Diceraikan saat hamil dan dibiarkan mati, Clarissa bangkit dalam tubuh Elena—gadis bangsawan super kaya.
Kini Clarissa menguasai dunia, membuang status wanita tertindas, dan naik ke puncak tertinggi. Saat sang mantan suami datang merangkak memohon ampun di kakinya, Elena tersenyum sinis:
"Mantan suami, lihatlah aku sekarang! Kamu bahkan tidak pantas menyentuh ujung gaunku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vyyy ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Batas Suci
Ketenangan di atas bukit distrik selatan seolah menjadi dunia yang terpisah dari hiruk-pikuk pusat kota Secilia City yang kian hari kian kompetitif. Di dalam kompleks Kastel Emerald Rose, udara segar musim gugur berembus pelan di antara jajaran pohon pinus yang menjulang tinggi, membawa ketenteraman sejati bagi Elena. Namun, di balik keindahan dan kedamaian alam tersebut, sistem keamanan yang dipasang oleh Duke Xavier bekerja layaknya benteng pertahanan militer tingkat tinggi yang tidak menyisakan satu pun celah bagi dunia luar untuk mengendus keberadaan sang permaisuri perak yang kini sedang hamil muda.
Siang itu, sebuah mobil sedan tua dengan warna cat yang sudah mengelupas dan mesin yang menderu kasar tampak melaju terseok-seok menanjak di jalur aspal distrik selatan. Di balik kemudi, duduk Arsenio dengan kondisi fisik yang sangat mengenaskan. Tidak ada lagi sisa keangkuhan seorang direktur utama Aris Group yang dulu selalu mengenakan setelan jas abu-abu mahal buatan desainer ternama.
Setelah dinyatakan bangkrut total oleh pengadilan niaga dan kehilangan seluruh aset operasionalnya ke tangan Aethelgard Holdings, Arsenio baru saja dibebaskan dengan jaminan bersyarat oleh tim hukumnya yang menggunakan sisa-sisa dana darurat rahasia mereka. Namun, kebebasannya tidak membawa kedamaian; pikirannya kini telah sepenuhnya hancur dan terobsesi oleh satu hal: dia harus menemui Elena. Kata-kata Elena di ruang kerja menara Obsidian tentang ranjang rumah sakit yang dingin dan sumpah Clarissa terus bergema tanpa henti di dalam kepalanya, mengikis kewarasannya secara perlahan sepanjang malam.
"Clarissa... aku tahu itu kamu... kamu tidak boleh meninggalkanku seperti ini..." bisik Arsenio dengan suara parau yang bergetar hebat. Matanya yang memerah dan dihiasi oleh lingkaran hitam tebal menatap liar ke arah jalanan bukit yang sepi. Dia telah menghabiskan waktu berhari-hari menyuap informan kelas rendah di pelabuhan hanya untuk mendapatkan petunjuk acak bahwa Elena telah dipindahkan ke sebuah kastel rahasia di atas bukit selatan.
Namun, langkah putus asa Arsenio harus terhenti secara paksa tepat beberapa kilometer sebelum menyentuh gerbang luar Kastel Emerald Rose.
Di tengah jalanan aspal yang menanjak, sebuah barikade besi otomatis berwarna hitam legam melintang kokoh, memotong akses jalan sepenuhnya. Di depan barikade tersebut, berdiri delapan orang pengawal elite bertubuh tegap dengan setelan jas hitam formal tanpa celah. Pin berlian hitam kecil berkilau tajam di kerah jas kiri mereka, menegaskan bahwa mereka adalah pasukan khusus yang hanya menerima perintah langsung dari Duke Xavier.
Arsenio menginjak rem mobilnya dengan kasar hingga menimbulkan derit ban yang tajam di keheningan hutan pinus. Pria yang telah kehilangan akal sehatnya itu langsung melangkah keluar dari mobil dengan pakaian yang kusut, rambut berantakan, dan wajah penuh keputusasaan yang mendalam.
"Minggir! Buka gerbangnya! Aku tahu Elena ada di atas sana!" teriak Arsenio sembari berlari tertatih-tatih mendekati barikade besi, mencoba menerobos dengan sisa-sisa tenaganya yang telah habis. "Aku ingin menemui istriku! Aku ingin menemui Clarissa! Katakan padanya aku datang untuk meminta maaf!"
Sret!
Belum sempat jemari Arsenio menyentuh jeruji besi barikade, dua pengawal elite berjas hitam sudah bergerak maju secepat kilat. Dengan satu gerakan taktis yang sangat terlatih, mereka langsung mengunci kedua pergelangan lengan Arsenio dan menekannya dengan keras ke atas kap mesin mobil tua milik pria itu hingga menimbulkan bunyi deman yang nyaring.
"Lepaskan aku, brengsek! Kalian tidak tahu siapa aku?! Aku adalah pemilik Aris Group!" raung Arsenio histeris, wajahnya tertekan di atas besi kap mobil yang dingin, matanya menatap liar ke arah jalanan bukit yang meliuk ke atas menuju istana Elena.
"Aris Group sudah lama dilikuidasi dan berubah menjadi debu sejarah, Tuan Arsenio," sebuah suara bariton yang sangat berat, dingin, dan dipenuhi aura dominasi mutlak mendadak terdheard dari arah balik barikade besi.
