..👍
Ama Apr: betul tul
total 1 replies
Ma Em
Mia jadi janda bkn aib daripada hdp Mia tersiksa lbh baik berpisah dgn Edo benalu sok kegantengan banget , ganteng kalau kere juga cewe mandi kir dia kali atuh , semoga Mia bahagia setelah bercerai dgn Edo dan dapat pengganti Edo lelaki yg lbh baik cinta dan sayang juga bertanggung jawab pada Mia jgn seperti seperti si Edo .
Ama Apr: Aaamiin🥰
total 1 replies
EmakKece
mending jd janda terhormat, drpada hidup sm manusia jelmaan iblis mia
Ama Apr: Iya bnr, bebas2 make uang sendiri
total 1 replies
Lucy
lebih baik JD janda Mia drpd di pukuli dan diselingkuhi oleh Edo 🤭JD janda LBH bahagia mia🤣🤣🤣
Ama Apr: ahihihi🫰
total 9 replies
EmakKece
Triple Up thor 🤭
Ama Apr: haha nanti2 y kk aku blum nabung bab🤭
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Mia terbebas dari Edo si mokondo benalu yg tdk tau diri maunya cuma porotin uang Mia doang , semoga Mia makin sukses setelah bercerai dari si benalu biar saja pasti Edo yg akan menyesal karena sdh membuang ATM berjalan nya .
Ama Apr: Aamiin, tinggal mia menikmati hidup sekarang
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
sudah lega ya Mia, biarin ntar hidupnya si edo blangsak 😆
Ama Apr: Iya lagi, siapa yg byr cicilan motor🤣
total 1 replies
Ma Em
Syukur Alhamdulillah akhirnya Mia sdh lepas dari Edo suami benalu sukanya selingkuh tdk tau diri , semangat Mia semoga Mia bahagia dan sukses setelah berpisah dgn Edo .
Ama Apr: Aamiin, makasih kk🥰
total 1 replies
Nice1808
Akhirnya mia bebas dr Edo bangsat🤣🤣🤣
Ama Apr: iya hehe
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
othoooooorrr...q padamu alapiyu se keboooonnn lap lap lap pokok nya❤️❤️❤️meskipun sabuk hitam🥋 si mia gk dikeluarkan🤣🤣🤣🤣🤣
Ama Apr: Haha iya kk, nyaris hilang nyawa dia. Tp sudah lah ya, edo bebas juga
total 1 replies
✨Kayla Rane✨
Alhamdulillah akhirnya cerai juga😤
Ama Apr: Walau nyaris bbk belur
total 1 replies
EmakKece
gak disini gak di cerita satunya, aku misuh2 mulu perasaaan. emang dasar si othor mah 🤧
Ama Apr: maaf y kk🤭
total 1 replies
EmakKece
laki ky kamu sempurna??? dasar gendeng !!
Ama Apr: biasa NPD🤣
total 1 replies
Dartihuti
Mokondo...kerasukan di lawan,bkn bukti" di tranfer ke hp'm ih ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!