Ari atau yang sering di panggil sama teman kuliahnya dengan nama sam Ari di tengah ke frustasiannya dia mendapatkan berkah sebuah sistem yang membantu Ari menjadi arsitek terkenal bareng dua temannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chimoarikashiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mulainya proyek
"ya tentu saja gajian kalian aman"kata aku ke mereka sambil lihat mereka
"makasih bos"kata mereka ke aku sambil lihat aku
"sama sama berarti ini sudah mulai ya hmm oke silahkan lanjut"kata aku ke mereka sambil lihat mereka
mereka pun mulai melanjutkan pekerjaannya sedangkan aku mulai bertanya apa saja yang akan di po kan. Setelah aku catataku langsung ke pabrik yang sudah kerjasama di hari Selasa.
Setelahnya barulah aku balik ke kantor buat memulai draft progres yang aku selaraskan dengan tim schedulenya, baru aku telepon pak Rahman.
'pak draft progres sudah saya buat tinggal jika sudah sampai mana tinggal catet aja'chat aku ke pak Rahman di wa
'oke bos'balas chat pak Rahman ke aku di wal
setelahnya aku iseng buka website IAI dan menemukan peringkat perusahaan yang di bawah IAI.
'hmm sistem ini beneran kah peringkat perusahaan aku'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
'beneran tuan gak hanya perusahaan anda tapi juga perusahaan kawan seperjuangan anda juga sama tuan'kata sistem arsitek di otakku
'mantap kalau gitu sistem'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
beberapa hari pas selesai pembongkaran bos pengepulan puing me wa aku
'bos sudah di angkut puingnya'chat bos pengepulan puing ke aku di wa
'oke pak saya transfer sekarang sisanya'balas chat aku ke bos pengepulan puing diwa
setelah di kabari aku pun langsung transfer sisanya ke rekening beliau.
'udah ya pak'chat aku ke bos pengepulan puing dengan bagikan bukti transfer dari m-banking
'oke mas senang bekerja sama dengan anda'balas chat bos pengepulan puing ke aku di wa
setelahnya aku pun lihat grup kantor yang dimana aku adminnya.
'hmm ini cepat sekali sudah sampai pemasangan genteng bentar aku cek progres yang time schedule'kata aku dalam hati sambil bergumam
'lah kok benar sudah sampai pemasangan atap'kata aku dalam hati sambil bergumam
'ya jelas tuan anda memberikan fasilitas yang membuat para pekerja nyaman'kata sistem arsitek di otakku
'oh ini hasilnya kalau mereka istirahatnya enak'kata aku dalam hati ke sistem arsitek
gak terasa sudah sampai hari Sabtu di week ganjil pertama aku langsung ke proyek bareng adek yang kebetulan ngajar di eskul.
"kak keputusanmu ternyata tepat pas lagi pada sibuk mereka gak perlu mikirin soal puing karena sudah ada yang bawa"kata adek ke aku sambil lihat aku
"kan kata bunda momen segenting apapun disuruh belajar ya kakak pernah dapat momen genting dan itu kakak pelajari dan hasilnya kakak pakai di proyek tempat kamu mengajar"kata aku ke adek sambil lihat adek
"dan ini hasilnya kak hebat juga kakakku ini"kata adek ke aku sambil lihat aku
"dek kakakmu ini jangan di puji nanti terbang turunnya bingung kakak"kata aku ke adek sambil lihat adek
sesampai di proyek ayah kaget melihat kedua anaknya datang bersamaan.
"tumben dua anak ayah datangnya bersamaan"kata ayah ke kami berdua sambil lihat kami berdua
"kan datang di tempat yang sama yah cuma bedanya adek ngajar kakak ngasih kasbon"kata adek ke ayah sambil lihat ayah
"oh maksudnya datangnya sekalian gitu biar irit"kata ayah ke kami berdua sambil lihat kami berdua dan di anggukan oleh kami berdua
"yaudah kak adek ke tempat eskul kakak coba cek pengerjaannya"kata adek ke aku sambil lihat aku
aku pun langsung mengecek pengerjaannya dan sangat puas hingga pak Akbar datang.
"bos kapan sampai"kata pak Akbar ke aku sambil lihat aku
"baru saja sampai ini mau lihat hasil dari pengerjaan para tukang dan kernet"kata aku ke pak Akbar sambil lihat beliau
setelah melihat hasilnya aku langsung melirik ke pak Akbar.
"para tukang sama kernet lagi di tempat yang sudah jadi bos"kata pak Akbar ke aku sambil lihat aku setelah mendapatkan lirikan dari aku
"oke kita kesana"kata aku ke pak Akbar sambil lihat beliau
kami kesana dan melihat bosnya datang mereka langsung dalam mode siap
"udah santai duduk aja pembagian kasbon sambil duduk aja"kata aku ke mereka sambil lihat mereka
"oke ini kasbon kalian"kata aku ke mereka sambil lihat mereka dan membagikan kasbon satu per satu
setelah dapat semua aku langsung mendoublekan ke mandor.
"ini buat bayar warung di gajian dapat di kasbon dapat biar warungnya gak nunggu"kata aku ke mandor utamanya sambil lihat beliau
"lah ayahmu gimana?"tanya mandor utamanya ke aku sambil lihat aku
belum aku jawab ayah sudah jawab"udah tadi pagi sebelum berangkat"jawab ayah ke mandor utamanya sambil lihat mandor utamanya
semua terdiam sedangkan aku hanya menatap malas drama ini. Setelah selesai aku langsung balik namun sebelum balik aku menjahili dini.
'yank kamu sibuk gak'chat aku ke dini di wa
'kagak emang mau ngajak kemana'balas chat dini ke aku di wa
'jalan jalan yank tapi sama adekku dan pacarnya'balas aku ke dini di wa
'oke yank entar kalau aku ready aku wa lagi'balas chat dini ke aku di wa
setelah me wa dini pas adekku selesai mengajar dia pun kaget.
"lah aku kirain kakak udah balik"kata adek ke aku sambil lihat aku
"belum lah kan kamu tadi bareng kakak oh iya ajak pacarmu nongkrong dek bareng kakak dan kak dini"kata aku ke adek sambil lihat adek dan menyetir mobil
"oke dah kak entar aku wa"kata adek ke aku sambil lihat aku
"sekarang aja dek biar entar malam bisa siap siap"kata aku ke adek sambil lihat adek
akhirnya adek me wa pacarnya dan ternyata pacarnya juga mau kami langsung ke rumah. Sesampai rumah kami mandi dan pakai baju rapi.
"ini adek kakak mau kencan ya sama pacarnya"kata bunda ke kami berdua sambil lihat kami berdua
"iya Bun untuk tempat kakak yang nyariin"kata adek ke bunda sambil lihat beliau
"yaudah makan dulu entar kalau mau makan sambil kencan gak papa"kata bunda ke kami berdua sambil lihat kami berdua
"oke bun kalau gitu"kata aku ke bunda sambil lihat beliau
habis itu ayah nyusul makan dan barulah kami makan bareng. Setelah selesai makan bareng aku me wa pacarku begitu juga adekku juga me wa pacarnya.
Setelah mereka siap barulah kami menjemput mereka di rumah masing-masing buat kencan.