Sesosok pria jangkung melangkah keluar dari dalam mobil Rolls-Royce hitam yang sejak tadi terparkir di bawah naungan pohon pinus besar. Duke Xavier von Obsidian hadir dengan pembawaan seorang penguasa sejati yang tak tertandingi. Siang itu, dia mengenakan mantel wol panjang berwarna hitam pekat yang melambai elegan ditiup angin bukit. Sepasang mata abu-abu gelapnya yang biasa menatap Arsenio dari posisi berdiri dengan pandangan penuh penghinaan yang teramat sangat, seolah sedang melihat seekor tikus kotor yang mencoba mengotori tanah sucinya.
Xavier melangkah perlahan hingga berhenti tepat satu meter di depan Arsenio yang masih terkunci lemas di atas kap mobil. Tekanan mental yang dipancarkan oleh sang Duke seketika membuat udara di sekitar perbatasan bukit itu terasa membeku, membungkam seluruh raungan histeris Arsenio dalam sekejap mata.
"X-Xavier... Duke Xavier..." bisik Arsenio, suaranya mendadak parau dan bergetar karena rasa ngeri yang mendalam melihat sorot mata mematikan pria di hadapannya. "Tol... tolong katakan pada Elena... aku tahu jiwa di dalam tubuhnya adalah Clarissa... aku ingin menebus kesalahanku padanya..."
"Nama Clarissa sudah mati bersama seluruh penderitaannya di ranjang rumah sakit yang kamu terlantarkan, Arsenio," ucap Xavier dengan nada suara yang sangat tenang namun mengandung penekanan dingin yang sanggup menusuk hingga ke tulang rusuk Arsenio. "Wanita yang sedang kamu cari saat ini adalah Elena von Obsidian, istri sahku dan permaisuri tunggal yang saat ini sedang mengandung pewaris takhta tertinggi dari seluruh dinasti keuangan keluarga Obsidian."
Xavier memajukan langkah tegapnya sedikit, menunduk untuk menatap lurus ke dalam manik mata Arsenio yang liar. "Area bukit selatan ini adalah batas suci yang kubangun khusus untuk menjaga ketenangan masa kehamilan istriku dari segala jenis kotoran dunia luar. Kehadiran manusia pecundang sepertimu di tempat ini... adalah sebuah penodaan besar yang tidak akan pernah kutolerir seujung kuku pun."
Xavier menoleh ke arah kepala keamanan distrik selatan yang berdiri tegak di samping barikade. "Hubungi otoritas kejaksaan pusat sekarang juga. Laporkan bahwa tahanan bersyarat bernama Arsenio ini telah melakukan pelanggaran wilayah hukum pribadi, percobaan penyerangan terhadap properti Obsidian Group, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa berat yang membahayakan publik."
"T-Tidak! Jangan masukkan aku ke sel lagi! Clarissa! Tolong aku!" teriak Arsenio dengan air mata keputusasaan yang mengalir deras membasahi wajah kusamnya saat tubuhnya diangkat paksa oleh para pengawal dan dimasukkan ke dalam mobil patroli keamanan yang baru saja tiba dengan sirine yang berbunyi nyaring. Suara tangisan penyesalannya yang terlambat dan seruan gilanya tentang hantu masa lalu perlahan menghilang, menjauh menuruni bukit, meninggalkan keheningan hutan pinus yang kembali damai dan suci.
Xavier merapikan kerah mantel wol hitamnya dengan gerakan lambat yang sangat anggun. Pria penguasa bayangan itu membalikkan tubuhnya, kembali melangkah masuk ke dalam mobil Rolls-Royce mewahnya untuk kembali ke puncak bukit menuju Kastel Emerald Rose.
Batas suci telah ditegakkan dengan sangat sempurna di bawah tangannya. Selama dia masih berdiri tegak memegang takhta kekuasaan di kota ini, tidak akan ada satu pun manusia, hantu masa lalu, atau musuh finansial yang bisa mengusik ketenangan hidup sang permaisuri perak yang kini sedang menantinya dengan kehangatan cinta sejati di dalam istana mewah mereka
emak bpknya sibuk jd pnguasa,hsilnya nnti psti buat anknya....😁😁😁
udh d bkin bngkrut,d asingkan,skrng udh saatnya pndh alam....
cape deh sm klkuan orng2 idiot ky mreka...udh klah,msih ngeyel....mngkn abs ni mreka bkln jd gembel slamanya...😫😫😫
krna pst bnyk orng iri dn ingn mnjtuhkn....
Slmt dtng d dnia baby boy....n slmt jd orngtua jg buat klian brdua....😘😘😘
mstinya mkir,ni mlah mkin stupid aja..
d kira bs mnghncurkn sng mntan,mlah dia sndri yg hncur.....tnggu aja hkumn yg pnts buat mnusia gila ky dia.....
mstinya mreka bljar biar lbh pntr,lah ni mlah mkin oon aja...ya kali pnguasa ky mreka ga tau apa2....cckk...🙄🙄🙄
cckk...skit jiwa....
tp ya nmanya jg cnta,pst yg trbaik buat sng ratu...
yg awalnya angkuh,akhrnya kalah jg...
jgn rmehkn wnita,krna msti lihat spa d belakangnya.....
Slmt buat klian brdua....ga mst nunggu lma,clon pewaris udh hdir....
xavier pst mkin posesif.....
Elena slalu luarrrrr biasa....mreka pnts jd raja dn ratu brkuasa,scra spa pun yg mau mnjtuhkn mreka pst akan kalh...
yg 1 pnya kuasa,yg 1 otaknya emng jenius....
btw...slmt jd gembel buat mreka yg awlnya songong.....😛😛😛
aku udh mmpir...slm knal....
btw,aku ngebut bcanya krna pgn cpt komen.....😁😁😁....
brskap songonglh slagi klian bsa,abs tu siap2 mmhon sm orng yg klian hina....🙄🙄🙄